Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
kecelakaan



Brakkkk!


Sebuah truk dengan kecepatan tinggi menabrak mobil cakra dari Belakang. Hingga mobilnya pun berguling dan berakhir menabrak pembatas jalan. Akibatnya kecelakaan hebat pun tak terhindar kan.


"Ka cak" Lirih Nana lemah dengan tubuh yang sudah basah dengan darah. Begitupun cakra. Hingga kesadaran Nana pun hilang.


Para pengawal bayangan serta bawahan Daz yang di tugaskan pun langsung membawa Nana dan cakra kerumah sakit.


Salah satu dari bawahan Dazian pun menelponnya.


" Halo" Kata Daz dari sebrang


" Nona Nana dan tuan cakra kecelakaan bos sekarang di bawa ke rumah sakit Jordan " Katanya.


Daz pun langsung mematikan sambungan telepon nya sepihak.


Di mansion Daz, Dazian tengah di landa kepanikan.


" Kenapa mas ? " Tanya Alea heran.


" Kita ke rumah sakit sekarang Nana dan cakra kecelakaan " Kata Daz.


" Apa!!! Ayo kita berangkat mas" Kata Alea ikut panik dan khawatir.


Di perjalanan Daz menyempatkan untuk menghubungi Dion serta ke dua orang tua cakra.


Sementara sandra yang mendengar cakra dan Nana kecelakaan oun langsung syok bergegas memberitahu se isi rumah.


" Masssss, seaannnnn hiksss " Teriak Sandra


" Kenapa sayang ?"


"Kenapa bun? " Tanya segala dan Sean panik.


" Cakra kecelakaan sama Nana ayo kita ke rumah sakit sekarang hiksss" Ujar Sandra dengan tangis.


Deg!


Sementara di rumah sakit Dazian dan Alea datang lebih dulu setelah itu Dion pun satang nyusul. Setelah mendapat kabar dari Daz. mereka tak berhenti mondar mandir di depan ruang ICU. Beberapa menit kemudian arga dan Sandra pun sampai di rumah sakit dengan wajah panik ke duanya.


" Gimana keadaan mereka yon? " Tanya sandra pada Dion dengan air mata yang henti-hentinya mengalir.


" Sejak tadi dokter belum keluar, kami masih menunggu " Kata Dion.


"Gimana pelaku penabrakan nya sudah tertangkap" Tanya arga


" Mereka masih dalam pengejaran anak buah saya om" Jawab Dazian.


Sementara di Markas jo Dan alex tengah memeriksa CCTV yang ada di tempat kejadian.


" Haisssss pelaku ternyata mengunakan truk curian" Marah alex


" Tenang kita pasti bisa. Menemukan nya" Kata jo.


Sementara di rumah sakit mereka hampir 1jam menunggu akhirnya dokter pun keluar dari ruang ICU.


" Bagaimana keadaan keduanya dok? " Tanya mereka kompak.


" Katakan dokter" Desak Sandra gemetar takut mendengar hal yang tak ingin dia dengar.


" Untuk tuan cakra tidak terlalu parah dia mengalami retak di tulak kaki serta benturan di kepalanya , sekarang kami akan memindahkan jua ke ruang rawat" Jawab dokter.


" Tarus anak saya Nana gimana dokter? " Tanya Dion yang sudah menangis.


" Anak anda mengalami koma akibat benturan hebat di kepalanya " Jelas dokter.


Deg!


" K_koma ?"


" Sabar om Nana pasti kuat" Ujar Daz menenangkan Dion.


" Untuk sementara pasien masih aman tapi kami terus memantau agar tak terjadi hal. Yang tak di inginkan " Ujar dokter.


" Selamat kan anak saya dok" Mohon Dion dengan tangisnya.


" Dia anak saya satu-satunya" Kaya Dion. Lagi.


" Kami akan coba semaksimal mungkin " Kata dokter.


Sandra, Arga dan Sean kini tengah berada di ruangan cakra yang sebelumnya sudah di pindahkan. Begitu pun dengan Nana yang di temani oleh Dion serta Daz dan alea.


Hingga ke esok kan harinya , Cakra membuka matanya .


" Kamu bangun sayang hiksss" Ujar Sandra melihat cakra telah sadar.


" Ka " Sapa Sean dengan senang.


Satu kata yang keluar dari mulut cakra yaitu.


" Nana "


" Mana Nana bun? " Tanya cakra


" Nana hiksss " Belum menjawab Sandra sudah menangis.


" Nana koma " Jawab Arga.


" Cakra mau liat Nana bun yah" Lirih cakra


" Nanti ya cakra kamu. Masih lemas sayang" Ujar Sandra.


" Tapi Nana bun hiks" Ujar cakra yang sudah mengeluarkan air matanya.


" Kamu istirahat dulu supaya lebih kuat biar bisa cepat ketemu Nana " Kata Arga.


Di ruangan Nana, Dion menatap sendu sang anak dengan mata bengkak. Tubuh Nana di di pasangi banyak alat.


" Bangun sayang, kamu jangan tinggalin ayah " Ujar Dion menggenggam tangan Nana.


Kringg.. Kringg.


Cakra mendapat sebuah panggilan dari alex dia pun segera mengangkat nya.


"Kami menemukan pelakunya"


" Baik gue bakalan ke markas sekarang "


Tut Daz menutup panggil secara Sepihak.


"Sayang kita pulang dulu yu , kasian bayi kita " Ajak Daz


" Tapi mas" Kata Alea


" Nanti kita kesini lagi, mas baru dapat telpon alex sudah menemukan pelakunya " Kata Daz


" Mas mau ke markas? " Tanya Alea


"Iya sayang"! Jawab Daz


" Ya sudah hati- hati nanti " Kata Alea


Setelah pamit pada Dion Alea dan pun pergi meninggalkan rumah sakit setelah mengantar Alea kembali ke mansion Daz pun langsung melajukan mobil nya menuju markas.


" Dimana mereka ? " Tanya Daz pada salah satu mafioso.


" Mereka di ruang penyiksaan tuan" Jawabnya.


Brakkkkk


Daz mendorong pintu dengan kasar.


" Daz " Ujar alex dan jo yang berada di dalamnya.


" Jadi dia? " Tanya Daz


" Iya dia lah yang mengemudikan truknya" Jawab jo.


Daz pun mengambil pistol yang ada di atas meja lalu menembakkan peluru itu tepat di kaki pria tersebut.


" A_ampun tuan saya hanya disuruh" Jelasnya.


" Siapa yang menyuruh mu? " Tanya Daz


" Namanya Paula ya Paula " Ujar pria itu.


"Ah Mungkin dia sepupu jauhnya cakra Nana sempat cerita kalau dia pernah ada masalah dengan yang namanya Paula saat di rumah cakra" Ujar alex


" Cari informasi tentang nya sekarang " Perintah Daz.


Tak perlu waktu lama jo pun berhasil mendapatkan informasi tentang Paula .


"Apa dia orangnya? " Tanya Daz.


" Be_ benar tuan " Jawabnya.


" Baiklah kau tak di perlukan lagi" Ujar Daz.


Dorrr


Dorr.


Peluru yang di tembakan Daz pun tepat mengenai dada pria tersebut sampai dia muntah darah dan meregang nyawa.


" Suruh mereka membawa gadis sialan itu kemari" Perintah Daz.


" Bagaimana keadaan yaya Daz? " Tanya jo


" Tidak baik, kondisi nya koma " Ujar Daz dengan raut sedih.


" Sialan akan ku buat gadis itu nanti meregang nyawa" Marah jo.


Paula baru saja keluar dari Salah satu mall, saat dia hendak menuju parkiran mobil nya tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depannya dan keluar lah beberapa orang yang langsung menyeretnya masuk.


"Siapa kalian!! " Panik Paula.


" Tolong-tolong " Teriaknya.


Bawahan Daz pun merasa kesal dia langsung memukul tengkuk Paula yang langsung membuat Paula pingsan.


Byurrrr salah satu mafioso menyiram Paula


Siraman air dingin langsung membangunkan Paula yang sudah di Letakkan di dalam penjara besi.


" Tolong- tolong, lepaskan aku? " Teriak Paula.


" Berteriak lah dengan keras takkan ada yang bisa menolong mu" Kata Daz yang baru masuk di iringi alex dan jo.


" Siapa kalian? Apa salah ku? " Tanya Paula frustasi.


" Kau tau orang yang ingin kau bunuh adalah adik kami" Kata alex


"Siapa adik kalian? " Tanya Paula


"Nana kekasihnya cakra yang kau bayar orang untuk mencelakai mereka" Ucap Daz


Deg!


" Maafkan aku! " Mohon Paula.


" Tak ada maaf untuk mu yang sudah berani bermain-main dengan kami" Kata jo.


" Tolong jangan bunuh aku" Mohon Paula


" Seperti tak mungkin kami tak membubuhkan mu" Kata alex


Penyiksaan pun di mulai dengan Daz yang menembakkan peluru tepat mengenai bahu Paula. Di susul dengan alex dan jo yang menyiksa nya sampai Paula yak. Bernyawa.


Kemudian mereka pun membuang mayatnya ke jurang.


Tinnnnnnnn , pendeteksi jantung berhenti.


" Nana!!!! "