Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
selamat



Pagi ini mereka sarapan dengan nasi putih ayam goreng dan sayur capcay kesukaan Nana. Mereka berdua sarapan dengan lahap mungkin karena tadi malam tak sempat makan. 20 menit kemudian Nana dan Cakra pun menyelesaikan sarapan mereka.


" Yank aku habis ini boleh gak ke mansion bang Dazian.? "Tanya Nana setelah mereka selesai sarapan tapi masih berada di meja makan.


" Boleh nanti aku antar ya " Kata Cakra.


" Oke sayang, jangan lupa bawa oleh-oleh buat ka Alea" Kata Nana.


Sekarang sudah pukul 10:34 , di rasa sudah cukup Cakra dan Nana bersantai-santai mereka berdua bersiap menuju mansion Dazian.


Lamborghini Cakra melaju mansion Dazian hanya dengan waktu 20 menit mereka pun sampai, para penjaga yang sudah kenal dengan Nana dan Cakra tanpa basa basi langsung membukakan pagarnya.


Setelah memarkirkan mobil Nana dan Cakra keluar dari mobil sambil membawa beberapa paper bag bisa di tebak isinya oleh-oleh untuk sang kaka ipar.


" Yuhuuuuu, ka Alea Nana comeback !!! " Teriak Nana. Setelah masuk ke dalam mansion.


" Sayang jangan teriak Nanti tenggorokan nya sakit" Larang Cakra.


" Hehhe, sorry sayang kebiasaan " Ucap Nana cengengesan.


Dengan langkah cepat bi Lala keluar dari dapur ingin menyambut Nana ya walaupun sebenarnya Nana sudah di dalam mansion.


" Selamat datang nona Unaya, tuan Cakra " Sapa bi Lala dengan sopan ya memang menjadi kepala pelayan di mansion dazian.


" Iya bi Lala " Sahut Nana dengan tersenyum.


" Eh ka Alea sama bang Daz kemana bi? Biasa nya baru juga Nana teriak udah nampak aja barang hidungnya " Kata Nana.


" Itu nona.... " Jawab bi Lala dengan ragu.


" Kenapa bi? " Tanya Nana dengan heran. Bi Lala pun menghela nafas.


" Nyonya muda masuk rumah sakit kemarin nona" Jawab bi Lala.


" Hah, ko bisa kenapa bi bang Dazian juga gak ada kasih kabar sama Nana? " Tanya Nana dengan khawatir.


" Nyonya di temukan pingsan di kamar mandi , jadi tuan Dazian langsung membawanya ke rumah sakit " Jelas bi Lala.


" Yank !kita kerumah sakit sekarang " Ajak Nana pada Cakra.


" Tunggu , di rumah sakit mana bi? " Tanya Cakra. Menahan Nana yang menariknya.


" Di rumah sakit citra medika tuan" Jawab bi Lala.


" Kalau gitu kami pamit ya bi mau ke rumah sakit " Ujar Nana.


" Iya non hati-hati di jalan" Kata bi Lala.


" Oh iya titip ya bi kasih ke ka Alea nanti kalo udah pulang " Ujar Nana menyerahkan beberapa paper bag pada bi Lala.


" Baik non " Kata ni Lala.


" Makasih bi" Ujar Nana. Setelah itu Nana pun menarik Cakra keluar dari mansion Dazian dan langsung masuk mobilnya. Untuk menuju ke rumah sakit menjenguk Alea.


Nana merasa cemas sepanjang jalan. Cakra yang melihat nya pun berusaha menenangkan nya.


" Udah Alea pasti baik-baik aja sayang " Kata Cakra, mengelus rambut panjang Nana.


" Tapikan aku khawatir sayang, mana bang Daz gak ngasih kabar lagi sama Nana " Ujar Nana sedikit kesal.


" Ayo turun" Ajak Cakra. Mobil mereka baru saja tiba di rumah sakit citra medika. Saking kesalnya dengan Dazian Nana sampai tak sadar kalau mereka sudah sampai.


" Sayang .... " Panggil Cakra.


" Eh ! , udah sampai ternyata" Ujar Nana


" Iya sayang, makanya jangan ngelamun " Kata Cakra mengelus rambut Nana.


Kedua nya pun turun dari mobil. Nana langsung berlari masuk dan menanyakan di resepsionis di mana letak kamar Alea.


" Sayang, nanti jatuh" Ujar Cakra. Melihat Nana yang berlari tak sabar. Mulai dari rumah Dazian sampai di rumah sakit, Cakra sudah seperti ibu-ibu komplek yang meneriaki anaknya.


Nana pun menuju ruang VVIP seperti arahan dari resepsionis, dapat Nana lihat di depan sebuah kamar terdapat beberapa penjaga, sudah dapat di pastikan di sana lah kamar Alea.


" Ruangan ka Alea ? " Tanya Nana pada salah satu penjaga.


" Iya nona " Jawabnya karena dia memang mengenal Nana, makanya di langsung menjawab tanpa bertanya siapa Nana.


Cakra pun juga sampai di depan ruangan Alea.


" Sayang, jangan lari-lari nanti kamu lelah" larang Cakra dengan tatapan tajam.


" Apa mau marah , gak aku kasih jatah ya kamu" Ancam Nana.


" Mana ada, siapa yang marah? " Ujar Cakra.


" Tadi! " Jelas Nana.


Mereka berdua pun langsung masuk ke dalam kamar inap Alea


Dazian pun menang ke arah pintu siapa yang membuka pintu. Dan masuk lah Nana dan Cakra.


" Ka Alea! Kesayangan nya Nana." Panggil Nana.


" Kaka kenapa? Ada yang sakit? Sakit apa?" Tanya Nana secara beruntun.


" Kamu ini baru datang sudah ceweret" Kata Dazian.


" Kalo nanya itu Satu-satu" Kata dazian lagi


" Cih, yaya ngajak ka Alea ngomong, bukan ngajak abang. Lagian Yaya juga marah sama abang? " Kesal Nana masih berlanjut rupanya.


" Kenapa? Abang bikin salah ? " Tanya Dazian dengan lembut.


" Udah salah gak ngerasa lagi" Ujar Nana menatap Dazian dengan tajam.


" Ka Alea sakit apa? " Tanya Nana Alea.


" Cuma pusing sama mual aja " Jawab Alea


Dazian pun geleng-geleng dengan kelakuan Nana, dia pun menjauh dari keduanya lalu duduk di aida samping Cakra.


" Gimana pasti senang di ambekin Nana , hahaha" Ejek Cakra dengan tawa.


" Cih. Lo! Gue emang salah apa? " Heran Dazian.


" Dia kesal sama lo gak ngabarin dia kaka kesayangannya masuk rumah sakit" Jelas Cakra.


" Trus ini kenapa kalian jadi tau, kalau Alea sakit dan di rawat di sini? " Tanya Dazian.


"Dari bi Lala, tadi gue sama bini gue abis dari mansion lo, eh ternyata lo sama bini lo. Gak ada, setelah Nana tanya ternyata Alea masuk rumah sakit , kata bi Lala ya langsung deh jadinya berputar haluan ke sini" Jelas Cakra.


" Sorry gue terlalu panik kemarin" Ujar Dazian.


" Jadi gimana bini lo sakit apa? " Tanya Cakra.


" Ale.... "


"Apaaa!!!!!!" Teriak Nana. Baru juga Dazian ingin menjawab pertanyaan Cakra. Malah terpotong oleh teriakan Nana yang menggelegar.


" Kenapa sayang? "


" Kenapa de? " Tanya Dazian dan Cakra berbarengan mendekati ke arah Nana dan Alea.


" Hehehehe, sorry Nana cuma kaget aja tadi saat ka Alea bilang dia sakit faktor hamil" Ujar Nana tanpa rasa bersalah.


" Ya ampun sayang aku kira tadi kenapa" Ucap Cakra.


" Selamat Daz " Ucap Cakra.


" Ceyeee ada yang bakal jadi ayah" Ujar Nana menatap Dazian.


" Senang kan senang ya pasti senang lah" Ujar Nana dengan muka usilnya.


" Cakra juga pasti senang kalo jadi ayah" Sahut Dazian.


" Ya kan cak? " Tanya Dazian.


" Tentu Daz, siapa yang nolak kalo di kasih" Jawab Cakra.


" Sering-sering bikin makanya" Saran Dazian.


" Ih abang Daz. Mau racuni otak suami Yaya ya" Kesal Nana dapat di pastikan Cakra akan sering menggempur Nana.


" Eh? " Ujar Dazian.


" Kasian ya ka Alea pasti sering di mintai jatah sama bang Daz " Kata Nana.


" Alea juga suka ko ya kan sayang? " Sahut Dazian.


" Ih mesum, yaya kan masih di bawah umur" Ucap Nana.


" Ngarep di bawah umur udah punya suami, udah pecah juga" Gumam Dazian.


" Yaya denger ya abang ngomong apa!! ! " Kesal Nana.


" Gak ada ngomong " Bantah Dazian.


" Cih jangan kasih jatah nanti ya ka Alea bang Daz nya" Lirih Nana memelas menatap Alea.


" Noooooo" Tolak Dazian.