Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
ulat bulu



Sudah 1 jam Nana berada di rumah Sinta. Dia tak ada niat buat balik ke kampus lagi.


" Lo gak mau balik ke kampus lagi Nay? " Tanya Sinta.


" Mager gua" Kata Nana yang sudah rebahan di kasur Sinta.


Kringg.


Kringg.


Telpon Sinta berdering.


" Halo" Kata Sinta.


" Kalian di mana nyet? " Tanya Fira.


" Gue lagi di rumah nih sama Naya juga" Jawab Sinta.


" Ngapain ? " Tanya Fira lagi.


Nana pun mengkode Sinta agar menyerahkan ponselnya pada Nana.


" Sinta sakit fir, maka gue antar pulang " Jawab Nana.


" Ko bisa? Bukannya tadi masih sehat-sehat aja tuh anak" Kata Fira.


"Itu ada senior yang mengejar- ngejar Sean adiknya ka Cakra di cemburu saat Sinta duduk samping Sean jadi dia numpahin bakso Sinta sampai pahanya merah" Jelas Nana.


"Heh berani nya dia" Marah Fira.


" Tenang gue udah balas langsung ko pakai kie ayam satu mangkok plus sambel sama kecap" Ujar Nana.


" Bagus deh kalo udah, entar pulang kampus gue jenguk bilangin sama Sinta, bye gue mau makan dulu nih di kantin bareng ayang" Ucap Fira. Setelah itu sambungan telpon pun berakhir.


" Nih kata Fira mereka mau ke sini habis pulang dari kampus " Kata Nana pada Sinta.


" Iya Nay" Ucap Sinta


" Eh gue balik dulu ya " Pamit Nana.


" Ko cepet, katanya gak ngampus " Ujar Sinta.


" Kalo ke kampus sih mager, cuma ini gue pengen ke kantor laki gue " Jawab Nana.


" Oh bilang dong" Kata Sinta.


" Ini juga gue udah bilang " Kata Nana.


" Bawa mobil gue aja Nay" Suruh Sinta.


" Gak perlu udah ada yang jemput di luar" Ujar Nana.


Sinta pun keluar kebalkon Kamar nya melihat apa bener perkataan Nana. Dan ternyata benar. Mobil Lamborghini merah sebuah terparkir di pintu depan. Karena sebelumnya Nana sempat mengirim pesan pada salah satu bawahan untuk menjemput nya di. Lokasi yang sudah dia kirim.


" Iya benar " Kata Sinta.


" Gue balik dulu, lo istirahat gih" Suruh Nana.


" Okeh boskuu " Ujar Sinta.


" Bye" Kata Nana.


" Hati-hati" Ucap Sinta.


Setelah keluar dari rumah Sinta Nana langsung masuk ke dalam mobil merahnya.


" Antar gue ke Kantor ka Cakra" Perintah Nana


" Biak queen" Ujar nya


Tak lama mereka pun sampai di kantor Cakra.


" Pulang lah" Perintah Nana.


" Baik queen " Ucapnya.


Nana melangkah masuk di sambut ramah penjaga yang sudah kenal dengannya. Dan penjaga itu pun juga membukakan pintu masuk.


"Silahkan nyonya" Katanya


" Terimakasih pak" Balas Nana dengan ramah.


Nana pun singgah di resepsionis.


" Pak Cakra nya ada? " Tanya Nana.


" Ada nyonya di ruangannya, tapi seperti nya sedang ada klien nyonya, apa perlu saya hubungi sekertaris bos terlebih dahulu." Jawabnya sopan.


" Ya sudah, tak apa nanti saya tunggu di luar saja" Kata Nana.


"Baik nyonya" Katanya.


Nana pun berjalan memasuki lift khusus.


Hingga sampai lah dia di depan ruang kerja Cakra.


" Nyonya" Sapa Tio yang kebetulan sedang berdiri di depan ruangan.


" Ka Tio, ka Cakra sibuk banget ya? " Tanya Nana.


" Tidak nyonya cuma ada klien yang ingin meminta kerja sama dengan perusahaan bos" Jawab Tio.


" Nana masuk gak masalah kan ka? " Tanya Nana.


" Tentu nyonya " Jawab Tio.


Sementara di dalam ruangan Cakra sangat jijik serta risih.


Dengan anak sang klien yang di tugaskan ayahnya untuk meminta bekerja sama dengan Cakra.


" Tuan Cakra, bagaimana apa permintaan kerja sama perusahaan kita bisa berjalan? " Tanyanya dengan suara yang di buat mendesah.


Debyana sirion adalah nama gadis di ruangan Cakra.


Dia di utus sang ayah nya siapa tau bisa mempermudah urusannya.


Deby yang semula nya masih duduk kini sudah berdiri dan berjalan kearah Cakra, belum sempat dia mencoba membelai Cakra. Pintu ruangan Cakra sudah ada yang membuka.


" Sia**n " Batin Deby.


Nana pun masuk dengan mata yang menatap tajam.


" Hei sayang " Senang Cakra yang melihat sang istri tercintanya datang ke kantor nya.


"Kamu sibuk? " Tanya Nana yang kini mendekat ke arah Cakra lalu duduk di pangkuan nya.


" Heh siapa kau tak sopan " Kata Deby.


" Apa kau tak mendengar dia memanggil ku tadi apa? " Tanya Nana.


" Aku tak perduli " Kata Deby.


" Lebih baik kau keluar karna kami sedang membahas pekerjaan " Suruh Deby.


" Dasar ulat bulu" Ucap Nana.


" Berani nya kau mengusir istri ku!!!, bentak Cakra.


" Tapi dia menggangu urusan kita tuan" Kata Deby.


" Urusan apa memangnya, dan satu hal kerja sama ini tak saya Terima, silahkan anda pergi dan keluar dari perusahaan saya" Kata Cakra.


" Apa! " Ucap Deby.


"Apa perlu saya mengulangi nya kembali" Kata Cakra.


" Sayang aku tak suka dengannya " Ucap Nana memeluk Cakra.


" Iya sayang ku " Ujar Cakra.


" Tidak tuan tolong jangan batalkan kerja sama kita" Mohon Deby.


" Saya tidak membatalkan nya" Ucap. Cakra.


" Syukur lah" Kata Deby.


" Saya belum selesai bicara, Saya tak membatalkan nya karena Saya belum menerima kerja sama itu" Jelas Cakra.


" Tapi tuan... "


" Tio.. " Teriak Nana.


" Iya nyonya " Jawab Tio masuk ke ruangan Cakra.


" Seret dan lempar wanita ulat bulu ini keluar " Perintah Nana.


" Baik nyonya " Ucap Tio.


" Tunggu, tidak.... Lepaskan !!! " Teriak Deby karena di paksa Tio keluar dari ruangan Cakra.


Bruk


Tio melempar Deby keluar perusahaan.


" Jangan biarkan dia masuk " Perintah Tio pada penjaga.


" Baik Pak" Jawab penjaga.


" Uh kaki ku sakit"keluh Deby.


" Ayah bisa marah besar jika tau kerja samanya di batalkan, ini semua Gara-gara perempuan si**an itu" Marahnya.


Dengan tertatih Deby menuju mobilnya dan keluar dari lingkungan perusahaan Cakra.


Di dalam ruangan Cakra.


" Gak kuliah sayang? " Tanya Cakra.


" Mager, tadi habis nganter Sinta pulang terus mager lagi balik kampus" Jawab Nana.


" Emangnya Sinta kenapa sayang? " Tanya Cakra lagi. Sambil memainkan rambut Nana.


" Tadi kan waktu di kantin aku sama Sinta ngumpul bareng Sean sama dua temannya terus ada senior yang ngebet banget suka sama Sean, numpahin bakso Sinta dengan sengaja jadinya kena deh Sinta kuah bakso yang masih panas, sampai merah tau yank pahanya" Jelas Nana.


"Kamu gak papa kan sayang" Kata Cakra khawatir.


" Tentu dong sayang, malah tadi aku langsung bales perlakuan dia sama Sinta dengan semangkok mie ayam plus sambalnya sayang " Kata Nana tersenyum senang.


" Bagus dong, langsung dapat karma instan dia" Ucap Cakra.


" Iya kesal banget aku sama dia , dia sangat terobsesi sama Sean yank. Setannya cuma cuek bebek. " Ujar Nana.


" Adik Cakra kan tampan tentu banyak cewek yang suka dengannya.


" Ih suami aku lebih tampan dong" Bantah Nana.


" Hahaha iya iya, aku memang tampan sayang" Kata Cakra senang.


"Kamu lanjutin pekerjaan kamu lagi sayang" Kata Nana.


" Terus kamu mau kemana? "Tanya Cakra.


" Kau mau tidur sayang, sisa lima watt ini mata" Jawab Nana. Sudah turun dari pangkuan Cakra menuju kamar yang ada di ruangan Cakra.


"Okeh kalau gitu aku tinggal bentar ya sayang nanti aku bangunin" Kata Cakra.


" Okeh sayang ku!!! " Teriak Nana dari dalam kamar yang masih belum tertutup.


Setelah menutup pintu Nana langsung menuju kasur king size nya. Untuk rebahan. Tak lama dia pun sampai di alam mimpi.