Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
bertemu lagi



Setelah pelajar berakhir Nana pun langsung pulang dengan mengendarai mobil sport nya .


Di tengah perjalanan Nana melihat seseorang tengah berkelahi, mungkin lebih tepatnya dia sedang di keroyok. Nana pun menghentikan laju mobilnya dan segera keluar. Berniat menolong.


Nana pun mendekati dapat di lihatnya orang itu ternyata Cakra.


Nana pun bergegas berlari menolong Cakra, saat salah satu di antara mereka berniat memukulnya dari belakang.


BUGH


BUGH


Nana menendang orang itu sampai terjatuh, Cakra yang mendengar suara dari belakang nya pun menoleh, menemukan seorang gadis sedang melawan beberapa orang yang menghadang nya tadi.


" Nana " gumam Cakra kaget , lagi-lagi dia di tolong Nana. Nana menghajar mereka habis-habisan sampai tak berdaya dan Cakra pun sama .


" Ka ayo pergi " ujar Nana membawa Cakra pergi dari tempat itu.


" Oke naik mobil Kaka" kata Cakra


" Nana bawa mobil sendiri ka" jawab Nana.


" Kirain jalan kaki lagi kamu" ejek Cakra


" Nana gak miskin ya, kemarin lagi gabut aja " kata Nana


" Ka cak ngapain sih lagi-lagi di keroyok orang?" Tanya Nana.


" Biasa orang kaya banyak musuhnya "ucap Cakra kepedean.


" Cih, Nana pulang dulu ya bye " kata Nana sebelum memasuki mobilnya.


" Gak bareng aja ?" Tanya Cakra.


" Gak ka cak. Kita kan bawa mobil masing-masing, bye Nana capek pengen tidur cantik" ujar Nana melajukan mobilnya meninggalkan Cakra.


Brummm


Brummm.. deru beberapa mobil terdengar., Terlihat beberapa orang berpakaian jas serba hitam keluar dari mobil.


Drapp..


Drapp.. langkah kaki tergesa terdengar menghampiri Cakra.


" Maaf bos kami telat!!" Ujar nya.


" Ya, kembali lah" ujar Cakra


Rupanya orang-orang itu adalah bawahan Cakra.


"Berkat kalian terlambat aku bisa bertemu gadis cantik ku lagi" batin Cakra


Cakra pun masuk dan melajukan mobilnya beserta anak buahnya meninggalkan tempat tersebut.


" Sial lagi-lagi gua gak sempat minta nomor teleponnya" kata Cakra kesal pada dirinya sendiri, Cakra bisa saja meminta nomor telepon Nana pada Dazian, tapi itu terkesan kurang sopan katanya, padahal mah di gengsi takut di ejek Dazian.


Nana yang sudah sampai di mansion segera masuk ke kamarnya, membersihkan tubuhnya yang sudah lengket. Setelah keluar dari kamar mandi dan berpakaian Nana pun keluar menuju meja makan. Ya walaupun baru jam 5 Nana sudah merasa lapar.


" Bi ada makanan gak?" Tanya Nana


" Ad non sebentar bibi siapin non tunggu aja di meja makan" ujar Bi Surti.


Tak lama bi Surti pun datang dengan ayam krispi, dan tumis sayur brokoli di hidangkan di meja makan .


" Silahkan non " ujar Bi Surti


" Makasih bi" ujar Nana ramah. Nana pun mengambil nasi ayam serta syur kedalam piringnya.


" HEH!! SIAPA YANG NYURUH KAMU MAKAN DULUAN" teriak Dina yang baru turun dari tangga.


"Anjing nih induk ular baru datang langsung marah" batin Nana yang kesal makannya di ganggu, jujur dia sudah sangat lapar Karna di sekolah tadi gak jadi makan akibat dari drama Cecil.Sungguh malas Nana meladeni Dina .


" Jangan ganggu" kata Nana. Yang sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.


" Tuli ya!!!! " Bentak Dina.


" Kau!!!" Tunjuk Nana dengan tatapan tajam ke arah Dina, Dina pun agak gemetar bisa-bisanya dia yakin dengan bocah ingusan ini' pikir Dina


" Sudah ku bilang jangan menggangguku atau kau akan bernasib seperti anak mu" jelas Nana


DEG


Dina sedikit terkejut mendengar ancaman Nana.


' kenapa bisa dia bicara begitu apa dia yang sudah membunuh Sasa?' pikir Dina sedikit syok


Nana malas dan muak meladeni Dina dia pun membawa sepiring makan dan segelas air putih ke kamarnya.


BRAKKKK


Terdengar bunyi dorong keras saat menutup pintu, bukan sengaja tapi Karna di menutup dengan cara.di tendang Karna Kedua tangannya penuh.


" Kan jadi dingin makanan gue karna tuh induk ular" ujar Nana kesal.


" Membuat nafsu makan ku berkurang" kata Nana lagi. Padahal dia baru saja menghabiskan sepiring nasi yang di bawanya tadi.


" Huhhh....." Nana menghela napas panjang .


" Bingung mau ngapain?" Kata Nana akhirnya dia gak ngapa-ngapain biar gak bingung.


Ting...


Ting...


Bunyi notifikasi pesan membangunkan Nana yang baru saja ingin berpetualang ke alam mimpi.


( Natan ) di layar ponselnya. Nana pun membuka pesan apa yang di kirim Natan padanya.


Natan


Hai Nay bisa kita ketemu


Aku


Buat apa


Natan


Ad yang pingin aku omongin sama kamu


Aku


Lewat sini aja


Natan


Gak bisa harus ketemu


Aku


Gak bisa


Natan


Aku pengen kita kaya dulu lagi ay" mohon Natan


Aku


Sorry gak bisa


Natan


Maafin aku , gak nepatin janji ku sama kamu


Aku


Lupain masa lalu kita , hubungan kita udah berakhir, Lo sendiri yang buat akhirnya jadi begini Lo sadar gak sikap Lo yang mulai berubah bahkan gue punya pacar tapi rasa jomblo semenjak dia datang.


Natan


Maafin aku Nay, tak bisa kan kita seperti dulu lagi jujur aku belum sanggup melepaskan kamu


Block


Nana memblokir nomor Natan supaya dia tak bisa menghubungi Nana lagi.


" Aku sangat lelah rasanya ingi menghilang sebentar saja" gumam Nana


Sementara di sisi Natan dia merasa uring-uringan Karna Nana tak membalas chat nya lagi bahkan nan memblokir nya.


" Akhhhh, jujur gue belum.bisa lepasin Naya , meskipun hati gue udah balik ke Cecil lagi" kata Natan


" Gue bener nyaman Sama Lo Nay di satu sisi gue juga cinta sama Cecil bahkan perasaan gue yang dulu hilang saat dengan Lo . Balik lagi saat dia datang" ujar Natan


" Akhhhhh gue bingung dengan perasaan gue sendiri" pusing Natan mengacak rambut nya sendiri.


Yuri yang sedang lewat di depan kamar sang anak pun bergegas masuk ke dalam kamar Natan.


" Kenapa El?" Tanya Yuri.


" Gak papa ko mom" jawab Natan


" Tapi mommy dengar Lo kamu Teriak" kata Yuri


" Cuma pusing kerja sekolah aja mom" jawab Natan


" El" panggil Yuri


" Ya mom" jawab Natan


"Mommy gak suka kamu sama Cecil ".kata Yuri


" Mommy tau kan aku dari dulu suka banget sama Cecil" tegas Natan


" Kamu di buatkan dengan cinta masa lalu kamu El , ingat kata-kata mommy Naya itu lebih segala dari Cecil yang gak ada apa-apanya" ujar Yuri


" El bingung mom " jawab Natan


" Cecil itu bukan gadis baik seperti yang kamu lihat El" kata Yuri .


" Mommy tau apa!!!" Bentak Natan marah Yuri menjelekkan Cecil.


" Kamu bentak mama El, demi cewek itu" ujar Yuri sedih


" Ma maafin El mom" mohon Natan yang menatap Yuri sedang bersedih, Yuri pun keluar dari kamar sang anak dengan kecewanya.


"Maafin El mom" ujar Natan lagi saat Yuri sudah keluar dari kamar Natan.