
Jam 4 waktu nya semua murid SMA Internasional school pulang.
Sagara pun tiba di mansion dengan pulang menggunakan motor Aksa.
"Daddy" Ucap Sagara.
" Ya " Jawab Cakra yang tengah duduk santai menonton televisi.
" Udah pulang son? " Tanya Cakra.
" Pakai nanya lagi si duren" Gumam Sagara.
" Daddy dengar bang" Kata Cakra.
" Hehehe, Ade mana dad? " Tanya Sagara mengalihkan pembicaraan.
" Ade ada di kamar tuh dari tadi siang gak keluar- keluar " Kata Cakra.
" Hah? Ya udah abang ke atas dulu dad" Kata Sagara. Sagara memakai lift agar cepat sampai ke lantai 2 .
" Semoga aja Aksa gak di apa apain Queen " Gumam Sagara, kenapa Sagara berbicara begitu karena di tau kelakuan adiknya.
Saat sampai di pintu kamar Queen Sagara pun mulai mengetuk pintu kamar Queen.
Tokk
Tokk
Tokk
Namun tak ada sahutan, Sagara pun mencoba membuka pintu dan ternyata tidak di kunci.
Ceklek.
" Benarkan Aksa di modusin sama Queen " Ucap Sagara bukannya marah Sagara malah geleng-geleng melihat Aksa di peluk Queen dengan erat.
Aksa membuka matanya merasa ada yang mengawasi nya, di depannya sudah ada Sagara yang berdiri bersandar di dinding memandang ke arahnya dan Queen.
" Gar gue.. "
" Gue tau pasti Queen kan yang maksa lo" Potong Sagara. Aksa pun mengangguk mengiyakannya.
" Gue keluar dulu " Kata Sagara. Aksa menatap Sagara dengan tatapan memohon untuk lepas dari Queen.
" Hehe sorry Sa, gak bisa nolongin gue" Kata Sagara lalu keluar dari kamar Queen.
.perlahan Aksa mencoba melepaskan diri dari dekapan Queen, karena dia sangat ingin pergi ke toilet, kandung kemih nya sudah terasa sangat penuh.
Perlahan namun pasti Aksa berhasil memindahkan tangan Queen dari pinggang nya. Lalu Aksa turun dan langsung berlari masuk ke toilet. Beberapa saat kemudian Aksa pun selesai menuntaskan hajat nya.
" Aksa!!! " Teriak Queen.
Aksa yang baru ingin membuka pintu toilet terkejut dengan teriakan Queen.
" Kenapa Queen? " Panik Aksa langsung berlari ke arah Queen.
" Gue pikir lo pulang " Jawab Queen dengan muka memerah hampir menangis.
" Enggak gue cuma ke toilet kok tadi" Kata Aksa memeluk Queen.
" Disini aja ya " Ujar Queen.
" Tapi udah sore gue pamit pulang ya" Bujuk Aksa.
" Gak boleh! , lo nginep aja ya" Ujar Queen memohon dengan tatapan mautnya.
" Udah Sa lo turutin aj tuh anak kucing, nanti ngambek dia " Sahut Sagara di depan pintu Queen.
" Lo bisa mandi dulu Sa pakai baju gue " Kata Sagara. Aksa pun mengangguk pasrah. Masuk ke kamar Sagara yang berada tepat di depan kamar Queen.
" Abang terbaik" Ucap Queen memeluk Sagara.
" Upahnya dong" Pinta Sagara pada Queen.
Cup
Cup
Queen mencium kedua pipi nya Sagara sebagai upah membujuk Aksa untuk menginap.
" Kurang- kurangi lah modus lu de, kasian si Aksa kan masih polos" Kata Sagara.
" Ade juga masih polos abang" Ujar Queen dengan pedenya.
" Udah sana bersih-bersih juga, terus turun kita makan Ade sama Aksa pasti belum makan siang kan" Ujar Sagara.
" Kok abang tau sih? " Tanya Queen.
" Jelas lah, kata daddy kalian dari siang tadi di kamar terus sampai di kira daddy lagi bikinin dia cucu! " Jelas Sagara.
" Hahahaa boleh juga tuh bang, nanti Queen ajak Aksa nyicil cucu buat daddy? " Kata Queen tersenyum membayangkan nya
Petakkk.
Sagara menyentil kening Queen, " Awwwww, sakit abang" Queen mengusap keningnya.
" Abang yang mulai" Jawab Queen. Berlalu masuk kamar mandi.
" Abang tunggu di meja makan! " Teriak Sagara.
" Iya bang! " Balas Queen.
Cakra, Sagara dan Aksa sudah berada di meja makan untuk makan sore bukan makan siang lagi, karena mereka semua belum ada yang makan siang termasuk Cakra yang tadi siang siang sibuk mengurus bekas kantornya secara online, Aksa dan Queen yang tertidur, serta Sagara yang baru datang sekolah, sambil menunggu Queen turun mereka mengobrol.
" Maaf ya Aksa ,kamu pasti tertekan dengan tingkahnya Queen " Ucap Cakra.
" Gak papa kok om " Ujar Aksa.
"Iya Sa Queen tu pasti modusin lo dengan tingkah manja" Timpal Sagara.
" Kita semua udah hapal sama tingkahnya " Sambung Cakra.
" Halo epribadeh " Ucap Queen. Keluar dari lift.
"Ngomongin Ade ya? " Kata Queen.
" Enggak Ade! " Elak Cakra.
" Cih mencurigakan " Ujar Queen duduk di kursi samping Aksa.
"Aksa mau makan yang mana? " Tanya Queen ingin mengambil kan Aksa nasi dan lauknya.
" Apa aja " Jawab Aksa.
" Dia udah mirip spek istri idaman dad" Bisik Sagara pada Cakra.
" Iya Ade bahkan lupain kita bang" Balas Cakra dengan berbisik.
"Terimakasih" Ucap Aksa pada Queen.
"Sama-sama" Kata Queen tersenyum.
" Sini dad biar Queen yang ambilin " Queen mengambil alih piring Cakra lalu mengambilkan nasi dan beberapa lauknya.
" Terimakasih Ade" Ucap Cakra senang mengambil piringnya.
" Sama-sama daddy " Jawab Queen, menyuapkan nasi yang sudah di ambilnya tadi.
"Abang gak di ambilin de? Tanya Sagara .
Queen menolehkan kepala ke arah Sagara" Manja banget lo bang" Ujar Queen.
Sagara mendelik kesal mendengar jawaban Queen. Seolah berbicara " Awas lo , gak gue bantuin lagi" .
20 menit kemudian acara makan sore mereka pun selesai.
" Gue balik dulu yah! " Ucap Aksa lagi.
,"enggak! Nginep disini aja" Ucap Queen.
" Gue pulang aja yah, besok kesini lagi kok atau berangkat sekolah besok gue jemput deh"Bujuk Aksa.
" Terserah " Kesal Queen lalu berjalan menuju lift.
"Eh tunggu Queen, iya deh iya jangan ngambek dong" Kejar Aksa menghentikan langkah Queen. Yang sudah berada di dalam lift.
" Beneran? " Tanya Queen dengan senyum tipis.
" Beneran sayang " Ucap Aksa. Dengan pelan. Ikut masuk kedalam lift Membuat pipi Queen merona merah mendengar penuturan dari Aksa.
,"Ade kenapa tuh dad? Tadi mencak-mencak, sekarang malah kek anak kucing " Ujar Sagara karena mereka posisi mereka lumayan jauh dari Queen dan Aksa sehingga tak terdengar apa yang di bicarakan Queen dan Aksa. sampai pintu lift akhirnya tertutup.
" Mana daddy tau! " Ujar Cakra.
Ting..
Lift sampai di lantai 2 dan otomatis terbuka sendiri.
Queen keluar dari lift di gandeng Aksa, membuat jantung Queen berdetak tak karuan.
" Jantung murahan" Batin Queen.
Sesampainya di depan kamar Queen Aksa yang jalan lebih dulu menghentikan langkah nya hingga Queen yang di belakang nya menabrak punggung Aksa.
Dukkk.
" Awwww" Ringis Queen. Terbentur punggung keras Aksa.
" Mana yang sakit ? " Khawatir Aksa. Mengusap kening Queen sesekali meniupnya dengan pelan. Jantung Queen yang baru saja kembali normal, kini tengah berdiskusi kembali karena perlakuan manisnya Aksa.
" Kayanya gue perlu periksa nih jantung " Batin Queen.
" Masih sakit? Tanya Aksa. Queen pun mengangguk padahal aslinya sudah tidak terasa sakit, namun respon tubuhnya malah berkata lain.
Cup...
Aksa mengecup kening Queen, hingga membuat jantung Queen semakin berdetak kencang dan mukanya kembali memerah.