
"Ka cak ?" Heran Nana ngapain Cakra siang-siang begini ke rumahnya, bukannya dia harus ke kantor untuk bekerja.
Cakra yang mendengar suara Nana pun yang menoleh ke samping dan di lihat nya Memang Nana. Di berdiri dan langsung memeluk Nana.
" Kenapa kan?" Tanya Nana heran kenapa Cakra tiba-tiba langsung memeluknya yang baru datang.
" Kaka khawatir banget sama kamu " ujar Cakra.
" Berkali-kali sudah Kaka mencoba menelpon mun tapi tak ada jawaban, jadilah Kaka sampai datang kesini dan ternyata kamu sedang pergi" jelas Cakra
Nana pun lantas mencek ponsel terdapat puluhan panggilan serta pesan yang masuk dari Cakra.
" Maaf ka tadi Nana gak pegang hp" ujar Nana
‘ ini pasti saat aku tengah asik dengan panggangan tadi ’ pikir Nana.
" Kamu dari mana saja sayang?" Tanya Cakra
" Oh itu Nana dari rumah bang Dazian ka" jawab Nana santai agar Cakra tak curiga kalau dia tengah berbohong, tak mungkin kan Nana bilang habis dari markas
Soalnya Cakra belum tau kalau dia seorang mafia . Mungkin cakra tau kalau Daz seorang mafia tapi tidak dengan Nana Daz sangat menutup data diri yang penting Nana.
" Maaf ya ka Nana gak bilang " bujuk Nana.
" Lain kali jangan di ulangin lagi ya " kata Cakra.
" Siap sayang ku" ujar Nana.
" Udh bisa ngerayu ya kamu" ujar Cakra tersenyum senang mendengar panggilan dari Nana.
" Ngerayu pacar sendiri kan gak masalah ka" ujar Nana.
" Ya bener juga sih " sahut Cakra.
" Nana sudah makan sayang?" Tanya Cakra .
" Sudah dong " jawab Nana, memang bener sebelum dia pulang dari markas dia makan terlebih dahulu.
" Kaka udah juga?" Tanya Nana
" Iya udah juga " jawab Cakra.
" Kaka gak pengen ke kantor lagi" suruh Nana.
" Gak pengen nemenin kamu aja di sini" jawab cakra sambil bersandar di bahu Nana.
" Kasian Lo ka Tio pasti keteteran ngerjain kerjaan Kaka" ujar Nana.
" Gak papa sayang kan dia kaka gaji" jawab Cakra.
" Kaka mau Nana temani ke kantor " bujuk Nana agar Cakra mau kembali ke kantor dia tak ingin gara-gara dia membuat kerjaan Cakra jadi terbengkalai.
Sekali juga sih ingin jalan-jalan walaupun cuma liat-liat perusahaan’ pikir Nana
" Kamu beneran mau temani Kaka ke kantor?" Tanya Cakra senang
" Benar, tapi tunggu Nana ganti baju dulu ya bentar" ujar Nana, Nana pun segera ke kamar nya menganti baju nya dengan dress biru langit selutut dengan lengan Sabrina, rambut panjang di gerainya. Di poles sedikit make up agar terlihat lebih cantik natural.
Setelah mengambil hp serta tas selempang nya Nana pun turun menghampiri Cakra yang menunggunya.
" Ka cak udah yok berangkat" ujar Nana.
Cakra pun bangkit dari duduk nya, menoleh ke arah Nana dia memandangi Nana tanpa berkedip.
" Nana tau Nana cantik" kata Nana menyadarkan Cakra.
" Cantik banget kamu sayang, gak rela Kaka keluar kaya gini" puji Cakra
" Jelas dong Kaka pasti bangga punya pacar se cantik Nana kan!!" Kata Nana dengan. Pedenya.
" Bangga banget sayang" kata Cakra.
Kini Nana dan Cakra sudah sampai di perusahaan CR CORPORANSION. Mereka berjalan menuju ruang CEO. Dengan kedua yang memasang wajah dingin .
Seluruh karyawan yang di lewati Nana tertuju kepada yang berjalan berdampingan dengan Cakra.
" Liat pak bos bawa wanita ke kantor" ucap salah satu pegawai yang sedari tadi melirik sinis Nana.
" Apaan paling Adik bos kali" ujar nya.
" Lo emang gak tau adik bos kan laki-laki" bantahnya.
" Cih jangan-jangan dia hanya wanita gatal yang ingin mendekati bos saja" ucap Sonya seorang pegawai Cakra.
" Ka cak ko datar banget mukanya" saat mereka memasuki lift Nana membuka suara.
" Biar tidak ada yang terpesona sayang ," jawab Cakra
" Emang situ tampan? Ya memang tanpa sih Nana emang pandai milih pacar " ujar Nana tertawa . mengalahkan kepedean Cakra .
Interaksi kedua dapat di lihat oleh beberapa karyawan yang lewat di depan lift.
Tak lama Cakra dan Nana pun sampai di ruang CEO di depan pintu nya sudah ada Tio yang menunggu nya.
" Siang ka Tio " sapa Nana.
" Siang juga nona " balas Tio.
"Ni bos banyak berkas yang harus anda tanda tangani " kata Tio menyerahkan beberapa berkas.
Tok.
Tok... Suara pintu di ketuk.
" Masuk" ucap Cakra dingin .
"Pantas saja Sean menjuluki ka Cakra dengan sebutan kulkas lihat betapa dinginnya sikap nya" batin Nana
Kini Nana memperhatikan seorang wanita yang masuk ke ruangan CEO , berpakaian cukup ketat, rok pendek dengan baju yang kancing nya sengaja di bukanya saat memasuki ruangan tadi.
Nana meneliti dari atas sampai bawah wanita itu.
" Seperti ****** kenapa pakai baju kurang bahan " gumam Nana namun bisa di dengar Cakra
" Ini pak semua data keuangan yang bapak minta rekapannya" ujarnya dengan suara yang di lembut- lembut kan.
" Ya silahkan keluar" ujar Cakra dingin .tapi dia tak bergerak sedikit pun membuat Nana terasa mendorong nya keluar.
Sonya pun langsung melangkah keluar dengan gemulai.
" Kaka gak jijay dia berusa goda ka cak Lo" kesal Nana.
" Nana gak suka sayang apa nana mau Kaka pecat dia ?" Tanya Cakra
" Gak perlu ka , biarkan Nana bermain-main dulu dengannya " kata Nana
" Seperti nya di menyukai Kaka" ujar Nana lagi.
" Tapi kaka gak suka sayang " jawab Cakra
" Bagus deh " sahut Nana
Sementara Sonya sudah kesal karna di perlakukan Nana seperti tadi.
" Beraninya dia mengusir ku" marah Sonya
" Ngapain son marah-marah biasa Lo sumringah saat keluar dari ruang CEO?" Tanya Manda temannya.
" Gara -gara cewek yang di bawa bos Lo bayangin aja di Berani ngusir gue dari ruangan itu" kesal Sonya.
" Wah perlu kita kasih pelajaran tuh ****** " usul Manda
"Ka Nana pengen ngemil nih " ujar Nana pada Cakra yang sibuk dengan laptop nya.
" Biar Tio yang belikan " ujar Cakra ingin memanggil Tio.
" GK perlu ka biar Nana aja , ada kantin gak Disini" tanya nana
" Ada sayang di lantai 3 biar Kaka antar " kata Cakra
" Gak perlu Kaka selesai kan aja pekerjaan kaka biar Nana sendir " ujar Nana langsung keluar ruang Cakra.
Nana pun memasuki lift menekan angka 3 tapi sebelum itu Lift yang di naiki nya berhenti dan ada 2 gadis masuk kedalamnya.
Mereka Manda dan Sonya yang. Juga ingin ke kantin.
" Eh son dia kan cewek yang bareng bos " ujar Manda memberitahukan pada Sonya di samping nya.
" Kau sebaiknya menjauh dari bos Cakra " kata Sonya membuka suara.
" Apa kau bicara pada ku?" Tanya Nana
" Tentu saja siapa lagi" jawab Sonya dengan ketua.
" Kau yakin ingin menyuruhku menjauhi Cakra " tegas Nana.
" Ya Karna kau hanya seorang ****** gatal " hina Sonya.
" Benar tu kau paling mengincar harta bos Cakra"ucap Manda.
" Apa aku terlihat miskin" ucap Nana santai dengan senyumnya.
" Sial semua yang di pakai barang branded, tapi itu mungkin saja hasil dia menjalang" batin Sonya.
" Ingat jauhi bos cakra dia calon pacar ku" tutur Sonya.
" Mimpi ya Cakra gak mungkin mau dengan wanita murahan seperti anda bahkan pakaian anda yang kurang bahan ini saja membuat nya jijik" tegas Nana.
Ting.... Lift berhenti di tempat tujuan Nana.
Segera Nana keluar dari lift.
" Hei ****** kau dengar " Teriak Sonya yang berjalan di belakang nya.
" Kenapa apa kau merasa tersaingi" kata Nana sambil berjalan dengan anggun.
" Dengan kau tidak mungkin" ujar Sonya.
" Tentu , karna kau bukan levelku" sahut Nana. Yang membuat Sonya semakin geram.
Nana ingin segera mengakhiri percakapan dengan Sonya , benar-benar membuat nya muak.