Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
Kesempatan Kedua? Tentu tidak ada



" Hei lepaskan saya, saya tidak ada urusan dengan anda, kenapa anda mengurung saya di sini" Ujar lelaki kira- kira berumur 25 tahun,bernama Rijal.


" Hah melepaskan mu mimpi saja kau!! " Ucap Queen keluar dari balik lemari bersama Sagara.


Deg....


Deg


Deg


Jantung Rijal berpacu cepat bahkan hampir tak berdetak melihat kedatangan orang yang dia kenal.


Flashback on


" Seperti nya ada penghianat di antara kita " Kata Sagara berkata pada Queen , Kenzo, Rakha , dan Jofa.


" Seperti nya iya bang, gak Mungkin pihak lawan tau strategi kita, yang pernah kita diskusikan sebelumnya" Ujar Jofa


Malam sebelum nya terjadi perang antara mafia Azzura rose dan mafia Kingdom. Yang hampir saja merenggut nyawa Queen dan Jofa jika saja mereka tidak gesit mungkin sekarang mereka hanya tinggal nama , karena lawan lebih dulu tahu siasat mereka.


" Ade mau ngambil minum dulu ya bang" Ujar Queen.


" Nitip Queen" Kata Rakha.


Di dapur


Queen melihat gerak gerik mencurigakan dari salah seorang bawahan abangnya.


Dapur memang tidak di pasang penyadap suara hanya ada CCTV.


" Tolong jangan apakan adik saya " Katanya


" Hanya itu yang bisa syaa beritahu, mereka belum memberitahu bagaimana strategi mereka" Ujar pemuda bernama Rijal tersebut.


Queen menatap Rijal dengan sinis.


" Penghianat" Ucap Queen langsung kembali ke kamar Sagara tempat mereka berkumpul tadi.


Karena kesal Queen tak sengaja menendang pintu kamar Sagara untuk membukanya.


" Ade kenapa.? " Heran Sagara. Melihat kedatangan Queen yang terlihat marah.


"Rijal" Ucap Queen. Tak biasanya Queen memanggil Rijal tanpa embel kaka.


Rijal adalah salah satu bawahan Sagara Rijal dulunya hanya lah seorang anak jalanan yang di ajak Sagara bergabung hingga menjadi bawahan Sagara.


" Rijal berkhianat " Kata Queen lagi.


Brakkkk


" Apa!! " Ucap Sagara menggerak meja dengan keras.


Queen memperlihatkan rekaman percakapan Rijal di dapur tadi sebagai bukti.


Hingga mereka menyidang Rijal, Rijal beralasan ini semua karena adiknya di tawan oleh mafia Kingdom. Adik kandung nya mereka baru saja di pertemukan setelah lama terpisah. Bodohnya Rijal bukannya meminta bantuan pada mafia Sagara , dia malah menuruti persyaratan dari ketua Mafia kingdom. Untuk menjadi mata-mata di Azzura rose. Pada akhirnya Rijal hanya di keluar kan saja dari mafia, mengingat kesetiaan terdahulu pada Azzura rose. Tapi sebab itulah karena dia tidak bisa lagi memata-matai mafia Azzura rose Mafia kingdom pun membunuh adiknya Rijal sebagai hukuman Kegagalan. Itulah awal mula dendam Rijal pada Sagara .


Flashback off.


" Sagara, Queen" ucap Rijal tentu saja dia terkejut dengan kedatangan keduanya.


" Ho, Rijal Hernades.,kau mengingat kami ternyata " Ujar Queen berdiri di samping Aksa dan Aksa pun merangkul pinggang Queen dengan erat.


" Para bocah! " Geram Rijal memandang mereka.


" Bocah ini pun juga bisa menjadi malaikat mautmu! " Ucap Sagara sambil tertawa bukannya lucu malah terlihat menyeramkan dengan aura membunuhnya yang membuat orang sedikit tertekan.


" Kau masih bisa selamat rupanya, harusnya kau menyusul adikku! " Kata Rijal.


" Adikmu? " Kata Sagara.


"Ya adikku Hana, huhuu, kau penyebabnya terbunuh jika saja kau tidak mengusir ku dari Azzura mungkin saja Hana masih hidup" Jelas Rijal dengan emosi.


" Dan membiarkan kau membunuh kami satu persatu , heh" Ujar Sagara.


"Sa gue minjam alat lo" Kata Sagara.


Aksa mengangguk dan menyuruh Lingga mengambil kan alat kesayangan nya.


" Ambil Lingga" Ujar Aksa, Lingga pun datang dengan tangan membawa sebuah cambuk yang di tempeli jarum jarum yang tajam sepanjang talinya.


" Mau apa kau... Jangan mendekat " Kata Rijal ketakutan, tentu saja dia tau keganasan Sagara dalam menyiksa lawannya.


" Kau takut! " Ujar Queen meniru suara kartun dari Malaysia,Si botak kembar upin dan Ipin.


" Be-berikan a-aku kesempatan kedua" Ucap Rijal.


" Kesempatan kedua? Tentunya tidak ada, kau sudah menyiakan kesempatan itu" Ujar Sagara.


" Arghhhhhh, hentikan " Suara cambukan di sertai rintihan mulai terdengar. Tapi Sagara tidak berhenti malah semakin menjadi mencambuk nya hingga punggung Rijal penuh goresan serta tusukan dari jarum.


" Ma-afkan sa-ya " Ucapnya terbata.


Brukkkk.


Sagara menendang Rijal sampai terhempas kedinding saking kuatnya tendangan Sagara Rijal sampai mengeluarkan darah dari mulutnya.


Queen dan Aksa duduk menonton penyiksaan yang di lakukan oleh Sagara dengan tenang. Jangan lupa cemilan untuk Queen menonton djuga di bawakan Lingga.


. Sagara keluar dari penjara dan mengembalikan cambuknya pada Aksa.


" Thanks Sa " Ucap Sagara.


" Lo gak bunuh dia" Ujar Aksa Herman, eh maksud heran


" Biarkan saja dia menikmati kesakitan itu lebih dulu, kematian terlalu mudah untuknya " Jawab Sagara.


" Oke kami bakal jaga dia buat lo siapa tau lo bakal main lagi" Ujar Aksa. Jangan salah arti ya bermain berarti menyiksa.


" Gue pulang " Kata Sagara.


" Gue antar" Ujar Aksa, sekalian dia juga mengantar Queen .


Sesampainya mereka di mansion Cakra sudah ada, Kenzo, Kevin, Rakha, kecuali Jofa kerena dia sedang berada di mall menemani mamanya shopping ya walaupun dengan terpaksa.


"Lo pada ngumpul " Ujar Queen sewaktu masuk kedalam mansion.


" Kalian kemana aja di tunggu dari tadi juga" Ujar Rakha.


" Habis jalan dong sama ayang " Jawab Queen.


"Terus Sagara" Tunjuk Kevin


" Jadi baygon" Sahut Sagara.


" Hhahhaha obat nyamuk dong" Tawa Rakha.


Sedangkan Aksa, setelah mengantar Queen dan Sagara Aksa langsung pamit pulang.


"Jadi kenapa? " Tanya Sagara.


" Pelakunya Rijal " Ujar Kenzo.


" Tapi dia menghilang dan kami tidak. Menemukan dimana jejaknya" Timpal Rakha.


" Biarkan saja " Ujar Sagara.


" Kenapa bang? Kita harus balas " Ujar Rakha menggebu-gebu.


" Dia tak akan kembali" Kata Sagara melewati mereka masuk kedalam lift.


" Emang kenapa Queen? " Tanya Rakha pada Queen yang duduk km di tengah- tengah Kevin dan Kenzo.


" Secret " Ucap Queen dengan gerakan menguncinya mulutnya.


" Gak asik, gue pulang ya" Ujar Rakha pamit. Kini tinggal Kenzo Queen dan Kevin duduk di ruang tamu. Kevin bertugas menyuapi Queen cemilan sedangkan Kenzo memijat tangan Queen.


"Gini nih jadi ratu" Batin Queen.


Di. Mall


" Ini cocok gak buat papi kamu"


" Ini pas gak"


" Ini warna gimana " Ujar Fira tak hentinya bertanya pada Jofa.


Jofa tengah menemani Fira mamanya berbelanja " mih masih lama ya, Ofa capek" Keluh Jofa


" Ululu saingannya mami, ayo kita makan duku" Kata Fira.


" Aissss, capek banget ternyata menemani cewek belanja " Gumam Jofa menggerutu.


" Jofa harus belajar dulu dari kami supaya nanti kalo Jofa punya istri, udah terbiasa nak" Sahut Safira yang mendengar gumaman sang anak.


" Permisi ini pesannya " Ujar pelayan


"Silahkan di nikmati" katanya lagi


Jofa dan Fira menanggapi nya dengan senyuman mereka pun mulai menyantap makanan mereka. Saat acara makan di restoran sudah selesai keduanya memutuskan untuk pulang.