
Sudah 2 hari Nana di rawat di rumah sakit , akhirnya hari ini dia bisa pulang.
" Ayo ka kita pulang Nana sudah sangat bosan dengan bau rumah sakit" ajak Nana menarik tangan Cakra
" Iya iya sabar" kata Cakra
" Langsung pulang ya ka " ujar Nana
" Iya sayang " ucap Cakra lagi.
Mereka pergi meninggalkan rumah sakit. Hampir 20 menit di perjalanan akhirnya mereka sampai di kediaman Fernandez.
" Ayo sayang masuk gih " suruh Cakra
" Kaka gak mampir dulu" ujar Nana.
" Maaf ya sayang kaka harus cepat ke kantor soalnya Tio gak bisa handle masalah di kantor " jelas Cakra.
" Ya udah deh Kaka hati-hati ya" ujar Nana.
" Iya sayang " sahut Cakra
Kringg..
Kring...
Telpon Nana berdering,Nana pun langsung mengangkat nya Karna tertera Fira
" Halo fira kenapa?"
" Gak sekolah Lo , udah 2 hari gak nongol" kata Fira
" Sorry gue lupa ngasih kabar kalau kemarin masuk rumah sakit " kata Nana
"Heh kenapa sakit ape Lo?" Tanya Fira
" Itu gara-gara makan seblak"
" Anjir Lo juga sih ngadi-Ngadi makan seblak sepedas itu" ujar Fira
" Gak sekolah Lo jadi nelpon gue?" Tanya Nana
" Gue sekolah anjing! Jam Kos ini makanya bebas" jelas Fira
" Kirain gitu" kata Nana
" Sekarang Lo masih di rumah sakit?" Tanya Fira
" Enggak gue baru aja pulang " jawab Nana
" Bagus deh kalau gitu , Dah istirahat Lo sana bye" Fira mematikan sambungan teleponnya.
Nana pun langsung kamar nya menganti pakainya dengan pakaian kaos simpel dan celana jeans panjang.
Tok.
Tok..bunyi ketukan di pintu.
" Masuk" kata Nana.
Ceklek..
Dan masuk lah ternyata Dion .
" Gimana sayang ?" Tanya Dion
" Nana udah sehat ko yah" ujar Nana
" Ayah gak ke kantor?" Tanya nya
" Nih mau kekantor " jawab Dion
" Ya udah ayah hati-hati " kata Nana. Setelah Dion pergi Nana pun ikut pergi dengan mengendarai mobil sport nya. Menuju markas.
" Bang" sapa Nana setelah sampai di ruangan dalam markas.
" Yaya ko udah ke markas aja" keluh Alex
" Cih cuma sakit perut doang Nana tu" kata Nana
" Nana gak selemah itu juga kali bang " ujar Nana.
" Hehehe maafin Abang nya " kata Alex.
" Gimana bang penyelidikan nya.
" Kemarin Abang udah dapat laporan di bawahan kita" kata Alex
Flashback on
Para Abang Nana sekarang tengah berkumpul sekaligus berdiskusi dengan bawahannya. Yang di percaya menyelidiki masalah pencurian senjata.
" Jadi bagaimana apa kah kalian sudah menemukan titik terang" ujar Jo.
" Maaf tapi saya tidak menemukan apa pun bahkan di cctv semuanya terlihat normal" jawabnya.
" Kau yakin kau tau konsekuensinya ketika berkhianat pada Black Devils" ancam Alex
" Kalian bisa pergi " kata Daz mereka pun pamit dan langsung keluar dari sana.
Flashback end
" Sudah ada hasilnya?" Tanya Nana.
" Belum de" jawabnya
" Sudah cek cctv baru" Tanya Nana lagi
" Astaga Abang lupa " ujar Jo
" Periksa sekarang bang" suruh Nana.
Jo dan Alex pun langsung menunju komputer nya mengotak- atik untuk membuka rekaman cctv di gudang markas.
" Mereka sangat bodoh sampai sekarang tak menyadari ke kecurangan ku " katanya
" kau memang akan menguasai nya "
" Sudah Nana bilang kan ada penghianat di antara kita" kata Nana.
" Sialan" umpat Alex
"Bagaimana bisa" kata Jo.
" Karna Kita terlalu santai " sahut Daz.
" Mungkin sekarang dia belum tau bahwa kita telah mengetahui akal busuknya" kata Nana.
" Eksekusi sekarang " suruh Daz.
Alex dan Jo pun segera keluar menangkap penghianat tersebut tanpa menyuruh bawahannya.
BRAKKKK
Nana menendang pintu ruang penyiksaan dengan keras.
Terdapat di dalam nya seorang pria di dalam sebuah kurungan besi.
"Siapa yang menyuruhmu?" Tanya Nana pada pria itu . Namun dia hanya diam tak menjawab.
" Apa kau ingin bermain-main?" Tanya Nana.
Dorr.
Dorr.
2 tembakan bersarang di paha pria itu.
" Akhhhhh....." Rintihan kesakitan sudah mulai terdengar.
" Ingin lanjut bermain atau katakan siapa yang menyuruhmu" kata Nana. Tapi dia masih saja diam.
" Bang buka oven" suruh Nana.
Alex pun lantas membuka oven yang sangat besar , Karena memang di gunakan untuk memanggang manusia.
" Lempar dia ke oven" perintah Nana.
" Ja jangan aku akan bilang pada mu" ujarnya.
" Cepatlah sebelum aku berubah pikiran " kata Nana
" Dragon Black " ujar pria itu.
" Siapa dia?" Tanya Nana
" Me mereka salah satu mafia di negara b " jawabnya
" Aku tak pernah mengusiknya kenapa mereka mengganggu " heran Nana.
" Karena mereka tertarik dengan senjata terbaru yang kalian rancang " jelasnya.
" Bagaimana dia bisa tau kalau kami memiliki senjata rancangan yang canggih " kata Nana.
" Apa kau lupa de di senjata kita ada tanda black devils dengan pola tanduk iblis hitam" tutur Daz
" Oh Nana lupa bang mungkin saat kita menjalankan misi kemarin ada salah satu senjata kita tertinggal di tempat ke jadian" ujar Nana.
" Ah pantas saja aku baru ingat beberapa waktu lalu mereka sengaja datang kesini ingin membeli senjata rakitan kita yang baru tapi ku tolak Karna kita belum membuat secara banyak hanya cukup untuk para anggota kita" jelas Alex
" Mungkin mereka tak terima Karna di tolak" ujar.jo
" Bisa jadi tuh " kata Alex
" Beli di tolak pencuri pun bertindak " kata Nana.
" Musik" ujar Alex meramaikan, membuat mereka tertawa bersama.
" Kita apakan dia de?" Tanya Daz menujuk pria tadi.
" Astaga kita melupakan bahan permainan kita" ujar Nana.
" Arya masukkan dia hidup-hidup ke dalam oven aku ingin bermain sebentar" perintah Nana.
"Ja jangan Queen saya mohon ampuni saya" pria itu memohon.
" Kau ingat sekali berkhianat tidak anak kesempatan ke dua" ujar Nana mengingatkan.
Arya di bantu Mafioso lain Mambawa pria itu melempar kannya ke dalam oven yang sangat besar. Markas Nana memang memiliki beberapa alat penyiksaan yang canggih. Bahkan oven tersebut bisa mengatur panas hingga 100°C . Hingg bisa membuat seseorang terpanggang di dalamnya.
" Yaya mau main masak-masak?" Tanya Alex
" Iya bang" jawab Nana dengan muka gemas.
Rintihan kesakitan dari dalam oven perlahan menghilang tanda seseorang di dalamnya sudah tak bernyawa karena terpanggang.
Bahkan tubuhnya sudah berubah warna menjadi golden brown.
"Turunkan suhunya jadi 200°c biar dia matang sempurna" ujar Daz
" Lo pikir barbequean Daz, hahhaa" Kata Alex merasa lucu dengan Daz .
Mereka semua menyaksikan matang nya pria itu di dalam oven , bahkan para mafioso yang melihat di buat ngeri .
" Kalian ingat siapa yang Berani berkhianat akan berakhir seperti dia tanpa ada kata kesempatan ke dua" peringatkan Nana.
Kini waktu menunjukkan jam 2 siang dan Nana memutuskan untuk pulang .
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh Nana akhirnya sampai di mansion Fernandez.
Nana berjalan masuk ke dalam rumah .
Dapat di lihat seseorang sedang menunggu nya di ruang tamu.