Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
season 2 hari bahagia Sean



Hari Queen sudah kembali ke sekolah seperti biasanya.


Seperti biasa saat kedatangan Queen dan Aksa di ikuti inti Alaska dan inti Azzura rose mengundang perhatian para murid, mereka seperti tak pernah merasa bosan menyambut kedatangan most wanted mereka tersebut.


" Sehat buketu? " Tanya Bian pada Queen.


" Aman Bi"jawab Queen.


" Kalian dengar berita gak!, katanya Anin menghilang " Ujar Rangga.


" Ko bisa? " Tanya Ino.


" Mana gue tau" Jawab Rangga.


" Bagus juga jadi gak ada lagi yang ganggu paketu sama buketu" Sahut Bryan.


Sedangkan Queen, Aksa, dan inti Azzura rose hanya saling pandang tersenyum tipis, karena mereka lah yang tau Anin menghilang kemana.


"Mereka ko kalian saling pandang? " Ucap Ino heran pada inti Azzura rose , Queen dan Aksa.


" Mungkin mereka ngobrol pakai mata batin" Kata Bian.


" Mungkin saja, secara kan cuma Rakha dan Jofa yang sikapnya rada normal" Ujar Ino sedikit berbisik.


" Gue dengar" Kata Aksa.


" Hehehe vis bos" Ujar Ino mengangkat 2 jarinya.


" Ayo sayang kita ke kelas" Ajak Aksa. Menggandeng Queen dengan erat.


Di rumah berlantai 2 seorang pria mengamuk setelah membuka sebuah kotak yang di bungkus dengan indah.


" Aninnn!! " Histeris nya, dia lah fardo ayah nya Anin.


Tak pernah ia kira kotak indah tersebut berisi kan tubuh sang putri tunggalnya yang sudah di potong-potong.


Dengan selembar kertas bertuliskan.


" JANGAN BERMAIN DENGAN KAMI"


" Apa yang terjadi kenapa putriku bisa seperti?? " Tanya nya pada tangan kanan nya.


" Maaf bos, semua pengawal yang di tugaskan mengawal nona , hilang semua" Jawab bawahannya.


" Apa ini ada hubungannya dengan gadis yang ingin Anin singkirkan? " Ujar fardo.


"Mungkin gadis itu bukan gadis sembarangan tuan" Jawab bawahan Fardo.


" Terakhir Anin, ingin menghabisi gadis itu, tapi yang datang tak bernyawa malah putriku " Sambung Fardo.


" Akan ku balaskan dendam mu nak" Lirih Fardo.


Pagi ini adalah yang paling di tunggu Sean dan Melissa karena pagi mereka berdua melaksanakan pernikahan mereka.


" Rileks Se, jangan tegang gitu dong mukanya" Bisik Arga pada sang putra.


Sean yang sedang duduk itu tak mengelak, dan mengakui" I am so nervous Ayah"


" Tenang tarik nafas, pertama kali emang gitu" Ujar Cakra.


" Ayo kita ke pelataran altar, jemput calon istri mu' kata Arga mengajak Sean, di balas sean dengan anggukan.


Hal yang sama juga di rasakan Melisa calon istri nya Sean , si cantik kini telah menyelesaikan make up nya. Dengan wedding dress putih gadingnya tampak sangat anggun dan menawan.


" Aunty!! " Panggil Queen memasuki ruangan melisa.


" So look beautiful aunt" Puji Queen.


" Uncle lo bisa juga milih cabin" Ujar Maira


" So perfect " Ucap Indah.


Melisa tersenyum dan berucap" Makasih"


" Ayo keluar sudah waktunya pemberkatan " Kata Sandra .


Dan di luar di sebuah taman yang do dekorasi sedemikian rupa untuk acara, sudah ada para tamu undangan yang hadir.


Melisa di hinggapi ke gugupan saat netranya melihat Sean yang sudah berdiri di atas altar menunggu nya dan menatap ke arahnya.


" Sumpah, aunty melisa cantik banget!" Ujar Queen yang duduk di kursi yang sudah di sediakan.


"Kamu juga cantik sayang" Jawab Aksa dengan pelukan di pinggang Queen yang tak pernah lepas.


" People in love " Sagara hanya bisa menghela nafas saat dua love birds ini saling ngebucin.


" Temanya ala gotic eropa gitu, uncle Sean juga kelihatan gagah banget " Ujar Queen.


" Kamu mau konsep kaya gini juga kalau kita nikah nanti, sayang? " Celutuk Aksa yang di samping Queen.


" Kamu ih, aku kan jadi malu" Kata Queen sudah memerah.


" Jadi pengen nikah" Kata Maira


" Sama gue aja " Sahut Ino.


" Nyambung baygon" Ujar Maira memutar malas bola matanya.


"Gue cuma kasih saran buat lo" Ujar Ino.


" Siapa juga yang mau nikah sama lo dasar jamet! " Kata Maira.


" Hahhaa jamet" Tawa inti Alaska.


"Cih, suka baru tau rasa lo " Ujar Ino pada Maira.


" Gue! suka sama jamet kaya lo, ngimpi ! " Kesal Maira.


Skip.


Selangkah demi selangkah melisa berjalan dengan sang ayah yang menemaninya, jaraknya dengan Sean pun semakin dekat. Hingga pada akhirnya sampai di depan Sean dengan senyum yang mengembang.


" Ayah percayakan putri kesayangan ayah padamu" Bisik ayahnya Melisa pada Sean dan di balas anggukan oleh Sean.


Kata demi kata janji pun di ucapkan oleh kedua mempelai di hadapan Tuhan, dan juga di hadapan para tamu undangan yang ada. Mereka berdua berjanji saling menjaga, menghormati dan melindungi sampai maut memisahkan mereka berdua. Dan kini Sean dan melisa telah resmi menjadi suami isteri.


" Kedua mempelai di persilahkan untuk tukar cincin dan untuk mempelai pria sudah boleh membuka bridal veil untuk mencium istrinya"


Sorak sorai gembira menyemangati saat pemasangan cincin di jari manis mereka.


" Cium! , cium! cium!" Sorak kembali menggelegar , bahkan para keluarga pun tak kalah heboh, terlebih Sandra yang tadi tampak hari biru, kini terlihat paling semangat.


Melisa sontak menjadi malu, di tak tau harus bagaimana, sementara Sean berpikir, dia lun mulai mendekat untuk mngikis jarak di antara mereka, Sean menggenggam tangan Melisa dengan erat.


Cup satu kecupan mendarat di kening melisa, membuat muka Melissa memerah bagaikan kepiting rebus. Lalu secara tiba-tiba sean mendarat kan bibir nya di bibir melisa, perlahan melu*atnya. Membuat suasana menjadi meriah. Yang mengundang gelak tawa bahagia lar tau undangan dengan Sean yang sudah tak sabar.


Bisik pun mulai terdengar.


"Mereka berdua serasi banget yah, yang laki-laki ganteng yang perempuan pun sangat cantik aku penasaran gimana anak mereka nanti pasti bibit unggul"


Setelah acara pemberkatan selesai para tamu undangan sudah mulai mengantri untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai.


" Selamat aunty, uncle " Kata Queen memeluk kedua secara bergantian.


" Selamat uncle, aunty sangat cantik" Ujar Sagara.


" Semoga kami cepat dapat ade baru uncle aunty " Kata Rakha.


Di. Susul Kenzo, jofa. Aksa dan inti Alaska mengucapkan selamat pada Sean dan Melissa.


Tak terasa sudah hampir 2 jam mereka berdua berdiri lantaran tamu undangan yang terus berdatangan mengucapakan selamat pada keduanya.


Melisa terlihat mulai merasa gelisah lantaran kakinya sudah merasa kram kelamaan berdiri.


" Kalau kamu cape kamu duduk aja sayang" Kata Sean pada melisa.


" Gak papa gak enak sama kolega bisnis kamu" Jawab Melissa.


Tak terasa waktu sudah menunjukan hampir tengah malam, walaupun begitu tamu undangan masih begitu banyak, tapi Sean sudah membawa Melissa kembali ke kamar hotel , supaya Melissa tidak terlalu kelelahan.


Setelah di dalam kamar melisa dibuat kagum dengan dekorasi kamar yang sangat indah memanjakan matanya, bahkan kelopak bunga mawar masih tercium wanginya.


" Kamu suka sayang? " Tanya Sean.


" Suka " Jawab Melissa dengan mata yang berkaca-kaca.


Sean pun membaringkan Melissa di atas kasur yang penuh dengan kelopak bunga. Mereka yang awal ingin istirahat malah jadi malam pertama.