
Sudah 3 paska Alea melahirkan, sebentar lagi Nana juga akan melahirkan. Bertepatan besok jatuh hpl para penghuni mansion Cakra sudah sibuk mempersiapkan keperluan lahiran Nana nantinya. Bahkan para orang tua juga sudah berada di mansion Cakra 1 minggu lebih awal.
Sejak kandungan Nana membesar Nana sudah mengambil cuti kuliah. Mana juga selalu berada di kamar sampai di bosan, karena hamil bayi kembar pastilah perut besar dan berbeda dari bumil yang cuma satu bayi.
Nana tengah duduk di balkon kamar menikmati pemandangan sore, Cakra pun datang memeluk nya dari, belakang.
"Aduh besar nya anak-anak daddy " Ucap Cakra mengelus perut Nana.
Nana pun tersenyum simpul.
" Yank Semisal paska melahirkan nanti aku gak selamat, tolong perlakukan dan jaga anak-anak dengan baik ya" Kata Nana sendu.
" Apa. Sih yank jangan bicara yang aneh-aneh " Ujar Cakra.
" Perasaan ku gak enak sayang" Ucap Nana.
" Kamu dan anak-anak kita pasti selamat sayang" Kata Cakra.
" Sayang cepatlah lahir " Ujar Nana mengelus perutnya.
Akhhhhhhh
Nana merintih kesakitan dan perut nya terasa mules.
" Sayang kamu keluar air" ,melihat air bening mengalir dari paha Nana.
" Yank sakit... ' lirih Nana menahan sakit yang luar biasa.
" Astaga nyonya mau melahirkan tuan" Kata Gina yang mendadak masuk ke dalam kamar setelah mendengar teriakan Nana tadi.
" Kita langsung ke rumah sakit siapkan mobil Gina " Suruh Cakra dengan muka panik. Dan langsung menggendong Nana menuju mobil.
" Kenapa sayang? " Tanya Sandra cemas. Saat Cakra melewati ruang tamu.
"Ketuban Nana pecah bun" Jawab Cakra.
"Akhhhhh sakit se sekali " Rintih Nana.
" Sabar sayang sebentar. Lagi kita sampai" Kata Cakra.
Sesampainya Nana di rumah sakit dokter langsung membawanya ke ruang UGD.
" Bapak. Bisa masuk mendampingi istri bapak " Kata dokter tersebut. Cakra pun langsung masuk menggenggam tangan Nana di samping nya.
" Huffff, sakit yank" Kata Nana.
,ara orang tua juga menyusul bahkan Sean yang tadinya masih kuliah mendadak pulang setelah mendapat kan telpon dari sang bunda kalau Kaka iparnya melahirkan .
Para sahabat Nana pun ikut ke rumah sakit , bahkan jo dan Dazian jug, kecuali alea karena dia menemani anak mereka yang masih bayi itu di mansion.
,Ketegangan seperti 3 bulan yang lalu Pun terjadi. Lagi mereka semua menunggu di luar dengan harap harap. Cemas.
" Semoga Nana dan bayinya selamat yah" Ujar Sandra.
" Semoga Nana dan cucuk ku selamat " Ujar Dion.
Cakra sangat khawatir melihat Nana yang kesakitan. Bahkan jantung nya merasa sesak, butiran air matanya pun sudah berjatuhan.
" Tarik nafas lalu buang Lalu dorong" Kata dokter.
Nana pun mengikuti saran dokter,
" Hufffff aaaaaaaa hufffff aahhhhhh" Nana mengejan.
Ucapan itu terus dokter lontar beberapa kali. Sampai akhir nya kepala sang bayi mulai terlihat.
" Sedikit. Lagi, dorong" Ujar dokter.
Oweekkkk owekkkkkk.
Suara anak pertama lahir.
" Bayinya laki-laki " Seru dokter.
" Terimakasih sayang " Ucap. Cakra mencium kening Nana.
" Hufffff. Hufffff aaaaaa" Nana kembali kontraksi. Nana kembali mengejan seperti tadi, dan anak kedua pun lahir.
" Anak kedua perempuan, sangat cantik seperti ibunya" Ujar dokter.
" Dan keduanya lahir dengan sempurna tanpa cacat " Kaya dokter lagi.
" Terimakasih sayang, hidup kita jadi lebih sempurna " Ucap Cakra tak hentinya bertema kasih.
Nana hanya tersenyum menanggapi nya dia merasa sangat lemah dan lelah.
Kedua bayi Nana pun di bawa keluar untuk di bersihkan.
" Cucu kita yah"
"Ponakan aunty"
" Bagaimana keadaan putri saya dokter ? " Tanya Dion.
" Ibunya juga selamat" Jawab dokter.
Mereka semua pun mengucap syukur dan senang kedua selamat, tapi kesenangan mereka tak berlangsung lama setelah mendengar teriakan Cakra. Sebelumnya di dalam. Ruangan.
Nana tiba-tiba mengalami kejang dan sesak nafas. Cakra dan dokter pun langsung merasa panik.
" Sayang... " Panggil cakra.
" Ma aaf" Lirih Nana.
" Selamat tinggal " Batin Nana.
Dokter berusaha menyuntikkan obat ke tubuh Nana, tapi suntikan pun terjatuh melihat Nana yang sudah tak bernyawa.
" Kita gagal menyelamatkan pasien" Ujar dokter.
Jedarrrrrr...
Jantung cakra berdetak kencang nafasnya tersengal- sengal.
" Sayang....., hikesss hei sayang bangun aaaaaaa hikssss Nana sayang bangun " Ucap Cakra di sertai tangis.
" Aaaaaaa gak mungkin, ambil saja nyawaku jangan istriku!! " Histeris Cakra.
Owekkkk owekkkkk bahkan si kembar pun menangis mungkin juga merasa kehilangan.
Mereka yang diluar pun langsung masuk kedalam.
" A ada apa Cakra? " Tanya Dion.
" Yah Nana pergi...... Hiksss" Jawab Cakra di sela tangisnya.
Dion pun langsung merasa dada sakit dan langsung jatuh pingsan.
Begitu pula Sandra tak sadarkan diri setelah mendengar ucapan dari Cakra.
Pemakanan Nana pun berlangsung dengan semua merasa amat kehilangan, sahabat, adik kaka maupun anak, terlibih Cakra yang kehilangan istri . Cakra mengamuk Saat melihat tubuh Nana yang di makamkan. Sampai hingga tak. Sadarkan diri lalu setelah sadar cakra kembali mencari Nana dengan mengamuk. Hingga dokter yang ada. Pun langsung menyuntikkan obat penenang untuk Cakra. Sudah satu bulan lebih kediaman Cakra masih berduka kehilangan nyonyanya. Mereka semua bersedih si kembar yang masih kecil. Sudah kehilangan ibunya. Bahkan cakra pun mengalami depresi akibat masih tak terima kematian Nana. Dion pun juga meninggal akibat serangan jantung setelah seminggu kematian Nana. Sudah 1 bulan pula Arga mengantikan Cakra di Kantor,sedangkan si kembar di rawat oleh Sandra yang notabenya nenek si kembar.
Cakra termenung menatap ke arah luar jendela
" Hikssss, hikssss sayang kamu di. Mana " Raung Cakra.
" KAMU DI MANA SAYANGHHHHH!!! " TERIAK Cakra.
" Aku pengen ketemu kamu sayang hikssss " Lirih Cakra.
Cakra berdiri di balkon melihat ke atas langit.
" Aku nyusul kamu ya sayang, aku gak. Sanggup tanpa kamu" Kata cakra sambil mencoba melewati pembatas balkon. Bertepatan dengan Sean yang masuk ke dalam kamar.
" Ka" Panggil Sean.
" Astaga!!! Ka jangan lo kenapa ? " Panik Sean langsung memeluk pinggang cakra, takut Cakra terjatuh ke bawah dari lantai tiga.
" Ka lo harus kuat ingat si kembar di masih butuh lo, ingat ka si kembar cuma punya 1 orang orang tua. Massa lo tega tinggalin si kembar juga" Kata Sean tanpa sadar air matanya menetes.
" Kembar? " Tanya Cakra.
" Iya ka anak lo sama ka Nana " Jawab Sean.
" Mana si kembar? " Tanya Cakra.
" Tunggu ka aku panggil kan" Jawab Sean.
Si kembar pun datang di gendong Sandra dan Gina.
" Cakra, mereka putra dan putri mu" Panggil Sandra.
" Tanpa dan cantik anak daddy " Ucap. Cakra tersenyum.
Rupanya kehadiran si kembar bisa menyadarkan cakra.
" Kami belum memberi mereka nama" Jelas Sandra.karena selama ini Sandra hanya memanggil mereka putra dan putri saja.
Cakra tersenyum mengelus putra dan putrinya.
"Nama mereka Arkalindra Sagara pratama dan AirisQueenzea pratama" Kata Cakra
TAMAT