
" Bundaaaa....! " Teriak sean yang baru memasuki mansion pratama.
" Sean ini bukan hutan gak usah teriak" Kata Sandra.
"Hehe maaf bun, nih pesanan bunda " Kata Sean sambil menunjuk Nana.
" Heh putri bunda bukan barang ya " Marah Sandra berniat menjewer Sean.
" Becanda bunda" Kata Sean sambil berlari menuju kamarnya.
"Haissss ada-ada ja anak itu" Kata Sandra menghela nafas.
" Ada apa bun panggil Nana kesini? " Tanya Nana
" Bunda kangen putri bunda sayang" Kata Sandra memeluk Nana.
" Nana juga " Balas Nana memeluk Sandra.
" Nana mau makan gak? " Tanya Sandra.
"Engga bun Nana udah makan di kampus tadi" Kata Nana.
" Nana temani bunda ke mall dong" Bujuk Sandra.
" Boleh " Ujar Nana.
" Yee udah lama bunda pengen jalan-jalan di temanin seorang putri" Kata Sandra.
" Kan bunda bisa ajak ka cakra atau Sean" Kata Nana.
" Ih kalo sama mereka gak asik, mereka hangat di rumah di luar kaya es batu" Jelas Sandra.
" Hahaha Bunda bisa aja" Ujar Nana tertawa mendengar perkataan Sandra.
" Tunggu bunda ganti baju dulu ya" Ujar Sandra langsung pergi menuju kamarnya.
Sedangkan Nana menunggu nya di sofa ruang tamu sambil memainkan ponselnya.
Kring....
Kring....
Panggilan masuk berasal dari cakra, Nana pun langsung mengangkat nya.
" Halo sayang" Ujar cakra.
" Iya ka " Sahut Nana.
" Kamu lagi di rumah bunda kan? " Tanya cakra.
" Iya, nih lagi mau nemenin bunda jalan ke mall" Ujar Nana.
"Ya udah hati-hati ya " Ingatin cakra.
" Oke sayang" Sahut Nana.
Tut panggilan pun terputus.
Sementara cakra yang di sebrang mukanya sudah memerah karena salting, jarang-jarang Nana panggil dia dengan sebutan sayang.
" Bos sakit? " Tanya Tio yang baru saja memasuki ruangan cakra.
" Engga " Jawab cakra dengan raut datar berusaha menahan rasa senangnya, agar masih terlihat cool .
" Tapi muka anda memerah? " Tanya Tio Lagi.
" Tak apa kembalilah ke meja mu " Perintah cakra.
" Siap bosquee " Sahut Tio.
" Nana " Panggil Sandra yang sudah siap.
" Mau berangkat sekarang bunda? " Tanya Nana.
" Tentu dong" Jawab Sandra
Mereka pun memasuki mobil Sandra di kendari oleh supir.
" Beberapa menit kemudian mobil mereka pun sampai di depan mall.
" Nanti saya telpon mang" Kata Sandra pada Supirnya.
" Baik nya " Sahut nya dia pun melajukan mobilnya menuju parkiran.
" Ayo sayang" Ujar Sandra menarik Nana masuk ke dalam mall dengan senangnya.
Toko. Pertama yang di masuki Sandra adalah toko baju mewah dan terkenal.
" Selamat datang nyonya dan nona di toko kami, pakaian apa yang nyonya dan nona cari? " Kata pramuniaga tersebut dengan sopan.
"Pilihkan beberapa pakai yang cocok untuk. Anak saya" Ujar Sandra.
"Baik nyonya silahkan tunggu, saya akan membawakan beberapa pakaian yang cocok untuk. Nona ini "Katanya. Berlalu pergi memilih beberapa pakaian dan membawa untuk di perlihatkan pada Nana dan Sandra.
" Ini nyonya menurut saya sangat pas jika di pakai nona muda" Ujar nya menyerahkan beberapa dress cantik dan mewah.
" Coba sayang dress ini bunda mau liat" Ujar Sandra menyuruh Nana.
" Baik bunda " Ujar Nana tersenyum
Tak lama kemudian Nana keluar dari kamar ganti mengenakan dress.
Sandra yang melihat pun terpana apalagi cakra.
" Gimana bunda? " Tanya Nana.
" Cantik banget sayang, cakra pasti terpesona sampai ileran ngeliat kamu" Puji Sandra.
" Bunda bisa aja" Ujar Nana jadi malu.
" Bener nona anda sangat cantik dan mempesona" Puji pramuniaga.
" Sudah- sudah nanti Nana terbang lagi " Ujar Nana.
Sementara Sandra dan pramuniaga tersebut tertawa mendengar Nana.
" Saya ambil ini dan beberapa pakaian yang saya pilih tadi" Kata Sandra di depan kasir ingin membayar belanjaan nya.
" Terima kasih nona nyonya sudah mampir di toko kami " Ujar nya dengan ramah saat Sandra dan Nana keluar dari toko mereka.
" Sekarang kita ke salon " Ajak Sandra.
Nana pun dengan senang hati mengikuti ajakan Sandra.
" Selamat datang nyonya dan nona" Sapa pramuniaga yang berjaga.
" Ayo sayang kamu perawatan dulu " Suruh Sandra.
Sandra pun berpesan untuk perawatan full badan pada Nana, dia pun juga.
Beberapa jam mereka pun keluar dari salon dengan wajar yang lebih segar.
"Bunda senang banget, kapan-kapan kita jalan lagi ya na" Kata Sandra.
" Iya bunda, kapan pun bunda mau" Ujar Nana.
" Aduh senangnya punya seorang putri " Kata Sandra.
" Bunda Nana laper " Keluh Nana.
" Ayo sayang kita cari restoran bunda gak mau anak bunda sampai kelaparan " Ujar Sandra
Meeka pun memasuki restaurant yang lumayan terkenal dan ramai pengunjungnya. Lama berdiri akhirnya mereka pun mendapatkan meja kosong.
" Nana pesan apa sayang? " Tanya Sandra.
" Nana mau nasi goreng seafood minumnya teh es" Ujar Nana.
" Kalo saya sup buntut sama teh hangat" Pesan Sandra.
" Baik mohon ditunggu pesanannya " Ujar pelayan.
Tak lama pesanan mereka pun datang.
" Ayo dimakan sayang " Suruh Sandra.
" Iya bunda" Ujar Nana. Baru sebentar mereka menikmati makanan. Seseorang datang menyapa Sandra.
" Hai jeng Sandra" Katanya. Sandra yang merasa namanya panggil pun berpaling melihat siapa yang menyapa nya.
" Hai jeng Rita " Balas Sandra melihat teman arisannya yang juga ada di restoran.
" Mau makan juga jeng? " Tanya Sandra.
" Iya jeng tapi masih cari tempat duduk sama lagi nunggu anak. Perempuan saya" Jawab Rita.
" Duduk sini aja jeng ngumpul masih ada tempat" tunjuk Sandra pada dua kursi yang masih kosong di mejanya.
" Makasih lo jeng, gak ganggu ka? " Tanya Rita.
" Tentu tidak" Jawab Sandra.
" Ngomong-ngomong gadis di samping jeng siapa? " Tanya Rita yang sedari tadi memandang Nana.
" Ini Nana calon menantu saya jeng" Ujar Sandra memperkenalkan Nana.
" Halo tante " Sapa Nana dengan ramah.
" Iya Halo" Balas Rita.
" Apa dia calonya Sean jeng Sandra ? " Tanya Rita dengan penasaran.
" Oh bukan jeng dia tunangannya cakra anak saya yang pertama " Jelas Sandra.
" Oh saya kira calonnya Sean, soalnya masih sangat muda, apa jeng jadi ingin menjodohkan Sean dengan anak perempuan saya? " Kata Rita.
"Kalo putra saya mau bisa saja" Kata Sandra.
" Kebetulan dia sebentar lagi sampai di sini" Ujar Rita.
" Bun Nana ke toilet sebentar ya" Ujar Nana pamit sudah tak tahan ingin buang air kecil.
" Mau bunda temani ? " Tanya Sandra.
" Gak perlu bunda Nana bisa sendiri " Kata Nana. Setelah bilang pada Sandra Nana pun bergegas menuju toilet.
" Calon nya cakra sangat cantik ya jeng sopan lagi " Puji Rita.
" Iya jeng emang bisa si cakra cari calon istri apalagi orang tua sahabat dari suami saya" Jelas Sandra.
"Bagus dong gitu,. Udah tau bebet bobotnya bagaimana" Kata Rita.
Rita dan Sandra pun berbincang-bincang sambil menunggu anak perempuan mereka.