
." Saya melisa tuan" Ucap nya tersenyum sopan. Pada Cakra.
" Saya Cakra, panggil saja kaka sama kayanya Sean " Ujar Cakra. Satu nilai plus bisa di tangkap dari melisa sopan.
" Berapa umurmu? " Tanya Cakra pada Malisa yang masih terlihat sangat muda.
" 21 tu eh ka" Jawab Melisa.
" Kau yakin mau pacaran sama om-om di sebelah mu itu" Tanya Cakra menunjuk Sean.
" Om om lo kakek kakek" Kesal Sean.
" Becanda sensi amat lagi pms lo" Ejek Cakra .
Melisa hanya tersenyum mendengar perdebatan dua kaka beradik tersebut.
" Lo udah kenalin dia sama bunda? " Tanya Cakra.
" Udah " Jawab Sean.
"Bunda suka? " Tanya Cakra.
" Iya" Jawab Sean menggenggam tangan Melisa.
" Ya kalau bunda suka gue mah terserah lo, tinggal anak-anak saja lagi " Kata Cakra, dia tahu Sean serius dengan gadis bernama Melisa putri tersebut. Hingga berani mengenalkan langsung pada nya.
Melisa menunduk merasa sedikit tak enak dan gugup, Sean merasa tangan melisa dingin dia pun mengeratkan genggamannya .
" Tenang saja" Bisik Sean.
" Kalian tunggu saja dulu kalau memang mau ketemu sama si kembar, terserah mau ngapain tiduran kek , keliling, makan makan juga boleh, gue atas dulu, sekalian makan siang di sini saja"Ujar Cakra.
" Iya ka " Jawab kedua nya kompak.
Melisa putri
gadis itu berumur 21 tahun dia bekerja di Universitas Bangsa sebagai dosen, awal keduanya bertemu di sebuah cafe saat itu Melisa mengembalikan dompet Sean yang sempat terjatuh , Hingga Sean jatuh cinta pada pandangan pertama pada Melisa, usaha Sean dalam mendapatkan Melisa pun tidaklah mudah begitu saja, Melisa yang berasal dari keluarga biasa saja selalu merasa berkecil hati dan merasa tak pantas jika di sandingkan dengan Sean , hingga pada akhirnya Sean berhasil meluluhkan hatinya. Sampai akhirnya Sean mengenalkan Melisa pada keluarga pratama untuk menunjukkan ke seriusan nya pada melisa.
Dan tentu saja bunda Sandra serta ayah Arga sangat antusias saat Sean mengenalkan melisa sebagai calon istrinya, jika kalian mengira keluarga pratama harus mencari pasangan yang sederajat, kalian salah, mereka tak pernah membedakan mau kaya atau pun miskin yang terpenting bagi mereka iyalah baik serta tulus, tentu saja mereka akan menyambutnya dengan hangat.
" Kita tunggu si kembar dulu ya " Ujar Sean.
" Iya gak papa" Kata melisa.
Sembari menunggu si kembar Sean mengajak Melisa berkeliling mansion megahnya Cakra.
Pukul 12 lewat sedikit Sagara masuk ke dalam kamar Queen berniat membangun kan Queen.
Ceklek
" Masih tidur dia" Kata Sagara melihat Queen yang masih terlelap dengan seragam. Yang masih lengkap di badannya.
" De... Ade... Bangun " Ujar Sagara menggoyang tubuh Queen.
" Iya bang" Jawab Queen dengan suara serak khas orang bangun tidur.
" Cuci muka ganti baju, setelah itu kita turun makan siang " Suruh Sagara.
Dengan malas Queen bangun dari kasur nya menuju kamar mandi mencuci muka selalu itu masuk walk in closed nya menganti seragamnya dengan kaos kebesaran dan hot pants.
" Jalan sendiri apa di gendong? " Tanya Sagara menunggu Queen di dalam kamar.
" Gendong " Kata Queen. Merentang kan tangannya ke arah Sagara.
Ting...
Pintu lift terbuka Sagara keluar dari lift dengan Queen di gendongan nya menuju meja makan.
" Kaki Ade masih sakit? " Tanya Cakra.
" Enggak dad cuma malas jalan aja" Jawab Queen.
" Kenapa Ade ka? " Tanya Sean.
" Biasa urusan remaja " Jawab Cakra.
" Eh ada uncle Sean " Ujar Queen , duduk di samping Sagara bersebrangan dengan Sean.
" Eh siapa uncle? " Heran Queen melihat Melisa yang ada di samping Sean.
" Kita makan dulu ya de baru nanti uncle Sean jelasin" Kata Cakra.
" Baik daddy " Jawab Queen
20 menit kemudian acara makan siang pun selesai, semuanya berkumpul di sofa keluarga.
" Sebelum nya kenalin dulu gadis yang di samping uncle Melisa putri calon istri uncle " Kata Sean.
" Hai aunty aku Queen, lengkapnya Airis Queenzea Pratama, dan si muka kaku ini abang Queen bang Gara lengkap nya Alkalindra Sagara Pratama " Ujar Queen dengan ramah.
" Halo aunty " Sapa Sagara.
" Ha-halo" Ucap Melisa gugup.
" Santai aja aunty kita gak gigit kok" Kata Queen. Mencoba akrab dengan Melisa.
" Gimana sayang, sudah ku bilang kan mereka pasti suka denganmu" Bisik Sean.
Jangan kira Queen dan Gara tak mendengar ucapan Sean, mereka mafia sedari kecil mereka sudah terlatih dan di asah. Mereka pun memiliki pendengaran yang tajam.
" Uncle bisa juga cari aunty " Puji Queen.
" Iya dong " Jawab Sean bangga.
" Kapan diresmikan uncle? " Tanya Sagara.
" Uhukkk uhukkk" Melisa tersedak ludahnya sendiri mendengar perkataan Sagara.
" Secepatnya ya kan sayang" Jawab Sean mengusap tangan Melissa.
" Berarti tinggal daddy aja yang jomblo! " Ucap Queen setengah mengejek Cakra.
" Kau pun jomblo, dasar kecebong ! " Ucap Cakra setengah berteriak hingga terbatuk batuk.
" Hahhaa , batuk pak Haji di komikin aja" Tawa Queen.
" Kalau Queen kecebong berarti daddy kataknya" Kata Queen lagi.
" Hahahhahaha" Tawanya.
" Aduh cantik banget sih calon aunty Queen " Kata Queen duduk di samping Melissa. Menggamit tangan Melisa,Melisa yang di puji tersenyum malu- malu.
Ketiga lelaki tersebut sudah hapal dengan sikap Queen, yang selalu bersikap manja pada orang di sukanya.
." Polos " Satu kata dari dalam hati Queen, menilai calon aunty nya tersebut.
" Aunty besok sibuk gak? " Tanya Queen pada Melisa.
" Enggak, tapi kalau pagi aunty ada kelas ngajar" Jawab Melissa.
" Gimana sore besok kita jalan ke mall aunty, soalnya pagi Queen juga harus sekolah" Ajak Queen.
Melissa menengok ke arah Sean meminta persetujuan nya, Sean pun mengangguk mengiyakan.
" Baiklah" Jawab Melissa.
" Yeeee jalan-jalan sama aunty baru " Ujar Queen senang.
" Uncle ! " Seru Queen mengadakan tangannya pada Sean, laku Sean mengambil dompetnya mengeluarkan black card. Dengan cepat Queen menyambutnya .
" Kita kuras habis uang uncle, aunty " Kata Queen. Melissa hanya mengangguk mengiyakan.
" Kuras lah cuma segini uncle takkan jatuh miskin" Ucap Sean.
" Cih Queen pun juga punya banyak black card tapi Queen lebih senang gratisan " Kata Queen.
" Ya sudah uncle sama aunty lisa pulang dulu ya " Pamit Sean.
" Kita pulang ka " Kata Sean pada Cakra.
" Ya Hati-hati " Jawab Cakra.
Cakra Queen dan Sagara mengantar Sean dan Melissa ke depan, tak lupa Queen meminta nomor ponsel Melissa agar nanti mudah menghubungi nya.
" Hati-hati aunty, uncle " Kata Queen melambaikan tangannya.
" Sampai jumpa besok" Kata Queen lagi.
" Ayo de masuk" Ajak Cakra.
"Daddy gendong " Kata Queen sedang mode manjalita ulala.
" Ulululu Sini bayi besarnya daddy " Kata Cakra , menggendong Queen.
"Queen mau mommy baru dad " Kata Queen. Di gendongan Cakra.
" Yakin? " Tanya Cakra .
" Iya dad abang kasian ngeliat daddy jomblo akut, biar gak bersolo karir dad" Sahut Sagara.
." Si anying" Umpat Cakra pada putra sulung nya.