
Brukkk....
Bola yang di pukul Sasa menghantam kepala Nana, yang sedari tadi sudah merasa pusing. Hingga tak bisa menyambut bolanya. Fira dkk pun menghampiri Nana mereka merasa khawatir melihat Nana yang meringis sambil memegangi kepalanya .
"Rasain loh, gua bakalan bikin lebih pada ini nanti" batin Sasa
Natan dan gengnya yang melihat pun langsung turun ke lapangan menghampiri Nana.
" Aku, pusing banget kepala ku" keluh Nana.
" Nay Lo gak papa " khawatir Fira dkk
" Bangsat tuh si Sasa pusing banget gua " ucap Nana yang masih menundukkan kepalanya
" Sayang kamu gak papa " ucap Natan khawatir
" Yah aku baik" jawab Nana.
"Ah perut ku juga sakit" batin Nana
' pasti gara-gara belum makan dari tadi malam ' pikir Nana di juga melupakan bekal dari Daz .
saat Natan ingin membawa Nana ke UKS. Pandangan Nana perlahan mulai gelap.
Brukkk.. Nana jatuh pingsan untung saja ada Natan di sampingnya yang langsung menahan nya tubuh nya sebelum menghantam lapangan.
" Ay!ay.." panik Natan yang langsung berlari menggendong Nana menuju UKS. Di ikut geng Tiger serta Fira dkk
" Baik anak-anak Karna ada sedikit insiden kita akhiri sampai disini dulu kelas olahraga silangkan kembali ke kelas masing-masing" ucap pak Hendra
" Yah gak seru gaess lawan sudah tumbang" ucap Sasa
" Iya nih , baru seru-serunya juga" ucap Maya.
" Hebat juga pukulan Lo Sa !" Kata Liana
" Iya dong Sasa gitu loh" jawab Sasa bangga diri.
Sesampainya nya di UKS . Natan langsung di periksa dokter yang sedang berjaga.
Hanya Natan yang menemani nya di dalam sedangkan geng Tiger,Fira dkk menunggu di luar Karna di larang masuk .
Yah sekolah Nana memang termasuk sekolah elit, sehingga di UKS pun terdapat dokter, bukan anak PMR.
" Gimana dok keadaannya?" Tanya Natan
" Dia tidak papa, cuma sedikit kelelahan serta asam lambungnya naik, kemungkinan dia belum makan " kata sang dokter.
" Saya akan meresepkan obatnya setelah ini " ucap dokter lagi.
" Baik dok, terima kasih" ucap Natan Dan Dokter pun kembali ke ruangannya.
" Ay bangun " Kata Natan yang sedari tadi memegangi tangan Nana sambil mengelusnya.
" Nat kita - kita balik kelas duluan yah" ucap Jay
" Kalo ad apa -apa kabari kita-kita" ucap Fira juga
Natan pun mengangguk tanda mengiyakan.
Nana pun membuka matanya perlahan, di lihatnya di samping ada Natan yang menemani nya.
" Ay" panggil Nana
" Kamu udah sadar ay" ucap Natan langsung merengkuh Nana dalam pelukannya.
" Aku khawatir banget" kata Natan
" Udah aku gak papa ko" jawab Nana membalas pelukan Natan
" Aku makan dulu yah , tadi kata dokter asam lambung kamu naik , kamu mau apa biar aku belikan " kata Natan
" Gak usah ay, tolong ambilkan bekal dari ka Daz aja boleh di dalam tas " ucap Nana
Tanpa di suruh 2 kali Natan langsung menuju kelas Nana tepatnya XI IPA 1 , tak berselang lama Natan pun datang dengan kotak makan dan air mineral di tangannya.
" Nih aku suapi yah" kata Natan sambil membuka kotak bekal.
" Iya " jawab Nana
" Aaaaaa " ucap Natan mengarahkan sendok ke mulut Nana. Nana pun membuka mulutnya menerima suapan dari Natan.
" Kamu makan juga ay" ucap Nana , Natan pun tanpa ragu langsung menyuap bekal tersebut Bekal dari Daz pun habis mereka santap tak tersisa.
" Nih minum dulu habis itu minum obat" kata Natan sambil mengambil kan obat Nana
" Pahit ay , gak usah ya" keluh Nana
" Gak ay harus minum biar cepat sembuh" kata Natan
" Ih.....gak mau" ucap Nana dengan memajukan bibir yang membuat Natan gemas
Cup...... Natan tiba-tiba mencium bibir Nana yang membuat Nana bersemu merah.
" Ih Natan aku malu" ucap Nana menutup mukanya dengan tangan.
" Gemas aku tuh" kata Natan
" Kamu balik kelas gih " suruh Nana
" gak ! Aku kan nemenin kamu ay" tolak Natan
" Aku juga mau balik kelas ay" ucap Nana
" Gak kamu istirahat di sini aja sayang" kata Natan
" Baiklah " ucap Nana pasrah.
Kringg...
Kringg..
Telpon Nana berdering. Nana pun langsung mengangkat nya.
" Yaya gak papa ?" Tanya Daz ya ternyata Dazian yang menelpon pemirsa.
" Iya bang " ucap Nana , Abang pasti dapat kabar dari orangnya ' pikir Nana.
Yah semenjak insiden penyerangan Nana di jalan Daz selalu menempatkan orang-orang nya di dekat Nana. Tanpa di ketahui orang lain.
" Ya sudah, Abang lanjut kerja lagi kalau begitu" ucap Daz
Tut.... Sambungan teleponnya pun mati.
" Nat kita kita pulang aja yu dari pada di UKS " ucap Nana
" Ke rumah abang Daz ?" Tanya Natan
" Engga, kerumah kamu aja , aku kangen Tante Yuri " jawab Nana
Setelah dapat izin pulang duluan Nana di temani Natan pun pulang ke mansion Zen.
Mobil Yang di kendarai Natan pun sampai di mansion Zen .
Nana bergegas turun dan masuk ke dalam mansion.
Di ruang tamu ada mommy Yuri dan Daddy Devan. Sedang menonton tv.
" Tante " sapa Nana
" Eh Nana..eh Natan juga ko udah pulang " heran mommy Yuri yang melihat mereka sudah pulang padahal belum jam pulang.
" Iya mom tadi nana pingsan di sekolah , terus setelah bangun pengen kesini katanya kangen mommy" ucap Natan
" Beneran Naya?" Tanya mommy Yuri
" Iya Tan" ucap Nana
" Eh ko masih panggi Tante, panggil mommy aja" ucap Yuri
" Daddy juga panggil Daddy " kata Daddy Devan
" Jadi kangen mama " lirih Nana Mommy Yuri yang melihat bersedih pun langsung memeluk nya .
" Sudah kan sudah ada mommy anggap mommy mama kamu sendiri " kata Yuri .
" Makasih mom dad udah terima Nana dengan baik" kata Nana
" Sama-sama sayang" jawab mommy Yuri.
" Ya sudah sayang antar Naya ke kamar supaya bisa istirahat" kata mommy Yuri
" Ingat jangan kamar kamu, tapi kamar yang di samping kamar kamu, soalnya baju Naya sudah ada di sana " peringatkan mommy Yuri.
" Iya mom" ucap Natan lesu.
Nana yang melihat sang kekasih lesu pun terkekeh. Dengan berjalan gontai Natan menuju kamar nya eh salah maksudnya kamar di samping kamar Natan.
' gagal sudah tidur bareng ayang' pikir Natan. Nana pun masuk kamar tepat di samping kamar Natan.
" Ay aku temani yah" kata Natan
" Boleh izin dulu sama mommy" ucap Nana
" Ko sama mommy sih" keluh Natan
" Kamu ganti baju dulu ay, baru kesini lagi" ucap Nana, Natan yang mendengar ucapan Nana pun langsung sumringah secepat kilat ke kamarnya mengganti bajunya.
Nana pun juga masuk ke kamar nya, setelah bebersih Nana Menganti pakaian nya dengan baju santai.
Kemudian merebahkan diri ke kasur , tak berselang lama Nana pun tertidur Karna efek obat yang di minumnya di UKS tadi membuat nya sangat mengantuk. Natan yang juga sudah bebersih dan Menganti baju kembali ke kamar Nana, 'untung saja kamar tidak di kunci' pikir Natan .
Tapi setelah masuk yang dia dapati Nana yang sudah tertidur, Natan pun ikut merebahkan badannya di samping Nana dengan tangan yang memeluk Nana.
Malam pun tiba,
" Mom panggil Natan sama Naya" ucap Daddy Devan
" Oke mommy ke atas dulu" ucap mommy Yuri
Mommy Yuri pun sampai di depan pintu kamar Natan.
" El" panggil mommy Yuri namun Karna tak ada sahutan mommy Yuri pun langsung membuka kamar Natan tapi tak mendapati Natan di sana.
Berpindah ke kamar Nana pun juga tak ada sahutan dari Nana, mommy pun juga membuka pintu kamar Nana.
" Natannnniel......" Teriak mommy Yuri yang langsung membangun kan Natan dan nana.
" Aaaaaaaaaaa... Natan sialan ngapain tidur disini" ucap Nana kangen melihat Natan yang di sampingnya bahkan memeluknya.
" Natan ngapain sih" ucap mommy Yuri
" Tidur lah mom " jawab Natan
" Kayak gak punya kamar aja kamu " kata mommy Yuri
Nana pun bangun menghampiri Mommy Yuri.
" Mommy Natan mesum sekali" adu Nana. Memeluk Yuri
" Nanti kita bilang Daddy biar Daddy yang marahin Natan" ucap mommy Yuri.
Daddy devan pun juga naik ke atas Karna mendengar teriakkan Nana tadi.
" Ada ap mom Daddy dengar tadi ada teriakan ?" Tanya Daddy Devan
" Itu dad si El tidur di kamar Naya kan mommy jadi kaget liatnya" ucap mommy
" Ya sudah kita makan dulu Daddy udah laper nih" kata Daddy Devan.
" Ayo " ucap mommy Yuri yang sudah mengandeng Nana membawa turun
" Ih mommy Daddy yang anak kandung tuh aku bukan sih" keluh Natan .