
Pagi ini Nana sudah bangun, Karna sudah dari tadi malam Nana sadar. Natan pun masih setia menunggu Nana di sana.
"Lo gak pulang Nat"ucap Nana
"Gak gua mau di sini" kata Natan
" Kan udah ada bang Daz disini" Kata Nana lagi
Ceklek.. bunyi pintu terbuka
" Abang " senang Nana.
Melihat Alex yang datang memasuki kamar nya.
" Minggir dulu " ucap Alex mendorong Natan yang di samping Nana membuat pegangan tangan Nana di tangan nya pun terlepas. Natan yang di dorong pun hanya menatap bingung.
Sedangkan Nana yang melihat nya pun hanya terkekeh melihat tingkah Abang nya yang satu itu.
"Abang apaan sih" Nana kembali menarik tangan Natan. Yang membuat Natan terkejut.
"CK ! Mentang mentang ada yang baru Abang di lupain, gak like Abang sama Yaya" decak Alex kesal.
Membuat Nana tertawa Dazian yang melihatnya pun ikut tertawa juga.
Sementara di kediaman Fernandez.
"Kemana itu anak dari semalam tidak pulang pulang"marah dion
" Ke - kemaren aku liat ka Naya jalan Sama om om yah" kata Sasa ragu.
"APA!!!" kata Dion terkejut
" A .. ayah ja... Jangan marah dulu pasti itu cuma salah paham yah" ucap Sasa menenangkan sang ayah sambungnya.
"Iya mas kamu tenang dulu, nanti kita tanyakan langsung setalah Naya, mungkin dia nginep di rumah temannya "ucap Dina juga
"Kamu selalu saja membela dia sayang, kamu terlalu baik" ucap Dion memuji Dina
"Sasa berangkat sekolah dulu mama ayah" pamit Sasa pada dua paruh baya itu.
" Nat aku laper nih" ucap Nana sambil menggoyang tangan Natan, tiba-tiba panggilan ke Natan berubah manis , Natan pun merasa gemas.
"Jadi gini sifat asli Naya , uwu jadi tambah suka"batin Natan
"Kamu mau makan apa , aku beliin bubur yah?"Tanya Natan
"Ko bubur sih,gak mau ah !! Maunya nasi Padang yah" mohon Nana pada Natan dengan mata berbinar binar. Natan pun berusaha agar tak termakan rayuan Nana.
" No!!gak boleh nay kamu masih masa pemulihan " tolak Natan
" Ya udah deh" pasrah Nana mengiyakan
"Anak pintar" ucap Natan sambil mengelus kepala Nana.
"Aku pergi dulu ya beliin kamu bubur" pamit Natan
"Okeh" jawab Nana
Natan pun pergi meninggalkan ruangan Nana.
" Bisa juga ketua mafia terluka dek " ucap Daz sambil terkekeh.
"CK!! Ketua tu kan cuma nama bang . Ketua sesungguhnya kan Abang" jawab Nana
"Ngomong ngomong dia tadi pacar kamu ya?soalnya di tadi malam gak pulang dia sampai orang tuanya juga jenguk kamu yay "tanya Alex
"Eh, bukan sih tapi mau, Nana suka bang! Abang setuju gak?"tanya Nana balik.
Alex dan Daz pun saling pandang mendengar jawaban Nana yang blak blakan. Kemudian kedua nya pun mengangguk tanda mengiyakan.
"Asal kalo dia macam macam bilang sama Abang biar Abang tembak kepala nya" ucap Alex.
"Iya yay kalo dia berani bikin Yaya sakit hati biar Abang kasih ke ziro dia" ucap Daz. Ziro seekor singa jantan itu peliharaan Meraka di markas.
"Hahaha " Nana pun tertawa mendengar ucapan dari kedua Abang angkatnya.
Sementara di sekolah geng Tiger serta Fira dkk. Bingung Karna Natan dan Nana yang tidak masuk sekolah dan tak bisa di hubungi.
Saat bell istirahat berbunyi mereka pun langsung berkumpul di kantin.
" Naya sama Natan ko barengan ya gak masuk sekolah"ucap Damian
"Iya nih Nana juga gak bisa di hubungin dari kemarin" kata Fira . mengkhawatirkan sahabat nya.
Tak berselang lama geng Berlian yang di ketuai Sasa pun muncul dan mendatangi Meraka.
"Mana nih yayang Natan gue ? Ko gak kelihatan" tanya Sasa
" Natan gak masuk"jawab Gabriel singkat
"Loh loh ko gua gak tau sih" kata Sasa
"Kita geng aja gak tau "gumam Jay
"Eh si cupu kampungan juga ada" ucap Sasa
"Apa urusannya sama Lo " marah Fira
" Pasti pergi nge ****** dia Sas makanya gak sempat sekolah" ucap Maya
Fira dkk yang mendengar temannya di kata in ****** pun marah..
" Bangsat!!! Kalo ngomong tuh di filter dulu. Lo kali Sama temen teman Lo ini yang ******!! Jual diri murah loh!!!", Tunjuk Anya marah pada Sasa dkk
"Apa Lo bilang " Liana pun emosi juga.
"Apa!!!!" Kata Fira
"Mau gua hajar loh " tantang Sinta
Natan pun datang dengan membawa beberapa makanan.
" Ini buat abang Abang"ucap Natan sambil menyerahkan 2 box makan.
"Dan ini buat Naya" ucap Natan, Naya pun segera bangun dan ingin mengambilnya.
Tapi Natan menahannya.
"Aku aja yang suapin nay"kata Natan nana pun merasa malu sampai pipinya ikut memerah.
"Aaa " ucap Natan sambil mengarahkan bubur ke mulut Nana.
" Kamu makan dulu gih! Aku bisa ko sendiri"ucap Nana
"Gak nay biar aku aja kamu lagi sakit ini" tolak Natan
Naya pun memakan habis buburnya.
" Nay Abang sama Alex balik dulu ya kan udah ada Natan yang jagain" ucap Daz
" Ya bang hati-hati " ucap Nana
"Titip yaya ya Natan, jagain bener bener " ucap Alex
"Siap bang" ucap Alex
Kedua Abang Nana pun pergi, kini Nana sama Natan Hanyar tinggal berdua di ruang VVIP tersebut.
"Nay kamu mau gak jadian sama aku?" Tanya Natan memberanikan diri mengungkapkan perasaan yang sudah lama di pendam nya.
"Mau!!" Ucap Nana singkat
Natan pun sangat senang dengan jawaban Nana. Dan langsung memeluknya.
"Nat sa sakit " pelukan Natan mengenai luka di bahu Nana.
" Maaf maaf sayang" ucap Natan sambil panik khawatir Nana kesakitan kembali.
"Gak apa ko" jawab Nana tenang
Dan mereka pun resmi jadian di rumah sakit.
Sudah tiga hari Nana di rumah sakit dan selama itu pula Nana tak pernah mengabari ayahnya.
'Ayah pasti marah , walaupun aku kabari juga kalo aku lagi di sakit ayah juga gak bakalan percaya'pikir Nana
Hari ini Nana sudah di perbolehkan dokter buat pulang Karna lukanya sudah lumayan kering, padahal seharusnya Nana masih harus di rawat lebih lama lagi tapi Nana yang gak mau berlama-lama.
Natan pun mengantar Nana pulang. Setelah sampai di kediaman Fernandez Nana masuk ke dalam.
Saat baru memasuki rumah
PLAKK... Sebuah tamparan mengenai pipi Nana.
"DARI MANA KAMU!!!! SUDAH 4 HARI BARU PULANG, KENAPA GAK SEKALIAN SAJA TIDAK USAH PULANG!!!!!" marah Dion.
"Mas kamu apa apaan sih Naya baru juga pulang " bela Dina
"Gak perlu kamu bela anak kurang ajar ini sayang " ucap Dion
" Jual diri kamu !!!"bentak Dion
"Anda pikir sendiri"jawab Nana
PLAKK....
Aaahhhh.. teriak Nana Setelah Satu tamparan kembali mendarat di pipinya.
"Makin kurang ajar kamu"ucap sang ayah.
Dion yang semakin kesal pun melepaskan gespernya berniat menghantam kan nya ke badan Nana, tapi sebelum itu, Natan pun datang menahan gesper agar tak mengenai badan Nana.
"APA YANG ANDA LAKUKAN " marah Natan .
"Siapa kamu?" Ucap Dion
Flashback on
Setelah Nana masuk ke dalam rumah Natan pun ingin tancap gas pergi , tapi sebelum Natan pergi dia mendengar keributan di dalam rumah tersebut, betapa terkejutnya Natan mendapati Nana yang di tampar bah hampir d cambuk oleh sang ayah.
Flashback end
"Ayo nay mending kamu ikut aku " ucap Natan sambil membawa Nana keluar dari rumah itu.
"Selangkah kamu pergi dari rumah ini lagi , jangan pernah balik lagi" usir Dion
Nana pun mengikuti Natan tanpa mendengar kan ancaman Dion Karna dia sudah muak tinggal di rumah itu.
"Bagus Naya pergilah dan jangan kembali lagi , akhirnya salah satu penghalang untukku dan Sasa menguasai Harta Fernandez pun pergi"batin Dina dengan senang.
Brummm...
Brum...
Nana pun pergi menaiki mobil Natan, di dalam mobil.
" Menangis lah nay gak perlu di tahan" ucap Natan
Nana pun mulai meraung meluapkan kekesalan dan kesedihan.
", Hiks hiks hiks aku gak kuat lagi Nat" ucap Naya di sela tangisnya.
"Kamu kuat nay" kata Natan
Nana pun menangis sampai akhirnya tertidur di mobil yang dilajukan Natan.