Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
senjata di curi



Setelah sarapan kesiangan tadi Nana menerima telpon dari Dazian, memberitahukan beberapa senjata baru rakitan mereka di curi.


" Yah Nana jalan dulu " pamit Nana pada Dion yang sedang duduk di sofa .


" Iya hati-hati" sahut Dion


Brummm


Brummm


Nana pun tancap gas melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju markas .hampir 1 jam Nana mengendarai mobil sport nya akhirnya dia sampai di markas, Nana pun bergegas turun dari mobil dan masuk ke dalam markas dengan tergesa-gesa.


" Queen" sapa para mafioso penjaga , Nana yang terburu-buru masuk bahkan tak mendengar sapaan mereka.


BRAKKKK


Nana mendorong pintu salah satu ruangan dengan keras.


" Gimana bang hasil laporan nya?" Tanya Nana.


" Senjata rakitan yang baru hampir 300 buah hilang" kata Alex .


" Gimana bisa?" Tanya Nana lagi


" Cek cctv " kata Nana


" Udah tapi di cctv bahkan tak ada jejaknya" sahut Jo


" Akhh sialan siapa pelakunya " ujar Nana pusing.


" Tenang lah pasti kita menemukan nya" kata Daz menenangkan Nana.


" Kalian hebat tapi tak bisa menemukan pelaku pencurinya begitu lama, bahkan sudah terjadi 2 kali kan kenapa baru bilang sama Nana , entah mereka yang sangat pintar atau keamanan kita yang semakin buruk"


" Seperti nya ada penghianat di markas kita bang?" Ujar Nana " keluh Nana


" Seperti tidak mungkin de kita bahkan sangat ketat dengan mereka " bantah Alex


" Apa Abang yakin?" Ragu Nana


"Kita Pasang cctv baru di gudang penyimpanan senjata dan ruang cctv juga tapi jangan sampai para mafioso lain tau " Saran Nana


" Tapi kenapa de kn udah ada cctv nya?" Tanya Alex


" Ih abang bodoh ya !!" Ejek Nana


" Nana gak boleh" larang Daz


" Sorry bang" ujar Nana


" Jadi supaya kita tau apa penghianat atau enggak dari salah satu mereka, bahkan cctv tak meninggalkan jejek siapa lagi pelakunya yang bisa keluar masuk bebas keruangan itu tanpa ketahuan kecuali anak buah kita sendiri Abang ngerti?" Tanya Nana


" Sorry Abang gak ngeleg tadi" kekeh Alex


" Ya mulai lah bergerak bang tanpa di ketahui orang lain selain kita" ujar Nana.


" Dan ingat bang jangan hentikan apapun penyelidikan yang sudah kalian beri pada Mafioso kita, Karna itu hanya akan menimbulkan kecurigaan dan kewaspadaan pelaku, lakukan seperti biasa" peringatan Nana.


" Siap " sahut mereka.


" Bang Yaya laper nih " ujar Nana mengelus perutnya.


" CK, tukang makan" ejek Alex .


"Yaya kan perlu mengembalikan tenaga Yaya yang terkuras untuk berpikir tadi bang " sahut Nana.


" Iya iya deh mau makan apa nih?" Tanya Alex.


" Mie abang adek bang level 100" ujar Nana


" Gak!!!" Tolak mereka kompak.


"Ya bang kemarin Yaya habis lihat mukbang nya food blogger di YouTube jadi pengen ya bang " bujuk Nana sambil mengeluarkan matanya .


" Hah jangan di lihat " kata Alex memalingkan matanya , mereka memang tak akan bisa menolak permintaan Nana.


" Baik lah tapi 10 cabe aja ya " bujuk Daz


" 100 bang biar afdol" ujar Nana


" Atau tidak sama sekali" tegas Daz.


" Ih baiklah bang" ujar Nana tak semangat.


Makanan yang di pesan Alex pun sudah datang dengan semangat nana memakannya.


" Huh kenyang, kurang pedas bang nanti lebih dari 10 ya" kata Nana setelah habis memakan mienya.


" Gak , nanti sakit de" tolak Daz


" Benar kata Daz kita cum gak mau kamu kenapa-napa" kata Alex membenarkan ucapan Daz .


"Apa Abang tak merasa curiga dengan laporan yang di berikan Arya( salah atau Mafioso)?" Tanya Nana


"Emang ada yang salah " heran Alex.


" Lihat baik-baik" Nana kembali menyodorkan hasil laporan Arya pada alex.


" Benar kata Yaya " setelah Alex melihat dengan teliti.


" Lain kali perhatian dengan teliti bang supaya kita gak kecolongan begini" ujar Nana.


" Iya iya Abang Salah " kata Alex.


Nana pun berpindah tempat duduk yang mulanya di samping Alex sekarang sudah di samping Daz. Sambil memeluk lengan Dazian.


"Bang ada no ka cakra gak?" Tanya Nana


" Buat apa?" Tanya Daz balik.


" Siapa tau berkah ka cak Nana bisa move on dari Natan bang" ucap Nana sedikit sedih.


" Nanti ya Abang kirim " jawab Daz


" Makasih bang sayang banyak-banyak" peluk Nana.


" Abang iri ya " ejek Nana yang masih memeluk Daz .


" CK lihat Jo muka Daz mengejek kita " kata Alex.


" Nana balik dulu ya abang-abang " pamit Nana


" Oke hati-hati " kata mereka


" Jangan lupa bang daz nomor nya ka cak " ujar Nana


Ting...


Pesan masuk ternyata dari Daz yang mengirim kontak Cakra .


" Sarange abang" kata Nana dengan tangan berbentuk love.


Senyum manis menghiasi muka Daz yang melihat keceriaan Nana yang sempat hilang.


" Ingat bang lakuin rencana kita tadi " peringatkan Nana pada Alex.


" Abang belum pikun juga di ingatkan terus " ujar Alex kesal.


Nana pun meninggalkan markasnya pulang ke mansion Fernandez.


Namun di tengah perjalanan telpon berdering. Nana pun langsung menekan tombol hijau .


" Halo mom" kata Nana


" Naya nginep di mansion dong mommy kangen mumpung lagi libur" kata Yuri .


" Kayanya gak bisa deh mom tapi kalau mampir sebentar Nana bisa " ujar Nana


" Baiklah " kata Yuri agak lemes


"Bye mom Nana otw" kata Nana


Yuri pun memutuskan panggilan telponnya dengan Nana.


Tak perlu waktu lama mobil sport silver yang baru di ambilnya dari markas tadi pun sampai.


" Mommy" sapa Nana yang sudah masuk ke dalam mansion.


" Kamu Dateng sayang" ucap Yuri senang.


" Kan mommy yang nyuruh" jawab Nana


" Tapi tadi Natan nya pergi Nay" kata Yuri.


"Apa mommy belum tau kalau aku sama Natan udah selesai" batin Nana


" Ada yang mau Nana ceritain sama mommy" ujar Nana


" Apa sayang?".tanya Yuri


".jadi Nana sama Natan udah gak ada hubungan lagi mom!". Jelas Nana


" Apa!!! kenapa sayang?" Tanya Yuri nampak terkejut.


" Nana gak bisa sama orang yang lebih menghargai sahabat kecilnya dari pada pacar nya sendiri mom" jawab Nana.


" Apa gak bisa di perbaiki mungkin hanya salah paham" bujuk Yuri.


" Gak bisa mom" ujar Nana.


"Ya sudah mommy terima semua keputusan Nana, ya memang Nana benar lebih baik melepaskan dari pada semakin sakin, maafin akan mommy ya Nay" ujar Yuri dengan mata berkaca-kaca.


"Iya mom, Nana gak masalah, mommy jangan nangis,Nana masih bisa jadi anak mommy walaupun gak bareng Natan lagi" ujar Nana.


" Iya iya Nana anak mommy" ujar Yuri.


"Kalau gitu Nana pulang dulu ya mom, soalnya Nana gak enak kalau ketemu Natan " jujur Nana.


" Kenapa buru-buru gak.isah pedulikan dia" tahan Yuri.


" Tapi mom" ujar Nana tak enak.


" Mom Natan pulang!!!" Teriakan Natan terdengar.


"Mom " kata Nana sedikit khawatir.


" Udah gak papa" ujar Yuri.


" Mom ini ad...." Natan terkejut dengan keberadaan Nana yang tengah duduk di sofa dengan mommy nya.


" Halo Tante" sapa cecil yang ikut dengan Natan


" Ya " jawab Yuri singkat.


" Heh ngapain sih ada Naya segala disini apa dia ingin mendekati Natan lagi, gak bisa di biarin nih" batin cecil.


" Ini Tan tadi aku mampir ke toko kue yang sangat enak " kata Cecil menyerahkan paper bag berisi kue yang di beli nya.


" Terimakasih" ujar Yuri sambil Meletakkan paper bag di meja .


" Naya pulang dulu ya mommy ayah pasti Udah nunggu Naya" kata Nana merasa tak nyaman dengan kedatangan Natan dia takut hati nya semakin goyah melihat Natan .


" Tapi Nay" tahan Yuri.


" Maaf mommy, " pamit Nana yang langsung keluar dari mansion Zen tanpa melihat ke arah Natan.


" Ini semua gara-gara kamu saya kehilangan calon menantu idaman saya" marah Yuri pada Cecil.


" Dan kamu Natan mommy tunggu penjelasan mu" tegas Yuri , meninggalkan Natan yang masih mematung.


" Apa mommy udah tau aku dan Naya putus " batin Natan


" Natan kenapa Tante Yuri marah-marah ke aku?" Tanya Cecil berpura-pura polos.


"Udah gak usah dipikirin" ujar Natan



"Aku harus bisa melupakan Natan" ujar Nana sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.