
Pagi ini Queen berangkat sekolah di jemput oleh Aksa,
" Ready sayang?" Tanya Aksa.
" Ready ! " Jawab Queen.
Hari ini Aksa menjemput Queen menggunakan mobil, Queen duduk di samping pengemudi dan Aksa yang mengemudi mobilnya. Dan Sagara juga ikut dia duduk di kursi belakang, sepanjang jalan Aksa menggenggam tangan Queen.
" Kalau gini mending gue berangkat sendiri aja tadi " Gumam Sagara.
" Wah panas ya "sindir Sagara melihat kemesraan dia sejoli di depannya itu.
" Kan udah ade bilang berangkat sendiri aja bang, malah ngikut kita " Ujar Queen terkekeh.
" Gue merasa menyesal" Lirih Sagara pelan.
Sret... Cekit...
Ketika mobil sampai, mereka sudah bisa di pastikan menjadi perhatian semua murid, karena mobil Aksa adalah mobil keluaran terbaru.
Pintu belakang terbuka keluarlah Sagara lebih dulu dengan coolnya.
" Ya Allah nikmat mana lagi yang kau dustakan" Ucap para siswi yang tak kuat melihat ketampanan Sagara.
" Gue yang cowok aja ngakuin kalau Sagara memang sesempurna itu" Ujar salah seorang siswa.
Kemudian pintu pengemudi terbuka keluar lah Aksa dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya. Yang memang sedari tadi ia gunakan untuk mengahalau sinar matahari, sehingga ketampanan Aksa bertambah berkali-kali lipat. Apalagi dengan dengan sweater hitam melapisi seragamnya.
" Omoooo bebeb Aksa makin tampan"
" Hunny bunny sweetie " Ucap para fansnya Aksa.
Aksa berjalan ke sebelah mobilnya dengan berani membukakan pintu mobil untuk Queen, dan keluar lah Queen dengan gaya slow motion, di sertai rambut yang tergerai tertiup angin, ditambah kacamata hitamnya membuat nya makin mempesona.
" Gue mimisan woy.. "
" Bidadari gue! Akhirnya turun "
" Sayang "
;"sayang kepalamu" Ujar para siswa dan siswi.
Di Koridor yang mengarah ke parkir Anin, mendecak kesal melihat Queen yang sehat walafiat.
" Sial*n dia masih hidup" Geram Anin.
" Gue gak bakalan biarin lo hidup Queen, selama lo masih deketin Aksa " Gumam Anin.
Aksa dan Queen berjalan beringin bahkan mereka tak segan bergandengan tangan.
" Bang Gara pasti tadi jadi nyamuk kan? " Tanya jofa yang berjalan di belakang Queen di ikuti Sagara rakha dan Kenzo.
" Obat nyamuk Jofa, bukan ngamuk " Sahut Rakha.
" Sama aja itu bang" Ujar Jofa.
" Aksa! " Ujar Anin berhenti di Tengah-tengah queen dan dan Aksa hingga pegangan tangan mereka terlepas.
" Aksa lo kemana aja? " Tanya Anin memegang pergelangan tangan Aksa, sambil menyenggol Queen, karena beberapa hari sebelum nya Aksa tak pergi sekolah karena insiden penembakan di taman, Begitu juga Queen.
" Gak usah pegang-pegang cowok gue lo! Dasar lintah, ular, medusa, ulat bulu! Cacing kepanasan! " Seru Queen. Menarik Anin supaya menjauh dari Aksa.
."ck, Aksa itu calon pacar gue jadi lo gak usah ngaku-ngaku" Tekan Anin.
" Ayo sayang kita ke kelas, malas banget ngeladenin tukang halu " Kata Queen menggandeng tangan Aksa menuju ke kelas.
Brakkkk
" Inalillahi "
" Anda tidak ramah bintang 1 "
Kaget para murid di kelas 11 IPA 1.
" Queen " Sapa Maira, namun di cuekin Queen.
"Nape nih bocah ? " Batin Maira Herman, eh maksudnya heran.
" Kenapa sayang? " Tanya Aksa duduk di samping Queen, setelah menyuruh Maira pindah, melihat muka kesal Queen membuat nya tak tenang.
" Kesal aja kamu tadi di gelayuti monyet hutan" Kata Queen.
Para inti Alaska melongo mendengar perkataan Aksa yang lembut.
" Lo dengar kan si paketu manggil buketu dengan kata sayang? " Ujar Bian pada Ino
" Iyalah masih normal telinga gue" Jawab Ino.
" Wah akhirnya kita punya buketu yang sah guys " Ujar Rangga.
" Gak nyangka paketu gerak cepat" Sahut Bryan.
" Lepas badan lo bau lintah darat" Kata Queen kesal menarik sweater Aksa. Aksa pun sontak melepas sweater yang melekat di tubuhnya lalu membuangnya ke sampah.
" Udah aku buang bekas dia sayang" Kata Aksa. Kembali menghampiri Queen.
Queen menatap Aksa dan tersenyum" Makasih sayang kamu peka banget " Ujar Queen memeluk Aksa, membuat suasana kelas jadi heboh di buatnya.
" Gue jadi pengen jadi Queen " Ucap seorang siswi.
"Gue pun juga ingin jadi Aksa biar bisa di peluk bebeb Queen" Kata seorang siswa.
" Mai temenin gue ke toilet yuk" Kata Queen kebelet.
" Biar sama aku aja sayang " Sahut Aksa.
" Apaan malu tau massa ke toilet di temenin cowok" Ujar Queen berdiri mendatangi Maira.
" Ayo" Ujar Maira.
Maira duduk di kursi depan memainkan ponselnya menunggu Queen yang sudah masuk ke toilet. Setelah menyelesaikan hajatnya Queen keluar dan siapa sangka di depan pintu toilet sudah ada Anin yang bersandar menunggunya.
Plakkk.
Tanpa basa basi Anin langsung menampar pipi Queen
" Maksud lo apa an*ing! " Bentak Queen, memegangi pipinya yang terasa panas di sertai sakit,sudah di pasti kan akan ada cap lima jari menempel di pipi mulus dan putihnya Queen.
" Dasar cewek murah, gue udah bilang jangan deketin Aksa! " Ucap Anin menggebu-gebu.
" Siapa lo! " Tunjuk Queen.
" Gue calon pacarnya Aksa! " Jawab Anin Bangga.
" Masih pagi udah mimpi ja lo" Ujar Queen terkekeh
Bugh..
Brakkk
Queen yang tak siap pun langsung terjatuh akibat tendangan dari Anin yang lumayan keras, karena sebenarnya Anin juga bisa bela diri, tentu nya dia di ajari oleh ayah nya.
" Queen! " Teriak Maira yang masuk ke dalam toilet karena mendengar kegaduhan di dalamnya.
" Sassttrrr, aduhh" Rintib Queen.
" Lo tahan ya gue panggil Aksa, dan lo jagain Queen" Ujar Maira pada 2 orang siswi yang baru masuk ke dalam toilet berlari menuju ke kelas nya.
Anin yang mendengar nama Aksa pun menjadi panik, dan dia ingin langsung kabur keluar. Namun langkah di tahan oleh 2 orang siswi tadi.
Aksa datang ke toilet bersama Maira bahkan para inti Alaska juga ikut, Aksa langsung masuk ke dalam toilet tanpa memikirkan lagi itu adalah toilet nya cewek.
"Sayang kamu di apain aja sama dia" Ucap Aksa dengan dingin menahan marah, setelah melihat ke adaan Queen pipi sedikit bengkak, kening nya memar.
" Di tendang aku sampai kepala aku ke jedot" Jawab Queen dengan muka kesakitan.
Mendengar perkataan Queen membuat rahang Aksa mengeras, Anin yang melihat kemaran Aksa sontak gemetar.
Plakkk
Bugh
Bugh..
" Udah sayang dia bisa mati , biar nanti aku sendiri yang habisin dia " Ujar Queen memeluk Aksa dari belakang di saat Aksa tengah mengamuk, apalagi tamparan dan pukulan Aksa tidak lah Main-main, hingga Anin tergeletak lemah tak berdaya.
Aksa tak pandang bulu mau laki-laki atau perempuan sama saja jika mereka menyakiti kesayangan nya maka Aksa juga akan membalasnya.
" Berani lo sentuh kesayangan gue lagi gue pastikan lo tinggal nama!!" Ujar Aksa dengan kilatan amarah yang terlihat membuncah. Membuat para inti Alaska bergidik ngeri