Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
Tante siapa?



Hari ini Queen dan inti Azzura rose libur sekolah karena mereka merasa lelah setelah liburan kemarin toh sekolah juga milih daddy mereka, begitu juga dengan Aksa, berbeda dengan Queen dan inti Azzura rose yang tengah bersantai di mansion mereka. Aksa kini tengah sibuk dengan berkas-bekas yang sudah menggunung.


"Kenapa tidak ada habisnya Lingga" Kata Aksa dengan kedatangan Lingga yang beberapa jam kemudian membawa setumpuk berkas kembali.


" Ini tunggakan pekerjaan anda bos" Jawab Lingga.


" Bukannya aku menyuruhmu mengerjakannya " Ujar Aksa.


" Ya memang sudah mengerjakan nya tapi mereka tidak ada habisnya" Ujar Lingga.


Hari ini Queen ingin membuat kejutan pada Aksa dengan datang langsung mendatangi perusahaannya. Setibanya Queen di sana dia langsung di sambut oleh resepsionis.


" selamat siang ka aa tuan Aksa nya ada? " Tanya Queen pada resepsionis tersebut.


" Nona Queen ya? " Tanya resepsionis pada Queen.


" Kok tau? " Tanya Queen balik.


Resepsionis tersebut pun membalikkan foto yang terletak di meja resepsionis ke arah Queen.


" Gue" Gumam Queen.


Aksa sengaja menaruh foto Queen agar para pegawai nya langsung mengenali Queen, jika Queen ke kantornya seperti sekarang.


" Pacarnya Tuan sangat cantik dari pada di foto ternyata " Kata resepsionis tersebut.


"Terimakasih. " Ucap Queen tersenyum ramah.


" Mari nona saya antar ke ruangan nya tuan Aksa " Ajak salah satu dari mereka. Queen pun mengangguk dan mengikuti langkah resepsionis tersebut masuk kedalam lift khusus, hingga beberapa menit berlalu lift pun berhenti dan terbuka sendiri.


Kemudian mereka melanjutkan langkahnya menuju ruangan Aksa yang bertuliskan CEO.


" Yang ini ruangannya nona, kalau begitu saya permisi" Kata resepsionis dengan kepala ynag menunduk hormat.


" Terimakasih kasih sudah di antar" Kata Queen


" Sama-sama nona " Jawabnya sebelum melangkah meninggal Queen.


" Ya ampun pacar tuan Aksa tenyata baik banget, ramah, walaupun punya pacar CEO tak membuatnya menjadi arogan pada karyawan rendah sepertiku" Batin resepsionis.


Setelah kepergian resepsionis Queen langsung mengetuk pintu ruangan Aksa.


" Masuk" Teriak seorang dari dalam


Queen pun masuk keruangan Aksa setelah ia membuka pintu.


" Sayang "


" Nona Queen "


Ucap Lingga dan Aksa berbarengan mereka terkejut dengan kedatangan Queen yang tak memberi kabar terlebih dahulu. Ada juga seorang wanita yang berdiri di depan meja Aksa yang akan jadi sekertaris Aksa menggantikan Nina sekertaris Aksa yang baru saja berhenti karena ingin fokus menjadi ibu rumah tangga.


" Maaf, apa aku menggangu "Tanya Queen merasa tak enak, pada Aksa yang di ruangan memiliki tamu seorang perempuan.


Aksa menatap ke arah Queen seolah meminta pendapat tentang perempuan di depannya tersebut .


" Ka Lingga , pegangin" Ujar Queen menyerahkan kotak nasi yang di bawakan khusu untuk Aksa.


" Baik nona " Jawab Lingga menerima kotak makan tersebut.


" Wow,siapa ini" Ujar Queen mengelilingi perempuan yang sedari tadi menatap tak suka ke arahnya.


" Tante siapa? " Tanya Queen ada perempuan tersebut. Dengan mengamati penampilan perempuan tersebut dari atas sampai bawah, Lingga mengulum senyum nya mendengar perkataan Queen memanggil perempuan tersebut dengan sebutan tante, begitu pun Aksa dia tersenyum tipis.


" Saya Rose sekertaris baru tuan Aksa, dan jangan panggil saya tante saya tak setua itu, umur saya masih 20n ,kamu siapa? Ah, pasti kamu adiknya tuan Aksa kan!, kalian terlihat mirip, sama -sama cantik dan tampan" Ujar Rose melirik Aksa malu-malu


" Cih" Decak Queen.


Lingga menepuk jidatnya, seperti nanti HRD akan di marahi oleh Aksa karena sudah menerima perempuan seperti wanita malam ini . Sedangkan Aksa cuma diam dan mengamati apa yang akan di lakukan Queen pada perempuan yang berani sekali merayunya di depan Queen.


Lingga sangat ingin meledakkan tawa mendengar pertanyaan dari Queen begitu pula Aksa .


" Ma-maksudnya? "Tanya Rose bingung.


" Lihat saja pakaian tante ini, baju sama roknya kurang bahan, tante mau kerja atau mau mangkal? " Tanya Queen.


," Hahahhahahaha " Tawa Lingga terlepas, ia sudah tak sanggup lagi menahannya setelah ucapan dari Queen keluar.


" Maaf semur menggelitik kaki saya" Ujar Lingga asal. Aksa menggeleng dengan tingkah assisten Pribadinya.


Sedangkan Rose yang mendengar perkataan Queen langsung melotot kesal pada Queen, jika saja dia tidak ingat tujuan awalnya ingin menggoda Aksa, sudah di pastikan dia akan langsung menjambak rambut Queen, yang ia kira adalah adiknya Aksa. Aksa memang terlihat dewasa dari umurnya yang kini tengah memakai pakaian formal. Dan untuk pakaian Rose memang terlihat sangat minim dan mirip wanita malam, menurut Lingga Rose mengenakan rok di atas lutut ketat, dengan baju super ketat sehingga mencetak jelas gunung kembarnya yang besar, dan body nya pun lumayan bagus.


" Kamu Terima dia jadi sekertaris mu? " Tanya Queen pada Aksa.


" Enggak! " Jawab Aksa singkat padat jelas dan sangat mudah di pahami.


" Tapi tuan saya mendapat pemberitahuan kalau saya di Terima jadi sekertaris anda dan HRD menyuruh saya untuk menghadap pada anda " Terang Rose.


" Gimana sih tim HRD, mau mangkal kaya gini massa di Terima, gak kebalik tuh mata" Ucap Queen dengan nada kesal.


" Nanti aku kasih tau HRD biar seleksi lebih ketat lagi" Ujar Aksa menarik Queen duduk di pangkuan nya.


" Memangnya kenapa jadi saya tidak di Terima? " Tanya Rose


" Penampilan tantelah, seperti orang yang ingin mencari mangsa , saya lihat semua karyawan di sini semua penampilan nya sopan-sopan begitu juga attitude nya, tidak seperti tante yang mirip, ja*ang, atau tante ingin menggoda Aksa? Cih gak level banget! " Marah Queen.


" Cari sekertaris cowok aja " Ujar Queen.


"Oke" Kata Aksa


" Heh, Jangan mentang-mentang kamu adiknya tuan Aksa seenaknya saja , kamu tidak berhak menentukan siapa yang berhak jadi sekertaris. " Ujar Rose lantang.


" Apa aku adikmu? Tanya Queen pada Aksa.


" Kamu calon istriku baby" Jawab Aksa


" Gak mungkin tuan mau...


Plakkk.


Tamparan keras menggema di ruangan Aksa , Lingga menganga melihat tamparan kuat yang Queen layangkan pada Rose.


" Huh banyak omong" Kata Queen kesal.


" Berani sekali kamu menampar ku! " Ucap. Rose mengusap ujung bibir nya yang mengeluarkan darah.


" Aku akan melaporkan mu ke polisi" Ucap Rose menggebu-gebu.


" Bahkan jika aku membunuh mu polisi pun takkan bisa menangkap ku"ujar Queen. Dan di angguki oleh Aksa dan Lingga.


Bugh


Queen memukul hidung Rose, dan mulai menjambak nya.


" Arghhhhh" Rintih Rose merasakan sakit pada kepalanya.


" Ini karena lo udah berani goda kekasih gue. " Ujar Queen.


Bugh


Queen menghempaskan Rose kelantai dengan keras.


" Urus dia Lingga" Perintah Aksa


" Baik bos" Ujar Lingga menyeret Rose keluar dari ruangan Aksa.