
Sagara, Kenzo, Rakha dan Jofa berlari ke toilet karena mendapat kabar dari seorang siswi yang lewat di depan toilet.
" Sa udah mending lo bawa Queen ke UKS " Kata Sagara yang melihat Queen tengah menenangkan kemarahan Aksa.
Mendengar ucapan Sagara Aksa kembali mendingin, menengok kebelakang dirinya baru menyadari diri nya tengah di peluk oleh Queen dari belakang.
" Sa udah " Bisik Queen.
" Maaf sayang" Kata Aksa berbalik ke arah Queen
" Sa pusing " Lirih Queen. Queen merasa lemas, kepala nya berdenyut sakit. Tanpa aba-aba Aksa langsung menggendong Queen menuju UKS. Meninggalkan Anin yang sudah tergeletak di lantai.
UKS.
Aksa membaringkan Queen di kasur.
" Dok periksa pacar saya" Ucap Aksa pada dokter yang bertugas itu.
" Baiklah" Ucap dokter tersebut.
" Bagaimana dok kondisi nya? " Tanya Sagara yang ikut ke UKS.
" Tak apa dia hanya pingsan saja , dan luka nya juga sudah diobati " Kata jelas dokter.
" Sayang bangun " Ucap Aksa mengelus kepala Queen, dia benar - benar sangat marah, melihat kondisi Queen kening membiru akibat terbentur serta pipi yang memerah akibat tamparan dari Anin.
"Berani sekali dia mengusik kesayangan ku seperti ini saja nanti apa yang aku lakukan pada lo Anin" Gumam Aksa di dalam hatinya tangannya mengepal dengan erat.
" Ueeghhh " Leguh Queen.
" Sayang "
" Queen "
" Ka Queen "
" Ade" Ucap Aksa , Sagara dan inti Azzura rose.
" Pusing" Lirih Queen pelan namun masih dapat mereka dengar.
" Ayo kita pulang saja " Kata Aksa. Langsung menggendong Queen.
" Mau kemana Sa? " Tanya Kenzo.
" Gue mau bawa Queen pulang aja " Jawab Aksa.
"Sa aku masih bisa jalan" Kata Queen
" Diam saja de abang tau ade masih lemas" Ujar Sagara.
" Sayang badan ku sakit semua " Lirih Queen, mengalungkan tangan nya ke leher Aksa.
Di perjalanan Queen tertidur, dan Aksa pun membawa Queen pulang ke mansion nya. Saat Aksa masuk ke dalam mansion banyak pasang mata dari pekerjanya memandang ke arahnya.
" Siapa yang di bawa oleh tuan? " Tanya salah satu maidnya.
"Sesuatu yang langka? Ini pertama kalinya tuan membawa seseorang masuk ke mansion bahkan orang tuannya tuan saja balum pernah kemari " Jelas kepala pelayan.
Saat sampai di kamar Aksa langsung membaringkan Queen di kasurnya dengan hati-hati agar Queen tak terusik tidurnya.
" Tidur yang nyenyak sayang" Ucap Aksa mengecup kening Queen dan langsung keluar.
Dreettt..
Dreettt
Telpon Aksa di sakunya bergetar.
"Halo" Kata Aksa mengangkat telepon nya.
" Kapan bos ke kantor, berkas sudah menumpuk" Jawab sang penelepon Sedikit kesal.
" Aku belum bisa ke kantor antar saja ke mansion ku, biar ku kerjakan di sini " Ujar Aksa.
30 menit kemudian di mansion Aksa .
Tanpa teman-temanya ketahui ternyata Aksa adalah seorang CEO, pemilik perusahaan Aks grup. Perusahaan no 1 se-Asia, hanya dalam waktu 2 tahun. CEO yang tak pernah menampilkan diri, karena Aksa hanya bergerak di belakang asisten pribadinya. Dengan penghasilan dari perusahaan nya lah Aksa berhasil membeli sebuah mansion dan beberapa mobil mewah seperti yang di bawanya ke sekolah tadi pagi.
"Bos ini berkasnya " Kata asisten Aksa bernama Lingga, pemuda tersebut berusia 28 tahun. Jelas lebih tua dari pada Aksa. Namun Lingga sangat menghormati Aksa yang memang atasannya.
" Antar keruang kerja " Perintah Aksa.
" Sudah bos, saya permisi kembali ke kantor " Ujar Lingga.
" Ya" Jawab Aksa.
" Si bos tidak ada perubahan nya masih saja dingin" Gumam Lingga.
Jam 13 : 40 Aksa menyelesaikan pekerjaan nya di ruang kerjanya. Dia kembali ke kamar nya untuk membangunkan Queen.
" Ternyata masih tidur " Gumam Aksa tersenyum menepuk pelan pipi Queen.
"Sayang Ayo bangun dulu" Ucap Aksa namun tak ada respon dari Queen.
" Astaghfirullah panas banget badannya" Kata Aksa saat menyentuh pipi dan keningnya Queen.
" Sayang, jangan buat aku khawatir " Ucap Aksa.
" Sayang kepalaku sakit" Keluh Queen dengan pelan.
" Badanmu juga panas sayang, kita kerumah sakit sekarang ya" Ajak Aksa benar-benar khawatir. Queen menggeleng.
" Gak mau" Tolak Queen.
" Ya sudah aku panggil kan dokter saja kemari, tunggu sebentar ya sayang" Ucap Aksa langsung mengambil ponselnya dan menghubungi dokter pribadinya.
Tak berselang lama dokter pun datang ke apartemen Aksa. Memeriksa Queen dan memberikan obat penurun panas untuk Queen.
" Sa dingin" Lirih Quen sedikit mengigil.
" Aku ambilkan selimut lagi sayang" Kata Aksa panik.
" Saya permisi tuan " Ucap dokter.
" Terimakasih " Ucap Aksa. Dan dokter pun itu pergi.
" Peluk Sa" Pinta Queen, Aksa langsung naik ke kasurnya merebahkan dirinya di samping Queen lalu memeluk Queen sebentar.
" Sayang makan dulu ya setelah itu minum obat" Ucap Queen dan hanya di respon anggukan oleh Queen.
Beberapa menit kemudian Aksa kembali dengan membawa makanan untuk Queen.
" Sayang makan dulu " Ucap Aksa duduk di samping Queen dan menyuapinya,baru minum obat setelah nya.
" Kita dimana? " Tanya Queen melihat sekeliling nya terasa asing.
" Kita di mansionku sayang" Jawab Aksa.
" Kamu punya mansion? " Tanya Queen tak percaya.
" Iya sayang, nanti aku jelaskan sekarang kamu istirahat ya biar cepat sembuh " Ujar Aksa.
" Abang" Ujar Queen mencari Sagara.
" Sagara? Sagara kan masih sekolah sayang, mau ketemu? " Tanya Aksa.
" Iya yank" Ujar Queen.
" Bentar ya sayang aku telpon dulu" Jawab Aksa.
Di kelas
Ponsel Sagara bergetar di sakunya.
" Pa saya izin keluar" Ujar Sagara.
" Kenapa Sa? " Tanya Sagara mengangkat telpon Aksa.
" Queen nanyain lo, gue Sherlock sekarang!" Ujar Aksa.
" Oke " Jawab Sagara. Tanpa masuk kembali ke kelas langsung menuju parkiran.
45 menit kemudian dia sampai di sebuah mansion.
" Mansion? " Heran Sagara. Lalu masuk setelah penjaga membukakan gerbangnya.
Di dalam kamar *
Tok
Tok
Sebuah ketukan dari luar kamar Aksa, Aksa pun berjalan keluar membuka pintu kamarnya.
" Ada apa? " Tanya Aksa dingin.
" Maaf tuan menggangu, di luar ada seorang bernama Sagara yang mencari tuan" Jawabnya.
" Ya, saya akan turun sebentar lagi" Kata Aksa.
" Sayang aku keluar sebentar ya, jemput Sagara di depan" Kaya Aksa pada Queen dengan lembut.
" Iya yank" Jawab Queen. Lalu Aksa turun, menjemput Sagara.
" Dimana Queen? " Tanya Sagara khawatir. Saat melihat Aksa datang menghampiri nya.
" Di kamar gue " Jawab Aksa. Membawa Sagara menuju kamarnya.
" Ade" Panggil Sagara duduk di ranjang di samping Queen.
" Abang" Lirih Queen membuka matanya.
" Iya -iya abang disini " Kata Sagara mengelus kepala Queen dengan lembut.
"Panas" Ucap Sagara yang menyentuh kening Queen.
"Kita ke rumah sakit ya " Ajak Sagara. Queen menggeleng lemah.
"Dari tadi gue udah ajak ke rumah sakit tapi dia gak mau gar,tapi lo tenang aja tadi dokter udah datang dan memeriksa Queen, dia juga sudah minum obat " Kata Aksa.
" Syukurlah" Ucap Sagara.