Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
season 2 pertunjukan Queen



Queen langsung memeluk Aksa saking senangnya.


" Aawwww. ....


" Sorry gue lupa bahu lo tertembak " Kata Queen.


" Lo gak pulang ? " Tanya Aksa.


" Gak gue pengen nemenin lo disini" Jawab Queen.


" Nanti lo capek, biar anak-anak Alaska 9 " Tekan Queen. " Yasudah mending lo tidur , sini naik ke ranjang " Ajak Aksara.


" Emang muat? " Tanya Queen.


" Muat " Jawab Aksara, ranjang nya memang besar dan nyaman jelas Queen memesan ruangan VVIP untuk Aksara.


" Bener? " Tanya Queen lagi.


Ceklek!


Tiba-tiba saja pintu kamar inap Aksara terbuka, dan ternyata itu adalah teman-teman nya Aksa para inti Alaska. Mereka semua di kabari oleh Sagara bahwa Aksara sedang berada di rumah sakit dan Sagara juga menjelaskan pada mereka kenapa Aksara jadi sampai begitu.


" Bucin terosss! " Celetuk Bian dengan senyum tipisnya.


"Tau nih pacaran kagak tapi selalu menampilkan kemesraan di depan lara jomblo seperti kita ini" Timpal Ino.


Dan mereka langsung mendudukkan diri mereka ke sofa.


" Lo aja kali " Sahut Rangga.


" Iya deh si punya cabin! " Ledek Bryan dengan senyum tengilnya.


" Iri ya! " Ujar Rangga sedikit memengejek


PUK! Bryan melemparkan bantal sofa ke arah Rangga.


"Njir muka tampan gue, lecet nih! Sia*an lo Bry" Umpat Rangga kesal tak sempat mengelak lemparan Bryan.


" Hahahaha" Gelak tawa Bryan dan yang lainnya. Lemparan Bryan berhasil mengenai muka Rangga yang Songong tadi.


" Awasss lo! " Ancam Rangga.


" Berisik banget sih, Aksa kan mau istirahat tau" Ucap Queen.


" Aduh buketu perhatian sekali , jadi pengen jadiin iatri" Ucap Bian. Yang malah mendapat tatapan tajam dari Aksara.


" Sorry buketu" Jawab Bryan dan Rangga.


" Hehee peace paketu" Kata Bian.


." Kenapa gue bisa punya teman kaya mereka " Gumam Aksara.


" Bryan nih duluan " Sahut Rangga menunjuk muka Bryan.


" Gak salah lo? Li. Duluan tuh" Timpal Bryan tak mau kalah.


" Lo pada mau jengukin Aksa apa mau ngerumpi nih? " Heran Queen. Baru datang saja mereka sudah pada ribut.


" Lo udah ada ngabarin orang pondok belum? " Tanya Ino pada Aksara.


" Belum, mending mereka gak perlu tau kondisi gue nanti ummah khawatir lagi" Jawab Aksara.


" Bener juga apa kata lo" Ujar Ino.


" Gimana udah baikkan belum? " Tanya Rangga berdiri di samping ranjang Aksara.


," Udah mendingan sih tapi kadang ada perih" Jelas Aksa.


" Bawa apaan tuh lo pada " Tanya Aksa pada Bryan.


" Ps " Jawab Bryan.


" Umumnya orang jenguk tuh bawa buah" Sahut Queen.


" Biar beda Queen" Kata Bryan.


" Beneran gak ada buah? " Sekarang Aksa yang bertanya.


" Hehehe gak sempat beli" Ujar Bian cengengesan.


" Temen lo tuh" Ujar Queen geleng-geleng melihat kelakuan random inti Alaska.


" Bahkan Bryan dan Ino sudah memainkan. Psnya.


." Yessss gue menang " Pekik Ino.


" Ngaku beg* gak lo sekarang" Kata Ino pada Bryan.


" Lah gue baru kalah 5 kali ya" Ujar Bryan.


" Itu udah ngebuktiin lo be*o main ps " Sahut Rangga.


" Alah lo pakai plan gue enggak!" Kilah Bryan


" . Gue pakai plan 2 kali yang lain masih main. Lo udah ke bantai " Jelas Ino.


" Gelut kita ayoo! " Ujar Bryan.


" Kalian mau nginep? Tanya Queen.


" Enggak sih besokkan mesti sekolah " Jawab Ino.


" Halah sok rajin biasa juga bolos " Sahut Bryan.


" Brisik lo! " Ucap Ino pada Bryan.


Udah jam 11 cok" Kata Rangga.


" Pulang- pulang " Ajak Bian.


" Tau nih ganggu paketu mau istirahat aja" Sahut Rangga.


Ruang rawat Aksa pun seketika jadi hening setelah kepulangan teman-teman nya.


Bahkan ps mereka tadi di biarkan saja tergeletak di lantai dekat sofa.


" Mereka sangat berisik " Ucap Queen merapikan ps inti Alaska.


" Begitulah kalo sedang ngumpul " Kata Aksara.


" Hoammmmm"Queen mulai mengantuk.


" Sini. Naik" Ajak Aksara tidur samping nya mana tega dia biarin Queen tidur di sofa.


Queen pun menurut ucapan Aksara lalu merebahkan dirinya di samping Aksara.


" Selamat malam Sa " Ucap. Queen.


" Selamat tidur Queen " Balas Aksara.


Pada akhirnya mereka pun tidur 1 ranjang.


Paginya Aksara bangun dari tidurnya mendapati Queen sudah tak ada samping nya. Aksa mencoba memanggil Queen namun masih tak ada sahutan. Aksa mengambil telpon nya ingin menghubungi Queen, setelah membuka ponselnya ternyata dia mendapatkan pesan dari Queen.


' gue pulang bentar ya' isi pesan Queen.


Setelah membaca pesan Queen Aksa pun bernafas lega.


Sedangkan Queen yang di cari Aksa tadi kini tengah berada di markas Azzura Rose tentunya bersama Sagara, Kenzo, Rakha dan Jofa .


Mereka berlima hari ini sengaja tak pergi ke sekolah karena ingin mengeksekusi pelaku penembakan semalam.


" Yeah, akan ada tontonan seru" Ujar Rakha.


" Jadi gak sabar liat ka Queen bermain " Kata Jofa antusias.


.nereka berempat duduk di sofa menonton aksi Queen.


Queen masuk ke dalam sel di sana sudah ada 2 orang laki-laki tergeletak.


" Siram mereka" Perintah Queen


Mafioso pun membawa se ember air cuka lalu menyiramkannya ke tahanan tersebut.


" Arghhhhhhh" Rintih mereka karena merasa perih di lukanya Akibat dari air cuka yaang menyiram mereka.


" Siapa yang memerintah kalian? " Tegas Queen. Sambil memutar mutar pistol tepat di hadapan mereka.


," Kata bos Seorang gadis bernama Anindya " Jawabnya.


" Siapa bos kalian? " Tanya Queen lagi.


" White ace" Jawabnya.


" Cih cuma perkumpulan mafia kecil berani sekali cari masalah pada Azzurra Rose" Ucap Rakha.


White ace adalah salah satu kelompok mafia yang baru saja berdiri. Anggota juga hanya 6 ribu orang sangat jauh berbeda dengan Azzurra Rose yang memiliki 15 ribu Mafioso terlatih.


" Ap- pa! " Ucap laki-laki itu terkejut.


" Ternyata para remaja di depan mereka ini adalah kelompok mafia yang paling mereka hindari.


" Waktu sudah habis, mari kita bermain" Ucap Queen.


Dorrr..


Dorrr.


Masing-masing dari mereka mendapatkan 1 tembakan di bahunya.


" Arghhhhh" Rintih mereka kesakitan.


"Sakit kan itu yang masih di rasakan Aksara ku? " Tanya Queen pada perawat yang terus mentah kita.


" Aksara ku gak tuh" Sahut Rakha.


." Ade udah besar " Ujar Sagara.


." Ka Queen suka Aka ya? " Ujar Jofa.


" Katana Ade bang" Ujar Queen.


Sagara pun beralih menuju lemari mengambilkan katana milik adik nya.


" A-ampuni k-kami nona" Ujar tawanan Queen.


. " Semua bagian tubuh lo jelek sih jadi mau gue cincang aja lumayan buat kasih makan pelihara gue" Ucap Queen sanai.


" Ja-jangan.... " Sungguh meraka tawanan Queen , mereka merasakan nya.


Srettt...


Srettt.....


" Arghhhhhh" Jerit tawanan Queen saat tiba-tiba saja tangannya di potong oleh Queen.


Srettt..


Srettt....


Queen kembali menggores kaki laki-laki tersebut, kedua tahanan pun kembali menjerit kesakitan.


Srekkk...


Srekkk..


Slash.. ! !


Setelah menggores bagian-bagian tubuh mereka tanpa membuang waktu Queen langsung menebas kedua kepala tersebut. Darah segar mengucur dari tubuh kedua tawanan tersebut hingga wajah dan baju Queen terkena ciptaannya.


" Pertunjukan selesai " Kata Rakha.