
Pagi ini Queen sekolah bersama Sagara, padahal sebelum mya Aksa sudah menawarkan diri untuk menjemput Queen. Tapi Queen menolak' katanya ingin berangkat bersama abang tersayang nya.
Aksa pun pasrah berangkat sendiri , walaupun sebenarnya mereka berangkat bareng cuma bedanya Queen satu mobil dengan Sagara sedangkan Aksa sendiri.
Mereka inti Alaska dan inti Azzurra Rose ngumpul di kantin setelah bell istirahat pertama berbunyi.
" Pesan apa nih? " Tanya Bian.
" Gue bakso sama es jeruk" Jawab
" Gue sama cuma minumnya air mineral" Ucap Maira
" Yang lain? " Tanya Bian lagi.
" Samakan aja " Jawab mereka kompak.
Aksa mengeluarkan 5 lembar uang 100 ribuan dan memberikan nya pada Bian untuk membayar pesan mereka semua.
" Sering -sering bos, biar gue cepat kaya " Kata Ino.
" Gimana bisa ? " Tanya Maira.
" Uang jajan dari orang tua di tabung lah, biar bisa modal buat kawin" Jelas Ino dengan serius.
" Masih kelas 2 juga lo udah mikirin kawin" Sahut Rangga.
" Mending, lo udah tunangan tapi gak kawin- kawin" Sinis Ino pada Rangga.
" Bukan enggak tapi belum kambing" Debat Rangga.
" Sama aja " Ucap Rangga.
" Halah dari pada lo debat mending bantuin gue bawa makanan" Kata Bian menarik Ino dan Rangga.
Beberapa menit kemudian mereka kembali ke meja, sambil membawa bakso dan beberapa minuman di bantu mba kantin nya. Karena pesanan mereka lumayan banyak lebih dari 10 mangkok.
" Sini biar aku suapi" Ujar Aksa mengambil mangkok bakso nya Queen.
" Makasih sayang " Ujar Queen, menerima suapan dari Aksa, tangannya sambil memainkan game yang ada di ponselnya.
" Kalo sama pawangnya mah langsung beda " Ucap Bryan.
" Gak ada tuh nama nya Gus Aksa kulkas 12 pintu" Timpal Rangga.
" Tolonglah bos hargai kami yang jomblo ini" Ucap Bian pada Aksa.
" Lo aja kali? " Sinis Ino.
" Emang lo enggak! " Ucap remeh Bian.
" Jelas lah gue ada ayang Maira " Kata Ino.
" Huekkkkk" Maira seolah ingin muntah mendengar perkataan dari Ino.
" Lo hamil Mai? " Celetuk Indah.
" Mana ada, gue mual gara-gara ucapan Ino kali" Bantah Maira. Dengan tangan yang meraih mangkok sambal .
" Woy weh, balikkin gak!! " Ucap Maira pada Ino yang mengambil sambal nya.
" Udah mai nanti lo, sakit perut lagi sebagai calon oacar yang baik gue ngejaga lo" Jelas Ino.
" Pacar mimpi lo, siniin gak ! " Tegas Maira.
Sambal di meja mereka memang hanya ada 1 mangkok makanya Maira bersikeras mengambil dari Ino.
" Enggak Mai" Tolak Ino.
" Udah ya kesabaran gue mulai menipis, terkikis, abrasi, Lama-lama longsor hilang nyawa lo" Kata Maira kesal.
" Iya nih gue menyerah" Ujar Ino menaruh lagi sambalnya di samping Maira.
" Gitu dong " Kata Maira tersenyum menang.
" Lama-lama jadian nanti nih" Ucap Queen terkekeh
" Aminnnn" Jawab Ino mengaminkan ucapan Queen.
" Amit -amit " Kata Maira mengetuk kepalanya pakai tangan lalu mengetuk meja.
Pulang sekolah.
" Iya bang " Jawab Queen.
Queen pulang bersama Aksa karena Sagara ingin ke kantornya lebih dulu.
Sebelum nya Fero menelpon Sagara.
" Ingin di jemput Tuan? " Tanya Faris tangan kanan Sagara di kantor maupun di markas.
" Tidak perlu ka aku bawa mobil" Ujar Sagara.
" Saya kirim pengawal tuan! "
" Tidak ka, pengawal bayangan saja sudah cukup" Kata Sagara.
" Baik bos " Ucap Faris. Sambungan telepon berakhir .
Lanjut!
Sagara pun pergi menuju kantornya, baru setengah perjalanan dan di jalan yang cukup sepi Sagara di cegat oleh beberapa mobil.
Saat Sagara melihat ke sekeliling nya, ternyata di kepung dan musuhnya lumayan banyak , Sagara pun menghubungi Faris.
" Ka kirim bantuan di jalan xxxxxx aku di kepung" Ucap Sagara langsung memutuskan sambungan telponnya tanpa mendengar jawaban dari Faris.
"Sia*al" Umpatnya. Kemudian Sagara keluar dari mobil dengan wajah datar dan tenang.
" Apa mau kalian? " Tanya Sagara pada mereka.
" Yang kami mau adalah nyawamu" Jawab salah satu dari mereka.
" Kalian menginginkan nyawaku tapi nyatanya kalian sendiri yang ingin mengantar nyawa kalian padaku" Ucap Sagara datar.
" Jangan sombong lo bocah ingusan!, lo liat lo itu udah di kepung, masih saja berbangga diri, pada akhirnya lo bakalan mati di tangan kami! " Ucap pimpinan kelompok yang menghadang Sagara.
Pertarungan pun mulai tak terelakkan dengan Sagara yang di keroyok oleh musuh. Sagara juga sudah mulai merasa kelelahan, walaupun dia juga sudah di bantu 5 pengawal bayangannya. Sagara tak menyangka bahwa kali ini lawan mereka bukan lah orang yang amatiran.
Bugh
Bugh
Krakkk.
Dor.
Dor. Anggota musuh mulai sedikit Sagara dan 5 pengawal bayangan berhasil melumpuhkan mereka satu satu.
Dor..
Dor... Akhirnya bala bantuan datang untuk Sagara.
Semua musuh di bantai menyisakan pimpinan nya saja
" Sudah ku bilang kau salah mencari lawan pak tua " Ucap Sagara.
" Maaf tuan saya terlambat " Ucap. Faris berdiri di samping Sagara.
" Urus mereka " Perintah Sagara.
Namun yang tak Sagara dan bawahannya ketahui ternyata pihak musuh telah menyiapkan penembak jitu yang mengarah langsung pada Sagara. Baru beberapa langkah Sagara berjalan menuju mobilnya, terdengar suara tembakan tak tak di ketahui keberadaan nya, langsung melesat tepat menembus dada kiri Sagara. Hingga Faris tersadar Sagara yang jatuh tak sadarkan diri.
" Tuan, tuan!! " Panggil Faris seraya membuat Sagara tetap sadar.
" Bertahan tuan, kita kerumah sakit segera " Ucap Faris yang panik melihat Sagara yang terkena tembakan.
" Siapkan mobil, yang lain bereskan segera semua ini, dan jangan lupa cari penembak itu, hidap atau pun mati saya tidak peduli! " Ucap Faris pada anak buahnya.
Faris memasukkan Sagara ke dalam mobil, membawa mobil dengan kecepatan tinggi, hingga tak lama mereka sampai di rumah sakit.
" Bawa brankarnya cepat! , tolong bos saya" Ucap Faris setengah berteriak.
Para dokter dan beberapa perawat langsung membawa Sagara ke ruang IGD. Lalu dengan gemetar Faris menghubungi keluarga Sagara, kalau Sagara sedang do rawat di rumah sakit.
" Halo Tuan besar, saya ingin mengabari bahwa Tuan Muda Sagara sekarang dengan terluka dan berada di rumah sakit pelita Insani karena tertembak, saya mohon maaf saya lalai dalam menjalankan tugas " Ucap. Faris kepada Cakra yang sedang di hubungi nya saat ini.
"Kenapa abang jadi tertembak!! Saya kesana sekarang, kamu urus semuanya yang harus di urus! " Kata Cakra sedikit emosi bercampur khawatir.
Setelah beberapa saat keluarga Sagara berkumpul di rumah sakit. Ada Dazian, Jo, Cakra, Sean, Arga, dan Sandra orang tuanya Cakra. Dan inti Azzurra Rose,Sedangkan para ibu - ibu tinggal di rumah mereka untuk menenangkan diri, Kecuali Queen, mereka belum ada yang memberi tahu Queen ke adaan Sagara, mereka sedang mencari cara memberi tahu Queen, agar Queen takkan syok saat mendapatkan kabar kalau abang kesayangan nya tengah kritis di rumah sakit.