Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
pengen cucu



Jam sudah menunjukkan pukul 19:00 Nana pun mengajaknya Cakra pulang, walaupun sebenarnya pekerjaan masih banyak dan Cakra dengan senang hati mengiyakan ajakan istri kecilnya itu.


Saat ini mobil mereka menuju kediaman pratama.


" Bundaaaaan!! " Teriak Nana yang baru masuk ke dalam mansion.


" Sayang kalian datang" Kata Sandra senang.


" Iya bunda" Sahut Cakra.


" Kata sean bunda masak banyak tadi pagi jadi Nana kangen masakan bunda " Ujar Nana.


" Pas banget kita baru mau makan malam, ayo kita makan bareng sayang" Ajak Sandra.


" Cakra panggil adik dan ayahmu" Suruh Sandra.


" Baik bunda " Ujarnya.


Tak lama ketiga lelaki itu pun sampai di meja makan.


" Yo kaka ipar " Sapa sean.


" Bunda Sean tadi larang Nana buat makan di rumah bunda" Adu Nana dengan muka sendu.


" Sean" Ucap Sandra dengan sangar.


" Enggak bunda" Bantah Sean.


" Hahaha " Tawa Nana.


" Ayo makan dulu " Kata Sandra.


Mereka semua makan malam bersama dan sangat menikmati makan buatan Sandra tersebut.


Lima belas menit berlalu acara makan-makan mereka pun selesai. Dan kini mereka tengah duduk di sofa menonton TV sambil mengobrol.


" Jadi kapan kalian bulan madu? " Tanya Sandra.


" Nanti ya bun" Kata Cakra.


" Yah bunda kan udah nyiapin tiket bulan madu padahal kan ya na" Kata Sandra.


" Bunda mah gak sabar pengen gendong cucu dia ka" Sahut Sean.


" Tuh kamu paham " Ujar Sandra.


" Gimana kalo Sean aja yang buatin cucu buat bunda sama ayah " Kata Sean.


" Emang udah punya pacar kamu siap nikah? " Sahut Arga.


" Enggak sih, Sean masih jomblo tapi kan bisa aja Sean cicil dulu baru nikah" Jawab Sean.


" Eh kamu ini, asal ngomong " Gedek Sandra menjewer telinga Sean. "


" Aaaaaduhh bunda!! " Rintih Sean.


" Hahahaha rasai tu" Tawa Cakra menertawakan adiknya.


" Jadi kapan ? " Tanya Sandra lagi.


" Ya mungkin 1 minggu lagi bun sesuai kata bunda ke Korea " Jawab Cakra.


" Yeee banyak opa tampan di sana" Senang Nana.


" Sayang aku juga gak kalah tampan" Kata Cakra cemburu.


" Tapi masih tampan Lee jae wook " Kata Nana.


" Siapa sih Lee jae wook " Gumam Cakra masih bisa terdengar.


" Itu lo pemain di drama alchemist of soul , uh damage nya gak tahan aku" Puji Nana.


" Ya bunda juga nonton, bunda juga gak liatnya" Ucap Sandra.


" Benar kan bun, siapa tau nanti bisa ketemu " Khayal Nana.


" Kalo ketemu mintain bunda tanda tangan nya ya" Ujar Sandra.


" Tentu bunda plus foto " Kata Nana.


" Heh seperti nya istri kita sudah keracunan opa Korea Cakra " Keluh Arga.


" Iya yah kayanya nanti Cakra mesti operasi plastik biar mirip artis Korea" Kata Cakra menatap istri dan bunda nya asik membahas opa opa mereka.


" Hahahahaha kasian ya para suami" Ejek Sean.


" Cih, Nanti kau juga merasa kalau sudah punya istri" Decak Cakra.


Puas dengan ngobrol nya Cakra pun mengajak Nana pulang ke mansion mereka.


" Enggak nginep aja " Kata Sandra tak rela anak dan menantu nya pergi.


" Enggak bun nanti Sean ganggu lagi malam kami " Kata Cakra menatap ke arah Sean.


" Heh emang kenapa jadi gue ka" Kata Sean tak Terima.


" Hehe, ya udah bun kami pulang dulu" Pamit Cakra.


" Sering sering mampir ke sini ya " Kata Sandra memeluk Nana.


" Iya bun" Ujar Nana.


" Kalian Hati-hati " Kata Sandra.


" Siap bunda ku, ayah kami pamit" Kata Cakra.


Jam 11 malam Nana dan Cakra akhirnya sampai di mansion.


" Hah akhirnya rebahan di kasur" Ujar Nana. Merebahkan dirinya tanpa mengganti pakaian nya.


" Maaf sayang kamu pasti lelah menemani ku di kantor tadi seharian " Ujar Cakra memandang Nana.


" Enggak sayang , lagian aku cuma diam juga di sana gak ngapa ngapain " Kata Nana bangkit dari kasur.


Cukup lama Nana di mandi, Cakra sudah melepas pakaian kerja nya dan hanya tersisa celana boxer saja.


" Sayang aku lupa bawa handuk !! " Teriak Nana dari dalam kamar mandi.


" Iya sayang" Kata Cakra.


" Tolong ambil kan" Minta Nana.


" Iya sayang tunggu sebentar " Jawab Cakra.


Pun segera mengambil kan handuk dan membawanya ke kamar mandi.


" Sayang" Panggil Cakra berdiri di depan pintu kamar mandi.


Nana pun membuka mengeluarkan kepalanya Cakra dapat melihat bahu polos Nana. Dan itu mulai membangkitkan gairahnya. Terlintas ide di kepala


Cakra mendorong pintu kamar mandi dan segera masuk ke dalam.


" Sayang kamu ngapain? " Heran Nana yang muka sudah merah menahan malu. Karena Cakra masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan saat ini tubuh Nana polos tanpa sehelai kain menutupi nya.


" Aku mau mandi bareng sayang" Ujar Cakra tersenyum penuh arti.


" Tapi kan aku sudah selesai mandi sayang " Ujar Nana.


" Mandi lagi, sayang kita buat cucu untuk bunda yu" Ajak Cakra.


" Hah, ? " Kata Nana.


Tanpa berlama-lama Cakra pun langsung menyambar Nana. Dan terjadilah adegan panas di kamar mandi.


" Cantik sekali istriku ini" Kata Cakra tengah memandang Nana yahh terlelap.


Cup.


Cakra mencium kening Nana dengan lembut. Tanpa membangunkan Nana, hingga diapun juga ikut terlelap dengan nyenyak sampai pagi menjelang dan matahari semakin tinggi.


Cup


" Pagi sayang" Ucap Cakra pada Nana yang baru membuka matanya.


" Pagi " Balas Nana tersenyum dengan manisnya.


" Mau mandi sekarang? " Tanya Cakra.


Nana pun menjawab dengan anggukkan. Segera Cakra menggendong Nana menuju kamar mandi.


" Sayang aku bisa sendiri " Ujar Nana.


" Aku cuma mau nganter aja sayang " Kata Cakra


" Beneran nanti kaya tadi malam lagi aku masih capek" Kata Nana.


" Hehehe, enggak sayang " Ucap Cakra terkekeh.


Sesuai dengan perkataan nya setelah mengantar Nana Cakra pun keluar dari kamar mandi.


" Aku tunggu di meja makan sayang " Kata Cakra yang sudah siap.


" Iya sayang!! " Teriak Nana.


20 menit kemudian Nana pun keluar dari kamar mandi dengan wajah segar.


Nana memilih kemeja hitam dengan kaos putih sebagai dalamnya. Dan rok di atas lutut. Rambut yang sudah kering hanya di gerai saja. Dengan sedikit polesan make up.


" Sempurna " Ujar Nana menatap cermin.


Setelah mengambil tas Nana pun segera turun menuju meja makan.


" Sayang" Sapa Nana


Cup


Mengecup pipi Cakra.


" Cantik nya istri kecilku" Puji Cakra.


" Kecil apa, aku sudah besar " Sahut Nana.


" Iya besar" Ucap Cakra memandang Nana


" Heh apa yang kamu lihat sayang? " Heran Nana.


" Itu servis an ku ternyata tambah besar" Tunjuk Cakra pada dua gunung Nana.


" Ih mesum" Ucap Nana menutupi keduanya dengan tangan.


" Hahhaa, mesum sama istri sendiri gak papa sayang" Goda Cakra.


"Cih, terserah kamu deh" Decak Nana pasrah.


" Sayang hari ini di atas sama supir gak papa kan soalnya ada rapat penting hari ini" Ujar Cakra.


" Gak papa, aku berangkat sendiri aja" Kata Nana.


" Iya sayang,Tapi Hati-hati " Ukar Cakra sedikit khawatir .


" Tenang aja sayang, kamu lupa ya siapa aku" Ucap Nana tersenyum menatap Cakra.


" Iya iya deh" Ujar Cakra.


Setelah sarapan mereka pun masuk mobil masing-masing.


" Bye sayang" Kata Nana berpisah di perempat jalan.


Tak lama mobil sport Nana pun sampai di kampus. Dia langsung keluar setelah memarkirkan mobilnya.


Baru saja berjalan ingin mendatangi fira dan Mahen yang tadi melambaikan tangan mereka.


Brukkkkkkk.