
Baru saja Cakra dan Nana ingin keluar dari restoran, tak sengaja seorang cewek menabrak Cakra.
Brukkk.
Cewek itu pun terjatuh setelah menabrak Cakra tapi sedangkan Cakra hanya menatap diam.
" Maaf, saya gak sengaja " Ujarnya.
" Mmhhh" Jawab Cakra dingin.
Cewek Dengan pakaian yang lumayan terbuka itu pun mendongak ke atas menatap Cakra.
"Wah ganteng banget" Batinnya.
Di pun segera bangkit dari jatuhnya.
" Hai gue zia " Ujar nya memperkenalkan dirinya.
Cakra hanya diam tak berniat menjawabnya. Dan Cakra pun beralih pandangan pada Nana.
" Ayo sayang " Ajak Cakra menjauh dari zia.
Nana dan cakra pun berjalan menjauh tanpa memperdulikan Zia. Sambil menggandeng Nana.
Zia yang melihat cakra Menggandeng Nana pun mendengus kesal.
" Seperti nya cewek tadi menyukai mu sayang? " Ujar Nana rada kesel.
Cakra pun terkekeh mendengar perkataan dari Nana kemudian dia pun memeluk Nana.
" Kamu cemburu, hemm" Kata cakra.
" Pake nanya lagi, tentu saja Nana cemburu. Apalagi tuh cewek tadi berpakaian cukup seksi. Nana cuma takut kalo kaka berpaling dari Nana " Ujar Nana.
" Hey sayang aku gak mungkin berpaling ke lain, apalagi sama cewek tadi bahkan aku sendirian pun gak kenal." Jelas Cakra.
" Siapa tau kamu tergoda dengan tubuh sexy nya" Sahut Nana.
Emang rasa takut setiap perempuan berbeda-beda, begitu pun dengan Nana. Nana dapat melihat sikap tuh cewek walaupun mereka belum saling kenal, apalagi wajah Cakra yang tampan serta tubuh yang atletis, perempuan mana coba yang tak naksir setelah melihatmu nya.
Setelah mengantarkan Nana pulang ke mansion cakra tak langsung pulang melainkan kembali ke kantor menyelesaikan beberapa pekerjaan nya sebelum dia cuti.
Kini cakra tengah bergelut dengan laptopnya.
Tok
Tok
Tok.
" Masuk " Ucapnya mendengar ketukan di pintu.
" Permisi pak , ini ada beberapa berkas yang harus bapak tanda tangani " Ucap Melly sekertaris barunya Cakra. Karena beberapa waktu lalu sekretaris sebelum nya berhenti di karna kan ingin fokus mengurus anak yang baru dilahirakannya.
Melly pun mendekat dengan badan yang sengaja di lenggok lenggokanya seraya menggoda Cakra.
Saat hampir mencapai meja cakra. Dengan sengaja Melly menjatuhkan berkas yang ada di tangannya.
" Maaf Pak saya tak sengaja " Ujarnya
" Ya" Jawab cakra tanpa memandang ke arah Melly.
Segera Melly pun mengambil berkas yang berjatuhan di lantai dengan badan yang sengaja di bungkukkan ke arah Cakra, sehingga nampak gunung kembarnya menggantung dengan sangat jelas dan hampir tumpah dari wadahnya. Dia sengaja berpakaiannya seksi berharap CEO nya itu tergoda padanya.
Walaupun hanya jadi simpanan pun tak apa' pikirnya.
Namun usaha sia-sia Cakra tak sedikit pun memandang ke arahnya, tak cukup sampai di situ. Setelah meletakkan berkasnya di meja cakra di pun meletakkan tangannya ke paha Cakra.
" Pak" Ujar nya seraya tersenyum semanis mungkin.
Cakra pun sudah tak bisa sabar lagi dengan kelakuan sekertaris baru nya ini.
" TIOOO.... " teriak cakra. Sontak pegangan Melly di paha cakra pun terlepas saking kagetnya.
Tio pun langsung masuk ke ruang bosnya dengan tergesa-gesa, setalah sampai di ruangan Cakra Tio merasakan aura amarah yang mengerikan dari Cakra.
" Pasti sekertaris baru ini bikin masalah sama bos" Batinnya.
" Ya bos " Ujar Tio.
" Kau seret dia segera dari ruangan, dan kau mulai sekarang aku pecat bahkan aku akan mem blacklis mu dari semua perusahaan " Ujar cakra menekan.
" Ampun pak, saya takkan mengulangi nya lagi. Maafkan saya " Ujar Melly memohon.
" Seret Tio kalau tak sanggup panggil keamanan " Perintah cakra.
" Tidak pak jangan pecat saya maafkan saya" Mohon Melly.
Namun perkataan melly tak di hiraukan oleh Cakra.
Segera Tio menyeret Melly keluar dari ruangan cakra, karena tak ingin bosnya itu bertambah murka.
Tak lama setelah melemparkan Melly keluar pun Tio kembali keruangan Cakra.
" Bagaimana bisa kamu menerimanya jadi sekertaris seperti jala** itu" Marah Cakra.
" Maaf bos atas keteledoran saya" Ujar Tio.
" Setelah ini carikan saya sekertaris pria saja " Perintah cakra.
" Baik bos " Sahut Tio.
Karena sudah tak mood bekerja Cakra pun memutuskan untuk pulang ke mansion aja.
" Saya pula pulang dulu, kamu lanjutkan pekerjaan saya" Ujar Cakra.
" Baik bos" Ucapnya.
"Gara-gara sekertaris baru si***n pekerjaan ku jadi bertambah" Gerutu Tio setelah Cakra keluar dari ruangan nya.
Pukul 7 malam Cakra baru sampai di mansion.
" Bunda " Sapa Cakra yang melihat Sandra tengah duduk di sofa rumah tamu, sambil memainkan ponselnya.
" Iya" Sahut Sandra.
" Jangan ganggu bunda mu Cakra, dia sekarang sangat sibuk menyiapkan pernikahan kalian" Ujar Arga.
" Maaf bunda, pasti bunda capek " Kata Cakra.
"Enggak ko malah bunda senang" Sahut Sandra.
" Yasudah Cakra masuk kamar dulu bun" Ujar Cakra.
" Jangan lupa setelah bersih- bersih kita makan bareng" Ujar Sandra.
" Siap bundaku" Kata Cakra.
Setelah sampai di mansion Fernandez Nana langsung pergi lagi menuju markas karena sudah tak lama dia ke sana.
Mobil di kendarai Nana pun sampai di markas. Dia langsung masuk kedalamnya.
" Aduh calon manten ngapain " Sapa Jo
" Apaan sih bang" Sahut Nana malu.
" Bang daz gak kesini bang? " Tanya Nana pada jo.
" Baru saja dia pulang " Jawab jo.
" Oh, " Sahut Nana manggut-manggut.
" Jadi ngapain kesini, calon pengantin harusnya di rumah aja " Kata jo.
" Cuma mantau markas aja ko bang , Nana lama gak Kesini" Kata Nana mendudukkan dirinya di kursi samping jo.
" Kalau saja abang alex, pasti tambah seru bang" Kata Nana sendu mengingat alex.
" Alex pasti senang ko de di atas sana" Ucap Jonathan.
" Iya bang" Sahut Nana.
" Ya udah Nana mau liat anak-anak latihan dulu bang" Pamit Nana, berjalan menuju ruang latihan.
" Queen Sapa " Mereka yang Nana baru sampai ruangan latihan tersebut.
" Lanjutkan aku cuma mentah saja " Ujar Nana.
" Baik queen " Jawab mereka.
" De jangan coba lawan melawan mereka" Larang jo yang ikut menyusul Nana ke ruangan latihan.
" Emang kenapa bang? " Tanya Nana.
" Kamu calon pengganti de entar lecet lagi" Ujar Jonathan.
" Hehehe iya deh bang" Sahur Nana tertawa.
" Nana cuma liat aja ko bang, seberapa jauh pengembangan mereka"ucap Nana.
" Siapa tau tangan kamu gatel juga pengen melawan mereka" Kata Jonathan.
"Mending pulang aja de, kalau orang dulu. Bilang kamu itu harus dipingit" Kata Jonathan lagi.
" Terlalu cepat bang. Masih seminggu lagi juga " Sahut Nana.
" Iya iya" Ucap Jonathan.
Nana pun duduk menonton sekalian memantau para mafioso nya di temani Jonathan.