Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
Sagara Sadar



Aksa mendekat ke arah Queen yang tengah di kendalikan oleh Alexa. Lalu memeluk Queen dengan lembut supaya Queen tenang.


" Udah sayang" Bisik Aksa lembut, Alexa menatap Aksa dan beberapa saat kemudian Queen pingsan karena kelelahan dan Alexa juga sudah pergi.


Aksa langsung menggendong Queen menuju kamar nya untuk istirahat.


" Uegh" Leguh Queen. Membuka matanya


" Gue di markas" Gumamnya. Kadang Queen suka lupa jika dirinya di ambil kendali oleh Alexa.


" Kamu udah bangun sayang " Kata Aksa yang baru saja keluar dari toilet.


" Aku kenapa? " Tanya Queen ada Aksa


" Alexa " Jawab Aksa, Queen yang paham dengan perkataan Aksa pun hanya mengangguk, jika Alexa yang mengendalikan dirinya pasti selalu hilang kendali hingga kelelahan.


" Ayo ke rumah sakit " Kata Queen bangun dari tempat tidur.


" Kamu udah baik kan? " Tanya Aksa.


" Udah sayang" Queen mengangguk yakin.


Queen dan Aksa berjalan keluar kamar. Di sofa depan ada para inti Azzurra Rose, kecuali Sagara yang sedang berada di rumah sakit.


" Ade udah baikkan? Tanya Kevin.


" Udah bang " Jawab Queen.


" Mau kemana? " Kini giliran Kenzo yang membuka suara.


"Mau liat bang Gara bang Ken" Kata Queen.


" Ikut " Kata Jofa dan Rakha berbarengan.


Di rumah sakit Pelita Insani.


" Kita makan dulu Cak " Kata Dazian menaruh makanan di meja depan sofa, lalu jo membuka dan menyiapkan nya.


Setelah beberapa saat mereka menyelesaikan makan mereke, Sean berinisiatif membersihkan sisa bekas makan mereka. Di sana hanya tinggal Jo, Cakra , Dazian, dan Sean yang menjaga Sagara. Selain itu banyak anggota mereka yang berjaga di area sekitar rumah sakit.


" Gue harap Queen bisa kendalikan Alexa" Kata jo membuka percakapan setelah mereka makan.


" Kayanya sulit selain Sagara gak ada yang bisa meredakan Alexa" Sahut Sean.


" Aksa bisa " Timpal Cakra.


" Benar kata Cakra Aksa bisa tenangin Alexa, gue tadi dapat kabar dari Kenzo " Sahut Dazian.


" Bagus lah, gue bahkan sempat mau nyiapin satu ruangan lagi buat Queen karena , jika Alexa mengambil alih pastinya Queen akan drop" Jelas jo.


" Queen baik sekarang mereka menuju ke sini" Kata Cakra, duduk di samping Sagara, sambil melihat ke adaan putra sulungnya. Hingga tiba-tiba terdengar suara.


" Ueghhh.. A-air" Ucap Sagara pelan di mulai sadar, dan merasa sangat haus.


Cakra sangat senang putra nya akhirnya sadar, yang awalnya di nyatakan hampir koma setelah melalui masa kritis nya.


Tanpa bertanya lagi Cakra langsung mengambilkan air minum untuk Sagara.


" Pelan-pelan" Kata Cakra melihat Sagara minum sampai air di gelasnya tandas. Setelah itu Sagara melihat sekeliling nya mencari seseorang.


" Abang cari siapa? " Tanya Cakra.


" Ade mana dad? Apa Alexa . .. " Pikiran Sagara kalut dia takut Queen lepas kendali hingga Alexa yang mengambil alih.


" Alexa kembali " Ucap Cakra. Seolah tau pikiran Sagara.


" Ade gimana" Tanya Sagara khawatir. Takut Queen drop karena kelelahan.


" Abang tenang Aksa bisa menangin Ade " Jawab Cakra.


" Iya Gara, mereka sekarang juga sedang menuju ke sini" Sahut Sean.


" Fokus kesehatan mu" Ujar Dazian.


Queen yang di temani Aksa, sedangkan Kevin, Kenzo, Rakha dan Jofa menunggu di luar. Mereka akan bergantian menjenguk Sagara nanti nya setelah Queen dan Aksa keluar.


Queen berjalan mendekat ke arah ranjang Sagara menatap Sagara dengan sendu.


" Abang"Lirih Queen.


Sagara yang tadinya tidur langsung membuka matanya mendengar suara adiknya.


" Ade" Ucap Sagara setelah membuka matanya.


" Abang, hiks hiks hiks" Queen menangis senang melihat abang tersayangnya sudah sadar.


" Sudah Ade jangan nangis lagi, abang juga udah gak papa" Ucap Sagara mengelus rambut Queen dengan lembut.


" Thanks Sa, udah jagain Ade gue " Ucap Sagara pada Aksa. Tanpa Aksa entah bagaimana Queen sekarang bisa-bisa Queen juga di rawat di rumah sakit karena Alexa lepas kendali.


" Ade cuma takut abang ninggalin Ade " Ujar Queen sesenggukan.


Ceklek


" Ka Queen ko lama " Ujar Jofa masuk ke ruangan Sagara karena sudah tak sabar.


.Kenzo, Kevin dan Rakha yang mendengar pekikan Jofa pun masuk kedalam ruangan.


" Pelaku nya dimana? " Tanya Sagara .


" Tuh sudah di bantai Alexa" Tunjuk Rakha pada Queen.


" Bukan Queen lo bang" Bantah Queen.


" Abang tau" Ujar Sagara.


" Ade kenapa pukulin ka Faris? " Tanya Sagara pada Queen.


" Hehehe, abis nya Queen kesal gak di kasih tau ke adaan bang Gara, malah bibi yang beritahu Queen , maaf ka Faris" Ucap Queen. Pada Faris yang juga ada di ruangan tersebut menjaga Sagara sewaktu para orang tua mereka pulang ke rumah.


" Tak apa nona Queen " Jawab Faris.


" Ka Faris selalu berkata formal" Sinis Queen menatap Faris dengan malas.


Hari berganti hari sudah seminggu Sagara menginap di rumah sakit.


Di pikir hotel nginap. Hari ini Sagara sudah di perbolehkan pulang karena dia memang sudah pulih, mukanya pun juga sudah kering.


" Daddy duluan aja, abang sama yang lain mau ke markas dulu" Ujar Sagara.


" Ya sudah kalian hati-hati " Kata Cakra.


" Siap dad"


" Siap uncle" Jawab mereka.


" Kenapa abang gak mau istirahat aja dulu" Ujar Queen kini mereka sedang berada di mobil dengan Aksa yang menyetir mobilnya.


" Abang mau liat, bedeb*h itu" Jawab Sagara.


Sagara cuma di jemput Cakra Aksa dan Queen sedangkan yang lainnya pergi ke sekolah.


Kerena Sagara melarang mereka bolos lagi.


Awalanya Sagara kiri mereka akan ke markas Azzurra Rose, tapinya salah.


" Ini? " Heran Sagara setelah mereka sampai di sebuah bangunan mansion di dalam hutan.


" BD" Gumam Sagara, berjalan mengikuti Queen dan Aksa masuk kedalam.


Tentu saja Sagara tau apa itu BD kelompok mafia yang paling terkenal di Indonesia.


Lingga keluar menyambut kedatangan ketua mereka.


" Bagaimana dengan yang saya suruh apa sudah kalian laksanakan? " Ujar Aksa pada Lingga.


" Sudah Bos " Jawab Lingga.


" Lalu dimana dia? " Kata Aksa.


" Di penjara bawah tanah bos" Jawab Lingga.


" Mari kita kesana" Ajak Aksa pada Sagara dan Queen.


" Tunggu Sa! " Tahan Sagara.


" Ini Markas Mafia Black Diamond Kan? " Tanya Sagara penasaran.


" Ya" Jawab Aksa singkat.


" Lo-


" Aksa ketua nya bang" Sahut Queen memotong ucapan Sagara.


" Gila di luar nurul, gak habis fikri gue " Kata Sagara tak percaya.


" Di luar nalar, gak habis pikir bang " Ujar Queen membenarkan.


" Kok malah jadi kaya Rakha ngomongnya " Ujar Queen lagi.


" Emang gak salah gue nitipin Queen sama lo" Sagara menepuk bahu Aksa bangga.


" Nitip emang ade barang" Kesal Queen.


Mereka pun sampai di depan pintu penjara bawah tanah.


" Buka pintu nya" Perintah Lingga, setelah pintu terbuka mereka pun langsung masuk ke dalam.


" Gimana Rasanya di siksa dan di kurung disini , pasti udah biasa kan, secara kau kan juga mantan mafia penghianat kelompok sendiri " Kata Aksa.


" Hei lepaskan saya, saya tidak ada urusan dengan anda, kenapa anda mengurung saya di sini" Ujar lelaki kira- kira berumur 25 tahun,bernama Rijal.


" Hah melepaskan mu mimpi saja kau!! " Ucap Queen keluar dari balik lemari bersama Sagara.


Deg....


Jantung Rijal berpacu cepat bahkan hampir tak berdetak melihat kedatangan orang yang dia kenal.