Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
Di ratakan



" Lo udah ngasih tau Aksa? " Tanya Sagara.


" Udah Queen kirim pesan " Jawab Queen.


" Gawat! " Kata Sagara.


"Apa sih Gar? " Tanya Kevin.


" Lo tau kan bucinnya Aksa sama Queen, pasti tu anak, mencak mencak di tinggal Queen " Ujar Sagara .


" Pastinya" Sahut Rakha.


" Akhirnya Ofa bisa lurusin pinggang " Keluh Jofa.


Kenzo, Kevin Sagara dan Queen pun mulai membersihkan diri setibanya di apartemen. Ada juga Joga yang sudah mulai rebahan. Dan Rakha membuka laptop nya. Mencari data- data yang mereka inginkan.


Ke esok kannya Aksa yang malam tadi tertidur saking lama nya menunggu notifikasi dari Queen. Setelah bangun Aksa langsung mengecek ponsel berharap ada pesan masuk dari Queen dan benar ada 1 pesan dari Queen.


" Aku pamit, mungkin 1 minggu lagi balik" Isi pesan dari Queen.


Cemas itu yang di rasa oleh Aksa, otaknya mulai berpikir kemana Queen, Aksa pun langsung menghubungi ponsel Queen berkali-kali namun tak ada satu pun tanggapan.


Arghhhhh.


Aksa mengacak rambut nya frustasi, lalu memutuskan bersiap untuk berangkat sekolah.


Di London.


" Jangan lupa bawa pistol dan beberapa peledak " Ingati Sagara pada intinya.


" Meraka yang mengacau kasino ku harus habis" Ujar Sagara lagi.


Black Ocari perlu diketahui Black Ocari merupakan kelompok mafia yang berkuasa di daerah nya.


Misi mereka kali ini ialah meratakan Black Ocari hingga tak tersisa, itulah akibatnya karena telah berani merusak 1 kasino Sagara, hanya karena kasino mereka kalah saing.


Mereka berenam, memakai pakaian serba hitam dan mengendarai motor Masing-masing agar lebih mudah bergerak nantinya. Meraka juga membawa beberapa penembakan jitu yang di siapkan Rian, untuk membantu meraka.


Setelah hampir satu jamjam di perjalanan mereka pun sampai di sebuah bangunan gedung tua yang di jadikan markas oleh Black Ocari.


Rakha segera membuka laptop nya merentas CCTV lawan. Agar memudahkan mereka menjalankan misinya.


" Jadi mulai dari mana? Mereka terlihat aman bahkan sangat mudah untuk kita lumpuhkan " Kata Rakha.


Kenzo yang pengatur stategi pun mulai berbicara.


" Karena mereka telihat lengah kita serang saja dari pintu utama, para penembak. Jitu kita tempatnya tak jauh dari sana" Ujar Kenzo.


" Oke mulai bergerak, siapkan senjata kalian" Perintah Sagara lewat earphone jadi semua mendengar dan langsung bergerak pada posisi meraka yang sudah di tentukan.


Jofa dan Queen yang paling lincah bergerak, meraka sangat bersemangat karena beberapa lama tak ada misi.


Di posisi belakang gedung Sagara juga menempatkan beberapa mafioso nya, dan membawa beberapa bahan peledak.


Mafia Black Ocari memiliki 5000 pasukan. Sedangkan Sagara hanya membawa kurang lebih 200 orang saja termasuk para inti. Sagara sengaja tak membawa banyak pasukan karena dia tau seberapa tingkat lawannya.


Sagara mulai menginstruksikan Mafioso yang bertugas di belakang, untuk meledakan belakang gedung agar memecah konsentrasi mereka.


" Tim D bersiap dalam. Ledakan! " Perintah Sagara .


Duarr


Duarrr..


2 kali ledakan terdekar di belakang gedung bahkan menghancurkan dinding gedung tua tersebut.


Banyak dari mereka mengalami luka ringan akibat ledakan keluar dari gedung namun mereka di kejutkan dengan para inti yang sengaja menghadang mereka.


" Siapa kalian? " Tanya mereka pada inti Azzura rose.


" Malaikat pencabut nyawamu" Ujar Kevin datar.


Queen tersenyum smirk, membuat siapa saja yang melihat nya seketika merinding dengan tatapan dari inti Azzura rose.


Sagara bersiap seketika mengambil katana kesayangan nya yang melekat di punggungnya.


Queen juga bersiap mengambil 2 pistol. Begitu pula Kenzo dan Kevin. Sedangakan Jofa hanya menggunakan Pisau lipat yang memang ciri khasnya bermain dekat. Berpura-pura polos padahal sangat licik mengelabui lawan.


"Untung saja bawa ini" Kata Rakha juga mengeluarkan peledak dari dalam tasnya.


" Yuhuu, gue nwa ini nih, tangga Ofa" Suruh Rakha melemparkan nya pada Jofa.


" Oke siap" Peledak pun jadi bahan mainan mereka.


" Ka Queen sambut" Ujar Jofa menendang nyankearah Queen, Queen pun tanpa basa basi langsung menendang ke arah lawan yang semakin banyak keluar dari gedung.


Duarrr.


Duarrr..


"Sial, mereka memakai Granat, kesal ketua meraka.


" Semuanya jangan mau kalah lempar kan juga peledak kita" Teriak slaah satu dari lawan.


" Sudah cukup mainnya ayo selesai kan " Perintah Sagara.


Namun sebelum itu Queen lebih dulu menghadiahi nya dengan beberapa perluru yang sengaja di lepas Queen.


Pihak musuh pun mulia melawan para inti Azzura rose, hingga mereka melupakan peledak.


Dor.


Dor.


Pertempuran pun kini berubah jadi srius,bahkan senjata mereka juga bukan main-main. Kini Sagara melawan ketuanya dan Queen melawan tangan kanan ketua Black Ocari.


Slshhh


Katana Sagara mengenai bahu, Roni ketua Black Ocari.


" Anak sial*n kau bocah" Sarkas Roni pada Sagara.


" Bocah ini pun bisa membunuh mun pak tua, lihatnya anggota mu yang berjumlah ribuan, malah kalah dengan anggota ku yang hanya beberapa ratus saja" Jelas Sagara. Mereka telah menghabisi semua anggota lawan.


" Apa salah kami? " Tanyanya.


" Salahmu mengganggu kasino ku" Jawab Sagara.


Slahshhhh


Dengan mudahnya Sagara memutung kepala Roni tanpa gemeter sedikit pun.


" Misi selesai " Ujar Rakha mengangkat tangannya, melihat kan berkas aset milik mafia Black Ocari.


" Emang si bodoh naruh aset di markas." Ujar Queen.


" Lumayan nambah kekayaan" Kata Jofa.


Setelah keluar dari sana Sagara memerintah Bawahannya untuk meledakan habis sisa bangunan.


Di sekolah


Aksa bolak balik , Aksa menyadari Queen pasti pergi dengan para inti Azzura rose. Karena merka kompaknya sudah 2 hari ini tak pergi sekolah. Bahkan Raisya juga tak ada di sekolah n, siapa lagi yang bisa Sagara tanyai.


" Kamu di mana sayang? " Cemas Aksa. Niat Sagara pulang nanti mampir ke mansion Cakra, menanyakan dimana tunangannya.


Inti Alaska pun manatap miris Aksa yang selah kehilangan semangat hidupnya, terasa lebay ya, yang itu emang lebay.


" Udah lo coba hubungin? Sagara atau yang lainnya " Saran Bian


"Ratusan kali" Singkat Aksa


Pulang sekolah Aksa langsung mampir ke mansion Cakra.


" Eh Aksa ada apa? " Tanya Cakra pada Aksa setibanya Aksa di rumah Cakra.


" Queen Sama yang lainnya kemana om? Tanya Aksa.


" London " Jawab singkat Cakra.


" Apah!! Untuk apa? " Tanya Aksa.


" Ada misi" Jawab Cakra.


Telpon Aksa berdering, muka Aksa langsung sumringah saat Queen yang sedang menelpon nya.


" Sayang kamu di mana? " Tanya Aksa langsung.


" Aku di London sayang " Jawab Queen.


" Pulang sekarang ya kalau perlu aku jemput " Ujar Aksa.


" 3 hari, aku masih jalan - jalan sama belanja" Ujar Queen


" Pulang sayang " Rengek Aksa.


" No" Ucap Queen langsung mematikan sambunhan telpon nya.


" Gini nih alasan gue gak mau bilang gue pergi kemana sama Aksa " Kata Queen pada abangnya.


" Iya bucin aku gak bisa pisah pantat langsung nyariin" Jelas Sagara.