
Hari ini sepulang dari sekolah Queen sudah janjian dengan Melisa untuk jalan ke mall tentunya queen sudah izin terlebih dahulu pada Sean untuk membawa calon aunty nya tersebut jalan jalan, shopping shopping kuras uang uncle Sean.
," Abang ikut kita kan ke mall? " Tanya Queen pada Sagara sesampainya mereka di mansion.
" Malas! Pengen bocan" Jawab Sagara.
" Bocan! Bocan! Emang abang bencong " Ledek Queen.
" Bencong dengkul mu! Abang ganteng lari purna gini" Sewot Sagara.
" Bencong juga ada yang ganteng bang " Jawab Queen.
Sagara menepuk jidatnya" Astaga ade, abang masih normal kali" Ujar Sagara.
" Bagus lah" Ujar Queen mangut-mangut menuju kamarnya.
Setelah selesai bersiap, Queen turun kemudian duduk di ruang tamu memainkan ponselnya sambil menunggu Melisa datang.
Fing....
Notifikasi pesan masuk. Queen pun membuka ponselnya.
Aksara:)
Malam ini sibuk gak?
Aku
Enggak
Aksara:)
Mau jalan?
Aku
Boleh! Kemana?
Aksara;)
Nyari makan aja!
Aku
Oke, jemput jam 8 .
Aksara;)
Oke, bye
Pesan singkat dari Aksara membuat Queen senyum-senyum sendiri.
" Kerasukanlo lo de ? " Ujar Sagara.
" Ya kerasukan jin cinta" Jawab Queen.
" Merinding gue" Kata Sagara menggedik bahunya melangkah menuju dapur ingin mengambil minum.
. Sama halnya dengan Queen Aksara pun juga sedang berbunga-bunga ,sehabis pulang dari sekolah tadi Aksara bukan langsung pulang ke apartemen melainkan dia serta ke 4 inti Alaska mampir dulu ke markas mereka.
" Heh !si paketu senyam senyum sendiri guys " Kata Ino.
Puk!
Bian menepuk bahu Aksara, seolah ingin menyadarkan nya.
" Kenapa? " Tanya Aksara, masih dengan senyum manisnya.
" Ambil wudhu Sa! " Kata Bian.
" Hahahhaa! " Tawa inti Alaska.
" Emang dia ketempelan? " Ujar Rangga di sela tawanya.
" Ketempelan jin cinta tuh" Sahut Bryan.
" Betul betul betul! " Ujar Ino.
" Udah mirip si kembar botak lo" Kata Bian.
Di ruang tamu Queen sedang mengobrol dengan Sagara, Queen sedang menunggu kedatangan Melisa yang tadi baru di beri tahu baru selesai mengajar matkul.
Tak berselang lama mereka mendengar suara motor di depan Mansion, bukan suara motor sport tapi suara motor matic.
Dan tak menunggu lama Akhirnya melisa yang di tunggu pun datang dan langsung menemui Queen.
" Maaf ya ade aunty baru datang, pasti kamu lama nunggu nya" Kata Melisa tak enak.
"Enggak ko aunty , santai aja mau langsung pergi atau ganti baju dulu! " Tanya Queen pada Melisa.
" Langsung aja, soalnya tadi aunty udah ganti baju" Jawab Melisa.
" Ade lapar? " Ujar Melisa balik nanya.
" Enggak aunty " Jawab Queen.
" Abang ikut gak? " Tanya Queen.
" Gak ah males jadi kuli angkut barang" Jawab Sagara. Sudah bisa di pasti kan jika Sagara ikut dia akan di jadi kan kuli angkut barang mereka. Karena hal itu sudah sering terjadi.
" Padahal lumayan lo? Kata Queen sambil memperlihatkan black card milik sean.
" Ade kan juga punya banyak " Ujar Sagara.
" Ya beda lah bang, yang gratisan lebih nikmat " Sahut Queen. memasukkan black card nya kembali ke tas. Kecilnya, cukup buat kartu uang dan ponselnya saja.
Sagara geleng-geleng melihat kelakuan adik ya itu.
Jadilah Queen dan Melisa hanya pergi berdua. Tentunya di ikuti dengan beberapa pengawal bayangan Queen yang tak terlihat kecuali dalam ke adaan mendesak saja. Demi menjaga keamanan calon aunty nya. Mereka segera berangkat menuju salah satu mall milik Cakra.
Awalnya Melisa menjalin hubungan dengan Sean dia tak yakin dengan dirinya sendiri, dia sempat minder, insecure, bahkan merasa tak pantas jika dirinya bersanding dengan Sean yang notabene nya dari keluarga konglomerat. Namun Sean menunjukkan padanya. Kalau keluarga mereka berbeda, bahkan keluarga melisa pun sempat tak setuju pada hubungannga dengan Sean di karena keluarga meraka yang biasa saja. Namun semakin lama keraguan itu pun menghilang berkat pembuktian dari Sean.
Meraka pun sampai di mall, Queen langsung menarik Melisa menuju toko pakaian dengan merek yang terkenal.
," Ayo aunty pilih dong " Kata Queen.
" Aunty gak tau selera ade" Jawab Melisa.
" Bukan buat ade buat aunty sendiri " Kata Queen.
" Eh! " Dengan ekspresi terkejut Melisa.
" Ya udah kali gitu biar ade aja yang pilihkan buat aunty " Kata Queen, mengambil beberapa baju yang di rasanya akan cocok jika di pakai Melisa.
Satu dua sampai 10 baju. Bahkan juga ada sepatu tas, Sudah ada di tangan Queen.Melisa diam tak bergerak melihat Queen yang memilih pakaian di bantu staff.
" Aunty mau coba dulu ? " Tanya Queen.
" Enggak" Tolak Melisa.
" Semuanya buat aunty " Kata Queen.
" Ade, ini terlalu berlebihan" Ucap Melisa melihat belanjaan yang di pilihkan Queen terlalu banyak.
" Gak papa aunty, ini juga bisa aunty pakai ke kampus, lagian bayarnya juga bukan pakai uang ade, ini semua pakai uang uncle Sean " Ucap Queen cengengesan.
Melisa pun pasrah menerima apapun yang di pilihkan dan di belikan Queen untuknya.
Ternyata belanjaan Queen dan Melisa lumayan banyak, hingga Queen memanggil pengawal nya untuk membawa belanjaan mereka.
" Mereka siapa de? Tanya Melissa pada Queen.
" Oh, mereka pengawal kita aunty " Jawab Queen.
" Kita makan dulu yuk aunty Queen udah capek sama Lapar" Queen mengajak Melisa ke food court . Setelah mendapat tempat duduk mereka mulai memesan makanan.
Mereka berdua makan sambil mengobrol, Melisa merasa sudah tak canggung lagi pada Queen, karena sikap Queen yang asik, dengan tingkah lucunya. Pantas saja Queen menjadi kesayangan keluarga pratama pikir Melisa.
" Aunty ngajar dimana? " Tanya Queen.
" Aunty ngajar di. Universitas Bangsa " Jawab Melisa.
" Banyak cogannya gak. Aunty? Tanya Queen lagi.
" Banyak dong, buaya darat yang sering bilang assalamu'alaikum ukhti Juga banyak " Jawab Melisa terkekeh.
" Hahhaa, pasti aunty banyak yang naksir " Kata Queen.
Melisa menanggapinya dengan senyuman.
" Uncle Sean beruntung ya bisa dapetin aunty " Ujar Queen.
" Enggak, aunty yang beruntung Sean bisa suka sama aunty " Bantah Melissa.
" Aunty terlalu merendah" Ujar Queen dengan tawanya.
" Itu kenyataan nya " Kata Melissa.
Tak jauh dari meja Queen ada seorang wanita yang sedang emosi mendengar percakapan Queen dan Melisa. Awalnya dia tak sengaja melihat Queen makan di food court, dia pun ingin menghampiri nya. Namun di sana dia melihat Queen tak sendiri melainkan sedang bersama Melissa. Yang awalnya di tak tau siapa melisa hingga Queen berbicara tentang Sean dia pun paham siapa Melisa.
" Heh, berani dia mendekati Sean ku" Kata wanita tersebut.
" Tak bisa di biarkan ini" Ucapnya lagi.
Queen dan Melissa asik mengobrol dengan senangnya, hingga tiba-tiba seorang wanita datang dari samping membawa segelas air dan..
BYURRR.....