Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
terimakasih sayang



Kita tinggalkan Cakra dan Nana yang sedang asik bulan madu di Korea. Beralih ke mansion Daz, yang tengah di landa kepanikan karena nyonya muda mereka di temukan tergeletak tak sadar kan diri.


Flashback on


Seperti biasa saat waktu makan siang bi Lala akan memanggil nyonya muda mereka untuk makan siang.


Tok


Tok


Tok


" Nyonya makan siang telah siap" Panggil bi Lala


Sambil mengetuk pintu Kamar.


Beberapa kali bi Lala mengetuk dan memanggil namun tak ada juga sahutan dari Alea yang berada di dalam.


" Nya....!!! " Teriak bi Lala lagi.


" Kenapa perasaan ku jadi tak enak begini" Gumam bi Lala.


Bi Lala pun berinisiatif membuka pintu kamar namun sayang pintu terkunci dari dalam. Karna pintu kamar Cakra di desain dengan peralatan modern. Pintunya pun menggunakan sidik jari serta kode sehingga Bi Lala kesulitan untuk membuka . Jika saja pintunya menggunakan kunci pintu biasa bi Lala bisa saja membukanya dengan menggunakan kunci serep lainnya. Begitu pun para pengawal yang di panggil tak ada yang bisa membuka nya.


Dengan panik bi lala langsung menghubungi tuan mudanya.


Untungnya Dazian langsung mengangkat sambungan telepon tersebut.


"Kenapa bi? " Tanya Dazian.


" Nyonya tuan...! " Ucap bi Lala gugup di sertai panik.


" Kenapa dengan Alea bi? " Tanya Dazian penuh dengan rasa khawatir.


"Saya tak tau apa yang terjadi di dalam tuan, tapi beberapa kali saya memanggil nyonya, yang ada di dalam Kamar namun tak sahutan , saya khawatir terjadi sesuatu dengan nyonya di dalam tuan" Jelas bi Lala.


" Tunggu! saya pulang sekarang" Ucap Dazian.


Flashback off


Dazian langsung pergi menuju mansion padahal saat itu dia sedang mengadakan meeting. Dan meeting nya pun di lanjut kan dengan asisten nya yang mengambil alih.


15 menit kemudian Dazian sudah sampai di mansion. Dia melajukan mobil dengan sangat cepat yang awalnya memerlukan waktu hampir 1 jam menjadi 15 menit saja. Beruntung lalu lintas sedang senggang sehingga tak ada hambatan. Dazian keluar dari mobilnya berlari menuju Kamar. Dapat di lihat banyak pengawal serta bi Lala yang mencoba membuka pintu kamar nya. Namun karna tingkat keamanan yang tinggi mereka pun tak berhasil membukanya.


Hanya dengan meletakkan jari dan memasukkan kata sandi pintu kamar nya pun langsung terbuka dengan cepat Dazian dan bi Lala masuk ke dalam. Namun tak mendapati Alea di dalamnya Dazian pun beralih ke kamar mandi dan di sana dia menemukan Alea bersandar di dinding Kamar dengan kondisi tak sadar kan diri.


" Sayang" Panggil Dazian dengan panik, dan langsung mengangkat Alea keluar.


" Ke rumah sakit!! " Teriak Dazian sambil menggendong Alea menuju mobil.


Sesampainya di mobil Dazian langsung memasukkan Alea dan menyuruh bawahan untuk membawa mobil menuju rumah sakit.


" Sayang... " Lirih Dazian sambil memeluk Alea yang masih belum sadar.


Bawahan Dazian melajukan mobil dengan kecepatan tinggi , sudah seperti pembalap. Tak perlu membutuhkan waktu yang lama, mereka pun sampai di rumah sakit segera Dazian memanggil dokter.


Alea di baringkan dibrankar dan langsung di bawa masuk ke ruang UGD.


Dazian mondar-mandir di depan ruangan UGD dengan perasaan khawatir.


Tak lama bi Lala pun juga menyusul ke rumah sakit di antara sopir.


" Tenang tuan nyonya pasti baik-baik saja" Ujar bi Lala menenangkan.


" Saya gak bisa tenang bi" Kata Dazian.


Ceklek.


Seorang Dokter perempuan pun keluar dengan beberapa perawatan mendampingi nya.langsung saja Dazian menghampiri dokter tersebut.


" Gimana keadaan istri saya dok? " Tanya Dazian khawatir.


" Tuan tenang saja istri anda hanya kelelahan, mungkin efek karena sedang mengandung" Jelas dokter tersebut.


" Jadi istri saya sedang hamil dok? " Ucap Dazian tak percaya.


" Iya tuan , dan usai kandungan kami perkirakan 9 minggu " Kata dokter lagi.


" Boleh saya melihat istri saya dok? " Tanya Dazian.


" Silahkan tuan, kebetulan istri anda juga sudah sadar " Kata dokter.


" Kalau begitu kami permisi. Sebentar lagi pasien akan kami pindah ke ruang rawat" Kata dokter.


" Baik tuan" Katanya.


Setelah itu Dazian pun langsung masuk dan benar seperti kata dokter kalau Alea sudah sadar.


" Sayang" Panggil Dazian dengan lembut.


" Mas, aku hamil " Kata Alea dengan senang.


" Iya sayang, terimakasih sayang. Akhirnya dia kembali lagi" Ucap Dazian dengan senang memeluk Alea.


" Iya mas aku juga sangat bahagia, Tuhan memberi kita kepercayaan kembali " Kata Alea dengan mata yang sudah mengeluarkan air matanya.


" Permisi tuan, nyonya akan kami pindahkan ke ruang rawat" Ujar perawat baru datang.


" Silahkan " Kata Dazian.


Beberapa perawat mendorong brankar Alea memindahkan nya ke ruang VVIP. Di ikuti Dazian yang terus berada di samping Alea


" Nyonya" Panggil bi Lala senang.


" Iya bi" Jawab Alea dengan senyuman.


Bi Lala pun juga mengikuti nyonya dan tuan mereka menuju ruangan yang sudah di siapkan.


Beberapa bawahan Dazian sudah berada di depan pintu dan sekeliling rumah sakit untuk berjaga menghindar kecelakaan yang tak di inginkan.


Saat ini Alea sudah berada di ruangan VVIP di temani Dazian dan bi Lala.


" Jadi nyonya hamil tuan? " Tanya bi Lala.


" Iya bi jadi mulai sekarang saya harap kita bisa menjaga Alea dan kandungan " Kata Dazian.


" Siap tuan nanti juga bibi akan bilang ke para maid agar menjaga nyonya " Jelas bi Lala.


" Terimakasih bi " Ucap Dazian dengan senyuman yang tiada henti sambil mengusap perut Alea yang masih lumayan rata.


" Sebaiknya bibi pulang, biar saya yang menemani Alea disini " Ujar Dazian.


" Baik tuan, kalau begitu saya pamit semoga nyonya cepat sembuh " Ujar bi Lala.


" Terimakasih bi " Ucap Dazian dan Alea serasa bersama.


Tinggal lah Alea dan Dazian di ruangan tersebut.


Huueeeekkkkkk


" Sayang kenapa " Ucap Dazian khawatir


Alea seperti ingin memuntahkan sesuatu, Dazian pun langsung panik memanggil dokter dengan cara menekan tombol merah di samping ranjang Alea.


Tak lama dokter pun datang dan langsung memeriksa Alea.


" Jadi gimana dok? " Tanya Dazian.


" Tak ada masalah tuan,mual dan pusing yang nyonya alami adalah hal yang biasa di alami ibu hamil " Jelas dokter.


" Saya akan memberikan obat penghilang mualnya" Ujar dokter lagi.


" Terimakasih dok " Kata Dazian. Dan setelah itu dokter pun keluar dari ruangan rawat Alea.


" Sayang" Panggil Dazian cemas.


" Gak papa sayang ini kan biasa sama seperti hamil anak kita yang pertama aku juga ngerasain mual pusing" Kata Alea.


"Tapi tetap saja aku khawatir sayang" Ucap Dazian.


"Udah aku gak papa, mending mas naik sini aku pengen tidur di peluk kamu" Manja Alea mungkin efek sedang mengandung.


" Enggak sayang, aku nanti tidur di sofa saja" Kata Dazian.


Mendengar penolakan dari Dazian, mata Alea pun langsung berkaca-kaca butiran air matanya menetes.


" Hiksss" Isak Alea.


" Sayang maaf, iya iya aku naik sekarang ayo tidur aku peluk " Kata Dazian menenangkan Alea.


Mendengar perkataan Dazian tangis Alea pun langsung berhenti, berganti dengan senyuman manisnya.


Beruntung ranjang Alea besar sehingga mereka tak merasa sesak walaupun berdua.