
" tak perlu takut, ini takkan sesakit luka yang kau dan keluarga mu berikan padaku" ucap Nana yang kembali menempelkan pisaunya di wajah Sasa
" Lepasin gue Naya atau Lo bakalan menyesal Daddy gue bakalan bales Lo!!!!" Teriak Sasa .
" Yakin ? Bahkan Daddy kesayangan Lo itu juga udah gua habisin" tanya Nana
" Gak gak mungkin " ucap Sasa
" Lo tau bahkan kaka Lo yang kata si Fred tua Bangka pergi keluar negeri padahal aslinya juga udah mati di tangan gua" ucap Nana tersenyum sinis.
" Ngga, gak mungkin gak mungkin!!!!" Teriak Sasa histeris.
" Ya sekarang giliran Lo baru habis itu mama kesayangan Lo " ujar Nana
" Lo pasti bohong!!!" Ujar Sasa tak terima.
" Beneran loh" ujar Nana
" Hahahaha" tawa Nana senang melihat Sasa yang frustasi.
Sretttt......Nana menggores lengan Sasa dengan dalam.
" Akhhhhh" teriak kesakitan Sasa .
" Mari kita bermain sasa " ucap Nana seraya tersenyum smirk.
"Ja -jangan bunuh gua Naya!!" Ucap Sasa takut.
" Gak ada ampun buat Lo" ucap Nana seraya menyayat leher Nana dengan pisau lipatnya
" Akhhhh" rintih Sasa kesakitan.
" A-ampun" ucap Sasa menangis
" Sssttt!!! Diam lah aku lagi malas mendengar keluhan mu" kata Nana kemudian nana kembali menggores mulut Sasa hingga terlihat mirip Joker.
" Akhhhh sakit sekali " rintih Sasa
" Wah Yaya semakin kejam saja " ucap Jo yang masuk ke ruangan di iringi Daz.
" Tentu bang " ucap Nana sambil tersenyum
" Apa Sasa semakin cantik bang?" Tanya Nana
" Masih belum kayanya de" jawab Jo
Sretttt....
Nana memotong jari-jari sasa , Sasa yang masih setengah sadar pun hanya bisa menangis merintih kesakitan.
" Abang pinjam pedang dong " ucap Nana pada Jo
" Tunggu Abang ambilkan" ucap Jo , tak lama do datang dengan pedang kebanggaan nya.
Nana pun mengambil pedang yang di bawa Jo.
Srettt....
Nana memotong kaki Sasa dengan kejam, kemudian memotong tangannya juga.setelah itu Nana langsung menusuk jantung Sasa sampai tembus ke belakang. Dan darah pun menyembur keluar dari mulut Sasa. Sasa pun kejang-kejang dja mati seketika.
" Yah gak asik baru juga main" ucap Nana yang melihat Sasa sudah mati.
" Sekarang kamu bersihkan diri dulu de" ujar Daz
" Oke, bang suruh yang lain buang Sasa, di tempat yang bisa di temukan seseorang, dia sudah ku beri tanda mafia kita polisi takkan berani menyelidiki kematian nya " ujar Nana yang keluar dari ruangan penyiksaan.
Sesampainya di kamar pribadi Nana pun membersihkan dirinya dan mengganti pakaian nya.
Yang berlumuran darah. Setelah membersihkan diri Nana pun pamit pada abang-abangnya.
" Yaya pulang ya bang" pamit Nana
" Gak nginep aja de ?" Tanya Alex
" Gak bang Yaya pengin liat drama induk ular di rumah yang kehilangan anaknya " ujar Nana.
" Baiklah kalau begitu hati-hati " ucap Dazian
Kemudian Nana pun keluar markas segera pulang ke mansion. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi Karna memang jalanan sudah sepi .
Pagi nya Nana yang masih tertidur di ributkan dengan suara Dina yang menangis nyaring.
" Hah induk ular sialan, pagi-pagi sudah ribut" keluh Nana di dalam kamarnya.
" Gimana mas Sasa masih belum pulang hiksss" adu Dina yang tak melihat Sasa dari kemarin.
" Mama takut Sasa kenapa-napa mas hiksss" ujar Dina mengkhawatirkan Sasa.
" Baiklah kita sekarang ake kantor polisi" ujar Dion
" Ayo mas " kata Dina segera keluar rumah menaiki mobilnya bersama Dion. Tak lama mereka pun sampai di kantor polisi,
Dion dan Dina langsung duduk di kursi depan polisi.
" Ada yang bisa saya bantu pak?" Tanya pak polisi.
" Kami ingin melaporkan anak saya hilang dari semalam pak" .ujar Dion
" Siapa nama anak kalian apa kalian juga ada fotonya?" Tanya pak polisi
" Namanya Sasa Aurelie Fernandez dan ini fotonya " ucap Maya
" Baik akan segera kami proses" kata pak polisi.
" Saya mohon pak anak saya harus ketemu" ujar Maya
" Baik kamu akan mencari semaksimal mungkin" jawab pak polisi.
Jam menunjukkan jam 09:13 , nana masih bergelut dengan mimpinya. Menyambung tidur yang sempat di rusak Dina tadi pagi.
Kringg..
Kringg
Kringg
Dering telpon membangunkan nya. Tanpa membuka mata Nana pun mengangkat telponnya.
" Siapa ?" Tanya Nana dengan suara khas orang bangun tidur.
" Sayang kamu baru?" Tanya Natan
"Belum dan kamu membangun kan ku " jawab Nana
" Ay jalan yu mumpung weekend " ajak Natan
" Boleh " ucap Nana
" Oke 2 jam lagi kau jemput ya di mansion Fernandez kan?" Tanya Natan
" Iya , ku tunggu " jawab nana , Natan pun mematikan Telponnya.
" Hoammmmm, aku tidur nyenyak tadi malam " kata Nana, Nana pun segera membangunkan dirinya dari kasur kemudian melangkah ke kamar mandi membersihkan dirinya dan bersiap. Dengan mengenakan pakaian rok hitam pendek serta baju kaos warna putih lengan pendek jaket hitam serta sepatu dengan putih, rambutnya pun di kuncir kuda membuatnya seperti bad girl.
Selesai bersiap Nana pun turun, bermaksud menunggu Natan di ruang tamu , tapi yang ingin di tunggu ternyata juga sudah datang.
" Udah lama ?" Tanya nana
" Baru juga ay" jawab Natan
" Kirain " ucap Nana
" Ayo sayang kita berangkat" ajak Natan
"Oke " ucap Nana singkat memasuki mobil Natan.
" Aku lapar ay boleh kita makan dulu" ujar Nana yang sedari tadi belum sarapan Karna dia baru bangun.
" Oke" ujar Natan yang membelokkan mobilnya ke sebuah restoran. Sesampainya mereka pun langsung keluar dari mobil dan masuk ke restoran tersebut.
" Duduk Sini aja ay " ajak Nana mereka pun duduk di samping pojok. Pelayan pun datang membawa menu.
" Saya mau nasi goreng seafood sama jus alpukat mba! Kalo kamu apa ay?" Tanya Nana pada Natan .
" Samain sama kamu aja " ujar Natan. Nana pun mengangguk
" Baik 2 nasgor sama jus alpukat nya juga 2 mba " ujar Nana.
" Baik silahkan di tunggu mas mba nya" kata pelayan.
" Habis ini kita kemana ay?" Tanya Natan.
" Yah gak tau kan kamu yang ngajak jalan " jawab Nana.
" Mau ke taman x di sana lagi ada karnaval?" Ajak Natan.
" Boleh " jawab Nana singkat.
" Permisi" ujar pelayan datang membawa pesanan mereka
" Makasih mba " ujar nana . Pelayan pun tersenyum melihat keramahan Nana .
" Iya mba silahkan di nikmati " ucap pelayan . Nana pun langsung memakan makannya dengan lahap ya Karna di memang lapar. Tiba-tiba suara teriakan menghentikan suapan nasi .
" NATANIEL!!" kata seseorang Natan dan Nana pun menengok siapa yang memanggil nya.
" Ya ampun benar ! Natan aku kangen banget " kata gadis itu seraya memeluk Natan
" Astaga Cecil !!" Ucap Natan terkejut dan langsung membalas pelukan gadis itu.
Cecilia Cheung gadis cantik yang sedang di peluk Natan adalah sahabat kecil Natan.
Sekaligus cinta pertama Natan .Dia baru saja datang dari dari negara x Karna ikut orang tua pindah.
" Kamu ngapain, bukannya lagi di negara x ya?" Tanya Natan melonggarkan pelukannya.
" Papa ngajakin pindah ke Sini lagi , kita bisa sama-sama lagi " ucap Cecil terlihat ambigu.
" Eh di siapa? " tanya Cecil yang melihat Nana semeja dengan Natan . Natan pun kaget , bisa-bisa nya di melupakan Nana yang sedari tadi hanya diam melihat interaksi keduanya.
" Dia pacar aku cil" ujar Natan
" Hai aku Cecilia Cheung" sapa cecil dengan ramah. Padahal dalam hatinya benar-benar marah bisa-bisa natan berpaling dari dirinya.
" Unaya " jawab Nana singkat.
" Kamu bisa gak temani ku hari ini kan aku baru datang" ujar Cecil pada Natan
" Bisa " ujar Natan langsung menjawab tanpa dia ingat kalau dia juga sudah janji ngajak Nana jalan-jalan mau di apain Nana jadinya. Nana pun bangun dari kursinya tanpa menghabiskan nasgornya.
"Lo mau nemenin dia jalan kan " ujar Nana pada Natan , tapi bukan Natan yang menjawab melainkan Cecil.
" Iya kita mau jalan dulu bolehkan Natan nya aku pinjam dulu " ujar Cecil dengan polos.
" Ya udah gue duluan ya bye" ucap Nana meninggalkan Natan dan Cecil yang masih di dalam restoran.
" Kamu bisa pulang sendiri dulu kan ay , soalnya kasian Cecil sendiri , nanti kita jalan lagi" ujar Natan .
" Oke " ucap Nana ketus sambil keluar dari restoran dengan muka masamnya.
" Bangsat dia bahkan gak ngejar gue" gumam Nana kesal.
" Seperti nya sahabat kecilnya lebih berharga dari pada gua pacarnya" kesal Nana