Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
sakit



Pulang sekolah Cakra menepati janji menjemput Nana ,bahkan saat Nana belum pulang dia sudah standby menunggu nya sakit semangat nya jemput cintanya.


" Nay Lo pulang sama siapa? Secara kan pagi tadi Lo antar" Tanya Fira


" Di jemput dong" ucap Nana


" Cih , mentang-mentang udah ada pawang" ejek Sinta.


" Nay ko Lo keliatan pucat ya ?" Tanya Anya


" Lo sakit?" Tanya Mahen


" Enggak ko perasaan kalian aja kali" kata Nana padahal sebisa mungkin dia menahan perut mual dan kepala pusingnya.


‘Mungkin efek seblak sialan tadi’ pikir Nana.


Mereka pun menunju parkiran menaiki kendaraan masing-masing.


" Ka cak" panggil Nana yang melihat cakra tengah menunggunya.


" Ayo kita pulang" ajak Cakra.


Sedari tadi Nana hanya diam selama perjalanan. Cakra kira Nana tertidur namun saat di lihatnya dengan teliti berapa terkejutnya nya Cakra melihat wajah Nana yang pucat di sertai keringat yang bercucuran.


" Sayang kamu kenapa" panggil Cakra setelah menghentikan mobilnya .


" Nana dengar kaka sayang" panik Cakra , dengan sekuat tenaga Nana berusaha membuka matanya.


" Sakit" hanya satu kata yang keluar dari mulut Nana tapi masih bisa di dengar Cakra.


" Ada yang sakit sayang?" Tanya Cakra dengan panik , mendengar tak ada sahutan lagi dari Nana lagi Cakra pun semakin panik segera melajukan mobilnya ke rumah sakit terdekat.


Sesampainya di rumah sakit Cakra pun langsung mengendong Nana keluar mobil yang sudah tak sadarkan diri.


" Dokter suster tolong!!!" Kata Cakra memasuki rumah sakit.


Dokter pun datang dan langsung membawa Nana ke ruang ICU. Dan cakra pun mengikuti tapi saat dia ingin masuk ke dalam ruang seorang perawat Menahan nya.


" Maaf tuan anda tidak masuk mohon tunggu disini" kata perawat.


" Tapi sus, saya ingin menemani pacar saya di dalam" kata Cakra dengan kondisi sangat panik.


" Mohon maaf tidak bisa tuan anda bisa menunggu di kursi tunggu" jelas perawat.


Dengan terpaksa Cakra pun menunggu di kursi dengan gelisah, Sampai dia lupa mengabari Dion kalau Nana masuk rumah sakit.


Kringg..


Kringg...


telpon Nana berdering, Cakra pun langsung mengambil nya dari dalam tas Nana dan mengangkat panggilan yang berasal dari Dion.


" Nana udah pulang ?"tanya Dion.


" Halo om" kata Cakra dengan suara bergetar.


" Cakra? Mana Nana" tanya Dion


" Nana masuk rumah sakit om saat Cakra jemput tadi dia pingsan dalam mobil terus Cakra bawa ke rumah sakit" jelas Cakra


" Rumah sakit mana?" Tanya Dion khawatir.


" Rumah sakit Medika om" jawab Cakra dan telponnya pun langsung di matikan Dion sepihak.


Sementara Daz , Jo dan Alex juga menuju rumah sakit tempat Nana di rawat setelah mendapat laporan dari bawahannya.


" Cepat Lex " suruh Jo yang di samping.


" Gue udah cepat banget ini " kata Alex yang sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, seperti pembalap. Sedangkan Daz hanya diam .


Mobil mereka pun sampai di rumah sakit dan mereka segera masuk ke dalam setelah memarkirkan kan mobilnya .


" Cak gimana Nana?" Tanya Daz


" Lo tau dari mana?" Tanya Cakra sedikit heran


" CK, Lo lupa siapa gue" kata Daz mengingatkan.


Cakra pun hanya manggut-manggut, dokter belum keluar lagi.


Ceklek.


Pintu ICU terbuka Dokter serta perawat nya langsung keluar. DNA mereka langsung di serbu para lelaki kesayangan Nana.


" Siapa keluarga pasien?" Tanya dokter.


" Kami semua dok" jawab mereka


" Jadi gimana kondisi Nana" tanya Daz


" Apa parah? " Tanya Alex


" Kalian tenang saja pasien hanya mengalami asam lambung yang naik secara cepat Karna iritasi di bagian dalamnya, mungkin sebelum nya pasien mengkonsumsi makanan yang pedas dengan berlebihan " kelas dokter.


" Jadi gimana dok?" Tanya Cakra lagi.


" Pasien sudah tidak apa kalian bisa menjenguk nya" kata dokter.


Setelah dokter pergi mereka termasuk Dion yang baru saja datang. semua masuk ke ruangan Nana Karna Nana sudah di pindah ke ruang inap.


Nana pun juga sudah sadar dari pingsannya.


" Yaya apa yang kamu makan tadi ?" Tanya Daz dengan senyum mengerikan bagi Nana.


" A-aku makan seperti biasa bang" jawab Nana dengan gugup.


" Yaya makan seblak ka" jawab Nana.


" Seblak apa sayang?" Tanya Cakra


" Seblak pedas dengan 10 sendok cabe ka" jelas Nana.


" Kan sudah abang larang jangan makan pedas Yaya" kata Jo.


" Jangan di ulangi lagi " ucap Alex juga


" Iya bang " sahut Nana.


" Ayah " panggil Nana.


" Iya sayang ayah disini" ujar Dion


Ceklek


Seseorang membuka pintu kamar inap Nana.


" Nana kenapa sayang?" Tanya Sandra, ya ternyata Sandra dan Arga yang datang.


" Nana gak papa ko Bunda " sahut Nana.


" Apa yang gak papa kamu sampai pingsan di mobil sampai aku panik setengah mati sayang" ujar Cakra


" Maafin nana ka " ujar Nana


" Jadi kenapa Nana Yon?" Tanya Arga pada Dion


" Gara-gara makan pedas kata dokter ga" jelas Dion


" Bunda sama ayah siapa yang ngasih tau?" Heran Cakra .


" Nih si tua Bangka" tunjuk Arga pada Dion


" Gak sadar sendiri juga tua Bangka " balas Dion


Perdebatan ke dua paruh baya membuat suasana menjadi ribut.


" Hey sudah gimana anak bunda mau istirahat kalau kalian ribut begini " marah Sandra, melihat kelakuan dua tua Bangka yang random ini.


Mereka yang mendengar amukan Sandra pun hanya cengengesan.


" Yaya istirahat ya Abang-abang mau balik dulu" pamit Daz.


" Iya bang hati-hati" Kata Nana.


" Ayah juga pulang lah , Nana gak papa ko" Kata Nana.


" Bunda sama ayah juga" suruh Cakra.


" Bilang saja kalian ingin berduaan" kata Sandra.


" Iya-iya kami paham ko " kata Arga.


" Ayo Yon kita pulang " ajak Arga pada Dion.


" Titip Nana ya Cakra " kata Dion


" Iya om" sahut Cakra.


Tinggallah Nana dan Cakra di ruangan itu setelah para orang tua pergi.


" Kaka juga gak mau pulang, kaka pasti capek habis kerja langsung jemput Nana" ujar Nana


" Enggak sayang biar Kaka istirahat Disini saja sambil temani Nana" jawab Cakra.


" Makasih ka " kata Nana.


" Apa yang ada yang sakit?" Tanya Cakra.


" Perut Nana sedikit mual sama pusing aja kan" jawab Nana.


" Jangan makan pedas lagi ya sayang, kaka gak mau kamu sakit kaya gini lagi" ucap Cakra


" Iya ka tapi Nana GK janji" kekeh Nana.


" Ka besok Nana mau pulang ya " ujar Nana


" Gak bisa sayang ke adaan Nana belum pulih" kata cakra


" Nana baik-baik saja paling besok udah sembuh " kata Nana sambil menatap Cakra


" Kamu masih demam sayang, masih pusing juga kan " tolak Cakra.


" Baiklah" ujar Nana pasrah.


Nana makan dulu ya setelah iyu minum obat " kata Cakra setelah tadi perawat datang membawa obat dan mengantar makanan untuk Nana.


" Makan aja ya ka Nana gak bisa kalau minum obat" kata Nana


" Gak bisa kamu harus minum juga obat biar cepat sembuh , setelah makan Cakra langsung menyerahkan obat ke Nana. Dan Nana mencoba menelan obatnya namun sulit.


" Hooekkk" , Nana ingin memuntahkan obatnya


" GK ke telan ka" keluh Nana.


Nana emang gak bisa bahkan sangat sulit untuk minum obat, ya seorang mafia tidak suka minum obat memang sangat tak biasa.


" Bisa sayang" kata Cakra.


Berkat usaha keras akhirnya obatnya berhasil di telan Nana.