Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
murid baru



" Abang Yaya berangkat!!! " Pamit Nana setelah menyelesaikan sarapan.


Karna Natan sudah menunggu di depan.


" Hati-hati" ucap Daz


" Oke " ucap Nana yang berlari menghampiri Natan di luar.


" Sorry ay lama" kata Nana


" Ko kamu cantik banget sih ay" puji Natan


" Ih kamu mah bisa banget bikin aku malu " ucap Nana menutup mukanya dengan tangan .


"Silahkan ayang kesayangan ku" sahut Natan sambil membukakan pintu mobil.


" Let's go" ucap Nana


Daz yang memandang kepergian Nana menyunggingkan senyumnya.


" Syukurlah nana semakin ceria , mudahan dia bisa balik kaya dulu lagi sifatnya" ucap Daz


Sampai di sekolah Natan keluar dari mobilnya dan membuka kan pintu mobilnya buat Nana. Yang membuat para siswa/i menatap nya iri.


" Woy !! Itu Natan Sama Naya" kata siswi


" Ih gua pengen deh jadi Naya , Supaya bisa di romantisin bebeb Natan" ucap siswi lain


" Naya makin cantik aja ya " kata seorang siswa


" Cocok bet ,jadi minder liatnya"


" Kamu benar " ucap siswa lain nya membenarkan.


" Ay ke kelas dulu ya" pamit Nana


" Aku antar sayang" kata Natan


" Gak mending kamu ke kelas juga" jawab Nana


" Baiklah, nanti istirahat bareng" ajak Natan


Nana pun mengangkat tangan dengan tanda ok sambil berjalan menuju kelas nya.


" Bestie!!" Sapa Fira pada Nana yang sudah memasuki kelasnya.


" Kenapa?" Tanya Nana


" Gimana kalo pulang sekolah nanti kita ke mall" ajak Fira


" Boleh tuh".ucap Anya


" Iya gua udah Lama gak ke mall" kata Sinta


" Liat nanti ya !" Kata Nana


Teng..


Teng..


Bell masuk berbunyi tanda pelajaran akan segera di mulai , pelajaran pertama di mulia dengan pak fisika yang di ajarkan oleh Bu Nindy.


" Pagi anak-anak" sapa Bu Nindy


" Pagi Bu!!" Sahut siswa/i dengan kompak


" Baik ibu ada pemberitahuan kelas kita ada seorang murid baru" kata Bu Nindy


" Cowok atau cewek Bu?" Tanya siswa


Para siswa/i pun mulai membicarakan murid baru.


" Baik anak-anak perhatian sebentar " kata Bu Nindy para murid yang mendengar ucapan Bu Nindy terdiam mendengarkan.


" Silakan masuk " ajak Bu Nindy pada seorang yang di depan kelas.


Tap..


Tap...Seorang melangkah memasuki kelas.


" Huuun, tampan !!!" Ucap siswi yang melihat


" Ibu jodohku telah tiba " ucap siswi lain


" Bebeb akih tu " ucap siswi lain


Sedangkan para siswa hanya menatap datar murid baru itu, begitupun dengan Nana dkk.


" Perkenalkan diri kamu " suruh bu Nindy


Dia pun mengangguk.


" Saya Mahendra Siregar, panggil mahen!" Ucap nya datar



.ingat gambar hanya pemanis


" Silahkan mahen duduk di bangku yang masih kosong" kata Bu Nindy


Mahen pun menuju tempat duduk yang di tunjukkan Bu Nindy untuknya tepatnya di belakang di samping Nana yang duduk sebangku dengan Fira.


" Hai " sapa mahen pada Nana


" Hem " sahut Nana dingin.


" Nama mu siapa cantik ?" Tanya mahen


" Naya " jawab Nana singkat


" Sok ganteng dia Nay!" Bisik Fira


" Ya Emang ganteng sih " lanjut Fira lagi


" Ganteng Natan " sahut Nana singkat


" Iya iya ayang Natan emang ganteng bingit " ejek Fira sambil terkekeh.


" Ganteng banget "


"Seperti nya gua nambah idola geass selain Natan " seru siswi yang masih bisa di dengar.


Setelah 4 jam belajar bell tanda istirahat berbunyi.


Teng...


Teng...


Seluruh murid keluar dari kelas mereka masing-masing menuju kantin untuk mengisi perut mereka.


" Naya bareng gua yu?" Ajak mahen


"Sorry, Lo duluan aja" tolak Nana.


"Idih sok dekat sok kenal bet sama gua" batin Nana


Belum Nana menjawab ajakan mahen Natan sudah berada di depan kelas menunggu dan memanggil nya.


" Ay ayo " ajak Natan pada Nana


" Oke" ucap Nana keluar kelas di ikuti teman temannya,meninggalkan mahen tapi sebelum itu


" Naya udah punya cowok, gak usah sok dekat deh sama Naya " ucap Fira , setelah itu dia pun menyusul Nana


"CK gua bakalan bikin jatuh ke pelukan gua " gumam mahen.



Nana sudah di kantin ngumpul Fira dkk dan geng Tiger, dengan semangkok bakso di depannya dna minumnya teh es.


" Cowok tadi siapa ay?" Tanya Natan


" Mulid Balu" sahut Nana yang masih mengunyah baksonya.


" Di telan dulu sayang " suruh Natan


Glekk.... Nana menelan baksonya


" Murid baru " ucap Nana sekali lagi .


" Jangan dekat-dekat dia ay aku gak suka" kata Natan


" Iya aku juga gak mau" jawab Nana


" Good girl baby" kata Natan


" CK aku bukan bayi ya ay" kesal Nana


" Tapi kan kamu kesayangan aku sayang" sahut Natan, mereka asik bicara berdua seperti melupakan teman-temannya yang ada di samping.


" Emang ya gaess kalo dah bucin dua serasa milik berdua " ujar Damian


" Yah kayanya kita perlu cara yayang juga " ajak Jay


" Kalian aja gua sih udah ada " sahut Gabriel sambil melirik Anya di sampingnya.


" Wah-wah ada apa nih dengan kalian " ujar Dam menatap heran Gabriel dan Anya.


" Eh , duduknya juga sampingan?" Heran Jay


"Kita dah jadian kan by!" Ujar Gabriel


Yang di sahuti Anya dengan anggukan.


" Anda iri bilang babi!" Kata Fira reflek terkekeh menertawakan mereka.


" Eh tunggu? Apa!!!!! Apa tadi jadian kalian bilang!!!" Ujar Fira terkejut.


" Biasa aja kali ngomongnya" kata Sinta.


" Kaget gua Anjing" sahut Fira .


" Heh mulutnya " ujar Sinta menutup mulut Fira yang kurang di filter.


" Kapan kalian jadian ?" Tanya Nana


" Belum lama ini" sahut Anya


" Kapan bolehlah kita dobel date " ucap Gabriel pada Nana


" Boleh " sahut Nana singkat.


" Yeah para jomblo hanya bisa menangis di pojokan pemisah" ujar Jay


" Hahhahaa" tawa mereka kompak mendengar ucapan Jay.


" Eh tumben banget yah beberapa hari ini geng Berlian gak gangguan Natan sama Nana?" Ujar Damian


" Iya bener tuh" Sahut Jay


" Ya bagus dong kalo udah gak ganggu" kata Fira .


Jam istirahat sudah berakhir para murid berbondong bondong kembali ke kelasnya melanjutkan pelajaran berikutnya.


Bell panjang berbunyi tanda jam pelajaran telah berakhir, semua murid bersiap untuk pulang setelah guru keluar mereka juga ikut berhamburan keluar.


Nana dkk juga keluar dari kelas tapi saat nana hendak melangkah keluar sebuah tangan mencekal tangan nya yang membuat nya berhenti dan menoleh siapa yang berani menghentikan Nya.


" Kenapa" ucap dingin


" Mau pulang bareng gak ?" Ajak Mahen


" Gak " ucap Nana melepaskan pegangan mahen pada tangannya. Lalu berjalan keluar meninggalkan mahen dengan raut wajah yang kesal.


" Sialan sudah 2 kali dia menolak ku " ujar mahen kesal.


" Tak ada yang pernah menolak ku sebelum nya " ujarnya lagi.


" Sayang !!" Ujar Natan melambaikan tangannya pada Nana, Nana pun menghampiri Natan.


" Ay aku pulang bereng Fira dan yang lainnya aja soalnya mau jalan k.mall dulu" kata Nana


" Yah tapi kan bang Daz nitip kamu sama aku " jawab Natan


" Udah bang Daz nanti aku telpon, bye " ujar Nana yang langsung masuk mobil Fira .


Setelah memarkirkan mobilnya Nana dkk pun keluar dari mobil, dengan gaya bad girl Karna sebelumnya mereka sudah berganti seragam. Mereka pun memasuki mall dan mendapatkan tatapan kagum dari para pengunjung yang sedang berbelanja,bahkan ada yang memotret mereka.


" Gini nih kalo jadi orang cantik , pasti selalu jadi pusat perhatian" ucap Sinta


" Pede bet Lo " sahut Fira


" Cantik itu harus sedangkan percaya diri itu bonus " jawab Sinta. Anya Sama Nana hanya tertawa mendengarkan mereka.


"Mau beli apa dulu nih gaess?" Tanya Fira


" Gimana kalo baju dulu" jawab Anya


" Boleh , kalian beli aja gua yang traktir hari ini " ujar Nana


" Seriusan nay?" Tanya Sinta


" Iya beli apa yang kalian mau" ujar Nana sambil mengeluarkan black card nya.


" Widihhhh, black card cuy" kata Sinta


" Punya siapa nay?" Tanya Fira ya Karna setahu Fira Nana gak punya dan dia kan udah di usir sang ayah dari rumahnya.


" Abang Daz " ucap Nana bohong.


Karna mereka sudah kenal dengan Dazian di rumah sakit saat menjenguk Nana .


" Let's go, kita rampok uang Abang Lo!!" Senang Sinta.


Mereka pun naik ke lantai 2 memasuki toko sepatu, baju, tas . Yah bagi Nana ini tak seberapa walaupun harganya mahal Nana masih mampu membeli kan. Karna Nana tak hanya punya 1 Black card dia punya beberapa. Uang yang di hasilkan dari mengerjakan beberapa misi. Seperti nya sayang jika tak digunakan malah semakin menumpuk di card-nya .