Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
Nana yang pilih



Nana bergegas pulang. Saat ingat dia tadi pergi sendiri dan tanpa pamit pada Cakra.


Bumil itu pun melajukan mobilnya menuju mansion.


Saat di jalan Nana teringat sudah lama dia tak mengunjungi ayah Dion. Nana pun memutar arah tak jadi balik ke mansion tapi malah menuju mansion Fernandez.


Pas sekali saat Nana masuk kedalam mansion Dion ada di dalam.


" Ayah" Panggil Nana.


"Hei anak ayah jangan lari" Larang Dion.


" Hehehe maaf" Ujer Nana.


" Sama siapa ke sini hemmm? " Tanya Dion


" Sendiri , tadi Nana habis ke rumah sakit " Jawab Nana.


" Siapa yang sakit? " Tanya Dion.


" Enggak ada sih yah, cuma itu lo Mahen sama Fira lamaran nya di rumah sakit " Jawab Nana.


" Ayah kira ada yang sakit, ada aja mereka itu lamaran malah di RS" Kata Dion.


" Bilang gak sama Cakra kalau mau mampir kesini? " Tanya Dion lagi.


" Hehehehe lupa yah, tadi nya sih habis dari rumah sakit Nana mau langsung pulang, eh taunya si kembar ngajak kesini kangen sama kakek katanya" Jelas Nana.


"Ada-ada aja kamu ini, kangen kakek ya" Ujar Dion mengelus perut Nana.


" Ya sudah, ini sudah siang kita makan dulu " Ujar Dion


" Iya yah, tapi Nana mau telpon ka Cakra dulu" Kata Nana.


"Iya ayah tunggu di meja makan" Kata Dion


Belum sempat Nana menelpon Cakra, Cakra lebih dulu menelpon Nana.


" Sayang kamu dimana ? " Tanya Dion.


" Hehehe maaf yank tadi aku ke rumah sakit pulang malah mampir ke mansion ayah Dion " Jawab Nana.


" Lain kali jangan pergi sendiri, setidaknya ajak Gina menemanimu " Ujar Dion.


" Iya sayangku " Ucap Nana.


" Masih di rumah ayah kan, aku susul sekarang jangan ke mana-mana " Larang Cakra.


" Siap bosku cepat ya yank soalnya Nana mau makan siang, biar bisa bareng" Ujar Nana.


"Iya " Jawab Cakra.


Nana pun mematikan sambungan telepon nya.


" Katanya ka cak mau kesini Nana nunggu ka cak aja makan nya yah, ayah makan aja duluan " Ujar Nana.


" Gak papa ayah bareng kalian aja " Kata Dion.


" Ayah, gak ngantor? " Tanya Nana dan duduk di kursi meja makan.


" Lagi malas! " Jawab Dion.


" Tumben perasaan ayah itu gila kerja mana ada kata males " Ujar Nana.


" Kamu gak tau aja , kamu ingatkan teman ayah yang model itu? " Tanya Dion.


"Iya tante Manda kan lengkap nya Amanda kristanti? " Jawab Nana.


" Betul 100 buat Nana " Ujar Dion.


" Emang kenapa sama tante Manda yah? " Tanya Nana. Mencomot buah anggur di atas meja makan.


"Dia berusaha mendekati ayah sampai ayah risih, bahkan dia berusaha menarik perhatian ayah dengan beralasan membawakan makan siang" Jelas Dion.


" Bukannya tante Manda setau nana dia udah punya suami? " Sahut Nana.


" Menurut penjelasan dia baru saja bercerai dengan suaminya " Kata Dion.


" Bahkan kemarin dia sempat membawakan ayah makan siang, untung saja ayah tolak dan malah ayah kasih pada karyawan ayah ternyata di makan itu mengandung obat perangsang" Kata Dion.


" Mau Nana bantu membereskan tante Manda yah? " Ujar Nana kembali mengupas buah jeruk setelah anggur nya habis.


" Boleh, ayah tak keberatan " Ujar Dion.


" Tapi ayah tak ingin kamu kerepotan " Kata Dion lagi.


"Ayah tenang saja Nana punya banyak bawahan, ayah lupa? " Nana menatap Dion dengan senyum jua.


" Terserah, yang penting dia tak menunggu ayah lagi" Ujar Dion.


"Oke " Ucap Nana.


"Mau ayah bantu kupaskan? " Tanya Dion.


" Boleh yah semuanya yah " Ujar Nana. Pada buah di tas meja. Ada anggur yang sudah habis makannya, jeruk, apel, pisang.


" Nana makan buah aja yah gak makan nasi" Jelas Nana.


" Gak papa yah cucu cucu ayah mau buah aja " Jelas Nana .


" Ayah mau nikah lagi?" Tanya Nana.


" Mau, kalau Nana yak. Keberatan " Jawab Dion.


"Enggak ko asal jangan kaya tante dina aja bentukannya" Kata Nana.


" Kalau gitu ayah juga gak mau" Sahut Dion


" Nanti kalau ayah suka sama seseorang bilang sama Nana biar Nana yang pilih, sekalian Nana selidiki dulu seluk beluknya agar ayah gak salah pilih lagi" Jelas Nana.


" Iya sayang Terimakasih " Ucap Dion.


Cukup lama Nana berbincang-bincang dengan Dion Cakra pun datang.


" Maaf sayang, ayah Cakra lama" Ujar Cakra.


" Tidak apa" Kata Dion.


" Mana pesanan Nana" Ujar Nana menatap Cakra dengan senyum nya.


" Ini sayang, maaf lama" Ujar Cakra. Mengangkat buah semangka di tangannya.


" Buah lagi " Kata Dion.


" Hehehe iya yah" Jawab Nana. Tadi Nana sempat mengirim Cakra pesan minta belikan buah semangka, padahal saat itu Cakra sudah hampir sampai di mansion Fernandez. Mendapat pesan dari Nana Cakra pun memutar stir nya mencari penjual toko buah dan membeli buah semangka sehingga waktu nya sampai di mansion Fernandez terbilang cukup lama.


" Kasi ke bibi sayang minta potongin terus taro di dalam kulkas" Jelas Nana.


Nana tak sabar ingin memakan buah semangka dingin.


" Cepat lah dingin agar bisa ku makan si kembar udah gak sabar" Batin Nana.


" Ayo Cakra makan siang dulu" Ajak Dion.


" Iya yah" Jawab Cakra.


Nana pun mengambil kan Dion nasi dan lauk setelah itu baru mengambil nya untuk Cakra.


" Kamu gak makan sayang? " Tanya Cakra di sela makannya melihat piring Nana yang masih kosong.


" Enggak udah kenyang " Jawab Nana.


" Makan apa kamu? " Tanya Cakra lagi.


" Kamu lihat keranjang buah" Sahut Dion.


" Iya yah, kenapa keranjang nya kosong " Jawab Cakra.


" Tadi sebelum Nana datang itu. Masih penuh " Jelas Dion.


" Jadi...... Kamu yang makan semua buahnya sayang? " Tanya Cakra tak percaya. Pasalnya bekas piring buah tadi sudah di ambil dan di bersihkan bibi.


" Hehheehe iya, si kembar mau buah katanya yank" Jawab Nana sedikit tertawa.


"Mau makan nasi biar aku suapin" Ujar Cakra.


" Enggak sayang aku udah kenyang banget " Tolak Nana.


" Ya sudah " Pasrah Cakra.


" Ayah mau nikah katanya sayang " BiLang Nana pada Cakra.


Uhukkk uhukk


Dion tersedak setelah mendengar perkataan Nana, ena langsung mengambil gelas minumnya.


" Benar yah.? " Tanya Cakra.


Huff


" Enggak, calonnya aja Gak punya " Jawba Dion. Cakra pun menatap Nana minta penjelasan.


" Hehee benar kata ayah" Sahut Nana.


" Tapi nanti kan setelah ayah punya calon nikah juga nanti " Kata Nana.


" Tapi harus lulus seleksi Nana dulu sih" Ujar Nana.


" Emang kriteria kamu seperti apa sayang? " Tanya Cakra pada Nana.


" Pertama tulus sayang sama Nana dan ayah. Kedua gak ada niat ngincer harta ayah( matre) ke tiga yang jelas bukan ja**ng wanita licik bermuka dua, apalagi bertingkah seperti ulat bulu. " Jelas Nana. Dion pun mendengar nya dengan penuh perhatian, siapa tau nanti dia menemukan calon ibu baru sesuai kriteria sang anak semata wayang nya itu.


" Emang ada? " Tanya Nana.


" Asa dong contoh nya kaya istri mu ini" Kata Nana sambil tertawa.


" Mama ngidam apa sih yah kemarin waktu mengandung Nana sehingga tingkat kepedean tingkat dewa" Ujar Cakra.


" Hhaha, ayah pun tak tau " Jawab Dion.


Dion merasa senang hari ini di kunjungi Nana suasana makan pun menjadi hangat. Penuh canda tawa.