
Setelah acara makan-makan mereka semua bersiap mengantar Nana dan Cakra menuju rumah baru mereka. Nana sudah siap dengan memakai dress navy sebatas lutut pakaiannya tak terlalu mewah namun terkesan elegant melekat di tubuhnya.
Sedangkan Cakra memakai kaos putih polos yang dilapisi dengan kemeja. Serta kacamata hitam yahh bertengger di hidung mancungnya. Membuat Nana takjub menatapnya.
" Terpesona ya!! " Tanya Cakra sedikit menggoda, Nana pun Tersentak melihat Cakra yang sudah ada di depannya.
" aissss kamu ini" Ucap Nana tersenyum malu.
" Ayo sayang " Ajak Cakra mengulurkan tangannya membawa keluar dari kamar hotel menuju mobil.
Sampai lah mereka di lobi hotel para orang tua serta Cakra rupanya sudah menunggu mereka.
" Seperti biasa pengantin baru selalu terlambat " Sindir Sean.
" Kawin makanya biar tau" Kata Cakra.
" Udah kapan kita berangkat nya kalau begini X kata Sandra menengahi. Mereka pun masuk me dalam mobil, dan Cakra melesat kan mobilnya menuju. Mansion nya.
Tiga puluh menit kemudian , akhirnya mobil mereka pun berhenti di depan gerbang besar, yang menjulang tinggi, setelah gerbang di buka penjaga. Mobil mereka kembali melaju, sampailah mereka di. Mansion dengan 3 lantai bahkan mansion nya lebih besar dari mansion Fernandez.
" Ayo turun !!" Ajak Cakra.
Nana pun turun sambil memandangi mansion Cakra yang mewah.
Begitu pun para orang tua serta Sean.
" Cih mansion Cakra lebih besar dari pada mansion ayah bun" Decak Sean .
" Ayo kita masuk ! " Ajak Sean pada mereka. Kemudian melangkah menuju pintu utama.
" Apa kamu menyukai rumah ini? " Tanya Cakra dengan lembut pada Nana.
" Iya sayang aku suka, sangat indah" Ucap Nana.
" Bun Ayo kita ganti mansion yang lebih mewah dari pada mansion ka Cakra " Bujuk Sean
" Liat tuh anak mu , ada ada saja permintaan nya" Ucap Sandra pada Arga.
" Diakan juga anak mu " Ucap Arga.
" Jadi pengen punya anak lagi" Sahut Dion.
" Makanya yon cepet cari istri " Sindir Arga.
" Belum nemu yang cocok, takut salah pilih nanti "lirih Dion.
" Ayah kalo mau nikah lagi Nana gak keberatan ko " Ujar Nana.
" Tapi... " Ucap Nana gantung.
" Tapi apa sayang? " Tanya Dion.
" Tapi harus lulus seleksi dari Nana dulu yah" Ucap. Nana.
" Okeh kalo gitu ayah cari mama baru buat Nana " Kata Dion cukup senang.
" Baru dapat izin. Udah semangat aja yon" Ejek Arga. Sementara Dion hanya tertawa.
" Gimana bunda sama mau istirahat dulu apa langsung pulang? " Tanya Cakra pada para orang tua.
"Gimana yah? " Tanya. Sandra menatap Arga.
" Kita pulang sore aja bun. Sekalian keliling mansion Cakra dulu, Sean juga gak. Ada kelas kan hari ini? " Ujar Arga.
" Gak ada yah, dari semalam sampai hari ini Cakra sudah izin gak ke kampus " Jelas Sean.
Setelah para orang tua bilang akan pulang sore Cakra pun segera memanggil kepala maid.
" Bi mira, tolong siapkan makan siang untuk kami semua ya" Perintah Cakra pada salah satu maid nya
" Baik tuan" Kata bi mira.
" Kalau gitu Cakra ke kamar dulu bun yah, kasian istri Cakra perlu istirahat " Ikar Cakra.
" Eh bunda sampai lupa" Kata Sandra menatap keduanya dengan senyum penuh arti.
" Ya udah bun Cakra nganter Nana ke. Kamar dulu, bunda kalo mau istirahat bisa Tanya para maid di mana Kamar nya, atau kau keliling gak masalah " Kata Cakra.
" Gampang itu. Cepat antara istri kamu dulu bunda tau Nana pasti capek ya" Kata Sandra tersenyum.
Nana pun mengangguk malu dengan ucapan mertuanya.
" Maaf bunda Nana gak bisa nemenin ".ujar Nana.
" Ayah Arga , ayah Dion, Nana tinggal dulu ya" Pamit Nana. Berlalu masuk ke dalam lift naik ke lantai 2 menuju kamar mereka.
" Jangan lupa bikinin bunda cucu !!! " Teriak Sandra sebelum mereka masuk ke dalam lift.
" Bunda !!! " Balas Cakra.
" Aku malu" Kata Nana. Menutup mukanya dengan kedua tangannya.
"Udah gak perlu malu Sayang" Bisik Cakra.
" Apasih berhenti menggoda ku atau tak. Ku beri jatah selama satu minggu" Ancam Nana.
" Ah sayang aku minta maaf ya" Bujuk Cakra.
Dengan kesal Nana pun memalingkan wajah nya dari pandangan Cakra.
" Sayang" Panggil Cakra selembut mungkin siapa tau istri kesayangan nya ini mendadak luluh. Agar dia tak jadi kehilangan jatahnya.
" Diam atau ku tambah jadi dua minggu" Ujar Nana. Menatap tajam Cakra. Mendengar penuturan Nana sontak Cakra pun langsung menutup mulutnya bahkan tak bersuara.
" Nah gini kan jadi enak" Ujar Nana.
Ting
Lift yang mereka masuki pun sampai di lantai dua, Nana langsung bergegas keluar dari lift, tanpa bertanya pada Cakra Nana langsung masuk kedalam kamar dan betul itu adalah kamar dia serta Cakra.
" Sayang tunggu" Panggil Cakra pada Nana.
" Jangan ganggu " Ketus Nana.
" Sayang.... " Bujuk Cakra.
" Boleh? " Tanya nya.
" Boleh apa? " Tanya Nana balik.
" Minta jatah! " Kata Cakra.
Nana menganga mendengar permintaan Cakra, tak cukup kah tadi malam dia melakukan nya sampai hampir pagi' pikir Nana.
" Sayang aku sangat lelah punya ku juga masih sakit " Jelas Nana, menolak sangat halus, jujur saja kegiatan tadi malam sangat menguras tenaga nya.
" Baiklah maaf sayang " Ujar Cakra agak bersalah melihat sang istri mukanya terlihat sangat kelelahan.
" Iya, bolehkah aku tidur aku sangat mengantuk," Ucap Nana.
" Tentu sayang" Kata Cakra.
Nana pun segera merebahkan diri ke kasur di susul oleh Cakra sambil memeluk pinggang Nana, akhirnya mereka berdua pun terlelap.
Hingga pukul menunjukkan jam 11:45 Cakra terbangun lebih dulu. Tanpa membangunkan Nana di menuju kamar mandi mencuci muka. Cakra sampai di lantai bawah rumahnya nampak para orang tua tengah duduk di sofa. Sambil menonton TV.
" Mana istrimu sayang.? " Tanya Sandra pada Cakra yang menghampiri nya.
" Masih tidur bunda" Jawabnya.
" Sean mana bun? " Tanya Cakra balik.
" Sudah pergi dia baru saja katanya mau jalan sama temannya " Jelas Sandra.
" Oh " Ucap Cakra manggut-manggut.
" Bangun kan istri mu sana biar kita makan siang bareng" Suruh Sandra.
" Baik bunda" Kata Cakra. Cakra pun kembali ke kamar nya untuk membangun kan Nana.
" Sayang bangun " Ucap Cakra.
" Uuueghhhhhh" Leguh Nana. Nana berusaha membuka matanya berulang kali mengimbangi cahaya yang masuk matanya. Ia berusaha bangkit dari tidurnya dan bersandar di dinding ranjang dengan muka bantal. Cakra pun tersenyum manis melihat istri nya yang cantik ini sudah bangun.
" Sayang ayo makan siang dulu" Ajak Cakra.
" Udah siang ya " Ucap Nana.
" Iya ayo cuci dulu mukanya" Kata Cakra.
Nana pun segera bangkit dari dari kasur menuju kamar mandi dan mencuci mukanya.
Setelah mencuci muka dia pun merasa lebih segar. Dan mereka segera turun ke bawah menuju meja makan, untuk makan siang bersama.