
Setelah bersiap Nana dan Cakra pergi menuju Namsan Seoul Tower, dengan semangat Nana masuk kedalam mobi, sudah tak sabar untuk sampai disana.
Baru juga sebentar mobil berjalan Nana sudah menutup matanya, masih sempat aja dia tidur di pelukan Cakra ,ya mungkin karna masih lelah perjalanan panjang tadi.
Cakra memeluk Nana yang masih tertidur. Hingga akhirnya mereka sampai di Namsan Seoul Tower.
Cakra pun segera membangunkan Nana dengan lembut, perlahan takut sang istri terkejut.
" Sayang.... Sayang bangun " Panggil Cakra lembut sambil mengusap pipi Nana.
" Udah sampai yank? " Kata Nana membuka matanya perlahan Masih dalam pelukan Cakra.
" Iya sayang coba lihat keluar " Kata Cakra.
" Wah , ayo keluar sayang" Ajak Nana dengan semangat.
" Pelan-pelan sayang " Kata Cakra.
" Ayo cepat aku mau lihat pemandangan dari atas sana" Kata Nana.
Ya Namsan Seoul tower adalah menara yang bisa di naiki pengunjung untuk melihat pemandangan kota Korea Selatan dari atasnya. Terlebih lagi di tempat itu ada tempat yang di namakan dengan gembok cinta.
Para pengunjung yang mampir kesana hampir semuanya memasang gembok yang bertulis nama mereka dan pasangan mereka konon katanya mereka akan selalu bersama dalam kondisi apapun itu.
Namun sebelum naik mata menangkap sesuatu.
" Sayang Ayo beli" Kata Nana menarik Cakra ke salah satu penjual.
" Beli gemboknya 2 ya sekalian sama pulpen nya" Ujar Nana.
" Bayar sayang" Kata Nana pada Cakra.
" Berapa? " Tanya Cakra dalam bahasa Korea.
" 40.000 won semuanya " Kata penjual.
Cakra pun memberi kan 50.000 won pada penjualnya.
" Ambil saja kembaliannya" Kata Cakra. Setelah itu kemudian mereka menaiki menara, dan sekarang mereka sedang berada di puncak nya.
" Wah indah ya sayang" Ujar Nana berdecak kagum. Sangat indah di lihat dari atas menara.
" Iya sayang , kamu senang? " Tanya Cakra mengusap lembut kepala Nana.
" Sangat sangat senang " Kata Nana dengan senyum manisnya.
Nana pun mengeluarkan gembok yang di belinya tadi menulis nama suaminya.
Begitu pula Cakra. Berharap mereka takkan pernah terpisahkan dan cinta mereka pun tergembok.
Mereka menggantung gembok itu lalu dan mengunci nya kemudian membuang kuncinya.
" Aku sangat bahagia sayang" Kata Cakra memeluk Nana dengan erat.
" Aku juga ynk" Ujar Nana membalas pelukan Cakra.
Cup.
Satu kecupan dari Cakra mendarat di bibir Nana.
" Manis" Kata Cakra.
" Seperti orangnya kan" Ujar Nana mengedipkan matanya.
" Sudah mulai nakal ya kamu" Ujar Cakra dengan tatapan lain.
" Hehe sayang. Nanti malam aku kasih" Bisik Nana kemudian berlari menjauh meninggalkan Cakra.
" Haissss bisa gila aku tak tahan godaannya" Ujar Cakra sambil mengejar Nana.
" Dapat " Kata Cakra berhasil menangkap Nana dan langsung memeluk nya dengan erat.
" Hehhe ampun sayang " Kata Nana.
" Sudah puas, mau Pulang sekarang "? Tanya Cakra.
" Boleh, tapi gendong ya, Nana capek habis lari" Ujar Nana dengan manjanya.
" Manjanya istri ku"kata Cakra langsung menggendong Nana ala koala.
Cup cup... Nana mencium kedua pipi Cakra.
" Buat energy biar semangat gendong Nana " Ujar Nana.
" Lagi sayang" Kata Cakra.
" Kan keterusan " Ujar Nana mengembungkan pipinya. Membuat Cakra jadi gemas.
" Sama istri sendiri mah gak papa sayang " Ujar Cakra. Ingin sekali mengigit pipi Nana.
Kini mereka telah sampai di parkir mobil mereka.
Terlihat sopir yang Cakra sewa sudan menunggu di depan mobil mereka.
"Aku lapar " Keluh Nana.
" Ayo kita cari makan dulu bari balik ke hotel" Ajak Cakra.
" Mau makan apa sayang? " Tanya Cakra.
" Aku mau Daechang, pasti khas Korea beda sama yang di tempat kita rasanya" Kata Nana.
Daechang adalah makanan yang berasal dari usus sapi berlemak.
Mereka pun masuk salah satu restoran dan memesan daechang seperti yang di kehendaki Nana.
Dan Cakra memesan sup ayam gingseng.
Dengan nasi yang sudah ada di dalam ayamnya.
Pesanan mereka pun datang, Nana sidah tak sabar ingin menyantap nya.
Mereka memasak daechang atau usus berlemak nya terlebih dahulu.
Lalu memotong motongnya jadi beberapa bagian kecil.
" Wah aku gak sabar sayang pengen coba" Kata Nana.
" Bentar masih panas " Ujar Cakra meniupkan daechang nya. Dan menyuapkannya pada Nana.
" Gimana? " Tanya Cakra.
" Wow, enak banget inikah yang namanya renyah di luar lembut di dalam" Ujar Nana mengomentari sudah seperti food blogger.
" Aku makan sendiri aja sayang" Ujar Nana.Kemudian Cakra pun memakan sup ubah di pesannya tadi.
Nana kembali mengambil daechang kemudian mencelupkan nya ke dalam sausnya yang di tambah banyak cabe merah.
" Emmmmm, gurih banget" Ujar Nana.
" Makan nasinya juga sayang" Kata Cakra.
" Aku mau menikmati daechang nya aja sayang" Ucap Nana.
" Ya sudah kita pesan lagi biar kamu kenyang walaupun gak makan nasi" Kata Cakra.
" Yeee jadi tambah cinta" Ujar Nana.
" Jadi nanti malam tambah ronde ya sayang" Bisik Cakra dengan senyum jailnya.
" Yee itu si maunya kamu" Kata Nana.
Beberapa menit kemudian makan di atas meja pun habis mereka santap.
" Ahhh kenyang nya" Kata Nana.
" Sayang jangan mendesah" Ucap Cakra.
" Apaan sih, mesum aja pikiran" Kesal Nana.
" Ayo pulang" Ajak Nana.
Dan setelah membayar mereka pun pulang ke hotel.
" Aku mandi duluan ya yank" Kata Nana setelah sampai di kamar hotel.
" Oke sayangku " Ujar Cakra.
30 menit pun berlalu dan Nana keluar dari! Kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk kecil melilit tubuhnya.
" Sayang kamu menggoda aku ya " Ujar Cakra.
" Heh mesum aja mandi dulu sana" Suruh Nana.
Dengan langkah gonta Cakra pun masuk ke dalam Kamar mandi membersihkan dirinya.
Nana pun membuka koper dan mengambil lingerie warna hitam, lalu memakainya.
Sambil menunggu Cakra keluar dari Kamar mandi Nana pun sedikit berdandan.
Setelah itu dia merebahkan dirinya di kasur.
Ceklek
Cakra keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya yang acak acakan membuat ketampanan bertambah menurut Nana. Cakra mengambil pakaian yang sudah di siapkan Nana sebelum dan Langsung memakainya, tanpa melihat ke arah Nana.
Cakra pun berpaling ke arah kasur.
Deg
Bola mata Cakra hampir keluar melihat pemandangan indah di depannya siapa lagi. Kalau bukan Nana dengan lingerie transparan nya.
Tanpa basa basi Cakra pun langsung menerjang Nana.
"Kamu Cantik banget sayang" Puji Cakra.
" Emang cantik " Kata Nana. Cakra pun memeluk Nana dan menghirup wanginya tubuh Nana yang membuatnya mabuk.
Kemudian beralih ke bibir Nana memandanginya terlebih dahulu lalu melumatkan dengan lembut. Nana pun membalasnya tanpa ada penolakan.
Dan malam panas mereka di mulai. mereka melakukan nya beberapa kali sampai mereka puas dan akhirnya tertidur dengan lelapnya.