Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
terluka lagi



Di tengah perjalanan mobil yang dilajukan Natan mendadak berhenti Karna di halangi beberapa mobil dan hampir 20 orang berpakaian hitam serta bertopeng keluar dari mobil.


Natan pun terkejut, sementara Nana yang baru bangun dari tidurnya berusaha mengumpulkan nyawanya, Nana kira mereka sudah sampai di mansion Karna mobil yang berhenti,tetapi ternyata Nana salah mereka berhenti di pertengahan perjalanan.


" Sialan kita di kepung" ucap Nana pada Natan.


Natan pun berusaha menghubungi seseorang di telpon . Dan Nana segera mengirim simbol darurat pada sang Abang nya di markas.


"Dad kami di hadang sekelompok orang di jalan .El kirim lokasinya" ucap Natan ya dia menelpon Daddy nya meminta bantuan. Natan pun mematikan sambungan teleponnya.


Sementara Nana sudah siap keluar dengan pistol sebelah kanan dan pisau lipatnya di sebelah kiri.


Takk.. lempar Nana sebuah pistol lagi pada Natan ,Natan pun.langsung menangkapnya.Dan mereka pun keluar mobil sambil memegangi senjata masing-masing, lawan mereka pun tak kalah senjata para komplotan yang menghadang Nana dan Natan juga membawa senjata terlebih mereka juga membawa pistol. Tanpa berlama lama Nana langsung menyerang mereka membabi buta. Dorr..


Dor...


Dorr.. beberapa tembakan di lepaskan Nana dan mengenai para penjahat bertopeng.


BUGH... BUGH..KRAKK ....Nana memukul, menendang dan mematahkan tulang orang itu.


"Akhhh".... Rintih kesakitan orang itu.


" Serang dia , bunuh Meraka" kata salah satu dari Meraka yang Nana yakini dialah ketuanya.


Slash.... Pisau lipat Nana menyayat pinggang lawannya.Sementara Natan juga menyerang mereka tanpa ampun serta menembaki mereka.


'sisa tiga orang lagi'pikir Nana.


Nana pun kembali melepaskan tembakannya.


Dor... Dorr... Dor...


Lawannya pun tumbang terkena timah panas Nana tepat di kepalanya. Natan pun juga berhasil menghabisi beberapa dari Meraka. Tapi yang Natan kira mereka sudah mati ternyata masih ada seorang lagi yang memiliki kesadaran dan sempat mengambil pistol menembakkannya ke arah Natan.


Namun Nana yang melihat kejadian itu pun langsung menembakan pistolnya ke arah orang tersebut sambil berlari ke arah Natan


"NATANNN.....!!!" TERIAK Nana


Dorr ....


Dorr.... Suara tembakan berbarengan. Tembakan Nana kembali berhasil mengenai lawannya. Namun juga tembakan lawan berhasil mengenai perutnya Karna dia tepat berdiri di belakang Natan.


"Akhhh... " Rintih Nana kesakitan sambil memegangi perut yang berdarah.


"NAYA!!!" Panik Natan melihat Naya yang sudah terjatuh,Menahan sakit di perutnya.


Tak berselang lama rombongan mobil pun datang ternyata Daddy Devan, serta anak buahnya sampai. Berserta Abang Alex dan beberapa bawahannya.


" NATANNN!! "


"NAYA!!" Ucap Daddy Devan dan Abang Alex berbarengan.


Mereka pun menghampiri keduanya , Natan yang dari sudah memeluk Nana, bahkan bajunya sudah penuh dengan darah Nana.


Nana menatap Natan dengan mata sayu.


" Bertahan ay!!!!, Jangan tutup matamu" perintah Natan yang berusaha menutup luka dengan kain ,untuk menahan darah Nana keluar begitu banyak.


Natan menggendong Nana dan berlari menuju mobil, Alex yang melihatnya pun langsung menyusulnya setelah memberi perintah pada bawahannya untuk membereskan sisanya.


Mobil yang di kendarai Alex melaju dengan cepat ,membelah jalan menuju hospital dengan Natan dan Nana yang menjadi penumpang nya.


Serta Daddy Devan dan beberapa bawahannya mengikuti mobil mereka di belakang ,Natan terus berusaha membuat Nana agar tetap sadar . Tapi Nana yang sudah merasa mengantuk sangat ingin tidur. Dia menatap sayu wajah Natan, ia merasa lelah dan tubuhnya juga merasa sangat sakit.


" Natan aku ngantuk " bisik Nana


" Jangan jangan tidur Nana " berusaha membuat Nana tetap sadar. Dengan wajah yang memerah dan air mata yang sudah mengalir di pipinya.


" Tahan ay !! Sebentar lagi kita akan sampai" ucap Natan.


" Nat ma-maff " ucap Nana yang sudah tidak bisa lagi Menahan sakit nya pun menutup matanya dengan sempurna yang membuat kepanikan sangat.


Alex pun semakin mempercepat laju mobilnya, tak lama Meraka pun sampai di hospital, sesampainya nya di sana Natan pun langsung membawa Nana turun memasuki rumah sakit


" Suster tolong!!!!" Teriak Natan panik.


Beberapa perawat pun datang dengan membawa banker dan langsung membawa nya ke ruang ICU.


Sesampainya nya di ruang ICU Nana langsung di tangani beberapa dokter.


Natan Alex dan Daddy Devan pun duduk di kursi tunggu.


"Jangan tinggalin aku nay, kamu harus selamat" lirih Natan yang menangis.


" Yaya pasti selamat, dia itu sangat kuat " lirih Alex .


Daddy devan pun terus menenangkan sang anak.


Setelah beberapa jam Nana di tangani


Ceklek...


Pintu ruang ICU pun terbuka ..Natan Alex dan Daddy pun bergegas menghampiri sang dokter


"Gimana keadaannya dokter" ucap Alex


"Maafkan saya, pasien kritis awalnya " kata dokter


"Maksud dokter" tanya natan dengan emosi


" Namun kami berhasil menangani nya, Dan kini pasien kekurangan darah kami sedang mencari stok darah di rumah sakit ini" jawab dokter


"Ambil darah saya " ucap Alex berbarengan dengan Natan


" Pasien memerlukan darah Ab " kata dokter lagi


" Ambil darah saya ab " kata Alex


Alex pun langsung di bawa perawat keruangan lain untuk pengambilan darahnya.


" Luka nya sangat parah dad" kata Natan sambil menatap Nana yang terbaring di brankar dengan alat bantu pernapasan nya.


" El tenang saja naya sudah di tangani dokter dengan baik tadi, sekarang kita fokus pada penyembuhan Naya ya" ucap sang Daddy.


Drapp...


Drapp....


Drapp...


Suara langkah bersahutan terdengar menuju ruangan VVIP tempat Nana di rawat . Ya Nana sudah di pindah kan keruang rawat Karna massa kritis nya sudah lewat.


" Bagaimana dengan Naya " tanya mommy Yuri .ya yang datang mommy Yuri


seorang laki laki yang hanya Natan yang kenal di adalah Dazian yang sudah mendapat kabar dari Alex kalau adik kesayangan mereka kembali di serang dan terluka. Dengan tergesa gesa Daz berangkat dari kota A menggunakan pesawat jet pribadinya.


" mommy tenang Naya sudah lewat massa kritisnya" ucap Natan


" Sialan bajingan Fred m, semua gara gara dia " ucap Daz sambil memandang sendu sang ading yang tengah terbaring di brankar.


" Dia siapa sayang " bisik mommy Yuri pada Natan tapi masih bisa terdengar oleh dazian


Daddy pun penasaran dengan lelaki yang datang .Dazian pun memperkenalkan dirinya.


" Saya Dazian kakak angkatnya Naya tante ,om" ucap Daz mengulur kan tangan nya memperkenalkan dirinya. mommy Yuri dan Daddy Devan pun mengangguk.


" Saya Yuri Zen dan ini Devan Zen, kami orang tua Natan" ucap Yuri menyambut tangan Daz . Dan Devan pun menyalami nya bergantian.


Alex pun datang Karna di dia sudah selesai transfusi kan darahnya buat Nana.