
Fira dkk sedang asik dengan gosipnya, sedangkan Nana malah terlelap sambil menunggu bell masuk.
Bell masuk pun berbunyi sesaat setelah Nana terlelap , seorang guru killer pun masuk dan memulai pelajaran.
Fira yang di samping Nana berusaha membangun kannya tapi usaha nihil sedangkan Mahen yang juga di sampingnya berusaha menyenggol lengan Nana berusaha membangunkan gadis itu.
" Naya bangun .... Bu Monic masuk " bisik Fira
" Pssstttt , bangun Nay " ujar Fira lagi.
Belum Nana terbangun Bu Monic lebih dulu menyadari ada yang tertidur di kelasnya.
" Dia tertidur?" Tanya Bu Monic
" Iya Bu" jawab para murid Kompak , tak ada yang berani melawan bu Monica .
" BERANINYA TIDUR JAM PELAJARAN SAYA!!BANGUNKAN DIA!!" Teriaknya.
" Nay... Bangun Nay.... " Ujar Fira mengguncang tubuh Nana.
" Kenapa?" Tanya Nana berusaha mengumpulkan nyawanya.
"Kamu berdiri di lapangan di depan tiang bendera sambil hormat sampai pelajar saya selesai " tunjuk Bu Monic pada Nana .
" Hah saya Bu" ucap Nana baru tersadar.
" Perlu saya tambah lagi" kata Bu Monic
" Enggak Bu saya udah paham " ujar Nana langsung keluar menuju lapangan.
Dan disinilah Nana berada, di tengah lapangan dengan tangan hormat ke arah bendera , padahal tadi pagi juga hormat juga saat ikut upacara ' pikirnya.
Dengan cuaca yang lumayan cerah, keringat Nana mulai bercucuran di keningnya . Untung saja dia sudah biasa cuma di hukum begini saja takkan menguras energi nya. Dia sudah terbiasa bahkan saat latihan di markas lebih dari pada ini.
" Eh Lo liat gak Nat di lapangan, seperti Naya yang lagi di hukum" ujar Jay, Natan pun langsung menatap ke arah lapangan.
Pikirannya ingin menghampiri Nana namun hati berkata tidak . Seperti kata Nana anggap mereka tak pernah kenal.
" Aku tak ingin menyakiti lebih jauh lagi" batin Natan
" Biarkan saja " ujar Natan, Mereka pun berjalan.
Tengggg..
Akhirnya bell berganti pelajaran berbunyi berakhir pula hukuman Nana dari Bu Monic , Nana pun segera masuk kelas .
" Jangan buat kesalahan lagi " kata Bu Monic yang bertemu Nana di koridor.
" Baik Bu" jawab Nana.
" Gila-gila Panas banget" ujar Nana mengipas ngipas mukanya sesampainya di kelas .
" Nih minum dulu" ujar Mahen menyerahkan sebotol minuman.
" Lo juga sih bisa-bisanya baru pelajaran pertama udah tidur, pak Bu killer lagi" ujar Fira
" Ngntuk banget gue tinggal 5 Watt tadi" jawab Nana.
" Di tahan dong Nana sayang " kata Fira .
" Cepek gue " kata Nana ingin merebahkan kepala nya ke meja .
" Eh jangan tidur lagi Lo entar di hukum lagi" larang Sinta
" Iya engga ko" ujar Nana.
•
"Akhir nya istirahat juga" kata Sinta setelah mendengar bell berbunyi.
" Kantin yu" ajak Sinta
Nana pun menuju kantin berbarengan dengan Anya, Sinta, Fira serta Mahen yang ikut ngintil di belakang.
Nana memesan teh es serta seblak level 10 dengan 10 sendok cabe.
" Lo yakin mau makan itu Nay?" Tanya Sinta
" Iya penasaran gue" kata Nana
" Mending gak usah nyari penyakit deh Nay" larang Fira Karna melihat kuah seblak yang merah merona.
Tapi yah nama juga Nana yang keras kepala.
" Pedas gila.... Huh ... Huh... " Ucap Nana sambil mengusap keringat nya bahkan kini wajahnya sudah memerah Karna makan seblak level 10.
" Udah Nay jangan di makan lagi" larang Mahen
" Gak kuat " ucap Nana sambil mendorong mangkok seblak nya ke samping. Sebenarnya Nana bukanlah kuat makan pedas apalagi pedas sangat bisa di pastikan perutnya akan bermasalah.
"Gue coba ya Nay" kata Sinta , mencoba menyendok sedikit kuahnya
"Anjing! Pedas gila gue baru coba sedikit aja " ujar Fira yang ikut mencoba
" Huh .. huh ...bikin lambung gue berkerut ni bisa " kata Fira
" CK ngelarang gue akhirnya pengen coba juga" ejek Nana.
" Jangan lagi deh pesan ke gini " ujar Fira .
" Huh ?" Tanya Fira .
" Beli sendiri lah" ujar Mahen.
" Lo mah gak peka banget jadi cowok, emang pantes Lo jadi sad boy " ejek Fira
" Udah nih minum " ujar Nana menyerahkan separuh susu yang masih tersisa pada Fira.
" Thanks bestie " kata Fira
Tiba-tiba Nana merasakan bajunya basah.
" Maaf ka aku gak sengaja" katanya.sudha terduduk dilantai.
" Gak sengaja dari mana coba jelas-jelas Lo yang datang tiba-tiba dan langsung mengaku gak sengaja " marah Fira.
Tanpa di ketahui murid lain di pojok ada cewek yang sedang tersenyum senang menatap Nana, bukan Nana namanya kalo gak peka dengan keadaan sekitar. Dia pun tak sengaja melihat Cecil tengah tersenyum senang ke arahnya.
" Siapa yang menyuruhmu" bisik Nana mendekati siswi yang tengah terduduk di lantai.
" Ka Cecil" ucapnya dengan takut.
" Baiklah silahkan pergi" kata Nana. Siswi itu pun segera bangkit dari tempat berlari keluar kantin
" Ko Lo biarin dia gitu aja sih Nay" kesal Fira.
" Dia di suruh" kata Nana
" Hah siapa ?" Tanya Sinta
" Kutu hewan " ujar Nana.
" Anjing tuh" kesal Fira
Mereka semua paham untuk siapa julukan kutu hewan , ya dia Cecil .
Tiba-tiba Mahen melepaskan baju seragam nya menyisakan baju kaos di badannya , dan meletakan nya ke badan Nana.
" Kenapa?" Tanya Nana heran
" Baju dalam Lo kelihatan" ujar Mahen
" Sorry gue gak nyadar thanks ya gue pinjam dulu" kata Nana
" Biar gue yang beliin di koperasi Nay " ujar Sinta .
" Gue nemenin Sinta " kata Anya.
tak lama fira pun datang dengan seragam baru di tangannya.
" Nih" kata Fira menyodorkan seragam barunya.
" Makasih ya" kata nana
" Gue ke toilet dulu ganti baju" ujarnya.
" Gue temani " kaya Fira
" Oke " jawab Nana, dan mereka pun melangkah menuju kantin.
Selesai nya menganti pakainya tak sengaja dia bertemu dengan Cecil di toilet. Nana pun menghampiri Cecil.
" Gue ada masalah apa sih sama Lo?" Tanya Nana.
" Masalah Lo, Lo udah rebut Natan dari gue" ujar Cecil
"Bukannya udah gue balik sama Lo " kata Nana.
" Tapi dia masih suka mikirin Lo walaupun dia gak pernah bilang tapi dapat di lihat dari tingkahnya, gak terima gue" marah Cecil.
" CK Lo memainkan trik murah sama gue gak mempan, dan asal Lo tau gue udah gak ada perasaan lagi sama Natan sekalipun dia minta balikan ambil saja kalo Lo mau" kata Nana membuat Cecil panas.
" Udah Nay hajar aja kesal gue lama-lama liatnya " kata Fira sejak tadi menonton interaksi Mereka.
" Gue gak bakalan mau ngotorin tangan gue buat hal yang gak guna " sindir Nana.
"Ayo Nay kita keluar " ajak Fira, Nana pun mengikuti Fira dari belakang tapi sebelum itu.
" Ajarin gue bermuka dua dong, nanti gue ajarin muka polos tapi tau segalanya " bisik Nana. Saat melewati Cecil.