Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
sadar



Sudah 2 minggu Alea di rumah sakit namun tak kunjung sadar juga setelah dokter menyatakan Alea koma.


Daz senantiasa menemani Alea, bahkan kekantor oun tidak untung saja deni asisten Daz bisa menghandle pekerjaan di kantor.


Daz menggendong erat tangan Alea, dan memanjatkan doa untuk kesembuhan nya.


Dazian terkejut saat merasakan pergerakan tangan Alea yang tengah di genggamnya.


Dia pun lekas memanggil dokter dengan memencet sebuah tombol.


" Ada apa? " Tanya dokter yang datang dengan tergesa-gesa.


" Jari Alea bergerak dok" Ujarnya.


Dokter pun segera memeriksa , selagi dokter memeriksa Alea pun membuka matanya.


" Sayang " Ujar Daz menghampiri Alea


" Gimana dok? " Tanya Dazian.


"Sudah membaik bicaralah dengan perlahan" Kata dokter. Dokter pun keluar


" Sayang kamu sadar" Ucap Dazian senang.


" M-mas , ha-us " Lirih Alea


Dazian langsung meraih air putih yang selalu tersedia.


Tanpa sengaja Alea meraba perutnya. Tapi terasa rata sehingga dia meraba nya lagi.


" M-mas ini kenapa pe-perut Alea rata? "


Dazian bingung harus menjawab apa, jika jujur akan membuat Alea syok hingga drop.


" Kenapa mas diam , ap apa anakku tak selamat hikssss" Kata alea dengan tangisnya.


" Benarkan mas "


" Enggak sayang anak kita sedang di rumah " Ujar Dazian.


"Kau bohong, aku bisa melihat nya mas" Kata Alea.


" Maaf sayang" Lirih Daz.


" Aaaaa anakku mas " Teriak Alea histeris. Sampai dokter pun datang dan menyuntik kan obat penenang.


" Anak kita mas" Lirih Alea yang sudah mulai tenaga


" Sabar sayang ikhlas " Ujar Daz yang sudah menitikkan air matanya.


Sudah satu minggu Alea sadar dan sekarang dia sudah bisa menerima takdir yang di berikut Tuhan.


Hari ini dia pun sudah di. Perbolehkan pulang oleh dokter.


" Sudah sayang jangan sedih lagi " Ujar Daz


" Iya mas maafkan Alea" Jawab Alea.


Dazian tersenyum senang melihat perubahan Alea yang kembali ceria seperti dulu.


" Yuhuuu kaka ipar Nana yang cantik datang nih" Teriak Nana yang baru sampai di mansion Daz.


" Nana " Panggil Alea yang baru keluar dari Lift.


" Gimana kaka sehat? " Tanya Nana. Memeluk Alea.


" Sehat dong" Jawab Alea. Membalas pelukan Nana.


" Gimana kalo sore ini kita k mall ka shopping " Ajak Nana.


" Kaka tanya Dazian dulu ya " Kata Alea .


" Biar Nana aja yang bilang ka" Ujar Nana.


" Bang Nana ajak ka Alea jalan ke mall ya!!! " Teriak Nana.


" Apa sih de teriak-teriak" Kata Daz yang padahal sedang duduk di sofa tak jauh dari mereka.


" Abis makan toa tadi ka makanya volume nya keras" Ujar Nana tertawa.


" Boleh mas? " Tanya Alea.


" Boleh sayang, tapi hati-hati" Peringat Dazian.


" Bang Daz tenang aja " Penjaga bayangan Nana banyak ko" Kata Nana.


" Iya abang percaya " Kata Daz


" Oke kalau gitu kita berangkat " Ujar Nana, menarik Alea keluar mansion menuju mobil sport merahnya.


Kini mobil Nana sudah berada di parkiran mall.


Alea dan Nana pun keluar setelah memarkirkan mobilnya.


banyak pasang mata pengunjung yang memandang ke arah keduanya di karnakan Alea serta Nana yang berparas sangat lah cantik.


"Kemana dulu nih kita ka? " Tanya Nana pada Alea.


"Toko baju gimana" Ajak Alea.


Nana pun jahil membawa Alea ke toko Victoria yang khusus menjual lingerie.


" Nay ngapain kesini? " Heran Alea


" Beli baju haram ka, biar cepat di kasih ponakan lagi" Ujar Nana. Sontak Alea pun merasa sedikit malu.


" Ayo ka beli bang Daz pasti seneng banget tuh nanti " Bujuk Nana.


" Wah seksoy " Ujar Nana


" Udah jangan di ejek kaka jadi malu" Ujar Alea.


" Santai aja ka sama Nana mah" Ujar Nana.


Selesai dengan memilih lingerie Alea pun berjalan ke kasir, untuk membayar. Saat Alea ingin membayar seseorang memanggil namanya.


" Kan benar gue biang itu Alea " Ujar wanita itu bicara pada temannya di samping.


" Wah lo beli lingerie le"kata temannya dengan muka mengejek.


" Iya memang kenapa? " Tanya Alea santai


Nana yang sedang duduk menunggu Alea pun mendengar keributan di dekat kasir, namun dia tak. Berniat melerai karna Nana ingin melihat seberapa bisa kaka iparnya yang lemah lembut itu melawan 2 wanita yang mendatangi nya.


" Lawan ka jangan bersikap lemah lagi" Gumam Nana.


" Oh jadi ****** lo sekarang " Ujar wanita tadi yang nama nya Novi dan yang satunya bernama yani.


" Apa Urusannya dengan anda" Sahut Alea


" Wah gila mahal banget pilihan lo" Ujar yani yang melihat harga lingerie di tangan Alea berharga puluhan juta.


" Pasti ****** nya pejabat ya lo" Tunjuk yani.


" Bukan urusan anda " Tepis Alea.yang ingin segera membayar lingerie nya ke kasir.


" Udah berani lo sama kita" Kesal Novi.


Alea yang sudah sangat kesal pun melayang kan tamparan pada Novi.


" Berhenti mengganggu ku atau kalian rasakan akibanya " Ujar Alea dengan tatapan tajam.


Novi dan yani adalah 2 wanita yang sering membully Alea ketika Alea masih kuliah.


Tapi sekarang Alea takkan takut lagi karna sudah ada Dazian suaminya yang selalu melindungi nya.


" Ja**ng sia**n" Umpat novi sambil memegangi pipi yang terasa panas akibat tamparan Alea yang begitu keras.


" Wah pertunjukan yang bagus ka. Coba. Lihat" Ujar Nana memperlihatkan video Alea yang sedang menampar Novi. Ya diam-diam Nana merekam aksi. Alea dan mengirim nya pada Dazian.


"Kaka keren deh " Puji Nana, sedangkan Alea hanya tersenyum malu.


" Siapa kau? " Tunjuk Novi


" Aku? " Tanya Nana


" Kau mau tau? Nama ku Unaya de Fernandez dan dia yang kau sebut ****** ini adalah nyonya Alexander" Jelas Nana. Sontak ke dua wanita yang menghina Alea pun terkejut, siapa yang tak tau keluarga Fernandez dan Alexander.


Keluarga Fernandez yang di kepalai oleh Dion perusahaan nya menempati urutan ke 4 terbesar di negaranya. Sedangkan keluarga Alexander yang di pimpinan oleh Dazian menempati urutan pertama.


Ya nama asli Dazian iyalah Dazian Hamilton Alexander.


" Tidak itu tidak mungkin kau pasti membohongi ku" Ujar Novi tak Terima.


" Siapa yang membohongi mu" Ejek Nana.


" Kau lihat akibatnya menghina nyonya Alexander " Ujar Nana dengan senyum smirk.


" Tidak ... "


" Kenapa kau selalu lebih unggul dari pada aku " Batin Novi.


" Kalian keluarlah!!!! " Teriak Nana.


Dan keluar lah beberapa lelaki kekar berpakaian serba hitam entah dari mana datangnya menuju ke. Arah Nana


" Queen " Sapanya.


" Sekarang apa kau masih berpikir aku membohongi mu" Ujar Nana menatap tajam kerah Novi dan yani.


" Maafkan kami kami tak tau" Mohon yani.


" Cih maafmu tak berlaku bagi ku" Ujar Nana.


" Kita apakan meraka ka? " Tanya Nana pada Alea yang sedari tadi diam.


" Usir saja dari mall ini" Kata Alea


" Huh, untung saja kaka ipar ku masih berbaik hati pada kalian, jika tidak kalian sudah ku buat jadi makanan nya ziro " Ujar Nana.


" Seret mereka keluar mall" Perintah Nana.


" Baik queen " Jawabnya.


Bawahan Nana pun menyeret Novi dan yani dengan kasar kemudian melempar mereka keluar dari mall.


" Udah ayo belanja lagi ka " Ajak Nana.


" Tunggu belum bayar" Tahan Alea yang langsung ke kasir untuk membayar. Alea pun mengeluarkan black card pemberian Dazian.


Setelah membayar Alea pun menghampiri Nana dan berjalan keluar toko tersebut sambil berbincang.


" Siapa ziro na? " Tanya Alea yang penasaran sedari tadi.


" Oh itu harimau peliharaan Nana di markas ka" Jawab Nana.


" Kapan-kapan kaka mau liat dong" Kata Alea


" Boleh " Jawab Nana


Mereka pun kembali memasuki toko satu persatu yang mana membuat mereka merasa tertarik mereka pun langsung membelinya.