
Sore ini Nana sudah berada di lantai berniat menenangkan diri. Dari berbagai pikiran
" Please otak bisakah? Jangan apa-apa langsung di pikirin, kapasitas Lo udah melebihi batas ngelag" kata Nana
" It's okey, ini baru stres belum gila " gumamnya duduk termenung di sebuah ayunan.
" Hiksss mengapa semua tidak berjalan seperti yang ku harapkan? Kenapa? Hiksss " keluh Nana yang sudah menumpahkan air matanya.
" Nana" panggil seseorang. Nana pun mendongakkan kepalanya ke atas.
" Ka cak hikssss Nana lelah" tangis Nana memeluk Cakra
" Hey kenapa " panik Cakra melihat Nana yang tiba-tiba menangis.
"Apa aku terlalu mengeluh" gumam Nana, tapi masih bisa di dengar Cakra
"Mengeluh bukan berarti tak bersyukur, lelah itu hal manusiawi, Karna beban seseorang berbeda-beda." Ujar Cakra
"" Ka cak ngapain disini?" Tanya Nana yang sudah mulai tenang tapi masih memeluk Cakra
" Kebetulan aja mampir " jawab Cakra
Tio asisten pribadi Cakra pun melotot kesal mendengar ucapan Cakra.
"Cih bos dasar penipu ulung" batin Tio kesal.
Flashback on
" Dimana sekarang Nana?" Tanya Cakra pada Tio
" Pengawal suruhan anda memberi laporan nona sedang di kediaman Zen bos, tepatnya mansion Natan mantannya nona Nana bos" jawab Tio
" Ngapain nana kesana!!!! , apa dia ingin bertemu mantan brengsek nya itu lagi Tio ?" Tanya Cakra .
" Menurut laporan nona bukan menemui mantan tapi menemui ibunya bos , seperti nona Nana sangat dekat dengan orang tua mantannya, tapi sekarang nona sudah pergi dari kediaman Zen beberapa saat setelah mantannya datang dan nona Keluar dari mansion itu dengan wajah sedih bos" jelas Tio panjang lebar.
" Apa !!, Terus kemana Nana sekarang?" Marah Cakra
" Nona sekarang di jalan dengan kecepatan yang tinggi seperti menuju ke pantai bos" jawab Tio.
" Suruh mereka mengikuti Nana terus jangan sampai dia Kenapa-napa " perintah Cakra.
" Baik bos " sahur Tio
" Sekarang kita susul Nana" ajak Cakra terlihat panik.
" Tapi bos kerjaan gimana " ujar Tio.
" Nana lebih penting " ujar Cakra, dengan malas Tio mengikuti Cakra, hingga sampai lah mereka di pantai melihat Nana yang termenung sendiri . Sampai akhir nya Cakra mendatangi nya.
" Hah , seperti bos sudah jatuh cinta". Batin Tio
Flashback end
" Yakin ka, bukan sengaja nyamperin Nana kesini" ujar Nana yang membuat Cakra terkejut sekaligus gugup.
‘apa Nana tau kau mengirim orang untuk mengawasi nya’pikir Cakra
" Nana tau ka cak memata-matai Nana" ujar Nana lagi.
DUARR
DEG seketika Cakra kaget kalau Nana sudah tahu dia memata-matainya , Cakra sangat takut kalau nanti Nana marah dan menjauh darinya.
" Santai ka , gak perlu kaget gitu Nana aja santai " ujar Nana sedikit terkekeh melihat wajah Cakra yang gugup di sertai kaget
" Nana gak marah Sama Kaka?" Tanya Cakra.
" Buat apa ?" Tanya Nana balik
" Karna Kaka sudah mengirim orang untuk mengawasi mu" jawab Cakra gugup.
" Engga kaka santai aja" ujar Nana. Sebenarnya Nana sudah tau di awal setelah pertemuan nya dengan Cakra , Cakra mengirim orang untuk mengawasi nya, Karna Nana memiliki kepekaan yang sangat tajam, maklum lah dia kan seorang mafia.
" Mulai sekarang ka cak gak perlu ngawasin Nana ya , kalau kaka cak mau keadaan Nana kan tinggal tanya sama Nana sendiri" ujar Nana. Nana pun mengeluarkan telponnya menelpon seseorang.
Kringg..
Kringg..
Telpon Cakra berdering di lihatnya tanpa nama.
" Simpan Ka no Nana" ujar Nana.
Cakra pun langsung tersenyum lebar mendengar ucapan Nana.
" Boleh" sahut Nana.
" Kaka antar ya biar mobil Nana Tio yang bawa " ujar Cakra menunjuk Tio.
" Nih ka " Nana menyerahkan kunci mobilnya pada Cakra dan Cakra pun melempar kunci mobil Nana pada Tio.
" Nana malas jalan ka " keluh Nana manja
" Mau Kaka gendong?" Tawar Cakra
" Boleh " Nana pun merentangkan kedua tangan, Cakra pun langsung menggendong Nana ala koala dengan senang hati.
" Makasih ka cak sudah bela-belain kesini datengin Nana, padahal kan ka cak pasti sibuk" ujar Nana menyandarkan kepala di bahu Cakra.
" Engga Kaka gak sibuk " jawab Cakra.
Cakra pun membawa Nana masuk ke dalam mobilnya tanpa menurunkannya. Dengan Tio yang membukakan pintu mobil . Dan sekarang Nana berada di pangkuan Cakra. Nana pun menggeser ingin duduk di kursi samping, namun di tahan Cakra yang memeluk pinggang nya.
" Kenapa ka cak?" Tanya Nana heran .
" Gak papa duduk sini saja" ujar Cakra .
" Nana berat ka nanti ka Cakra pegel lagi Karna memangku Nana" ujar Nana, padahal dia sendiri tak keberatan duduk di pangkuan Cakra , ya cuma merasa tak enak kalau tak basa-basi.
" Engga Nana gak berat " bantah Cakra, Nana pun pasrah Karna pelukan Cakra tak mau lepas.
" Jalan pak " suruh Cakra pada supir nya.
Mobil yang di tumpangi Cakra dan Nana pun melaju meninggalkan pantai.
" Kaka pasti taukan rumah Nana" ujar Nana
" Tau " jawab Cakra
" Antar ke sana ya ka, Nana sekarang mengantuk ka cak" keluh Nana.
" Tidur lah " suruh Cakra. Nana pun segera menutup mata akhirnya dia pun tertidur di pangkuan Cakra dengan kepala yang bersandar di bahu Cakra .
" Apa kau masih mencintai mantan sialan mu itu " gumam Cakra
" Apa kau bisa membuka hatimu untuk ku Nana" kata Cakra lagi.
Sayup sayup terdengar oleh telinga Nana yang belum terlelap sempurna.
" Aku bisa membuka hatiku untuk mu ka cak, mungkin dengan adanya kehadiran orang lain aku bisa sepenuhnya melupakan Natan" batin Nana.
Mobil Cakra pun sampai di kediaman Fernandez, Cakra pun membawa Nana turun tanpa membangunkannya.
Pelayan pun membukakan pintu mansion, pelayan yang melihat Nana di dalam gendongan pria itu mempersilahkan dia masuk .
Sesampainya di ruang tamu Dion yang duduk di depan tv-nya ,melihat Nana datang di gendongan pria itu terkejut.
" Siapa kamu?" Tanya Dion heran pada Cakra .
" Saya Cakra om" jawab Cakra
" Nana kenapa?" Tanya Dion khawatir.
" Cuma tidur om , apa saya boleh mengantar nya ke kamar?" Tanya Dion sopan.
" Ikuti saya" ajak Dion , Cakra pun mengikuti Dion dari belakang naik ke atas sesampai mereka di depan sebuah kamar Dion pun membukakan kamar nya.
" Ini kamar Nana" ujar Dion
Cakra pun mengikuti Dion masuk ke dalam kamar dengan Nana di gendongan nya. Dan merebahkan Nana di kasurnya dan Tio yang membawa barang-barang Nana meletakkan nya di meja samping kasur
" Saya pulang dulu om" pamit Cakra
" Iya terima kasih" ujar Dion.
" Sama-sama " sahut Cakra ramah
Dion pun mengantar Cakra sampai depan pintu. Dion pun kembali ke kamar Nana memperbaiki selimut Nana yang tersingkap ke samping.
" Anak ayah nyenyak sekali tidurnya "
"Siapa pria yang bernama Cakra tadi sayang?" Tanya Dion pada Nana yang terlelap.
" Di sangat sopan bahkan juga sangat perhatian padamu" kata Dion.
Seperti nya Cakra sudah mendapat lampu hijau dari calon mertua nih gaeess.