
Kating singkatan dari ( kaka tingkat)
" Iya lo ingatkan dia adalah cowok yang sempat trending di kampus kita beberapa waktu lalu" Bisik Sinta.
" Gila Gila ganteng banget cok" Ujar Sinta.
" Oh " Ujar Nana dia memang pernah mendengar tapi dia tak memperdulikan nya, mau seganteng apapun tatap Cakra no satu di hatitnya.
" Ehemmm" Deheman Rayanza menghentikan percakapan Sinta.
" Eh sorry ka jadi terabaikan " Ucap Sinta.
" Tidak masalah" Jawab Rayanza.
Sean pun datang menghampiri Nana ke perpustakaan di temani Bara dan Lucas.
," Kenapa ka? " Tanya Sean menghampiri Nana..
" Ka? " Heran Rayanza.
" Eh ada mubar ngapain lo za, mau deketin kaka gue ya? " Ujar Sean.
" Kalau iya kenapa? " Jawab Rayanza jujur dia memang merasa tertarik pada Nana. Sean hanya diam tak menjawab.
" Siap-siap lo jadi calon sad boy" Ejek Sean dalam hati.
" Batrai gue habis, bilangin sama ka Cakra gak perlu di jemput gue pulang bareng lo aja" Kata Nana.
" Bicaranya pada Sean gak sedingin sama gue tadi" Batin Rayanza.
" Ih gak berani gue bilang sendiri sono" Kata Sean.
" Ya ampun demi si kembar Sean " Kata Nana.
" Lo pulang biar gue yang nganter" Ajak Rayanza.
" Lo mau ka? " Tanya Sean pada Nana.
" Enggak, kenal juga baru, orang gue maunya di antar lo. " Jawab Nana.
" Lo. Denger kan apa kata kaka gue " Ujar Sean.
" Udah hubungin ka Cakra sekarang Sean" Suruh Nana.
" Iya bawel banget jadi cewek " Kata Sean.
Rayanza pun mencoba bertanya pada Nana perihal ada hubungan apa sean dengan nya apa benar dia kakanya Sean. Tapi rasanya gak mungkin Nana jauh lebih muda bahkan juga junior nya di kampus.
" Gue boleh nanya? " Tanya Rayanza. Pada Nana
" Iya " Jawab Nana dengan mode kulkas lagi.
" Lo beneran kakanya Sean? " Tanya Rayanza.
" Iya Bener" Jawab Nana mengangguk.
"Hah? " Ucap Rayanza.
" Heran ya ka? " Tanya Sinta.
" Iya " Jawab Rayanza mengiyakan.
" Jelasin nih Nay? " Tanya Sinta pada Nana.
Nana tak menjawab cuma mengangkat bahunya saja.Mengabaikan.
" Ck, gue di cuekin! " Kesal Sinta.
" Jadi? " Ucap Rayanza.
" Oh, gini lo ka, Nana itu kaka iparnya Sean" Ujar sin menjelaskan.
" Hah? Dia udah kawin? " Tanya Rayanza terkejut. Lalu menunjuk Nana
," Iya ka, udah bunting lagi tuh ya walapun masih hamil muda " Jawab Sinta.
" Yah " Ucap Rayanza dengan perasaan kecewa. Padahal dia baru saja ingin mengklaim Nana itu miliknya, tapi malah udah keduluan orang lain.
" Nape lo kelihatan lesu Za? " Tanya Sean baru kembali.
" Biasa sad boy nambah" Sahut Sinta.
" Anjimmm lo suka kaka ipar gue, udah deh lupain di udah punya laki Za, hahhahaa" Ejek Sean pada Rayanza.
" Ck, ngejek gue lo" Kesal Rayanza.
" Lo sad boy kedua yang patah hati kaka ipar gue nih udah punya laki " Jawab Sean.
" Emang siapa yang pertama ? " Tanya Rayanza.
," Lo mau tau, dia Katingnya Naya juga" Jelas Sean.
" Siapa? " Tanya nya lagi.
Devano playboy cap kadal. " Ujar Sean.
" Gila vano aja sampai sad boy " Kata Rayanza.
" Malah dia awal gak percaya gue bilang dia kaka ipar gue, sehingga tiap hari gencar mendekati ka Nana " Jelas Sean.
".terus terus! " Ucap Rayanza.
" Lo pikir gue lagi markir , terus terus" Ujar Sean.
Hahhaha tawa Bara dan Lucas.
" Cerita nya terusin maksud gue" Jelas Rayanza..
" Bilang dong " Ucap Sean.
" Ck lama" Decak Rayanza.
" Sampai ka Cakra kaka gue , ngajak devano buat ketemu jelasin, sampai akhirnya baru tuh dia percaya kalau naya ini beneran kaka ipar gue" Sambung Sean.
" Gitu" Ujar Rayanza.
" Gak perlu,Gue percaya" Ujar Rayanza..
" Tapi tak apa kita bisa jadi teman kan? " Tanya Rayanza pada Nana.
Nana masih acuh dia sangat asik membaca novel.
" Boleh ka! " Sahut Sinta.
" Cepet banget lo nyaut" Ujar Bara.
" Harus gitu, kapan lagi temenan sama most wanted kampus " Kata Sinta senang.
" Iya sih baru masuk udah jadi most wanted dia" Kata Lucas.
"Ka gue udah bilang sama ka cak" Kata Sean mengambil posisi duduk disamping Rayanza.
" Terus " Ucap Nana.
" Awal nya sih nolak, terus gue bilang ini maunya si kembar, jadi baru dia bolehin " Jelas Sean.
" Bagus, setelah ini temanin gue jalan-jakan" Ajak Nana.
"Bau - bau ngidam aneh nih" Batin Sean
" Gak langsung pulang aja? " Tanya Sean.
" Lo gak mau temenin gue? " Tanya Nana mulai sedih.
" Eh mau mau" Jawab Sean.
" Ni bumil sensitif amat ya, semoga nanti istri ku kalau hamil hak begini y aTuhan" Doa Sean.
Nana dan Sean kini pulang bersama bagi yang gak tau hubungan Nana dan Sean mereka akan mengira kedua nya berpacaran.
" Flo liat deh" Tunjuk Vania ke arah Sean dan Nana.
" Makin nemplok aja mereka" Sahut Aileen.
" Nyaut aja lo baygon" Kata Vania.
"Kita gak nyingkirin dia flo ? " Tanya Vania.
" Kita gak bakalan bisa nyingkirin dia" Jawab flo.
" Why?" Tanya Vania.
" Iya yah gue gak pernah cerita sama lo pada " Ujar flo.
" Cerita apa nih? " Ujar Aileen
" Jadi guekan di ajak nyokap gue buat makan bareng tali ternyata mejanya pada penuh terus nyokap gue nyapa temennya yang ternyata nyokapnya Sean" Flo mulai cerita.
" Terus gue bilang sama nyokapnya Sean ada cewe kampung matre yang deketin Sean di kampus, gue kasih liat foto Naya. Dan kalian tau apa reaksi nyokapnya Sean? " Tanya flo.
" Marah? " Jawab Aileen.
" Iya marah tapi marahnya ke gue, dan beberapa saat ternyata ada tuh si Naya nyamperin kita, marah kan gue, dan nyokap nya Sean ngasih tau kalau Naya itu menantunya ya gue pikir sama Sean ternyata sama kaka nya Sean" Jelas flo.
" Jadi Naya itu istri nya Cakra putra pratama. Dan otomatis kaka iparnya dong" Jawab Vania.
" Yap lo betul" Ujar flo.
" Gue menyesal tau. Kalau aja gue gak ngejek si Naya mungkin gue udah di Jodohin sama Sean" Kata flo.
"Lupakan Sean lo udah liatkan mubar yang ganteng nya juga gak kalah dari Sean" Ucap Vania.
" Iya kayanya gue bakalan pindah haluan " Ujar flo.
" Bagus sahabat gue embah best" Kata Vania.
Saat ini Nana sudah di jalan dengan Sean. Sean sudah was was kalau kalau kaka iparnya ini ngidam aneh aneh.
" Pengen main tembak- tembakan ih" Gumam Nana.
"Sean langsung pulang aja" Kata Nana, sena pun bernafas lega.
" Okeh " Ucap Sean.
Nana mencabut ponselnya yang ter charger di mobil. Dan mengirim Cakra sebuah pesan yang bisa langsung membuat Cakra pulang.
Aku
Sayang aku ke markas nih Cakra cuma nganter sampai rumah.
Cakra yang sedang pegang ponsel pun mendapatkan notifikasi berbeda dan langsung membuka nya. Dan membalas.
Sayangku
No sayang ngapain ke markas
Aku
Ngidam mau main Tembak-tembakan
Sayangku
Tunggu di rumah biar aku yang nganter kesana.
Aku
Okeh, kalau lama aku tinggal.
Cakra pun menghentikan kerja nya dan langsung pulang tapi sebelum itu dia menyerahkan sisa pekerjaan pada Tio.
" Tio saya pulang sekarang " Kata Cakra.
" Tapi bos" Ujar Tio.
" Handle dulu pekerjaan saya hari ini, bonus saya kasih dua kali lipat " Sahut Cakra.
" Okeh " Jawab Tio semangat,kapan lagi dapat bonus besar .
" Kerja lembur bagai kuda yang penting cuannya ada " Nyanyi Tio selepasnya Cakra pergi.