
Pagi ini Nana lebih pagi sampai di sekolah Karna mood nya sedang bagus, dia bersenandung keluar dari mobilnya. Berjalan menuju kelasnya.
" Bidadari surga sudah turun"
" Wah cantik banget "
" Siapa wow bareng Natan lagi"
" Bukannya Natan pacaran ya Sama Naya "
" Tapi Natan Cocok banget sih couple goals "
Bisik-bisik terdengar membuat perhatian nana yang sedang berjalan di koridor teralihkan mengikuti pandangan para siswa/i. Ya saat ini SMA BRATA tengah di hebohkan dengan kedatangan Natan dengan seorang gadis cantik , bagaimana yg tidak gadis itu memang memiliki paras yang cantik membuat para siswa terpukau dan para siswi ada yang menatap iri bahkan juga kagum , tapi masih manis Nana menurut author.
Nana melotot melihat Natan berjalan berdampingan dengan Cecil,ternyata gadis yang bersama Natan adalah Cecilia Cheung.
"Pantas saja di tak menjemput ku ternyata bareng Cecil" batin Nana kesal.
Di tengah lamunan Nana rupanya Natan dan juga Cecil sudah berada di depannya.
" Ay maaf aku bareng Cecil, Karna dia murid baru Di sini " ujar Natan
" No problem " ujar Nana melangkah menuju kelasnya meninggalkan mereka berdua. sesampainya Nana di kelas Fira dkk menyerbu Nana dengan berbagai pertanyaan.
" Naya Lo tau gak Natan bareng cewe lain datang" adu Fira
" Gue tau" ujar Nana singkat.
" Lo gak papa kan?" Tanya Anya
" Tentu " ujar Nana dingin
" Dia akrab banget anjir kata sih murid baru soalnya anak-anak liat Natan nganter ke ruang kepsek " ujar Sinta .
" Ko Lo santai banget si Nay?" Tanya Fira.
" Dia sahabat kecilnya Natan " ujar Nana
" What ko Lo tau sih?" Tanya Fira lagi
" Gue kemaren udah ketemu dia restoran saat makan bareng Natan " ujar Nana
" Terus?" Ujar Sinta.
" Yah di kenalin Natan , dan Lo semua tau gue di suruh Natan pulang sendiri Karna sahabat nya itu minta Natan temanin dia jalan-jalan "jelas panjang lebar.
" Sialan tuh Natan!! Bisa-bisanya dia nyuruh Lo pulang sendiri!" Marah Fira
" Udah Selow aja, lihat saja dulu " ujar Nana.
" Ingat filosofi sepatu, jika dia menyakiti mu berarti dia bukan ukuran mu, maka ganti saja sesuai ukuran mu ,biar nyaman di ajak jalan" ujar Sinta bijak
" Eeaaaaaa bijak banget si ibu" ujar Fira dan Anya sambil tertawa, Nana pun ikut tertawa membuat perasaan nya jadi lebih baik.
Setelah berjam-jam belajar akhir jam istirahat pun tiba. Masing-masing mereka menuju ke kantin mengisi perut yang cacingnya sudah demo, seperti biasa Nana dkk dan geng Tiger berkumpul satu meja.
" Hai boleh gabung" sapa cecil . Nana dkk dan geng Tiger pun terkejut melihat .
" Boleh duduk sini" ujar Natan . Padahal teman temannya belum menyetujui, tapi Natan sudah berbicara lebih dulu. Tak dengan Nana yang di samping nya.
" Halo gue Cecilia Cheung panggil Cecil" ujar Cecil memperkenalkan dirinya pada yang lain.
" Gue Jayden"
" Gue Damian"
" Gue Gabriel,dan disana ada Naya, Fira ,Sinta dan Anya" ujar Gabriel.
" Salam kenal " ujar Cecil ramah.
" Iya " jawab mereka kompak
" Siapa sih Nat gua dengar Lo pagi tadi datang bareng dia ?" Tanya Jay.
" Dia sahabat kecil gue yang pindah ke negara x " ujar Natan menjelaskan.
" Natan kamu makan apa ?.boleh coba gak aku dah lama gak makan beginian" ujar Cecil melihat bakso Natan , Natan pun mendorong mangkok bakso ke depan Cecil.
" Makan lah " ujar Natan.
" Suapin dong!" Ujar Cecil, dan Natan mau mau saja menyuapinya, yang membuat teman-teman nya melotot bah Nana dkk juga.
" CK ,caper " ejek Gabriel
" Natan bodoh padahal dia punya Nana di samping, gak liat apa muka Nana udah kesal" ujar Jay.
" Gue kenyang " ujar Nana yang baru sedikit memakan ramen nya. Melangkah meninggalkan kantin.
" Naya tunggu" ujar Fira dkk yang ikut pergi dari kantin mengejar Nana.
" Bodoh " ujar Gabriel yang ikut pergi di ikuti Jay dan Damian.
" Kalian pada mau kemana?" Tanya Natan .
" Nat, seperti nya teman temanmu tak menyukai ku" ujar Cecil dengan raut sedih.
" Engga mungkin mereka udah kenyang , makan lagi" kembali Natan menyuapi Cecil tak luput dari perhatian para pengunjung kantin.
" Nay Lo gak papa?" Tanya fira yang duduk di samping Nana sekarang mereka di taman sekolah banyak bangku-bangku yang bisa mereka duduki untuk bersantai.
" Gak " ujar Nana dingin.
" Bodoh tuh Natan , gak mikir perasaan Naya banget " ujar Gabriel datang-datang marah.
" Udah lah by Naya aja santai" ujar Anya.
" Benar tuh kata Gabriel Natan memang bodoh padahal ada Nana di samping nya " emosi Fira.
" Kelas yu bell udah bunyi tuh " ajak Sinta, dan mereka pun pergi ke kelas mereka masing-masing.
Setelah pulang sekolah Nana langsung menuju parkiran mobilnya .
" Duluan" ujar Nana pada Fira dkk.
" Oce" balas teman temannya.
Nana melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Karna moodnya hari ini sedang tidak baik akibat Natan dan Cecil.
Kringg...
Kringg.. dering telpon Nana terdengar, Nana pun langsung mengangkat.
" Halo mom"
"Naya bisa mampir ke mansion Zen ?" Tanya Yuri , ternyata si penelepon mommy Yuri.
" Sekarang?" Tanya Nana
" Iya sayang mommy ada sesuatu" ujar Yuri
" Baik mom" kata Nana, Nana pun tancap gas menuju mansion Zen. Tak lama mobil Nana pun sampai. Yuri yang mendengar deru mobil pun segera pintu depan .
" Mommy" sapa nana yang melihat Yuri de depan pintu menunggu nya.
" Ayo masuk sayang" ajak Yuri.
" Duduk dulu" suruh Yuri , Nana pun duduk di sofa. Sementara Yuri masuk ke dalam entah apa yang ingi. Di ambilnya. Tak lama Yuri datang dengan sebuah paper bag di tangan nya.
" Ini buat Naya" ujar Yuri menyerahkan paper bah pada Nana , Nana pun menyambut nya.
" Apa ini mom?" Tanya nana
" Buka aja" ujar Yuri.
" Wah banget bagus mom" ujar Nana yang melihat isinya sebuah dress .
" Pasti Cocok banget sama kamu " ujar Yuri. Dia sengaja membeli dress itu untuk Nana saat dia jalan-jalan ke mall.
" makasih mom" ujar Nana memeluk Yuri.
" Sama-sama sayang" ujar Yuri yang sudah menganggap Nana seperti putri nya sendiri.
" Mommy El pulang!!!" Teriak Natan yang baru memasuki mansion Zen
Tapi ternyata Natan tak datang sendiri melainkan membawa Cecil bersama nya, yang membuat kesalnya bertambah.
" Eh El sama siapa?" Tanya Yuri.
" Mommy lupa , ini Cecil mom Cecilia Cheung sahabat kecil Natan " ujar Natan
" Halo Tante apa kabar" sapa cecil dengan ramah
" Oh Cecil" ujar Yuri singkat sebenarnya Yuri tak terlalu menyukai Cecil kalau bukan Karna Natan menyukainya.
" Apa itu Tan ?" Tanya Cecil yang melihat paper bag di atas meja dan langsung mengambil nya.
" Wah bagus banget dress nya buat Cecil ya Tante" ujar Cecil
" Ini punya Naya" ujar Yuri merebut paper bag dari tangan Cecil dengan kasar. Ya begitu sikap Cecil yang membuat mommy Yuri tak menyukainya.
Sedangkan Naya hanya terdiam melihat interaksi mereka dan tersenyum tipis saat Yuri merebut paper bag dari Cecil dengan kasar.
" Terus untuk Cecil mana Tante?" Tanya Cecil
" Gak ada !!" Ujar Yuri
" Mom jangan ketus begitu, Cecil cuma nanya " kata Natan.
"Kan mommy bilang gak ada" ujar Yuri kesal dengan kelakuan sang anak.
" Nat aku suka dress itu" ujar Cecil memelas.
" Mom berikan saja dress-nya pada Cecil buat Nana nanti mommy belikan saja yang baru, anggap aja sebagai ucapan Karan Cecil balik lagi k sini mom." Jelas Natan
" Eh, gak bisa El ini khusus mommy beli buat Naya " tolak Yuri
" Ayolah mom , nay kasian Cecil" bujuk Natan
" Natannnniel!!!! Kenapa sih kamu Naya itu pacar kamu bukan dia " tunjuk marah Yuri pada Natan dan Cecil.
" Kamu malah belain dia " marah Yuri
" Ayo nay mending kita tinggalkan setan berdua ini" ujar Yuri menarik Nana menjauh dari sana . Yuri tau Nana pasti kecewa dengan sikap Natan lebih perhatian dengan Cecil dari pada Nana pacarnya sendiri.
" Entah jampe-jampe apa yang di buat Cecil sampai Natan dari dulu selalu menurut dengannya padahal sikap nya suka seenaknya" batin Yuri.
" Maafin El ya nay" ujar Yuri setibanya mereka di taman belakang.
" Maaf mom jujur Nana kecewa sama Natan, bahkan mommy tau kemarin saat Nana jalan sama Natan , Nana pulang sendiri Karna Natan mau menemani Cecil jalan-jalan, Natan berubah mom saat Cecil datang" adu Nana.
" Maafin mommy Nay " ujar Yuri merasa bersalah. Yuri tau Cecil lah cinta pertama Natan. Yuri sangat senang saat tau Natan sudah bisa membuka hatinya dengan Nana tapi ternyata Yuri salah. Perasaan Natan dengan Cecil belum sepenuhnya hilang.