
Pagi harinya tepat pukul enam lewat dua menit. Nana terbangun.
" Hooaaamm " Nana membuka matanya beberapa kali sambil menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya. Nana menoleh sebelah kanan memandang sang suami yang tengah tertidur lelap.
" Uh tampan nya Nana " Ucap Nana gemas mencubit pipi Cakra , hingga sang empunya bangun merasa tidur nya terusik, Cakra pun membuka matanya perlahan.
" Sayang" Panggil nya dengan penuh Lembut .
Di lihatnya jam dinding baru menunjukkan pukul 06:05.
" Sayang masih pagi banget, ayo tidur lagi " Ajaknya.
" Apaan mata hari udah mulai timbul sayangku " Ucap Nana.
" Tidur lah sebentar lagi" Ajak Cakra menarik Nana ke dalam pelukannya.
" Sayang lepas aku mau bangun ih" Ujar Nana.
" Kenapa yank? " Tanya Cakra menatap Nana.
" Lepas sayang aku mau bangun mau ke kamar mandi terus mau ke bawah bikinin kamu sarapan " Jelas Nana.
" Mendengar Nana akan membuat kan sarapan untuknya pun sontak bibir Cakra tersenyum senang.
" Baiklah sayang " Kata Cakra seraya melepaskan pelukan nya.
"Jangan lama sayang!! " Teriak Cakra pada Nana yang sudah berlari menuju Kamar mandi.
Tak lama Nana pun sudah keluar juga dari kamar mandi agak lama lebih dari 15 menit ya maklum ternyata Nana sekali mandi author kira eh ternyata mandi juga.
Setelah mandi dan berpakaian Nana langsung turun menuju dapur untuk menyiapkan sarapan Cakra sendiri padahal sudah banyak maid di sana.
" Ada perlu sesuatu nyonya? " Tanya seorang maid.
" Tidak ada , aku hanya ingin memasak sarapan untuk suami ku" Jawab Nana.
" Bair kami saja nyonya" Tolaknya.
" Tidak biar aku saja " Kata Nana.
Para maid pun menuruti perintah Nana, sesekali membantu menyiapkan bahan masakan. Kini Nana sudah selesai menyiapkan nasi gorengdqn beberapa telur ceplok.
" Matang juga" Ucapnya.
" Biar kami menata nya ke piring nyonya" Ujar maid.
" Baiklah kalau begitu Terimakasih, aku akan kembali ke kamar untuk membangunkan suami ku" Kata Nana.
" Baik nyonya" Sahutnya.
Nana pun kembali ke kamar di lihatnya Cakra masih bergelut dengan selimut.
" Sayang bangun " Ujar Nana menggoyangkan lengan Cakra.
" Emmm, sayang " Kata Cakra dengan suara serak. Khas orang baru bangun tidur,
" Bangun sayang, langsung mandi aku udah masakin kamu sarapan " Ujar Nana.
" 5 menit lagi " Tawar Cakra.
" Ya sudah kalau begitu masakan ku aku kasih ke para maid saja kamu lambat " Kata Nana. Berpura-pura ingin keluar Kamar.
" Jangan sayang, iya iya aku mandi sekarang " Kata Cakra langsung saja bangkit dari tempat tidurnya, dan berlari menuju kamar mandi.
Nana menggelengkan Kepala melihat tingkah Cakra.
Nana pun menyiapkan baju kerja Cakra.
Tak lama Cakra keluar dari kamar mandi.
" Ini sayang udah aku siapin bajunya" Ujar Nana meletakkan nya di atas kasur.
" Makasih sayangku, perhatian sekali sih" Ucap Cakra senang.
" Emang istri idaman " Batin Cakra.
Cakra sudah berpakaian terakhir tinggal memakai dasi dan jas saja.
" Sini biar aku yang pasangin " Kata Nana mengambil dasi dari tangan Cakra da memakaikannya.dan setelah itu tinggal memakai jas saja.
" Tampannya suami ku" Puji Nana.
" Cantik nya istri ku " Balas Cakra.
" Ayo Sarapan, setelah itu Nana berangkat ke kampus ya" Ujar Nana. Saat ini Nana juga tengah siap dia memakai celana jeans panjang, baju kaos hitam polos over size, namun sangat pas di tubuh Nana.
"Biar aku yang antar sayang" Ujar Cakra.
Mereka bercakap-cakap sambil menuju meja makan.
" Wah nasi goreng, kamu bikin sendiri sayang ? " Tanya Cakra.
" Tentu, tapi di bantu para maid juga sih" Ujar Nana.
Hap.
Cakra menyendok kan nasi goreng ke mulut nya.
" Emmmmm"
" Gimana? " Tanya Nana.
" Enak banget sayang " Ujar Cakra, dengan dua jempol nya memuji masakan Nana.
" Makan yang banyak " Ujar Nana.
" Kamu makan juga" Suruh Cakra.
Nana dan Cakra sudah menyelesaikan sarapan mereka.
" Aku antar kamu duku sayang " Ujar Cakra.
" Emang gak papa, nanti kamu telat lagi" Ujar Nana.
"Aku kan bosnya sayang" Sahut Cakra.
" Iya deh boskuu " Ujar Nana.
" Tunggu di mobil Nana ambil tas dulu ke kamar" Ujar Nana.
" Pelan-pelan sayang nanti jatuh " Ujar Cakra melihat Nana berlari masuk ke dalam lift.
Semua keperluan Nana di rumah ini sudah di lengkap Cakra mulai dari baju tas. Bahkan buku pelajaran nya juga ada.
Nana pun mengambil tas dan beberapa buku pelajaran nya. Dan segera turun ke bawah takut Cakra kelamaan nunggu dirinya.
" Ayo jalan " Ujar Nana sudah masuk mobil dan duduk di depan samping Cakra.
Mobil Cakra melaju di jalan dengan kecepatan rata-rata.
Tibalah mereka di pintu gerbang kampus.
" Turun sini aja sayang " Ujar Nana.
"Kenapa kan masih jauh? " Tanya Cakra.
" Coba lihat " Tunjuk Nana , ternyata para sahabat nya tengah menunggu nya tak jauh dari pintu gerbang.
" Anak curut udah nunggu " Kata Nana. Sambil terkekeh.
" Ya sudah hati-hati ya sayang" Ucap Cakra.
Cup
Cakra mencium kening Nana saat Nana ingin turun. Nana pun termenung sejenak.
" Gak jadi turun sayang " Goda Cakra.
" Eh, jadi jadi" Ucap Nana sambil membuka pintu mobil.
" Bye sayang" Ujar Nana dengan malu.
"Iya sayang, nanti aku jemput pulang nya" Kata Cakra. Dan dia melajukan mobil nya meninggal kan kampus Nana.
" Yo bestie " Sapa Sinta yang melihat Nana menghampiri mereka.
" Eh roman- romannya pengantin baru lagi seneng nih" Goda Mahen.
" Apasih hen" Ujar Nana.
" Iya nay kenapa lo, muka lo aja sampe mean gitu ? " Tanya fira.
" Enggak ko " Ucap Nana memegangi pipinya yang masih terasa panas karna malu di cium sang suami tadi di mobil.
" Yakin nih? " Tanya Sinta.
" Udah berhenti" Kata Nana.
" Hahahaa, baiklah " Ucap mereka menertawakan Nana.
" Gimana rasa malam pertama Nay? " Bisik fira.
" Sakit seperti di gigit harimau " Jawab Nana.
" Yang bener lo Nya? " Teriak Fira tak percaya.
" Ayang kenapa sih teriak-teriak" Heran Mahen.
" Enggak ko ayang" Ujar Fira.
" Kalo gak percaya coba aja sama Mahen " Ucap Nana membuat fira menatap tajam ke arahnya.
" Hehehe" Tawa Nana.
" Apa sih ayang, kalian ngomongin apa? " Tanya Mahen.
" Gak ada!! " Tegas Fira.
" Bisa bisanya Nana ngasih saran begitu nyesel gue udah nanya tadi" Batin Fira
" Ya sudah ke kelas yo ayang" ajak Mahen.
" Ayo" Ucap Fira dengan cepat. Takut Nana menggoda nya lagi.
" Gak mau nanya lagi nih !!! " Teriak Nana.
Fira terus berjalan mengandeng Mahen tanpa menghiraukan teriak sahabat nya itu.
" Hhaa" Tawa Nana.
" Kalian kenapa sih? " Heran Sinta.
" Tadi itu si Fira nanya gimana rasanya malam pertama "
" Terus " Sela Sinta.
" Ya gue bilang kalo mau tau rasanya bisa coba sama Mahen " Ucap Nana.
,sontak Sinta langsung tertawa." Aje gila lawak bet lo" Ujar Sinta.
Mereka pun mengobrol sampai akhirnya sampai di kelas ekonomi bisnis.