
Hari bahagia bagi Nana dan Cakra akhirnya tiba.
Bahkan para keluarga kedua belah pihak sudah berkumpul di tiga hari sebelum hari h.
Pernikahan mereka di gelar di pantai, dengan dekorasi serba putih mewah, kini Nana tengah tengah duduk di depan cermin di sebuah kamar di hotel dekat pantai dia tengah di rias. Dengan memakai gaun putih modern harga pun selangit di perkirakan lebih dari 1M . Dia terlihat sangat anggun, cantik serta gaun yang di pakaiannya pun sangat cocok dan pas di tubuhnya.
Ceklek.
Pintu kamar di buka seseorang.
"Nana" Teriaknya.
"Ya ampun kalian datang juga akhirnya " Ujar Nana.
Ya mereka adalah para sahabat Nana yaitu fira , Mahen , dan Sinta.
" Cantik banget sih pengantin kita ini" Ujar fira.
Nana hanya tertawa senang menanggapi ucapan sahabat nya itu.
" Hai bestie " Sapa seseorang yang baru masuk ke ruangan Nana.
" Anya ya ampun kalian datang" Ucap Nana senang melihat kedatangan Anya yang tentunya di temanin oleh Gabriel.
" Iya dong kita pasti datang di hari bahagia lo" Ucap. Anya.
" Habis ini gantian lo yang datang karna 3 bulan lagi kita bakalan nyusul lo juga" Ucap Gabriel.
" Serius lo? " Tanya Nana terkejut.
" Iya Nay mereka garcep bener udah tunangan aja habis tu bentar lagi kawin " Sahut sinta.
Nana pun melihat tangan Anya dan Gabriel DNA benar keduanya sudah tunangan mereka memakai cincin di jari manis masing-masing.
" Selamat ya " Ucap Nana.
" Harusnya kita yang hilang selamat hitungan jam lagi lo bakalan jadi bini orang" Kata Gabriel.
" Hehehe terus fira sama Mahen kapan nih kalian juga nyusul? " Tanya Nana.
" Tentu secepatnya " Sahut Mahen dengan semangat.
" Apaan sih ayang " Ucap fira malu.
" Percaya sama aku ayang aku serius tentang hubungan kita" Ujar Mahen.
" Yahhh, dunia terasa milik berdua , kita mah ngontrak " Sindir Sinta.
" Bilang aja lo iri , lo sendiri yang gak pasangan " Ucap fira mengejek Sinta.
" Ya mau gimana lagi jodohnya belum nyampe gue, lagian gue masih mudah juga" Sahut Sinta santai
" Ya makanya lo kurang kurangi deh bego lo , sapa tau jadi laku" Ejek Mahen.
" Cih mentang mentang musuh jadi cinta" Decak Sinta.
Ceklek pintu terbuka lagi.
" Bunda " Ucap Nana. Ternyata Sandra yang membuka pintu.
"Ya ampun anak gadis bunda cantik sekali, Ayo sayang acara udah mau mulai" Kata Sandra. Nana dkk pun keluar dari ruangan tersebut. Menuju acara yang di adakan di pinggir pantai.
Tibalah Nana di tempat acara di sambut Dion yang mengambil alih mengantarkan Nana ke altar.
Cakra sungguh sangat terpesona dan berdecak kagum pada kecantikan calon istrinya begitu pun para tamu undangan.
Kecuali para wanita yang menatap Nana dengan tatapan iri. Mulai dari teman-teman kampus Nana. Maupun dari rekan bisnis Cakra Dion maupun Arga, semua mereka undang.
Mereka berdua pun berjalan di altar bergandengan tangan, sedangkan Cakra surya menunggu di ujung.
" Aku titip putri ku satu-satu" Ujar Dion menyerahkannya pada Cakra. Nana tersenyum manis di samping Cakra,
" Baik ayah, percayakan pada Cakra " Jawab Cakra.
Pernikahan Cakra pun berlangsung tanpa halangan.
" Ciummmmm " Teriak salah satu undangan.
Semua orang yang ada disana sangat lah senang. Setelah beberapa acara selesai tibalah saatnya sesi salaman dan foto.
Semua tamu undangan mengantri untuk bersalaman dan mengucapkan selamat pada kedua pasangan yang terlihat sangat bahagia itu. Dengan senyum ramah mereka tersenyum pada para tamu undangan.Tibalah para sahabat Nana yang naik.
" Yo selamat bestie " Kata fira memeluk sahabat nya yang baru saja jadi istri orang itu.
" Makasih " Ucap Nana.
" Selamat ya Nay, do'ain gue cepat dapat jodoh" Ujar Sinta.
" Gue harap kalian cepat punya bayi biar. Kita-kita cepat juga jadi uncle dan aunty " Kata Mahen.
" Terima kasih bro, cepat nyusul " Sahur Cakra.
" Selamat ya Nay, ini kado dari kita-kita jangan lupa di buka nanti malam" Ucap Anya.
" Selamat naya" Ujar Gabriel.
" Terimakasih semuanya" Nyampetin waktu buat datang ke acara kami" Ucap Nana tulus dengan senyum yang tak pernah luntur.
" Ya ampun sama kita-kita juga Nay" Sahut fira.
" Ya udah gue turun duluan ya mau cicipin makan dan minuman" Kata Sinta.
" Cih, kaya lo enggak aja" Decak Sinta.
" Hehehehe udah mending kalian makan dulu semuanya, jangan enggak makan " Ujar Nana.
" Siap bosque, ayo gaeesss " Ajak Sinta.
Setelah cukup berbincang-bincang dengan pengantin mereka pun kembali turun dan mengambil beberapa makanan untuk mencicipi nya. Setelah para sahabat Nana turun dari pelaminan. Kini para keluarga kedua belah pihak yang naik.
" Selamat de udah jadi istri " Ucap Dazian.
" Semoga sakinah mawadah warohmah " Ucap alea.
" Makasih abang, kaka" Ucap Nana tersenyum.
" Jangan pernah lo. Sakiti ade gue cak" Peringati Dazian.
" Gak akan pernah " Jawab Cakra.
" Gue pegang perkataan lo" Ujar Dazian.
" Selamat ade abang tersayang " Ucap Jonathan seraya memeluk Nana.
" Makasih bang" Ujar Nana membalas pelukan jo.
" Sudah jo jangan peluk istri gue" Cakra menyambar kedua tangan jo. Dan melepaskan pelukan nya, dia tak rela ada lelaki yang memeluk istri cantiknya.
" Pelit " Ledek jo terpaksa melepaskan pelukannya.
" Biarin lo peluk saja istri lo atau pacarmu , eh!!tapikan lo jomblo ya" Ledek Cakra.
" Si**an lo" Kesal jo.
Sedangkan Nana hanya pasrah di tengah menjadi rebutan suami dan abangnya. Cakra dan alea pun hanya geleng-geleng kepala melihat mereka.
Sementara para orang tua tengah sibuk bicara dengan para tamu undangan .
" Sudah abang, sayang " Ucap Nana.
" Ya sudah kalau begitu abang ke bawah lagi mau cari makanan.
" Makan terus" Ledek Dazian, sedangkan yang di ledek hanya tertawa.
Baru saja jo ingin sampai ingin mengambil beberapa kue seorang gadis menabrak nya.
Brukkk
" Ya ampun maaf ka" Ucapnya setelah menumpahkan kue di setelan jas jo.
" Tak masalah, ini masih bisa di bersihkan" Ucap jo.
" Biar aku saja yang bantu bersihkan ka" Ujar nya menatap Jo.
Deggg
Pandangan mereka pun bertemu.
"Gadis ini cantik sekali" Batin Jonathan.
“ apa dia jodohku Tuhan " Batin gadis tadi.
" Ah maaf ka sekali lagi" Ucapnya.
" Tak apa, siapa namamu ? " Tanya Jonathan.
"Aku Sinta Adven ka " Jawabnya.
" Saya Jonathan " Ujar Jo mengulur tangan nya dan di sambut dengan salaman dari Sinta.
" Mau aku bantu bersihkan jas kaka" Ujar Sinta.
" Gak perlu, sampai bertemu lagi " Kata Jo berjalan meninggalkan Sinta.
" Yah belum sempat minta nomor ponselnya " Gumam Sinta.
" Eh sin lo ngapain bengong " Sapa Anya menepuk bahu Sinta.
" Kaget gue njing" Ujar Sinta.
" Hehehe, sorry" Kata Anya.
" Nah ngumpul disini ternyata " Ujar Fira ikut menyusul mereka.
" Lo pada tau gak, kayanya gue tadi ketemu jodoh gue " Kata Sinta.
" Halah paling halu nih kelamaan jomblo " Ejek Mahen.
"Beneran gue" Sahut Sinta.
" Seriously? " Tanya Anya.
" Iya nya" Jawab Sinta
" Jadi gimana ceritanya" Ujar fira.
" Jadi gue..... Bla bla bla" Sinta menjelaskan awal pertemuan nya dengan Jo.
" Siapa tau keluarga dari ka Cakra atau naya" Tebak Gabriel.
" Jadi sebelum dia pergi dia bilang, sampai bertemu lagi berarti gue ada harapan ketemu dia lagi, aaaa rasanya mau meninggoy" Ujar Sinta senang.
Obrolan mereka terus berlanjut. Sampai acara Nana dan Cakra pun akhirnya selesai.