Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
Rujak



Rencananya Nana ingin membuat rujak Mangga serta jambu yang sudah di petik Sean tadi.


"Belum apa-apa udah ngiler aja liatnya" Ujar Nana memandangi buah mangga yang di bawakan Gina.


" Kamu bisa bikin sambel rujak gak Gin? " Tanya Nana.


" Bisa nyonya " Jawab Gina.


" Yeeee mangga sama jambu semua nya di bikin rujak aja gin " Suruh Nana.


" Baik nyonya" Kata Gina.


Nana pun duduk di kursi taman sambil menunggu Gina menyiapkan rujak nya.


Nana pun dapat ide menghubungi para sahabat nya. Siapa lagi kalau bukan Fira, Sinta, dan Mahen.


Tutttt


Tutttt.


" Halo "


" Fir ke mansion bisa gak? " Tanya Nana.


" Kenape sakit lo, atau kenapa? " Tanya Fira.


" Pokoknya datang aja " Kata Nana.


" Ajak sama Sinta Mahen juga " Katanya lagi.


" Di mansion mana njir? Mansion ayah lo apa mertua lo? " Tanya Fira.


" Mansion laki gue nge! " Ujar Nana.


" Gue mah gak tau mansion laki di mana" Jawab Fira.


" Sorry gue lupa kalian kan gak pernah kesini, gue Sherlock ya pokoknya berangkat sekarang ! " Ujar Nana.


" Ong3h" Kata Fira. Sambungan telepon pun berakhir.


Tiga puluh menit kemudian Gina sudah siap membawakan Nana rujak yang tadi buatnya.


" Ini nyonya" Kata Gina.


" Tolong bilangin ke penjaga kalau ada teman saya suruh langsung ke taman aja " Ujar Nana.


" Baik nyonya" Kata Gina.


" Gina tunggu!! " Teriak Nana.


" Iya nyonya " Jawab Gina mendengar panggilan Nana.


" Ini sisanya bagikan pada para maid sama penjaga, saya 1 piring saja sudah cukup " Ujar Nana.


Tak lama setelah kepergian Gina membagikan rujak para sahabat Nana pun datang.


" Widih enak bener lo ngerujak padahal masih pagi" Kata Sinta melihat Nana duduk di rumput taman dengan beralas kan tiker.


" Udah siang ini " Kata Nana.


" Iya sih jam 11 padahal " Ujar Sinta. Melihat jam ditangannya.


" Ke ibu hamil aja lo makan rujak" Kata Fira sambil mencomot rujak.


" Emang" Jawab Nana mengigit mangga muda tanpa merasakan asam.


" Hah apa lo bilang? " Tanya Fira.


" Emang hamil gue " Ujar Nana.


" Wah emang topcer bibit bapak Cakra baru beberapa bulan sudah tumbuh" Sahut Mahen.


" Ya ampun selamat ya, " Kata Sinta.


" Gak lama lagi gue jadi aunty " Ujar Fira.


" Gue pun" Kata Sinta.


" Kalo gue jadi kakak aja " Kata Mahen.


" Maunya lo, gak. Ingat umur" Kata Fira dengan tawa mengejek.


" Jadi udah berapa bulan? " Tanya Sinta dengan mulut penuh rujak mangga.


" Baru 1 bulan lebih sih " Jawab Nana.


" Makanya lo gak berangkat kampus" Ujar Fira.


" Iya daddy si bayi yang larang" Ujar Nana.


" Pantes" Sahut Sinta.


" Enak hamil Nay? " Tanya Fira penasaran.


" Enak dong, !suami makin perhatian bisa manja-manja apa yang kita mau langsung di turutin " Kata Nana.


" Emmm jadi pengen hamil juga" Kata Fira.


" Bisa ayang nanti aku hamilin kamu " Sahut Mahen.


" Eh! !apaan gak gak belum kawin juga" Tolak Fira dengan keras.


" Bisa, nyicil dulu tapinya " Ujar Mahen dengan muka yang tak bisa di jabarkan.


" Ih mesum" Kata Fira menatap Mahen dengan muka cemberut.


" Masuk sama calon istri gak papa " Kata Mahen. Membuat Fira malu dengan muka yang sudah memerah.


" Ceyeeeeee ada yang blushing " Ejek Sinta.


" Hahahahaha " Tawa mereka.


" Malu malu mau lo" Ujar Sinta, mengejek Fira.


" Jadi lo kapan masuk kuliah lagi Nay? " Tanya Mahen.


" Besok mungkin masih bisa kuliah gue, paling nanti kalau udah besar baru gue cuti " Jelas Nana.


" Kira in udah mau ngambil cuti lo" Ujar Fira.


" Secara kan laki lo pasti super posesif" Sahut Sinta.


" Rayu pakai apa Nay? " Tanya Fira.


" Pakai ronde, hhahaha" Ujar Nana tertawa.


" Hahaahaha, njir lo mentang-mentang dah punya laki mesum " Ucap Mahen.


" Saya menyesal bertanya " Ujar Fira.


" Hahaahahhhaa " Tawa mereka menertawakan Fira.


" Kalian gak balik kampus kan? " Tanya Nana.


" Enggak lagi males nih " Jawab Mahen mewakili Fira dan Sinta.


" Pas banget gue ngidam nih" Ujar Nana dengan senyum beda entah apa yang di pikirkan nya.


" Ngidam? " Kata Mahen Fira dan Sinta. Dengan perasaan yang sudah tak enak.


" Iya gue ngidam pengen liat kalian makan martabak manis " Ujar Nana.


" Oh kita kira ngidam apaan lo, boleh lah kalo cuma makan martabak " Jawab Sinta.


" Tapi...... " Ucap. Nana gantung.


Glekkkkk.


Perasaan mereka semakin tak enak.


"Tapi apa nay? " Tanya Mahen.


" Makan martabak manis nya pakai nasi" Jawab Nana.


" Apaan pakai nasi. Kalau martabak telor bisa jadi enak buat lauk nih ini martabak manis nay" Kata Fira.


" Jadi gak mau nih" Lirih Nana dengan berkaca-kaca merasa permintaan nya di tolak.


" Eh eh jangan nangis dong nanti kita di gantung sama bapak Cakra lagi" Ujar mahen.


" Jadi mau gak? "Tanya Nana lagi.


" Iya mau" Jawab mereka kompak.


" Yeeeee sayang kalian " Girang Nana.


" Gina......" Panggil Nana. Gina yang tak jauh dari tempat Nana pun menghampiri Nana.


" Iya nyonya " Jawab Gina


" Gin bilangin sama mang ucup beliin martabak. Manis sekarang ya. Sekalian buat kalian juga" Ujar Nana sambil menyerahkan beberapa lembar uang.


" Terimakasih nya" Jawab Gina. Kemudian pergi sesuai perintah Nana


" Ayo kita ke meja makan, gue gak. Sabar liat kalian makan" Ajak Nana.


" Aisssss, mending gue pergi kuliah tadi" Batin mahen.


" Ini nih karma bilang sama urang rumah kuliah tapi malah kumpul sama teman" Batin Sinta.


" Ibu hamil random bet " Batin Fira.


Mereka semua membatin menyesalinya tak pulang sedari tadi. Lama menunggu akhirnya nya martabak manis pesanan Nana pun sampai.


"Yeeees datang" Senang Nana melihat Gina membawa plastik sudah dapat dipastikan isi nya martabak manis pesanannya.


Dengan cepat Gina mengeluarkan martabak dan meletakkan nya kedalam piring.


" Sama nasi Gina 3 piring, tolong ya" Kata Nana.


" Baik nyonya" Jawab Gina.


" Gue nasinya sedikit aja" Kata Sinta.


" Gue juga" Kaya Fira.


" Gue juga sama" Ujar Mahen.


Tiga piring nasi dan martabak pun sudah tersaji di meja makan.


" Ayo di makan " Ujar Nana.


" Gak ada rendang, opor gitu nay, ini malah martabak, manis pula di jadiin lauk" Kata Fira. Dengan muka kasihan.


" Ayo cepat di makan para ponakan kalian udah gak sabar tau pengen liat" Kata Nana.


" Aisssss" Dengan menghela malas berat meraka mencoba memakan martabak manis nya pakai nasi.


" Kalau kata emak-emak nya makan tuh harus pakai nasi" Ujar Nana.


" Ya gak martabak manis juga kali" Sahut Fira.


Kringgg


Kriggg.


Telpon Nana berdering Nana pun langsung mengangkat nya karena tertera nama suami tercinta nya.


" Halo sayang " Ujar Nana. Mengangkat telpon yang ternyata video call.


" Lagi ngapain sayang? " Tanya Cakra.


" Lagi nemenin Fira Sinta dan Mahen makan" Jawab Nana sambil mengalihkan kamera telpon nya menghadap para sahabat nya.


" Kalian makan ? " Heran Cakra. Merasa tak melihat adanya lauk.


" Bini lo ngidam aneh, pengin liat kita makan martabak manis pakai nasi" Jawab Mahen.


" Benar sayang " Kata Cakra pada Nana.


" Iya maunya si kembar ini" Jawab Nana.


" Hahhahaha. Terimakasih ya kalian udah mau nurutin kemauan Nana " Ujar Cakra.


" Terpaksa bapak Cakra, kita kita cuma gak mau nanti ponakan kita ileran" Jawab Fira.


" Iya iya, terimakasih sekali lagi, nanti saya kasih hadiah " Ujar Cakra.


" Yeeeaaa" Senang sahabat Nana.


" Seringlah" Ujar Sinta.