Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
dia istri ku



Jam menunjukkan pukul 12 sudah waktunya istirahat bagi para karyawan Cakra, begitu juga bos ganteng mereka melepaskan tangannya dari laptop. Menuju kamar pribadinya membangunkan sang istri kecilnya yang masih belum ada tanda-tanda ingin membuka mata.


" Sayang bangun " Ucap Cakra dengan lembut membangunkan Nana.


Merasa tidur nyenyak nya terusik Nana pun membuka mata dan menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya.


" Ueegghhhh, kenapa sayang " Ujar Nana sedikit serak.


" Ayo makan siang dulu" Ajak Cakra.


" Hemm, ayo " Kata Nana.


Setelah mencuci muka ke kamar mandi Nana pun keluar dari kamar dengan Cakra.


" Mau makan di mana sayang? " Tanya Cakra.


" Kantin aja deh, boleh? " Jawab Nana.


" Boleh " Ucap Cakra.


" Ka Tio bareng sekalian" Ajak Nana.


Tip pun menatap Cakra meminta jawaban, Cakra pun mengangguk tipis.


" Baik nyonya" Jawab Tio.


Mereka bertiga keluar dengan Cakra dan Tio yang sudah mirip bodyguard berjalan di belakang Nana.


" Sih 2 lelaki ini mode kulkas" Gumam Nana, menoleh ke belakang melihat wajah Cakra dan Tio, dingin serta datar.


"Ayo cepat " Kata Nana.


Mereka pun sampai di kantin yang penuh dengan karyawan mengantri serta asik dengan makanan mereka.


" Bos " Sapa mereka sopan melihat Cakra , Tio serta Nana memasuki kantin.


" Ya" Jawab Cakra singkat.


Para karyawan terdahulu memandang hormat pada Nana mereka sudah tahu siapa Nana karena mereka semua di undang saat pernikahan keduanya, kecuali para karyawan baru, menatap Nana dengan tatapan iri.


" Siapa sih gadis yang bersama bos? " Tanya nya pada teman mejanya.


" Apa kau tak tau? Oh ya kau kan karyawan baru, jangan sampai kau menyinggung nya" Ucapnya.


" Memang siapa dia apa dia salah satu ja**ng nya bos? " Tanyanya lagi.


" Jangan bicara mu atau kau akan di pecat " Sahut teman di samping nya.


"Kenapa? " Herannya.


"Dia itu istri nya bos" Sahut temannya.


" Hah bos udah kawin? "


" Ya bahkan kami semua di undang "


" Wah rugi dong baru masuk" Ucapnya.


Kini Nana Cakra dan Tio sudah duduk di salah satu meja sambil membaur dengan para karyawan.


Pesanan mereka pun datang tanpa mereka harus memesan. Karna makanan mereka tentu berbeda dengan para karyawan.


" Makan sayang, apa mau aku suapi? " Kata Cakra.


" Ih gak perlu, malu tau " Ujar Nana.


"Haissss, nasib jomblo" Ucap Tio,Tersiksa melihat kemesraan pengantin baru.


" Makanya kawin! " Sahut Cakra.


" Hahhaha" Tawa Nana serta Cakra melihat muka masam Tio.


" Sabar untung gajinya gede" Gumam Tio.


Setelah makan siang di kantin, Nana pun di ajak Cakra kembali ke ruangannya.


" Apa kamu mau pulang sayang? " Tanya Cakra.


" Bareng kamu aja " Jawab Nana, sudah duduk bersandar di sofa,


" Tapi aku masih lama sayang" Kata Cakra.


" Gak papa aku tunggu" Ucap Nana.


" Nanti kamu lelah sayang " Khawatir Cakra.


" Cuma duduk dong, lagian di rumah bosen sayangku" Ujar Nana.


" Baiklah" Ujar Cakra pasrah.


" Ya kamu kerja lagi, aku mau tidur cantik dulu " Ujar Nana menuju kamar pribadi.


Cakra geleng-geleng melihat kelakuan istri kecilnya.


" Bos pak Danu hermawan datang ingin membahas kerja sama " Lapor Tio yang baru masuk.


" Bukankah pertemuan nya 2 jam lagi.? " Tanya Cakra menyeritkan keningnya.


" Saya tak tau bos beliau tiba-tiba datang lebih dulu


" Baik suruh saja masuk, lagi pula aku lumayan santai"perintah Cakra.


"Bos santai noh gue kerjaan kian menumpuk" Batin Tio.


Setelah Tio keluar, masuklah seorang pria paruh baya mungkin berumur lima puluh tahunan dengan membawa 2 orang wanita Cantik berpakaian seksi.


" Siang "jawab Cakra singkat.


" Silahkan duduk " Kata Cakra.


Danu pun duduk bersama para gadis yang di bawanya.


" Jadi ? " Tanya Cakra.


" Oh ya jadi urusan saya kesini lebih cepat dari waktu yang kita tentukan, saya ingin membahas kerja sama tuan" Jawabnya.


" Ya saya masih mempertimbangkan proposal yang Anda ajukan" Ujar Cakra.


" Sayang panggil Tio bawakan cemilan" Kata Nana yang baru keluar dari kamar.


Sebenarnya Nana tak tidur melainkan sedang menonton drama Korea berjudul "red blossom" Yang di tonton nya on going.


" Eh ada tamu, maaf menggangu " Kata Nana sopan.


" Wow tuan ada ternyata menyimpan gadis ini di kamar anda" Ucap pak Danu.


" Sangat cantik bisakah tuan membaginya dengan saya, sebagai gantinya kedua wanita ini milik anda" Ujar Danu.


Rahang Cakra mengeras mendengar permintaan Danu. Ya Danu memang tidak tau kalau Cakra sudah mempunyai istri.


Danu mengkode salah satu wanita nya untuk mendekati Cakra. Baru saja wanita seksi itu ingin mendekati Cakra dan menyentuh nya.


Dorrrr.


Brukkk...


Wanita yang mendekati Cakra ambruk setelah Timah panas yang di tembakan Nana sudah bersarang di kepala wanita tadi yang mendekati Cakra.


" Aaaaaaaaaa" Teriak salah satu wanita di samping Danu terkejut, dan Danu pun sama terkejut nya dengan wanita itu.


" Kau" Tunjuk Danu terkejut.


Sedangkan Cakra hanya diam santai.


" Tuan Cakra, kenapa kau diam saja dia sudah membunuh wanitaku " Ujar Danu.


" Memangnya kenapa? " Tanya Cakra.


" Sayang kemari " Panggil Cakra.


" Ja**ng ini membunuh wanitaku" Marah Danu menatap Nana tajam, sedangkan yang di tatap tersenyum senang duduk di pangkuan Cakra karena sudah membunuh lalat yang ingin hinggap pada suaminya.


" Dia istri ku, bukan ja**ng bang**t!! " Teriak Cakra emosi.


" Sayang santai nanti cepat tua" Ujar Nana.



" A-apa" Gagap Danu.


" Kerja sama kita takkan saya Terima sampai kapan pun dan silahkan keluar sebelum istri ku membuat mu menjadi wanita itu" Ujar Cakra menunjuk wanita yang tergeletak di lantai.


" Ba-baik" Jawabnya kemudian keluar bersama wanita di samping nya dengan tergesa-gesa.


" Untung nyawaku masih selamat " Gumamnya keluar dari ruangan Cakra.


"Kesal sekali aku banyak sekali wanita yang ingin mendekati mu" Kesal Nana.


" Suami mu ini kan tampan siapa yang tak mau" Jawab Cakra dengan pdnya.


" Cih, pede mu sudah tingkat dewa sayang" Ejek Nana.


" Kita keluar yuk cari cemilan" Ajak Nana.


" Okeh " Ujar Cakra.


Mereka pun keluar meninggal kan wanita yang tergeletak di lantai itu. Tak lama datanglah bawahan Nana membereskan wanita tersebut.


" Kau bawa pistol sayang ? " Tanya Cakra baru saja ingat istri kecilnya tadi menembak ja**ng tadi.


" Tentu dong jaga-jaga siapa tau banyak ja**ng yang menggoda mu " Ujar Nana.


" Iya sayangku " Ucap Cakra.


" Jadi mau beli cemilan apa? " Tanya Cakra.


" Apa ya? " Ucap Nana berpikir.


" Beliin donat ya " Kata Nana.


" Iya biar Tio yang belikan" Kata Cakra.


Sontak Tio pun langsung menatap Cakra.


" Aku lagi " Batin Tio.


" Tio" Panggil Cakra.


"Iya bos " Jawabnya.


" Beli donat di xxxxx ya 2 kotak kalau kamu mau bali juga" Suruh Cakra.


" Baik bos" Ujarnya Tio. Langsung pergi melaksanakan perintah Cakra.


" Sayang pulang nanti ke rumah bunda yuk" Ajak Nana.


" Iya sayang" Kata Cakra.


Setelah itu mereka pun kembali keruangan Cakra yang sudah di bersihkan dari lalat pengganggu.