Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
keputusan Queen



Hari ini Aksa pulang ke pondok pesantren karena ada yang ingin di bicarakan kepada kedua orang tuanya.


Saat ini mereka tengah berkumpul di ruang tamu ndalem.


" Apa kamu yakin le ingin melamarnya? " Tanya ummah Fatimah.


"Ngeh ummah, Aksa yakin, Aksa gak mau kalau Queen sampai di ambil orang lain" Kata Aksa.


" Abah tidak akan melarang mu, jika itu yang kamu mau silakan lakukan " Ujar Kiyai Imron.


" Srius bah? " Tanya Aksa antusias.


" Apa sudah kamu bicarakan masalah ini pada Queen? Tanya Gus Iqsa.


" Belum, tapi Aksa yakin bang Queen pasti mau! " Ucap Aksa


" Kamu tau kan halangan yang sebenarnya apa" Ujar Gus Iqsa.


" Ngeh, tau bang " Ujar Aksa.


Ke esok kan paginya Aksa sudah berada di Jakarta sekolah, setelah mengobrol bersama keluarga kemarin Aksa langsung pamit pulang ke Jakarta. Saat Queen baru keluar dari mobil, Queen melihat Aksa yang di ganggu cewek baru bernama Dewi , Dewi adalah anak dari salah satu donatur di Jis. Sudah hampir 1 minggu ini Dewi terus mengejar dan mengganggu Aksa.


" Menyingkir" Ucap Aksa .


" Kamu kenapa sih aku kan pengen deket-deket sama kamu tau" . Ucap Dewi lembut.


" Jangan sampai gue kasarin baru lo minggir " Kata Aksa kesal.


" Ih Aksa mah gitu" Ucap Dewi cemberut.


," Minggiran lo, ngalangin jalan aja" Ujar Bian.


" Mending lo bawa deh temen lo ini jauh-jauh dari kita, jijay gue liatnya" Suruh Ino pada salah satu temannya Dewi.


" Ayo Dew kita ke kantin aja" Ajak Lina menarik tangan Dewi menjauh dari inti Alaska.


," Lo apaan sih narik-narik gue, gue kan masih mau deket sama ayang Aksa " Ujar Dewi kesal.


" Udah Dew lagi. Banyak orang malu" Kata Lina


" Ih..... " Ucap Dewi langsung pergi menghentakkan kakinya kelantai. Bodo amat pikir inti alaska.


Pandangan Aksa teralih ke parkir melihat Queen dan Sagara yang baru keluar dari mobil. Aksa menatap Queen dengan tersenyum begitu juga Queen membalasnya dengan sangat singkat. Karena Queen kesal .


" Kamu marah sayang? " Tanya Aksa pada Queen.


,"Siapa cewek tadi? " Tanya Queen datar.


" Dewi" Jawab Aksa.


" Kamu punya hubungan sama dia? " Tanya Queen lagi.


" Enggak sayang, dia hampir 1 minggu ini selalu menggodaku tapi aku tak pernah meladeni nya sedikit pun" Ujar Aksa.


" Yakin ? " Kata Queen.


" Yakin sayang" Jawab Aksa.


" Tapi tadi kamu di pegang- pegangnya diam aja" Ucap Queen.


" Aku sudah melawan dan melarangnya, tapi dia terus mendekatiku.


"Oke " Kata Queen nada kesal.


," Sayang ada yang mau aku omongin sama kamu" Ujar Aksa sambil menarik Queen agak. Menjauh dari teman-temanya. Membuat Queen mengerit kan keningnya.


" Ada apa? Tanya Queen.


" Nanti malam kamu punya waktu gak? " Tanya Aksa pada Queen.


" Aku sih free, kenapa mau ngajak jalan+ jalan ya " Ucap Queen sumringah.


" Bukan ayang, nanti malam ummah sama abah . Ngakak kamu sama keluarga mu makan di restoran bisa? " Tanya Aksa pada Queen.


"Bisa nanti aku kasih tau daddy sama bang Gara" Jawab Queen.


," Ya udah ayo ke kelas " Ajak Aksa pada Queen.


" Kamu duluan aja, kau mau kekantin beli minum " Ujar Queen.


Cup


Sebuah ciuman singkat mendarat di kening Queen.


" Aaaaa bikin meleleh aja" Kata Queen. Mengajak inti Azzura rose menemani nya kentin.


" Ngobrolin apa tadi? "Tanya Rakha kepo.


"Nanti Malam Aksa ngajak katemu abah sama ummah, ngajak daddy sama bang Gara juga" Jawab Queen. Yang membuat mereka diam dengan pikiran masing-masing.


" Jangan-jangann.." Ucap. Mereka.


" Apa? " Potong Queen.


" Cieeee cieeee, ka Queen " Ucap Jofa.


," Kayanya ada yang bakal tunangan nih" Kata Kevin.


" Apasih" Kata Queen malu. Membuat inti Azzura rose tertawa, hingga mereka jadi pusat perhatian para pengunjung kantin.


Malam ini Queen , Sagara dan Cakra sudah siap untuk pergi menuju restoran yang sudah didi siapkan oleh Aksa untuk pertemuan dia keluarga.


" Kita berangkat sekarang de? " Tanya saya.


" Iya bang sekarang aja" Jawab Queen.


Sedangkan kini di sisi Aksa dan kedua orang tuanya sudah berada di dalam restoran yang sudah di khusus kan untuk mereka.


" Kamu sudah siap le? " Tanya ummah Fatimah.


" Sudah ummah, cuma agak sedikit gugup aja " Jawab Aksa.


" Massa laki-laki gugup" Ejek Gus Iqsa.


" Abang ini kaya gak pernah ngerasain aja" Sinis ummah.


" Aku harap malam ini acaranya berjalan lancar"batin Aksa.


" Assalamu'alaikum "


" Waalaikumsalam "


Walaupun keluarga Queen nonis tapi mereka sangat toleransi.


" Gus Iqsa " Sapa Cakra bersalaman llau beralih pada Ummah Fatimah dan kiyai Imron.


" Mari duduk " Ucap kiyai Imron.


Setelah berbincang ringan kiyai Imron pun langsung membuka suara.


," Bismillah maksud dari undangan kami kesini karena ada yang ingin kami sampaikan lebih tepat nya akan di smalaikan oleh putra sya sendiri " Ujar kiyai Imron sambil melirik Aksa di samping nya.


Aksa yang paham maksud abahnya pun mulai angkat bicara.


" Bismillah, saya Muhammad Aksara Al-Maliki, ingin meminta izin dan restu untuk melamar putri om yang bernama Airis Queenzea Pratama, untuk menjadi istri serta pendamping hidup saya" Ujar Aksa tegas.


Setelah Aksa selesai berucap Sagara langsung memberi Aksa 2 jempol sebagai effort nya berani melamar Queen. Kesayangan mereka.


" Jantan ko bro" Ujar Sagara tanpa suara.


" Saya sebagai orang tua dari Queen tentu saja bisa memberikan restu , tapi jawaban yang pasti nya dari Queen lah, kerena Queen sendiri yang menjalani nya nantinya" Ucap Cakra tak kalah tegas.


" Yah bener kata daddy pilihannya terserah Queen saja, dan kami hanya mendukung apapun pilihan nya" Tambah Sagara


"Tapi kalian tau kan kami nonis " Ujar Sagara. Aksa dan keluarga mengangguk.


" Gimana nak Queen apakah di Terima lamaran nya? " Tanya ummah Fatimah.


" Ade" Kata Cakra dengan lembut memanggil Queen. Queen mengangkat kepala nya dan berucap.


" Ade Terima lamaran Aksa dad"Ujar Queen mantap. Sontak mereka semua yang mendengar pun terkejut apalagi Aksa, dan ada yang lebih mengejutkan lagi setelah Queen kembali berucap.


" Queen mau mualaf boleh dad? " Tanya Queen pada Cakra. Membuat Cakra tak kalah terkejut nya.


" Ade yakin? " Tanya Cakra.


," Yakin dad" Jawab Queen mantap.


," Daddy terserah keputusan apa aja ade ambil yang penting ade bahagia " Ujar Cakra.


" Makasih dad" Kata Queen memeluk Cakra.


" Kalian bakal se iman" Bisik Sagara pada Aksa.


" Iya Gar" Ujar Aksa tak lepas dari senyumnya senang.


" Keluar kan le? " Suruh ummah Fatimah.


Aksa merogoh saku bajunya mengeluarkan sebuah kotak yang berisikan 2 buah cincin di dalamnya.


" Dengan ini kami mengikat nak Queen " Ujar ummah Fatimah.


" Di ikat " Ujar Sagara pada Queen dengan alis naik turun.


" Pasangakan le" Suruh ummah Fatimah.


Queen dan Aksa pun melakukan pemasangan cincin di jari manis mereka bergantian.


" Ceyeeee. Udah ganti status " Ujar Sagara


"Bang Gara ih" Kata Queen malu- malu.


Hahhahahaa, tawa mereka melihat tingkah malu Queen.