Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
season 2 Maira di bully



Sudah pukul 15:00. Tinggal 1 jam lagi bell pulang berbunyi, kepala para murid kelas 11 mipa 1 sudah berasap di karena kan 2 pak pelajaran terakhir matematika.


" Hah berasap kepala gue Queen " Kata Maira.


" Sama gue juga, hahaha" Tawa Queen menjawab ucapan Maira.


" Gue ke toilet dulu mau basuh muka nih biar seger" Ujar Maira.


" Mau gue temenin? " Tanya Queen.


" Gak perlu Queen " Tolak Maira. Langsung mengangkat tangan nya.


" Bu izin ke toilet " Ucap Maira.


" Iya, jangan lama " Kata guru tersebut.


Maira pun berjalan menuju toilet, sesampainya di toilet Maira langsung menuju wastafel membasuh mukanya.


Tak di sangka Henny dan dua antek-antek bya juga masuk ke dalam toilet.


"Hen diakan Maira yang duduk sama Azzura rose tadi di kantin" Kata Bianca.


" Wah iya Hen" Sahut Ina.


" Pas banget gue hari ini belum ada mangsa " Kata Henny.


" Pegang dia" Perintah Henny pada kedua antek-antek nya.


Bianca dan Ina langsung menarik tangan kiri dan kanan Maira.


" Apa apa nih Hen! " Marah Maira, di tak takut pada Henny.


" Lo berani banget duduk di meja Kenzo di kantin tadi" Tunjuk Henny.


" Kenapa? kalah saing lo, gak pernah di lirik Kenzo , mana mau Kenzo sama tukang bully kaya lo" Tegas Maira.


" Lo!!! " Marah. Henny.


" Lepas!!! " Teriak Maira, seberapa Keras dia memberontak tetap saja kalah kuat.


PLAKKKK


" Awwwww" Rintih Maira terkena tamparan dari Henny.


" Sakit bang**t!! " Ucap Maira.


"Oh masih ngelawan" Ujar Henny. langsung menarik rambut Maira dengan keras.


Di kelas Queen merasa tak enak karena Maira belum juga kembali dari toilet.


" Maira ko lama sih" Gumam Queen.


" Bu saya izin ke toilet " Kata Queen.


Sagara pun menoleh ke arah adiknya seolah berkata kenapa?


"Maira " Bisik Queen pelan, Sagara pun paham Maira memang belum datang sedari tadi .


" Iya jangan lama " Kata guru.


Queen bergegas menuju toilet sedikit berlari.


" Mai! " Teriak Queen saat masuk toilet.


" Ban**t!! " Umpat Queen melihat Maira di bully sampai terkapar di lantai .


HIGH


BUGH


BUGHH


Queen melayang kan 3 pukulan pada masing-masing Henny dan dua antek-antek nya. Hingga mereka terjatuh ke lantai.


"Awwwwww" Pekik Henny kesakitan akibat mendapatkan pukulan dari. Queen..


"Berani banget lo bully teman gue! " Bentak Queen.


"Kenapa mau juga lo" Tantang Henny sudah berdiri.


PLAKKKK


PLakkkkkkk.


2 tamparan di. Layangkan Queen ke pipi Henny.


"Mau yang lebih " Kata Queen dengan senyum liciknya. Membuat Henny dan dua anteknya bergidik ngeri.


" Cabut! " Kata Henny.


" Akhhhhh, , tunggu pembalasan gue lo" Ucap Henny seraya menjauh meninggal toilet.


" Mai, lo gak papa kan? " Khawatir Queen.


" Enggak papa gue, thanks udah belain gue " Ucap Maira.


" Kita ke uks " Ajak Queen.


" Gak usah deh Queen, udah hampir jam pulang juga " Kata Maira.


" Ya udah gue anter lo balik" Ujar Queen.


" Gak perlu gue di jemput supir " Tolak Maira.


" Gue gak Terima penolakan lagi" Ucap Queen.


Abang


Telpon Queen berdering.


" Dimana de? " Tanya Sagara di telpon.


" Di depan toilet bang bisa kesini gak" Kata Queen.


" Tunggu abang" Ujar Sagara.


" Bawain tas gue sama Maira ya bang" Kata Queen.


" Oke " Jawab Sagara singkat dan langsung mematikan telpon.


Maira dan Queen duduk di kursi panjang depan toilet menunggu Sagara .


" Dingin Mai? "Tanya Queen.


" Sedikit "jawab Maira.


"Emang ban***t tuh si patung pancoran, sampai bikin lo basah ke gini" Kesal Queen.


" Ya tapi itu masih kurang mai" Ujar Queen.


" Gila padahal muka Henny udah lo bikin bonyok, malah di bilang masih kurang , hahha" Tawa Maira senang mengingat muka Henny yang lebam-lebam akibat tamparan Queen.


" Kenapa lo gak ngelawan tadi? " Tanya Queen.


" Udah ngelawan gue kalah jumlah, kayanya perlu latihan bela diri sih gue " Kata Maira.


" Boleh tuh, mulai sekarang mending lo latihan bela diri deh" Sahut Queen.


" Dee" Panggil Sagara.


" Bang gara pinjam jaket dong " Ujar Queen.


" Buat apa? " Tanya Sagara.


" Nih" Tunjuk Queen pada Maira yang masih basah.


" Astaga kenapa dia? " Tanya Sagara melihat Maira yang basah kuyup.


" Di bully patung pancoran bang" Jawab Queen.


" Hah? " Heran Sagara.


" Itu lo cewek yang di kantin deketin bang ken " Jawab Queen.


" Oh ondel-ondel " Ucap Sagara. Ya make up Henny dan antek-antek nya sangat lah tebal. Ya seperti kata Sagara mirip ondel-ondel.


" Hhahaha" Tawa Queen dan Maira.


" Nah pakai " Ujar Sagara memberi kan jaket nya pada Maira.


" Thank entar gue balikin setelah gue cuci" Kata Maira.


" Ayo balik " Ajak Sagara.


" Kita antar Maira pulang dulu ya bang" Ujar Queen.


" Iya adeee" Kata Sagara.


" Ayo Mai, lo udah bilang supir lo kan buat gak usah jemput lo? " Tanya Queen.


" Iya udah ko" Jawab Maira.


Mereka bertiga sampai di parkiran.


" Kenapa belum pada pulang? " Tanya Queen pada Kenzo Rakha dan Jofa.


" Nunggu ade lah , gak keliatan dari tadi " Jawab jo.


" Sorry bang tadi Queen abis bantuin Maira " Kata Queen.


" Kenapa dia? " Tanya Rakha


" Biasa pacarnya bang Ken bully Maira tadi" Jawab Queen.


" Pacar? " Ucap Kenzo menyerit keningnya.


" Iya si Henny " Ujar Queen.


" Mimpi dia " Jawab Kenzo.


" HAHAHHAHAHAHa" Tawa mereka menertawakan Kenzo yang kesal.


" Duluan bang, Rakha, bontot " Kata Queen.


" Oke hati-hati" Kata mereka kompak.


" Rumah lo dimana? " Tanya Sagara pada Maira.


" Di perumahan Easter blok D no 4 k" Jawab Maira.


Sagara pun hanya mengangguk.


"Gar ade lo tidur " Kata Maira


" Jika lo merasa berat bangunkan saja dia" Kata Sagara, melihat spion tengah kepala Queen yang bersandar pada bahu Maira.


" Gak papa ko, biarkan saja Queen tidur " Ujar Maira.


"Udah sampai " Kata Sagara menghentikan mobilnya di depan sebuah pagar rumah yang cukup mewah.


"Ya" Jawab Maira, lalu memindahkan kepala Queen secara perlahan.


" Thanks Gara " Kata Maira.


" Mau mampir dulu" Ajak Maira.


" Katanya gak, kasian Queen keliatan kecapean " Ucap Sagara.


" Oke, kalau gitu gue masuk, bye" Ucap Maira melambaikan tangannya.


" Assalamu'alaikum, MAIRA PULANG " teriak Maira.


" Astaga Imai jangan teriak!!! " Balas Aisyah bundanya Maira.


"Bunda juga teriak!! " Balas Maira lagi.


Aisyah pun keluar dari dapur menghampiri Maira.


" Heh kam..... Astagaa kenapa Imai kucel banget ke gembel,hahaha" Tawa Aisyah sedikit mengejek tapi masih ada khawatir. Pasalnya rambut Maira tak beraturan, seragamnya pun kotor walaupun tertutup jaket tapi masih ada yng kelihatan.


" Heh bunda ini bukan nya khawatir anak pulang ke gembel malah ngejek" Kata Maira.


" Hehehehe maaf ya, jadi kenapa? Kamu berantem? " Tanya Aisyah.


" Iya, eh lebih tepatnya Imai di bully bunda untung ada teman Imai, ada anak baru kembar pengantin lagi. Yang satu cantik yang tampan" Kata Maira.


" Berani nya ada yang bully anak bunda sini mana orang nya biar bunda balas " Kesal Aisyah.


"Kan mencak mencak ke reog deh bunda, emang yah gini amat punya bunda bar bar" Batin Maira.


" Gak perlu bun udah habis di hajar Queen sampai bonyok mereka " Jelas Maira.


" Bagus dong, kapan-kapan ajak kesini," Kata Aisyah.


" Tadi mereka nganter Imai bun" Jawab Maira.


" Ko gak di suruh masuk Mai? " Tanya Aisyah.


" Queen tidur tadi bunda , jadi abang kembaran nya Sagara langsung pulang " Ujar Maira.


" Ya sudah Imai bersih- bersih dulu gih, nanti bunda telpon kan dokter biar ngobatin lebam di pipi ya " Kata Aisyah.


" Oke, bundax" Jawab Maira melangkah menuju kamarnya.