Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
masih ada dendam



Siang itu di sebuah balkon mansion mewah seorang pemuda berdiri sambil menghisap cerutunya.


" Tuan, saya baru saja mendapat laporan bahwa anak buah kita berhasil membunuh salah satu orang kepercayaan queen Black devil's " Ujar anak buah nya yank baru saja mendapatkan kabar.


" Oke itu kabar yang bagus " Ujarnya tersenyum.


" Aku ingin tahu seberapa jauh mana kau bertahan tanpa orang terbaikmu " Batinnya.


Dia adalah pimpinan dari mafia black lion kelompok mafia yang mungkin baru 1 tahun di buat namun sudah masuk mafia no 3 di negaranya. seorang pemuda berumur 28 tahun bernama Xander Alen para bawahnya biasa memanggil nya king Xa.


Dia salah satu keponakan Fred Alen yang berhasil selamat saat mafia fox Alen menyerang mafia black devil's. Karna dia memeng sedang tak ikut di karnakan sedang menyelesaikan sebuah misi.


Namun saat dia kembali hanya ke markas fox Alen hanya sisa pembakaran lah di lihatnya serta sebuah berita kematian paman, tante serta para adik sepupu nya.


Menurut nya Fred Alen sangat lah berjasa baginya karna Fred sudah merawat nya sedari kecil sewaktu orang tua meninggal karna kecelakaan pesawat.


Xander tersenyum menyeringai menantikan kehancuran queen black devil's. Sampai kapanpun dia takkan berhenti mengusik nya.


Di satu sisi Nana juga sedang berkumpul dengan para abangnya di markas, di karna kan membahas kematian Alex.


" Jadi gimana bang? " Tanya Nana.


" Menurut laporan ada sebuah kelompok mafia mungkin baru saja terbentuk sekitar hampir satu tahun namun kehebatan mereka sudah masuk rangking 3 di negara ini." Kata jo


" Terus apa masalahnya ? " Heran Nana.


" Abang baru saja menyelidiki pimpinan nya, awalnya memang sangat sulit tapi berkat kepintaran abangmu ini maka abang berhasil mendapatkan informasi pribadi nya. "Jelas jo.


" Anda pd sekali " Ucap Dazian.sementara Nana hanya tertawa melihat keduanya.


" Jadi bang? " Tanya Nana.


" Pimpinan adalah salah satu keponakan tersayang Fred dia adalah Xander Alen" Lanjut jo.


" Jadi dia yang merencanakan pembunuhan bang Alex " Kata Nana.


" Spekulasi abang sih begitu karna apa.? Ya karna kita sudah membunuh keluarganya yang sangat di sayang nya" Ujar jo


" Mulai sekarang kita harus mengawasi gerak gerik mereka " Perintah Dazian.


" Betul kata bang Daz, seperti nya dia sangat menargetkan kita" Ujar Nana


" Kapan kita menyerang markasnya bang Yaya sudah gak sabar membawa kepalanya " Ujar Nana.


" Kita susun strategi dulu" Tahan Dazian


" Okelah " Jawab Nana


"Kalau begitu Nana ingin bersantai dulu sebelum kita melakukan penyerang" Kata Nana keluar dari ruangan tersebut.


" Mau kemana de? " Teriak jo.


" Mau kencan dong " Jawab Nana dengan teriak. Tak lama. Daz juga ikut bangkit dari kursinya melangkah keluar ruangan.


" Lo juga mau kemana Daz ? " Tanya jo.


" Ya pulang menemani istri tercinta " Jawab Dazian.


" Aisssss sia**n seperti nya aku harus mencari pasangan agar tak kesepian seperti ini" Ujar Jonathan.


Nana sudah sampai di mansion Fernandez, dia segera membersihkan dirinya dan berganti pakaian, kaki ini Nana memakai levis denim dengan baju kaos over size warna putih, di padukan dangan tas hitam serta rambut yang di kuncir kuda dengan sedikit make up, membuat terlihat sedikit dewasa.


Dia langsung turun setelah mendengar bunyi mobil di bawah, sama seperti katanya saat di markas tadi di memang beneran pergi kencan dengan cakra.


Nana pun langsung masuk di kursi depan samping cakra.


" Halo kaka ipar" sapa seorang yang di belakang .


" Astaga Sean ngapain ?" Tanya Nana.


" Tau dia ganggu kencan kita aja sayang" Kesal cakra, karna adiknya memaksa ikut jalan katanya mumpung weekend


" Kenapa gak jalan ama pacar aja" Kata Nana.


" Dia mah jomblo akut sayang" Ejek cakra.


" Gue bukannya gak laku ka, gue nya aja yang gak mau, belum ada yang sret dihati gitu" Ujarnya.


" Narsis banget ya Sean sayang" Kata Nana.


" Emang gitu dia" Jawab cakra.


" Ayo ka jalan " Suruh Sean


" Hah ngerepotin banget, untung adek kesayangan lo" Keluh cakra.


"Padahal diakan udah tua kan ka" Ujar Nana pada cakra


" Ya ampun kaka ipar kita kan cuma beda 3 tahu " Sahut Sean.


" Tu juga udah tua masih aja ngintilin kita mau kencan" Jawab cakra.


" Sesekali dong buat pengalaman " Ujar Sean.


Sepanjang. Perjalanan Nana tertidur, sampai akhirnya mereka di tujuan.


" Okeh" Jawab cakra geleng-geleng dengan tingkah adiknya yang sudah dewasa namun masih seperti anak kecil.


" Sayang" Panggil cakra.


" Sayang bangun kita sudah sampai" Ujar nya lagi membangunkan Nana.


" Hemmmm " Ujar Nana mengucek kedua matanya.


" Ayo turun" Ajak cakra dan keluar dari mobil.


Kemudian Nana pun ikut turun dan melihat ke sekeliling nya dengan senang ternyata mereka sesuai berada di sebuah danau wisata.


" Sean mana ka? " Tanya Nana.


" Tuh " Tunjuk cakra Nana dapat melihat cakra sedang bercengkrama dengan bule wanita.


" Garcep juga dia ka" Ujar Nana terkekeh.


" Ya begitulah " Ujar cakra dengan senyum nya.


Cakra pun menggandeng tangan Nana mengajaknya ke arah perahu yang ada di pinggir pantai. Cakra oun menyewa sebuah perahu.


" Ayo naik" Ajak cakra.


Saat Nana menaiki perahunya sedikit bergoyang.


" Nana takut? " Tanya cakra.


" Iya , Nana takut kecebur walaupun Nana bisa sih berenang, tapi yah Nana juga takut mati muda, nan masih belum ngerjain nikah sama punya anak" Ujar Nana.


" Hahahhaha" Tawa cakra.


"Bisa bisanya dia takut mati tercebur sedang kan berkelahi dengan beberapa mafia di tak takut" Batin cakra.


" Ya udah kita nikah terus bikin anak aja sayang" Ujar cakra.


" Ih ka cak mesum" Ujar Nana. Cakra pun hanya tersenyum senang melihat Nana begitu menggemaskan kan menurut nya.


Nana pun duduk di depan sedangkan cakra duduk di belakang dan mulai menjalankan perahu nya. Nana begitu senang menikmati pemandangan di danau.


" Ka fotoin nana" Ujar nana menyerahkan ponselnya lad cakra.


" Foto bareng ya sayang " Uang cakra.


" Boleh " Kata Nana.


" Pakai hpku aja biasanya kan cewek kalo foto pakai. Kamera jahat sayang " Ujar cakra.


" Tapi itu gak berlaku buat Nana, Nana udah cantik gini" Kata Nana


" Narsis sekali gadisku ini" Gemas cakra.


Cekrek, cakra memotret asal ke Nana.


" Hahaha liat sayang" Ujar cakra seraya menunjukkan hasil foto muka manyun Nana.


"Ka cak ngeselin" Kesal Nana.


" Udah sayang jangan ngambek nih kita foto bareng" Rayu cakra.


Beberapa foto mereka berdua sudah berhasil di ambil. Setelah memilih Nana pun Mengupload nya ke sosmed.


Ting


Ting


Ting


Beberapa notifikasi pesan masuk.


Fira


" Lo liburan gak ngajak-ngajak"


Sinta


"Pengen ikut"


Mahen


" Entar ayang mahen ajak jalan


Anya


" Gue ikut"


Aku


"Gue juga ikut hen"


Setelah mengirim balasannya Nana pun kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas. Kemudian menikmati pemandangan di sekitar nya.