Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
Sasa di temukan



Sudah 3 hari Sasa menghilang , Dina dan Dion sibuk mencarinya kemana-mana bahkan mereka sempat minta bantuan penghuni bawah ( mafia) tapi tetap saja Sasa menghilang bak di telan bumi.


Tapi pagi ini mansion Fernandez di hebohkan dengan di temukan nya Sasa yang sudah tak bernyawa. Dina meraung-raung menangisi jasad Sasa yang sudah bengkak .bahkan para pelayat sudah berdatangan dari mulai kerabat serta para kolega bisnis Dion pun datang turut mengucapkan bela sungkawa.


" Huaaaaaaaaa, Sasa jangan tinggalin mama hiksss" tangis Dina.


" Sudah ma ikhlas" ujar Dion menenangkan sang istri


" Hiksss Sasa bangun sayang " suruh Dina


" hiksss Lihat mas tubuh Sasa penuh dengan luka dia pasti di bunuh " ujar Dina .


" Iya kita akan tangkap pembunuhnya" ujar Dion


Dari lantai atas seorang gadis tersenyum senang.


" Kau pasti senang dengan hadiah ku Dina , lihat haja kau menerima nya sampai terharu " ujar Nana tersenyum melihat Dina di bawah menangisi jasad sang anak.


" Tunggu saja selanjutnya giliran dirimu" ujar Nana lagi .


Setelah selesai pemakaman Sasa mereka pun kembali kerumah.


" Jadi bagaimana pak hasil penyelidikan terkait kematian anak saya ?" Tanya Dion


" Maaf pak tapi kami belum menemukan titik terang" ujar pak polisi.


" Bapak harus ketemu pembunuh anak saya pak hiksss" ujar Dina terisak.


Sebenarnya polisi sudah tau siapa pelaku pembunuh Sasa tapi polisi lebih memilih untuk diam Karna mereka Tahu mafia black devils lah yang membunuh nya Karna mereka menemukan tanda khusus dari black devils. Black devils sangat lah terkenal mereka bahkan di lindungi negara. Karna mereka juga membantu keamanan negara bia di perlukan.


Sore ini Natan mengajak Nana jalan-jalan Nana pun dengan Senang merima ajakan Natan.


Kata Natan dia akan menjemput Nana jam 5 sore Sekarang baru pukul 4 ,Nana pun bersiap-siap dan berpakaian.


Kringg..


Kringg..


Nana pun mengangkat telponnya tertera nama Natan di layarnya.


" Halo" ujar Nana


" Aku udah sampai kmu turun gih " ujar Natan


" Iya tunggu bentar " ujar Nana kembali menatap cermin memperbaiki tampilan nya .


" Jadi mau jalan kemana?" Tanya Nana yang baru masuk ke dalam mobil Natan .


" Ada deh " ujar Natan saat Natan ingin melajukan mobilnya , tiba-tiba telpon nya berbunyi Natan pun, Nana sedikit mengintip siapa yang menelpon Natan.


" Cecil? Ngapain dia nelpon" Batin nana


" Iya aku kesana " ujar Natan menjawab Telponnya.


" Ay kita gak jadi jalan gak papa kan ?" Tanya Natan


" Loh ko gitu" ujar Nana kesal.


" Iya aku ada urusan penting nih" ujar Natan


" Sama Cecil?" Tanya Nana


" Iya ko kamu tau?" Tanya Natan balik


" Ya gak sengaja aja ngeliat nama nya saat kamu mengangkat telpon tadi" jawab Nana


" Maaf ya kita undur dulu jalannya" mohon Natan, tanpa menjawab Nana langsung keluar dari mobil Natan.


BRAKKKK


Nana menutup pintu mobil Natan dengan keras sampai sang pemilik mobil pun terkejut.


" Ay kamu gak marah kan!!!!!" Teriak Natan dari dalam mobil, bagai angin lalu Nana tak menjawab dia terus melangkah masuk kedalam rumah.


BRAKKKK


Dengan kesal Nana menutup pintu kamarnya sendiri dengan keras .


" Sialan dia lebih mentingin sahabat nya dari pada gue pacarnya" ujar Nana kesal.


" Udah dandan cantik eh malah gak jadi pergi, jadi ke ingat filosofi sepatu" ucap Nana sambil berdiri di depan cermin.


Natan pun sampai di kediaman Cecil. Tak perlu waktu lama Natan langsung keluar dari mobilnya terlihat di teras sudah ada gadis cantik yang menunggunya,siapa lagi kalau bukan Cecil.cecil yang melihat Natan keluar mobil pun berlari menghampiri Natan.


" Aku kangen Nat!" Ujar Cecil memeluk Natan


" Aku juga " jawab Natan


" Masuk yu mama di dalam udah nunggu kamu" ajak Cecil. Mereka pun masuk ke dalam.


"sore Tante " sapa Natan Ramah.


" Eh ada nak Natan duduk sini" ujar Clara mama Cecil.


" Gimana kabar Tante?" Tanya Natan yang sudah duduk di sofa.


" Tante baik" Jawab Clara.


"Ma Cecil mau jalan sama Natan boleh?" Tanya cecil


" Boleh hati-hati ya " jawab Clara, setelah pamit pada Clara mereka pun berangkat menuju salah satu mall di kotanya .


" Bang Daz jalan yu" ajak Nana yang sedari tadi sudah di mansion Daz.


" Abang lagi sibuk de nanti ya" jawab Daz


Sungguh Daz ingin menemani adiknya jalan-jalan tapi sekarang kerjaannya sungguh penting sama sekali tak bisa di tinggalkan. Tak ke habisan akal supaya Nana tak merajuk dengannya Daz pun menelpon Cakra.


" Ada apa " ujar Cakra mengangkat panggilan Daz.


" Bisa temani Yaya jalan-jalan gak , soalnya ada kerja penting nih gak bisa di tinggal. Kasian si bontot" ujar Daz


" Bisa " ujar Cakra yang langsung mematikan Telponnya sepihak.


" Kalo urusan Yaya sama secepat kilat" gumam Daz


" Bang ayo temenin Yaya" ujar Nana yang kembali merengek. Baru saja tadi keluar dari ruang Daz sekarang masuk lagi.


" Sama Cakra ya Abang sudah hubungin tadi jadi Yaya tunggu sebentar" ujar Daz


" Boleh " ujar nana senang , entah kenapa mood nya jadi bagus mendengar dia di temani Cakra.


Sementara di kantor Cakra. Setelah menerima telpon Dazian dia yang sedang rapat dengan bawahannya langsung membubarkan rapat tersebut.


" Apa bos ?" Tanya Tio asisten Cakra


" Gue ada urusan , Lo hendel sisanya ya" ujar Cakra kemudian keluar dengan tergesa-gesa. Dengan wajah sumringah


" Bos kesambet apa ya gak biasanya senyum-senyum sendiri" heran Tio .


" Hah pekerjaan ku nambah lagi" ujar Tio lagi.


Cakra pun melajukan mobilnya ke kediaman Daz dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di sana tanpa basa-basi dia langsung masuk ke dalam mansion Daz , anggap rumah sendiri.


" Bisa panggil kan Dazian " ujar Cakra pada salah satu maid.


Tok


Tok


Tok


Maid pun mengetuk ruang kerja Daz


" Masuk " suruh Daz


" Permisi tuan ada tuan Cakra menunggu di ruang tamu " ujar maid


" Baik " jawab Daz.


" De Cakra sudah Dateng tuh" ujar Daz pada Nana yang sibuk memainkan Mobile legend di hpnya


" Tunggu bentar bang" ujar Nana yang masih memainkan.


VICTORY


" YES !!! Nana menang " ujar Nana senang. Daz pun geleng-geleng melihat kelakuanku Nana yang mulai random kembali. Setelah nya mereka pun turun ke rumah tamu menghampiri Cakra yang sudah menunggu nya.


" Ka Cakra " sapa Nana .


" Hai " ujar Cakra.


"Ayo ka kita pergi jadi temanin Nana kan" ajak Nana


" Iya jadi " ujar Cakra. Nana pun menarik tangan Cakra keluar dari mansion Daz. Cakra yang di tarik tangan nya oleh Nana pun merasa terkejut sekaligus senang.


" Nana berangkat bang Daz !!!" Teriak Nana yang sudah hampir sampai pintu depan.


" Hati-hati" jawab Daz .


"Ayo masuk " suruh Cakra. Nana pun masuk ke dalam mobil sport Cakra.


" Kamu mau kemana dulu nih.?" Tanya Cakra sambil melajukan mobil nya meninggalkan mansion Daz.


" Ke mall pusat kota aja ka " jawab Nana


" Baiklah princess" ujar Cakra yang membuat Nana tertawa.


Tak lama mobil yang tumpangi mereka pun sampai di parkiran mall setelah memarkirkan mobilnya , Cakra serta Nana keluar.mobip.dan masuk ke dalam mall.


" Ka Cakra kita kesana yu!" Ajak Nana.


Nana pun membawa cakra ke salah satu toko pakaian pria.


" Mau beli?" Tanya carka


" Iya buat ka Cakra, ka Cakra ganti baju ya Nana gak suka liat ka Cakra jalan pakai setelan gitu , ke bodyguard jadinya" ujar Nana, yang membuat Cakra tersenyum gemas .


" Ya udah" jawab Cakra


" Nana yang pilih bajunya ka Cakra duduk aja dulu Disni " suruh Nana. Cakra pun pasrah di suruh Nana


Tak lama memilih Nana datang dengan celana jeans panjang dan baju kaos warna putih lengan pendek.


" Nih ka " ujar Nana .Cakra pun langsung Menganti bajunya .


" Wah tambah ganteng" gumam nana saat Cakra keluar.


" Gimana?" Ujar Cakra


" Nana suka " jawab Nana.


Setelah membayar mereka pun melanjut lihat" di toko lain. tapi saat melawati toko pakaian wanita .


" BANGSAT". Ujar Nana


"Kenapa?" Tanya Cakra , heran tiba-tiba Nana mengumpat di sampingnya.