Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
tunangan



" bundaaaa...." Teriak Cakra yang baru saja sampai di mansion.


" Aduh kamu kenapa sih , baru pulang udah Teriak-teriak bunda gak tuli Cakra " balas Sandra.


" Bunda lamar Nana buat Cakra!!" Kata cakra memohon.


" Yah Cakra mau nikah" kata Cakra


" Gak panas " ujar Sandra dengan tangan yang masih di dahi Cakra .


" Kulkas bucin udah gak tuh Bun yah" ejek Sean


" Diam kamu" kata Cakra


Orang tuanya dan juga adiknya geleng-geleng melihat kelakuanku Cakra yang tak biasa.


" Ayo Bun lamar Nana buat Cakra " bujuk Cakra .


" Nana masih muda sayang untuk nikah kasian dia entar masa muda hilang " jelas Sandra.


" Entar diambil Bun " rengek Cakra.


Sean yang melihat tingkah laku sang Kaka bergidik ngeri.


"Gimana kalo tunangan dulu " kata Sandra.


"Oke lah " kata Cakra


" Nah gitu dong nih Ayah telpon om Dion " kata Arga.


Arga pun menelpon Dion , dan Dion setuju saja begitu pun dengan Nana pasti setuju tanpa di tanya.


"Besok malam kita ke rumah Dion " kata Arga.


" Terimakasih yah Bun" kata Cakra memeluk keduanya.


" Cih kulkas bucin dah hampir sold out" ejek Sean


" Sirik aja Lo" sahut Cakra


Akhirnya malam yang di tunggu Cakra sudah tiba.


Mereka semua berangkat menuju kediaman Fernandez.


Mereka memasuki kediaman, dengan Dion langsung yang menyambut nya.


" Mari duduk " Ajak Dion


" Nana mana om? " Tanya cakra


" Masih di atas maklum saja anak cewek dandannya lama" Jawab Dion


" Panggil nana " Suruh Dion pada salah satu pelayan nya.


" Baik tuan" Jawabnya.


Tok


Tok


Tok


Permisi nona tuan Dion sudah menunggu di bawah " Kata pelayan tersebut.


" Iya sebentar " Jawab Nana. Nana pun kembali bercermin memperbaiki tampilan yang sudah sangat sempurna menurut author dengan dress lilac di bawah lutut rambut di gerai dengan tatanan sedikit bergelombang.


Nana pun turun ke lantai, sepasang mata tak. Berkedip melihat Nana yang baru saja sampai di ruang tamu.


" Ya ampun anak bunda cantik sekali kan cakra " Goda yuri yang melihat cakra hampir tak bernafas terpesona dengan nana.


" Kayanya ka cakra kesurupan deh bun" Bisik Sean pada Sandra


" Liat aja tuh sampai gak nafas " Sahut arga


" Woyyyy jangan lupa bernafas " Teriak Sean di samping cakra


Para orang tua yang melihat anak-anak mereka pun sontak tertawa.


"Kamu cantik banget sayang" Puji cakra.


" Nana emang cantik ka cak" Jawab Nana.


" Gue suka tingkat ke pd an lo " Sahut Sean.


" Sudah " Tegur Sandra .


" Baik pada kesempatan ini saya selalu perwakilan keluarga dan orang tua dari cakra putra pratama ingin menyampaikan maksud baik kepada anak anda. Untuk. Menjalin hubungan yang lebih erat, tepatnya cakra ingin melamar unaya de fernandez untuk. Menjadi istrinya, berhubung nana masih sekolah kami akan mengikat nya dahulu dengan pertunangan semoga maksud naik kami. Ini bisa. Di Terima" Kata arga


" Jawaban dari pertanyaan mu ku serahkan sepenuh nya pada Nana apakah dia bersedia atau tidak " Ujar Dion


" Bagaimana sayang ?" Tanya Sandra


Nana yang menunduk sejak tadi kemudian mengangkat kepalanya menatap cakra yang sedikit gelisah, takut-takut lamarannya di tolak. Nana oun tersenyumlah menatap semuanya.



" Nana Terima " Jawab Nana.


" Yes!!!??" Teriak girang cakra langsung memeluk Nana serta mencium keningnya.


" Cih main sosor sosoran aja sudha ni kulkas bucin" Ejek Sean


" Anda jomblo iri ya " Ujar cakra.


" Sayang cincinnya pasangin dong ke jari Nana " Suruh Sandra


" Lupa bun saking senang nya " Usir cakra.


Cakra yang sebelumnya sudah mengukir jari Nana tentu saja membuat cincin yang di pakai Nana sangat pas.


Cakra pun menyematkan cincin di. Jari manis Nana begitu pula Nana.


Lamaran sederhana cakra dan Nana oun berjalan dengan lancar.


'Nanti saat aku melamar untuk menikah aku. Akan buat yang mewah sayang' batin cakra.


Dan di lanjut kan dengan acara Makan-makan. Bahkan seluruh pegawai penghuni mansion juga di ajak.


Nana bangun dengan mood yang sangat bagus.


Setelah bersiap dengan seragam lengkap Nana pun turun menyapa Dion yang sudah duduk di meja makan dengan setelan jas. Lengkap sudah bisa di pastikan tujuannya adalah kantor.


" Pagi sayang " Jawab Dion.


Nana pun mengambil selembar roti dan mengoleskan selai coklat di atasnya.


Bunyi mobil terdengar. Nana pun tahu pastilah cakra datang menjemput setelah menghabiskan susu hangat dan rotinya Nana berpikiran pada Dion, dia pun berlari keluar menghampiri cakra.


" Pagi sayang" Sapa Nana pada cakra


" Pagi juga sayang" Balas cakra.


Nana oun memasuki mobil Cakra yang mengantar nya sampai depan gerbang sekolah.


" Hati-hati ka cak" Ujar Nana.


" Nanti pulang ku jemput " Ujar cakra


Nana oun mengangkat tangan nya tanda ok.


"Yo baru di antar cintanya " Ujar fira. Merangkul Nana saat bertemu di Koridor sekolah.


"Makanya jangan jomblo " Ejek Nana.


"Gue laku ko sebenarnya cuma belum ada yang sret di hati gitu" Jelas fira .


" Gimana kalo sama Mahen kalian cocok tau " Saran Nana.


" Sama kadal air itu,? OGAH!!!!! " Tolak fira .


" Entar jadi cinta lo" Ujar Nana.


" Engga mungkin dia jauh bukan tipe gue" Ujar fira.


" Terserah " Ujar Nana.


Nana dan fira oun akhirnya sampai dikelas.


Anya dan sinta yang sudah sampai lebih dulu menghampiri Nana.


" Gue liat ada yang beda dari lo nay " Ujar Sinta.


" Coba tebak? " Tanya Nana.


Mereka pun menatap Nana bawah ke atas apa yang membuat Nana di rasa berbeda.


" Wanjir!!! Cincin apaan tuh di jari manis ? " Ujar Sinta sambil menutup mulutnya kaget.


" Iya? Mana di jari manis lagi? Ko gue baru nyadar" Heran fira.


" Lo tunangan nay? " Tanya Anya.


" Coba tebak? " Tanya Nana balik.


" Ye dia malah balik nanya " Kata Anya.


Nana pun terkekeh melihat kekepoan teman temannya.


" Pasti udah di lamar ka cakra ni yeee" Tebak Sinta.


" Yuhuuuu udah mau sold out aja nih" Kata fira.


" Kapan nikahnya Nay? " Tanya Anya


" Ya kapan maunya" Ujar Nana tertawa.


" Serius dong" Kata fira.


" Belum tau kan gue masih sekolah" Jelas Nana.


" Siapa tau kan" Sahut Sinta.


" Mamah muda" Kata fira


" Eh ada apa nih asik banget lagi bahas apa? " Tanya Mahen yang baru saja datang.


" Cih kebiasaan udah hampir bell masuk baru datang" Sahut fira


" Kan yang penting belum bell mampir " Jawab Mahen.


" Muka ko lampir lo sekeluarga lampir dasar kadal air" Kesal fira.


" Aduduh udah ada panggilan kesayangan aja nih kalian " Kata Sinta mengejek dengan senyumnya.


" Gue sama dia ? " Kata fira


" Gak level" Sahut Mahen.


" Cih" Decak kesal fira


." Jadi lagi bahas apa kalian sampai girang gitu? " Tanya Mahen lagi.


Sinta pun mengangkat tangan Nana yang ada cincin di jari manisnya.


" Maksudnya ? " Heran Mahen


" Dasar cowok gak peka " Kata fira.


" Aduh ini lo liat di jari manis Nana " Perintah Sinta.


"Terus? " Kata Mahen


" Benar kata fira ko gak peka pantesan jomblo akut walaupun ganteng" Kata sinta menggelengkan kepalanya.


" Itu Naya baru aja tunangan " Jelas Anya.


" Ya bagus dong tandanya dia serius dengan Naya" Bijak Mahen.


" Gimana perasaan lo? " Tanya fira.


" Gue? " Tunjuk Mahen pada dirinya sendiri.


" Iya lo " Ujar fira.


" Biasa aja kan udah move on dari bebeb Naya" Jawab Mahen


" Gue rasa lo bentar lagi bakalan nangis di pojokan meratapi nasib di tinggal naya tunangan " Ejek fira.


"Sialan lo mak Lampir" Kesal Mahen.


Tak lama bu guru pun masuk mereka langsung duduk kembali ke kursi masing- masing, memulai pelajaran pertama.