
Seperti biasa pagi nya Aksa menyempatkan diri untuk menjenguk Queen ke rumah sakit.
" Sa" Sapa Sagara tengah menjaga Queen.
Aksa menjawab dengan anggukan.
" Gue keluar dulu mau beli makanan " Ujar Sagara meninggalkan Aksa.
" Sayang" Panggil Aksa.
" Gak capek tidur terus aku kangen" Lirih Aksa menggenggam tangan pucat nya Queen.
Hening...
Aksa menghela nafas masih tak ada perubahan dari kondisi Queen.
Sudah hampir 2 minggu Queen koma dan sekarang belum juga sadar, selama itu pula Aksa bolak balik dari sekolah langsung ke rumah sakit, untuk menjenguk Queen tentunya.
"Aku pergi sekolah dulu ya sayang, nanti pulang aku kesini lagi " Pamit Aksa. Dengan senyum manisnya yang selalu hadir.
Namun berbeda ketika Aksa berada di luaran, Aksa akan menjadi pribadi yang tak tersentuh dan serta dingin.
Jam istirahat
" Gimana perkembangan Queen sa? " Tanya Bian pada Aksa.
" Tak jauh beda " Jawab Aksa.
" Semoga Queen cepat sembuh dan balik ngumpul sama kita " Harap Ino.
" Aamiin " Sahut mereka kompak. Geng Alaska ngumpul satu meja, sementara Anggota Azzura Rose mereka semua tak ada yang masuk termasuk Raisya.
" Gimana kalau pulang sekolah nanti kita jenguk Queen " Ajak Maira.
" Ide bagus" Sahut Indah.
" Gue....
Drrttt drtttt
Dering ponsel Aksa menghentikan obrolan mereka.
Aksa pun langsung mengangkat panggilan yang berasal dari Sagara.
" Kenapa Gar? ' ucap Aksa. Sembari berjalan keluar kantin.
" Cepat ke rumah sakit sekarang, kondisi Queen drop" Ucap Sagara dengan suara bergetar menahan tangis.
Deg
Jantung Aksa seakan berhenti kaki nya pun terasa lemas tak bertanaga, dengan sigap Rangga langsung memapah tubuh Aksa.
Ponsel yang di pegang Aksa pun terlepas, sempat di tangkap oleh Ino para sabahat cemas melihat Aksa yang menangis diam.
" Halo gar" Ucap Ino melihat sambungan telepon bertuliskan Sagara.
" Suruh Aksa cepat Queen drop" Kata Sagara di telpon, setelah itu Sagara mematikan sambungan telponnya secara sepihak. Ino menghela nafas berat.
" Kanapa no? " Tanya yang lain panik.
" Kondisi Queen melemah, kita ke rumah sakit sekarang " Kata Ino, yang sekarang tengah berbicara dengan muka serius.
" Astaghfirullah, tenang sa tenang Queen gak akan ninggalim lo" Batin Aksa menguatkan dirinya sendiri.
Aksa menghapus air matanya dengan kasar lalu berlari ke arah parkiran tak perlu menunggu lama Aksa langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke arah rumah sakit. Tanpa menghiraukan pangilan para sabahat nya.
" Cepat susul Aksa! " Perintah Rangga.
Akhirnya mereka semuanya menyusul Aksa dengan kenderaan mereka masing-masing termasuk Indah dan Maira dengan kecepatan rata-rata.
" Bertahanlah sayang" Batin Aksa.
" Ya Allah, jangan ambil Queen"
" Aku mohon, jangan pisahkan kami!" Batin Aksa dengan air mata yang sudah mengalir di kedua matanya.
Aksa terus menambah kecepatan mobil nya, bahkan dengan nekat nya Aksa berani menerobos lampu merah, beruntung kelihaian mengemudi Aksa sudah seperti pembalap Internasional.
Setelah menempuh waktu 20 menit Aksa akhirnya sampai di rumah sakit tempat Queen di rawat, dengan tergesa-gesa Aksa keluar dari mobil.
Sampai di ruang ICU sudah ada orang tua Aksa, Gus Iqsa Serta seluruh keluar Queen menangis . Bahkan oma Sandra tak sadarkan diri alis pingsan .
Aksa yang melihat itu pun semakin tak karuan rasa dia berjalan menghampiri kedua orang tuanya.
" Ummah, abah" Panggil Aksa.
" Yang sabar le, yang kuat " Ujar Ummah Fatimah, mengelus punggung sang anak.
" Kenapa kalian semua menangis " Kata Aksa, Ummah Fatimah langsung memeluk Aksa.
" Kamu harus ikhlas" Ujar Gus Iqsa.
" Ikhlas buat apa bang? " Bingung Aksa.
"Qu- Queen sudah kembali ke pangkuan yang maha kuasa"
DEG
" Abah jangan bercanda" Ucap Aksa dengan senyum yang di paksa.
Para orang tua dan sahabat menggeleng tak tega melihat berapa hancurnya Aksa.
Plak
Plak
Aksa menampar pipinya sendiri berharap ini semua hanya mimpi namun Aksa sadar ternyata ini semua memang nyata. Tubuh Aksa luruh ke lantai dengan tangis.
" Sa stop kasian Queen "
" Aksa ikhlas, putri nya daddy pasti gak bakalan senang kalau kamu begini" Ucap Cakra menghampiri tunangan sang putri dan memeluknya.
Aksa langsung berlari masuk kedalam ruangan di sana tubuh Queen sudah di tutupi kain putih, bahkan semua alat medis sudah di lepas.
"GAK, GAK MUNGKN" Aksa Menggeleng keras
" Queen nya Aksa bangun sayang" Lirih Aksa
" Biarkan Aksa menemui Queen untuk terakhir kalinya " Kata Cakra saat Gus Iqsa ingin menghampiri Aksa.
Perlahan Aksa menurunkan kain putih yang menutupi Queen. Hati Aksa begitu hancur mengetahui gadis yang sangat di cintai nya sudah terbaring tak bernyawa .
" Sayang , kenapa sih ninggalin aku, aku gak bisa hidup tanpa kamu aaaaaaaaa hikssss"
" Kamu bahkan ninggalin aku tanpa pamit" Lirih Aksa namun Queen yang sudah tak bernyawa takkan bisa merespon ucapan Aksa.
" QUEEN, ARGGHHHHHHH"
Air mata Aksa mengalir deras bahkan Aksa menangis meraung histeris memeluk Queen.
Aksa merasa gila sesat cinta nya telah pergi dan dunianya kini terasa bukan untuknya lagi.
8 tahun kemudian.
" Bunda" Panggil bocah laki-laki berumur 4 tahun.
" Ya Sayang" Ucap wanita berhijab tersebut.
Bocah tersebut bernama, Naren Artara Sagara, ya dia putra tunggalnya Sagara dan Raisya.
" Tara lihat ayah sama siapa? " Ujar Sagara yang baru datang dari kantor.
" Wah daddy Aksa " Ujar Tara panggilan anak Sagara berlari ke arah Aksa.
" Anak daddy " Ujar Aksa ynag sudah dewasa tersebut.
" Makanya nikah lo biar punya anak sendiri " Suruh Sagara.
" Lo tau gue masih nungguin dia" Jawab Aksa.
" Ikhlas sa" Kata Sagara memandang sendu Aksa yang masih belum bisa melupakan adiknya yang sudah bepulang.
" Entah kenapa gue yakin kalau dia bakalan kembali" Ucap Aksa.
Muhmamad Aksara Al-Malik CEO muda dari Aks grup yang kini masih menjadi perusahaan no 1 di Asia , Aksa kini berumur 26 tahun yang masih belum move on dari almarhumah tunangannya Airis Queenzea Pratama, bahkan banyak para gadis yang terang-terangan mengoda CEO muda tersebut, bukan nya berakhir happy mereka malah berakhir menjadi santapan peliharaan Aksa di markas. Aksa yang sekarang menjadi sosok yang tak tersentuh, dia menjadi tirani di dunia bisnis, tak segan maratakan sesuatu yang mengganggu, Aksa hanya akan bersikap hangat pada para sabahat dan keluarganya.
Setelah kepergian Queen lulus dari Jis Aksa Aksa kuliah keluar negeri mengambil jurusan bisnis internasional . Seperti sebelumnya perusahaan Aksa akan di urus lingga selama Aksa kuliah di sana.
Dan Cakra sekarang sudah menikah lagi dengan wanita cantik bernama Aisyah, ya dia mamanya Maira jadi Cakra dan Anak-anak nya sekarang kompak pindah agama demi pasangan mereka.
" Gue pulang" Pamit Aksa pada Sagara dan Raisya.
" Daddy jangan lupa beliin Tala es klim" Ujar Tara.
" No sayang" Larang Raisya.
" Nanti daddy beliinn" Bisik Aksa pada Tara.
Tara pun bertepuk tangan senang.
" Hati-hati " Kata Sagara dia menganggap Aksa sudah seperti saudara nya sendiri.
Cekitttt..
Suara mobil di rem mendadak, Aksa langsung menginjak rem mobilnya saat ada seorang gadis yang secara mendadak menyebrang. Lalu Aksa keluar melihat ke adaan gadis yng baru saja hampir Aksa tabrak, walaupun itu bukan salah Aksa sepenuh nya.
" Maaf saya buru-buru" Ucap gadis tersebut menunduk lelah mengatur nafas nya , setelah berlari kencang. Lalu mengangkat kepalanya memndangi sosok di depannya.
"Aksa nya Queen" Lirih gadis tersebut dengan pelan, namun Aksa yang punya indra pendengaran yang tajam pun bisa mendengar apa yng gadis tersebut ucapkan.
DEG
mata Aksa membulat sempurna.
" Kamu kembali "
(Sampai disini dulu ya sayangnya author, Terima kasih atas dukungan kalian semua dan selama ini udah mau baca novel buatan aku hingga selesai, walaupun kata dan bahasa yang author tulis kadang gak nyambung, maaf kalo endingnya ga sesuai harapan para reader. Happy reading, sampai ketemu di novel author yang lainnya.)