Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
Ngaku-ngaku kan jadi malu



Kringg...


Kring...


Kring...


Bell istirahat pun sudah berbunyi, para murid berlarian menuju kantin. Untuk mengisi perut mereka yang sudah demo sejak tadi.


Di sisi lain Queen masih sibuk dengan pikirannya di sertai senyuman yang tak memudar


" Gila lo senyum-senyum sendiri! " Celetuk Maira dengan sinis.


Queen yang mendengar ucapan Maira pun lantas menatap tajam Maira di kursi sebelah nya dengan tajam. Namun hal itu tak berselang lama sampai Queen kembali merekahkan senyumnya lagi.


" Karena hari ini gue lagi merasa bahagia " Ucap Queen. Mengelus cincin di jari manisnya.


" Sayang aku laper " Ucap Queen pada Aksa yang berada di samping nya.


" Ayo ke kantin! " Ajak Aksa lembut. Menggandeng Queen menuju kantin


" Jadi pengen punya pacar " Ucap Maira melihat ke harmonisan Queen dan Aksa.


" Sama gue aja Mai, di jamin bahagia dunia akhirat lo! " Sahut Ino. Mengedip kan sebelah matanya.


" Mimpi! " Ucap Maira berlalu keluar kelas menyusul Queen.


" Tungguin elah" Kata Indah berlari menyusul juga.


" Jangan lari sayang!! " Teriak Rangga pada Indah.


" Mimpi apa gue" Kata Ino. Mengetuk dagunya.


" Mimpi basah" Timpal Bian


Hahhahahaha ' tawa mereka mendengar ucapan Bian.


~


" Lo masih mau dapetin Aksa ? " Pertanyaannya yang sangat menyebalkan terdengar di telinga Dewi yang sedang meminum jusnya .


" Setelah apa yang lo liat, lo masih mau tetap ngejar dia? "Kata Lina kembali melontarkan kata-kata yang membuat telinga Dewi sakit mendengar nya.


," Lo ngeremehin gue ? " Tanya balik Dewi pada Lina.


" Gue bukan ngeremehin lo, tapi lo udah tau sendiri kan respon Aksa sama lo, gak ada tempat lagi buat lo" Kata Lina seolah menyadarkan Dewi. Yang masih kekeuh ingin mendapatkan Aksa, padahal dia sudah tau Aksa sidah memiliki Queen di hatinya.


" Gak ada yang bisa nolak gue, mau Aksa sekalipun gue bakal bikin dia tunduk sama gue " Ucap Dewi yakin.


" Lo yakin ? Bahkan setelah perlakuan Aksa kemarin sama lo? " Tanya Lina.


" Iya! Gue udah suka sama Aksa dari awal gue pindah gue gak mau menyerah sebelum gue berhasil dapetin dia" Tekad Dewi penuh penekanan.


" Terserah lo deh,kenapa gak lo coba aja goda Aksa pakai tubuh lo, secara kan lo ahlinya dalam ngelakuin itu" Ujar Lina tanpa beban.


Baru seminggu Dewi pindah dia sudah memiliki Lina sebagai teman akrabnya. Ya karena Lina juga adalah teman 1 profesi di luar sekolah.


" Gue udah pernah coba, tapi tatap gak di respon " Jawab Dewi.


" Ya itu lo harus sadar diri dia emang gak mau sama lo" Kata Lina.


" Tapi gue gak bakalan nyerah, gue yakin Aksa cuma gengsi aja " Kata Dewi penuh percaya diri.


" Liat dew kayanya mereka bahagia banget" Kompor Lina menunjuk meja yang tengah di tempati Queen Aksa dan kawan-kawan nya.


" Dewi semakin menampakan rait wajah tak suka , apalagi melihat Queen yang tampak bahagia, dia pun juga tak suka melihat Aksa yang memperlakukan Queen dengan manis dan lembut.


" Bikin iri" Batin Lina.


"Gue gak bisa biarin ini terjadi , Aksa harusnya milik gue " Batin Dewi.


Satu lagi gadis yang terobsesi pada Aksa setelah Anin , mungkin bisa di katakan adiknya Anin.


" Ademnya liat mereka " Ujar Maira


" Liat gue juga bisa bikin lo masuk surga Mai" Sahut Ini yang duduk di sebrang Maira.


" Lo jadi bini gue, insya Allah, liat gue jadi adem " Jelas Ino.


," Huekkkk, mual gue nge" Kata Maira mengundang gelak tawa mereka.


Hingga gelak tawa mereka berhenti saat mendengar suara gebrakan meja yang membuat para penghuni kantin pun teralihkan atensinya.


Brakk.


Shitt..


'Nying bakso gue ngelinding' batin Queen saat melihat bakso yang hendak di makan nya terjatuh karena Queen kaget mendengar gebrakan meja tadi.


Queen menatap pelaku terjatuh nya baksonya dengan tajam, ternyata Dewi dan temannya Lina.


"Apa maksud lo kambing? " Tanya Queen berdiri sehingga dia langsung berhadapan dengan Dewi.


Aksa pun siap siaga belakang Queen, siapa tau nantinya Dewi bersikap kasar walaupun Aksa tau Queen bisa melindungi dirinya sendiri tetap saja membuat Aksa khawatir, karena Aksa tak ingin Queen terluka walaupun hanya se cuil.


" Ngapain lo dekatin Aksa gue! " Ucap Dewi dengan keras.


" Apah! Apa lo bilang tadi Aksa lo? " Tanya Queen seolah sedang mengorek kupingnya.


" Halah dia kan murid baru Queen , mungkin dia gak tau siapa lo! " Tekan Maira menatap Dewi dengan sinis.


" Okey positif thinking dia gak tau" Kata Queen.


" Ngapain sih jablay ganggu kia makan aja" Kata Jofa.


" Heh mulutnya gak sopan " Ujar Sagara pada Jofa.


" Hehe maaf bang, di ajari Aka tadi" Kilah jofa.


" Fitnah bang " Bantah Rakha


," Dasar jala*g jauhin Aksa ! " Maki Dewi dengan keras.


"Jaga mulut lo! " Desis Aksa dengan nada dingin.


Kini Dewi menatap ke arah Aksa" Aksa cukup, kamu kenapa sih, aku kan tunangan kamu" Lagi lagi ucapan Dewi menjadi perbincangan para penghuni kantin.


Dewi sudah tak tahan lagi melihat kedekatan Aksa dan Queen hingga dia membuat kebohongan.


" Mimpi lo ketinggian sia*an" Ucap Aksa. Yang kesal. Mendengar penghuni kantin mencap Queen buruk karena terpengaruh ucapan Dewi.


" Kamu kenapa sih Aksa , kamu udah di kasih apaan sama cewek murah ini apa.....


Plakkkk


Suara tamparan keras dari Sagara pada Dewi " Jaga mulut lo sia*an" Maki Sagara dengan urat leher yang terlihat dengan jelas, Sagara tak Terima adik kesayangan di katakan cewek murahan. Bahkan inti azzura rose juga sudah mengeraskan rahang mereka saat mendengar ucapan Dewi mengatai Queen.


" Apa ! Yang gue katakan bener ko" Lanjut Dewi. Tangan Sagara sudah kembali terangkat hendak menampar Dewi, namun di tahan oleh Queen.


" Abang udah ngapain mengotori tangan abang buat nyentuh si lintah ini" Kata Queen


Queen maju selangkah mengikis jarak antara dia dan Dewi.


" Lo bilang gue murahan ya?, lo tau lo bahkan lebih murahan" Ucap Queen santai.


"Maksud lo apa hah" Ucap Dewi tak Terima.


" Ini" Queen mengangkat tangan kirinya dan Aksa menunjukkan jari manis mereka yang terdapat cincin pertunangan nya dengan Aksa.


" Lo gak buta kan, buka mata lo lebar - lebar, liat ini cincin tunangan gue sama Aksa lo!Lo bilang lo apa tadi, lo tunangan Aksa, hahaha mimpi lo ketinggian bangun deh biar sadar " Ucap Queen dengan nada mengejek, yang mampu membuat semua orang menganga di tempat termasuk, inti Alaska, Indah dan Maira kecuali inti Azzura rose karena mereka sudah di beritahu Queen.


Kini berbalik pada Dewi yang mendapat cemooh dari para siswa dan siswi.


" Gak lo bohong! Jangan percaya sama dia" Dewi membela dirinya sendiri.


,"See, sekarang siapa yang murahan lo apa gue ? " Tanya Queen menyilang tangannya ke dada.


"Jangan percaya dia bohong" Ucap Dewi mulai ketakutan saat semakin banyak pasang mata yang memandang rendah ke arahnya.


" Cara lo terlalu murah kambing " Ucap Queen penuh penekanan. Setelah puas melihat wajah pucat Dewi yang malu, Queen pun pergi dari kantin di ikuti rombongan nya.