
Selepas sholat ashar, kiyai Imron, Gus Iqsa, Gus Aksa, dan inti Alaska kembali ke ndalem.
" Wih para suami idaman sudah kembali" Ucap Rakha.
Mendengar pujian yang di lontarkan rakha membuat para inti Alaska membusungkan dadanya bangga.
." Oh jelas sebagai calon imam yang baik untuk anak dan istri ku nanti " Sahut Rangga.
" Blushing gak tuh ai cabinnya" Ucap Bian melihat Indah yang tertesipu malu .
" Apaan sih " Kata Indah.
" Sa ajak teman- temanmu gih Jalan-jalan berkeliling sekitar pondok" Suruh Gus Iqsa. .
"Wah bener tuh ka Gus Iqsa" Sahut Ino.
" Sebelum magrib pulang le " Kata ummah Fatimah.
" Nggeh ummah" Jawab Aksa.
" Nah sekarang para ibu-ibunya , kita masak- masak" Ujar ummah Fatimah.
"Yes, bentar lagi makan" Senang Sinta.
" Bini lo noh" Ujar Mahen pada jo.
" Emang " Jawab jo Santai.
" Ayo" Ajak Aksa.
" Ayo" Jawab mereka kompak.
Aksa pun mengajak semua teman-temannya berkeliling termasuk para cewek-cewek.
" Sa gue liat-liat dari tadi para santriwati pada heboh saat lo lewati? " Heran Bryan.
" Gitu aja lo gak tau" Sahut Bian.
" Emang kenapa? " Tanya Bryan.
" Gue tebak pasti karena si Aksa sama Gus Iqsa itu berada di tahta pertama menjadi incaran para santri di pondok" tebak Rakha.
"Brilian" Ucap Bian membenarkan.
" Malah pada ghibahin gue" Kata Aksa geleng-geleng.
" Fakta itu paketu bukan ghibah" Kata Ino.
" Mau ke kebun gak di sana banyak buah- buah lo" Kata Aksa.
"Wah mau Sa" Jawab Queen.
" Ayo" Ucap Aksa lembut sambil mengusap kepala Queen yang tertutup kerudung dan niqab.
" Bucin terosss, bilangin abah Imron langsung sah lo pada" Ujar Rakha
" Entar ka Queen long out dong" Kata Jofa sedikit tertawa.
Mereka semua sadar banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka , dengan tatapan, aneh, curiga dan ada juga yang Terima.
Bagaimana tidak , Gus Aksa yang mereka kenal, adalah Gus yang cuek dingin dengan wanita, tapi sekarang apa yang mereka lihat, Gus Aksa terlihat sangat akrab pada wanita, apalagi wanita yang memakai setelan gamis warna hitam semua yang kontras sekali dengan warna kulitnya dan itu adalah Queen.
" Ko Gus Aksa kelihatan akrab banget sih sama tuh para cewek, apa lagi yang pakai gamis warna hitam" Celetuk salah satu santriwati yang menyukai Aksa. Merasa tak Terima.
" Jangan-jangan calon istri Gus Aksa lagi" Sahut Santri lainnya.
" Gak mungkin lah, berita nya aja belum ada" Gumam gadis tersebut.
" Gue denger sih mereka semua teman nya Gus Aksa dari jakarta " Sahut santri putri yang lain.
Aksa dan yang lainnya sudah sampai di kebun buah yang terletak dekat dengan hutan. Di belakang pondok pesantren, ada berbagai macam buah yang di tanam di sana, dan bebas di ambil oleh siapapun karena ada tulisan boleh di ambil tapi secukupnya.
" Wah , aku ingin memetik buah anggur " Kata Maira.
" Aku ingin apel" Kata Indah.
" Biar aku yang ambil kan ayang" Ujar Rangga pada Indah.
" Bocin teross" Ujar Bryan.
" Si kambing iri" Ucap Rangga.
" Banyak banget buahnya" Kata Jofa.
Dari buah rambutan, jeruk., mangga, apel, pepaya, anggur, melon, timun, tomat, salak dan buah lainnya.
Sedangkan Queen berkeliling Sekitar di ikuti Aksa, tanpa sadar mereka ternyata sudah masuk jauh kedalam hutan.
" Queen pulang yu kita udah masuk terlalu jauh" Kata Aksa.
" Eh iya sampai gak nyadar bagus juga nih dalam hutan" Kata Queen.
" Ayo kita balik" Ajak Queen.
" Oke" Jawab Aksa.
" Kemana arahnya ? " Tanya Queen.
" Yang jelas ke.... Jawab Aksa terhenti kerena Aksa juga lupa mereka sekarang sudah sampai mana, karena hutan dekat pondok tak seperti ini.
." Sial! " Ujar Aksa kesal dan juga bingung.
." Sa kita tersesat " Kata Queen.
" Hufff, capeknya " Ujar Queen karena dari tadi mereka berkeliling belum juga ketemu jalanan .
"Sebentar lagi malam kita harus cari tempat sebelum para binatang buas datang " Kata Aksa.
" Lo bener Sa, timpal Queen.
." Nih hp juga gak ada sinyal" Kata Aksa melihat jam di ponselnya.
" Ayo kita pergi dari sini" Ajak Aksa menggandeng Queen.
" Iya " Jawab Queen.
.mereka pun melangkah pergi namun Langkah itu terhenti saat mereka mendengar suara auman dan suara langkah kaki hewan yang berlari.
Drappp
Drappp...
Awuuuuuuuuuuuu, suara langkah dan auman serigalaserigala.
Set..
Aksa langsung menarik Queen dan bersembunyi di samping pohon besar.
" Jangan bersuara " Bisik Aksa pada Queen, Queen pun terdiam dan sedikit mengintip dari balik pohon terlihat di depan ada seekor rusa yang sedang d gigit oleh serigala.
Tak lama dari arah berbeda juga datang sekelompok Serigala ke arah Queen dan Aksa.
" Mereka menemukan kita" Ujar Aksa.
Queen mengeluarkan pistol dari balik gamisnya dan menembakkan ke arah serigala .
Dor.
Dor.
Dor.
3 serigala langsung mati setelah mendapatkan tembakan dari Queen tepat di kepalanya.
Gggrrrrr... Auuuuuuuu....
Suara serigala yang tersisa mereka langsung menyerang Aksa dan Queen.
Untung saja Queen bawa 2 pistol jadi pistol satunya di berikan Queen pada Aksa.
Dorr..
Dorr..
Dorr...
Mereka berdua menembak dan menendang serigala yang yang menyerang mereka. Aska lumayan lihai menggunakan pistol. Dan para serigala itu pun semuanya mati.
Queen tak menyangka ternyata Aksa juga bisa menggunakan senjata. Padahal dia tadi cuma asal saja memberi kan Aksa senjata ternyata berguna juga.
," Huff capeknya" Ucap Queen kelelahan dan kepanasan.
" Lepas saja cadarnya" Kata Aksa sambil mengelap peluh di dahi Queen.
" Emang gak papa ? " Tanya Queen.
" Gak papa kita kan gak lagi di pondok. Nanti kalo udah disana bisa di pakai lagi" Jelas Aksa.
Queen pun melepaskan cadarnya. Lalu Aksa mengambil dan menyimpan nya di saku baju koko nya.
" Queen capek Sa" Keluh Queen.
" Mau di gendong ? " Tanya Aksa. Queen mengangguk dan merentangkan Kedua tangannya.
" Kaya bayi koala" Ujar Aksa.
" Biarin" Ujar Queen menyenderkan kepalanya ke bahu Aksa dengan nyaman.
1 jam perjalanan mereka tetap tak menemukan jalan keluar dari hutan.
" Sa berhenti , gue capek kita istirahat dulu" Kata Queen duduk di tanah dan bersandar di pohon.
" Di sini bahaya ayo kita jalan lagi siapa tua di sana ada rumah atau gubuk" Ajak Aksa
" Gak mau gue capek banget " Ujar Queen.
" Gue gendong lagi" Kata Aksa.
" Lo pasti juga capek kalo gendong gue " Ujar Queen.
" Gak papa ayo naik" Kata Aksa berjongkok, lalu queen pun naik ke panggung Aksa dan mengalungkan tangannya keleher Aksa , Aksa pun mengangkat dan kembali berjalan karena hari yang sudah mulai malam di sertai gerimis
," Sa itu kayanya ada gubuk deh" Ujar Queen.
" Kita neduh di sana ya " Ajak Aksa.
" Iya gak papa " Ujr Queen.
Mereka berdua pun masuk.
" Gelap njir" Ujar Queen.
," Nyalain senter Sa " Suruh Queen karena disana hanya Aksa lah yang membawa ponselnya.
Duar.......